
Pagi itu para anggota Riana mulai mempersiapkan diri mereka, itu karena sebagian besar dari mereka telah mendapatkan 300 poin kristal dan dapat lulus dari ujian ketiga saat itu juga, akan tetapi ada beberapa diantara mereka yang mana belum mencapai 300 poin kristal yang mana membuat Riana sedikit khawatir. Dan ditengah diskusi tentang apa yang akan mereka lakukan “Trranggs...” secara tiba-tiba Administrator ( Heimdal ) langsung muncul diatas kota mati tersebut, dengan senyumannya yang menakutkan dia menatap para calon pendaki yang ada di dalam kota mati tersebut.
“Apa kabar kalian semua, nampaknya kalian bersenang-senang selama aku tidak ada”
Di saat para calon pendaki melihat wajah administrator yang mana membuat hidup mereka menderita, beberapa orang kelihatan marah besar pada dirinya dan mengetahui hal itu administrator ( Heimdal ) hanya tersenyum saja di hadapan mereka semua. Sementara itu Rey yang mana melihat dari dalam jendela gedung tempat dirinya dan yang lainnya bersembunyi, langsung memiliki firasat buruk terhadap senyuman licik administrator ( Heimdal ).
“Aku punya firasat buruk, semuanya bersiaplah kemungkinan Administrator memiliki ide gila lainnya”
Saat Rey mengetakan hal itu Reza dan yang lainnya langsung bersiap dengan perlengkapan mereka, dan bahkan Bella juga ikut bersiap dengan mengumpulkan energy mana kematian di dalam boneka pelindung miliknya. Saat itu juga dengan sekali jentikan jarinya “Taask..” Administrator ( Heimdal ) langsung memunculkan sebuah notifikasi raksasa, dan di dalam notifikasi raksasa tersebut tertulis sesuatu yang mana sangat mengejutkan, dan melihat wajah terkejut para calon pendaki Heimdal hanya tersenyum kepada mereka.
“Kelihatannya sudah banyak orang yang mana mendapatkan kristal yang cukup untuk bisa lulus ujian tutorial ini, dan karena itulah aku juga akan memberikan kalian semua pilihan dan juga hadiah”
Dengan senyumannya yang mana terlihat sangat menakutkan dia membuat para calon pendaki yang melaksanakan ujian tersebut langsung panik karena perbuatannya, mereka menyiapkan senjata milik mereka dan mulai keluar dari tempat dimana mereka bersembunyi. Dan disaat itu salah satu pria yang mana adalah calon pendaki mulai keluar dengan wajah ketakutan, disana dia tidak sengaja bertemu dengan 3 orang calon pendaki yang lainnya.
“Lihat itu dia, semuanya maju”
Dengan teriakan keras yang mana penuh amarah dan keputusasaan, ke 3 orang calon pendaki itu mulai menyerang calon pendaki yang mana berlarian tersebut, melihat kalau dirinya kalah jumlah “Bushkk...” calon pendaki laki-laki tersebut langsung berlari kearah belakangnya, akan tetapi “Bushkk...” dia tidak menyadari kalau dirinya ada seseorang calon pendaki yang mana telah menunggu dirinya. Menggunakan senjata gada kayu “Dushk... Busshk...” orang itu membunuh calon pendaki pria yang mencoba kabur tersebut, dengan senyuman diwajahnya dia langsung tertawa dengan kerasnya.
“Hahaha... akhirnya aku akan meninggalkan ujian konyol ini”
“Trings...” butiran-butiran cahaya kemudian langsung keluar dari tubuh calon pendaki yang dia bunuh dan mulai merasuki tubuhnya, bersamaan dengan itu dia kemudian memeriksa status miliknya dan tersenyum dengan menakutkannya. Melihat kalau mangsa mereka diambil ketiga calon pendaki yang mana awalnya mengejar calon pendaki pria yang kabur tersebut langsung marah besar, dan disanalah para calon pendaki itu memulai perang mereka “Srrast... Trrassk...” mereka mulai menyerang satu sama lainnya.
__ADS_1
“Trruskk...” dan saat itu juga beberapa orang pendaki yang berkelompok langsung masuk kedalam gedung tempat Rey dan yang lainnya berada, dengan wajah yang mana terlihat seperti orang yang mana sudah tidak waras mereka mulai menyerang para calon pendaki bawahan Riana.
