Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 118 Bunuh atau di bunuh


__ADS_3

Disaat yang bersamaan ketika Rey memasuki dunia Fintian “Trranggskk...” sosok bocah laki-laki yang terlihat seperti anak berusia 10 tahun juga ikut memasuki dunia tersebut, dia adalah Monarch tampa gelar sama seperti Rey dan dirinya lebih memiliki banyak pengalaman dari pada Rey.


“Hmm... jadi seperti tema dunia kali ini, nampaknya ini adalah dunia dengan teknologi tingkat tinggi”


“Seperinya aku bisa memanfaatkan wujud fisik milikku untuk mencari informasi penting dikota-kota” pikir bocah tersebut.


Akan tetapi sesampainya di sebuah kota besar “Bomshkk... Trrask...” para monster Tenra telah mengamuk dan berusaha untuk mengambil alih kota tersebut, saat itu juga “Srrahkk...” sebuah tangan dari salah satu prajurit klon langsung terlempar di dekat dirinya dan melihat senjata di tangan prajurit itu “Taask...” dengan penasaran bocah itu mengambil senjata itu.


“Hmm... senjata ini terlihat cukup menarik” pikir bocah itu.


Akan tetapi saat dia memegang senjata itu sebuah suara muncul dari senjata tersebut.


“Ping.. Ping...”


“Peringatan identitas anda tidak dapat di kenali, memulai proses perlindungan senjata militer negara”


Mendengarkan hal itu bocah itu langsung memiliki sebuah firasat buruk, dan benar saja “Trrashkk...” dari senjata yang di pakai oleh prajurit klon tersebut keluar sengatan listrik yang mana sangat kuat dan membuat dirinya pingsan di tempat itu juga.


Nama : Robert


Umur : 78


Ras : Half Imp


Pekerjaan : Monarch tampa gelar


Statistik sekarang :


Kekuatan : 79


Kelincahan : 80


Ketahanan : 40


Kepintaran : 77


Kekuatan Jiwa : 7


Skill :


-Energy iblis Lv 7


-Sihir kegelapan Lv 3

__ADS_1


-Sihir Mental Lv 2


-Seribu kaki Lv 4


-Tehnik tinju Lv 5


Karena sengatan listrik tersebut dirinya pingsan di tempat itu juga, kemudian hal itu menarik perhatian para monster Tenra kelas bawah.


“Kiiekk... Kieekk.. Keeekk...”


Mereka kemudian langsung berbicara satu sama lainnya dan “Taakk...” tiga monster Tenra lalu langsung membawa tubuh dari Robert kembali ke salah satu sarang mereka, dan sesampainya di dalam sarang monster para Tenra itu, Robert mulai tersadar dan dengan kepalanya yang masih sakit tersebut dia berusaha menerka apa yang telah terjadi.


“Ugghkk... kenapa... dimana aku sekarang...??”


Dan saat kepalanya sudah tidak pusing lagi dia dapat melihat pemandangan yang sangat menjijikan, “Crrastkk... Trrassk...” itu adalah tempat dimana Tenra memberikan makan sosok monster Tenra yang sangat besar di dalam sarang itu, dan “Krrassk...” Tenra berukuran besar setinggi 10 meter itu kemudian melahirkan puluhan telur setelah melahap daging para manusia yang menjadi korban mereka.


Melihat hal tersebut Robert merasa jijik dengan pemandangan yang dia lihat.


“Ugghkk... menjijikan sekali, mereka seperti para semut raksasa”


“Kelihatannya aku telah berada disarang mereka, mungkin ini adalah kesempatanku untuk mengalahkan ratu para monster ini dan menjadi pahlawan di dunia ini” pikir Robert.


Saat itu dia tengah berkhayal tentang dirinya yang mana dipuja-puji oleh para orang-orang dari dunia Fintian, akan tetapi “Trrak...” saat itu Robert baru menyadari hal yang paling penting.


Dan itu adalah dirinya yang mana telah di ikat oleh para monster Tenra menggunakan getah yang seperti benang putih, benang putih yang mana tercipta dari air liur monster Tenra sangatlah kuat dan bahkan membuat Robert sama sekali tidak bisa menggerakan tubuhnya. Tubuh dari Robert di ikat secara menyeluruh seperti kepompon dan hanya meninggalkan kepalanya agar dia tetap hidup, dan saat itu juga “Krrassk...” sosok monster Tenra yang mana terlihat seperti pimpinan monster Tenra yang lainnya langsung mendatangi Robert.


“Krooaark... Krooaark... Krooaark...”


Dia mengeluarkan suara-suara aneh kearah Robert, dan karena tidak bisa mengerti bahasa itu Robert hanya diam saja menunggu apa yang akan di lakukan oleh monster Tenra yang besar tersebut.


“Begitu dia menyerangku, akan segera kulancarkan serangan balik menggunakan sihir mental dan juga sihir kegelapan milikku” pikir Robert.


Akan tetapi “Crrast...” pada saat itu secara tiba-tiba sebuah pedang langsung menusuk badan Robert dari belakang, terkejut dan juga kaget Robert mulai bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.


“Bagaimana mungkin... tubuhku yang mana kuat ini bisa di tembus oleh serangan pedang biasa..???”


Saat itu Robert melihat kearah belakangnya dan dirinya melihat sosok yang mengejutkan dirinya, dan setelah melihat sosok itu Robert langsung bertanya kepada sosok itu dengan tatapan yang penuh tanda tanya dan keheranan.