“Lihat itu mereka, semuanya serang mereka”
Dengan teriakan dan juga senjata mereka, para kelompok orang calon pendaki tersebut mulai menyerang para bawahan Riana, dan melihat hal itu Riana kemudian marah besar “Srrahkk...” menggunakan sihir es miliknya dia kemudian langsung membekukan kaki kelompok orang-orang yang mana menyerang mereka tersebut.
“Ugghkk.. sialan diantara mereka ada yang bisa menggunakan sihir”
“Cepat gunakan skill kita dan serang mereka, jika tidak maka kita yang akan mati”
Mendengarkan hal itu “Sringgs...” Rey langsung mengeluarkan pisau lempar miliknya, “Funggsst... Funggsst... Funggsst...” dengan lemparan pisaunya yang mana sangat cepat itu “Crrast... Krrast... Crrast...” Rey menghabisi kelompok calon pendaki yang menyerang mereka tersebut. Melihat ada banyak orang yang mati dengan mudahnya dihadapan mereka, beberapa orang bawahan Riana langsung merasa sedikit ngeri dengan Rey, dengan cepat dan juga mudahnya dia membunuh orang-orang yang mana menyerang mereka dan itu dia lakukan tampa adanya keraguan sedikitpun di wajahnya.
“Monster... dia memanglah monster”
“Fuuihh... untung saja dia bukan musuh kita”
Para bawahan Rian tersebut mulai merasa sedikit takut dengan Rey, namun ada juga beberapa diantara merak yang bersyukur kalau saat ini Rey ada di pihak mereka. Sementara itu Reza yang mana melihat situasi tersebut langsung tersenyum dibelakang semua orang, dia terlihat seperti memikirkan hal yang licik dan melihat Rey dengan tatapan sinis.
“Heheh... ini bagus, aku bisa menyiapkan panggung untuk bisa menghabisi Rey saat ini” pikir Reza.
Sementara itu Riana yang mana melihat para mayat itu langsung menahan rasa takutnya dan mendekati para mayat tersebut, “Tinggs...” dia kemudian langsung mengambil poin-poin kristal mereka dan langsung membagikannya pada para bawahannya. Dan saat itu Riana langsung akan memberikan beberapa poin kristal pada Rey, dia langsung terhenti karena melihat Rey yang mana sedang berpikir keras akan sesuatu.
__ADS_1
“Rey kau sedang berpikir tentang apa...??”
“Eeh... maafkan aku, aku tadi tidak mengendarkan, kau bilang apa tadi...??”
Saat itu Riana yang mana secara tiba-tiba mendatangi Rey langsung membuat Rey terkejut, dan disana Rey secara tiba-tiba mendapatkan sebuah ide tentang cara menangani situasi yang terjadi sekarang ini. Para calon pendaki yang mana mengamuk tersebut di buat menjadi lebih buas karena notifikasi yang diberikan Administrator ( Heimdal ) kepada mereka.
“Pemberitahuan kepada para calon pendaki”
“Sistem ujian akan sedikit diubah dan juga para calon pendaki akan di berikan bantuan dari sistem menara selama ujian berlangsung”
“Para calon pendaki akan di berikan petunjuk sebuah peta yang mana menunjukkan posisi calon pendaki yang memiliki banyak poin kristal, dan juga para monster khusus akan di panggil ditempat tertentu yang mana akan memunculkan banyak poin kristal dan juga item-item berharga”
“Para calon pendaki yang mana belum memenuhi syarat untuk lulus ujian akan diberikan waktu selama 24 jam untuk mengumpulkan poin kristal, setelah waktu yang ditentukan maka para calon pendaki akan langsung dipindahkan ke lantai pertama menara, dan mereka yang mana tidak memenuhi kondisi yang ditentukan akan dihapuskan”
Saat itu Rey melihat sekali lagi notifikasi yang mana di tunjukkan oleh administrator ( Heimdal ), dan saat itu juga dirinya langsung berpikir kalau kelompok mereka juga harus bergerak agar dapat menghindari para calon pendaki yang lainnya.
“Semuanya berkumpul, aku memiliki sebuah rencana”
Saat itu semuanya langsung berkumpul, disana mereka mendengarkan dengan seksama rencana yang mana di katakan oleh Rey, dan saat itu juga mereka langsung kaget dengan rencana yang mana dikatakan oleh Rey.
Bersambung.....
__ADS_1