“Kau... kenapa... bisa ada disini”


Akan tetapi sosok itu tidak ingin menjawab pertanyaan dari Robert dan “Trrassk...” menari pedang miliknya dengan cepat, “Trraskk...” darah lalu langsung keluar dari tubuh Robert dan membuat dirinya tewas di tempat itu juga. Disis lainnya Rey yang mana diserang oleh para monster Tenra yang telah mengambil wujud anak kecil mulai menyerang dirinya, “Cringgs...” mereka memiliki tubuh yang sekeras baja sehingga Rey kesulitan untuk mengalahkan mereka menggunakan senjata yang dia gunakan.


“Ini cukup gawat, tampaknya monster ini telah berada di tingkatan yang berbeda dari monster sebelumnya... bahkan serangan dari senjata api yang telah ditingkatkan sama sekali tidak bisa menembus kulit kedua monster Tenra ini”

__ADS_1


“Nampaknya aku cuman bisa mencoba hal itu” pikir Rey.


Disaat itu juga “Fushkk...” Rey langsung melemparkan senjata api miliknya, dan karena terkejut kedua monster Tenra itu mencoba untuk menghindari lemparan senjata itu, saat itu juga Rey langsung tersenyum kecil.


“Sekarang saatnya...”


Menggunakan senjata keduanya yang mana terlihat seperti pistol yang telah di tingkatkan tersebut, “Dorst... Dorst... Dorst...” Rey langsung menembak kearah senjata yang mana telah dia lempar itu dan “Bomshkk...” senjata itu meledak dan membuat kedua monster Tenra itu terhempas kearah yang berbeda-beda. Melihat kesempatan itu dengan cepat “Bushhkk...” Rey langsung bergerak dan “Taask...” menangkap salah satu monster Tenra tersebut dan memegang kuat-kuat kepalanya.


Monster Tenra yang mana telah memasuki tubuh bocah laki-laki itu berusaha kera untuk melawan Rey.


“Grraahkk... lepaskan aku manusia rendahan...”


Akan tetapi disaat itu juga “Srrahkk...” Rey langsung dengan cepat menanamkan salah satu pecahan jiwa miliknya kearah tubuh Tenra tersebut, menggunakan skill pembelah jiwa miliknya pecahan jiwa milik Rey kemudian langsung mengambil alih tubuh Tenra tersebut. Dalam hitungan detik monster Tenra yang mana merasuki tubuh bocah laki-laki itu telah sepenuhnya berada di dalam kendali Rey.


“Bagus... sekarang aku sudah bisa mengendalikan dirinya seperti sebuah boneka, sekarang saatnya untuk menangkap yang satunya lagi” pikir Rey.


Saat itu monster Tenra yang mana telah merasuki tubuh gadis kecil tersebut berusaha untuk mencari rekannya, itu dengan luka-luka di tubuhnya yang mana “Srrahkk...” sembuh dengan perlahan-lahan itu dia berusaha untuk tetap siaga akan kehadiran Rey, lalu secara tiba-tiba monster Tenra yang merasuki tubuh bocah laki-laki tersebut langsung memanggil temannya.


“Ooii... aku ada disini”


Melihat rekannya monster Tenra yang mana merasuki tubuh gadis kecil tersebut langsung merasa senang, karena saat itu juga dia telah melihat tubuh Rey yang telah bersimbah darah ada dibelakang rekannya tersebut. Dan dengan senangnya dia langsung menyapa rekannya itu.


“Heii... kau sudah mengalahkan manusia menyebalkan itu”


Dengan nada sombong Tenra yang mengambil alih tubuh bocah laki-laki tersebut langsung menjawab pertanyaan rekannya tersebut.


“Hehehe... benar sekali, manusia bodoh ini menyerang diriku secara tiba-tiba... akan tetapi aku langsung menyerang balik dirinya dan sekarang dia telah kehilangan nyawanya”


Dengan wajah senang Tenra dengan tubuh gadis kecil itu langsung mendekati Rey, dan dia langsung berbicara dengan nada merendahkan.


“Manusia bodoh... kau kira dapat mengalahkan kami, seharusnya kau diam saja dan terima nasibmu menjadi makanan bagi ras kami”


Saat itu secara tiba-tiba “Taask...” tangan kanan Rey langsung memegang kaki dari Tenra dengan tubuh gadis kecil tersebut, dan dengan cepat “Drrukk...” dia menjatuhkan Tenra itu ketanah. Kebingungan dengan apa yang terjadi membuat Tenra itu tidak dapat bereaksi dengan cepat, dan dengan cepat “Taask...” Rey langsung memegang kepala dari Tenra yang mana mengambil alih tubuh gadis kecil tersebut.


Dengan marah Tenra itu berusaha untuk menyerang Rey, akan tetapi “Trraak...” kedua tangannya tertahan oleh Tenra yang mana memakai tubuh bocah laki-laki. Terkejut dengan apa yang terjadi, Tenra dengan tubuh Gadis kecil tersebut langsung keheranan dengan apa yang dilakukan oleh rekannya tersebut.


“Apa yang kau lakukan...?? kenapa kau membantu manusia...??”


Akan tetapi rekannya itu sama sekali tidak menjawab pertanyaannya, dan dengan tawa Rey langsung berkata pada Tenra dengan tubuh gadis kecil tersebut.


“Hahaha... tidak ada gunanya, sekarang ini dia adalah bonekaku, dan kau juga akan bernasib sama seperti dirinya”


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2