
Di padang pasir yang panas dan juga tandus, disana sedang berkumpul para monster tipe rubah yang mana mengelilingi ketua mereka sang rubah berekor 9, dia memanggil seluruh bawahannya untuk membahas apa yang terjadi pada dunia Wildian. Dengan tubuhnya yang besar dan juga auranya yang kuat, rubah berekor 9 itu langsung mengeluarkan telepati untuk berbicara pada monster rubah yang lainnya.
“Para keluargaku... hari ini kita dihadapi dengan kejadian yang menyedihkan”
“Saudari kita sang rubah biru berekor 7 telah menghilang, dia bersama dengan kelompoknya menghilang saat menjalankan misi”
Mendengarkan hal itu para monster rubah yang ada disana telah mengetahui kalau pimpinan mereka sedang gusar, mereka dapat merasakan tekanan kuat dari setiap kata-kata yang di lemparkan pimpinan mereka lewat telepati tersebut. Bahkan beberapa rubah muda yang mana masih menumbuhkan 2 eko “Duskk... Duskk...” langsung pingsan karena mental mereka yang lemah.
Melihat hal itu rubah berekor 9 itu langsung meringankan tekanan dari auranya tersebut, dengan hilangnya beberapa tekanan dari rubah berekor 9 tersebut para monster rubah yang lainnya mulai merasa sedikit lebih nyaman, sekarang ini mereka langsung serius melihat apa yang ingin dikatakan oleh sang pimpinan mereka rubah berekor 9. Sementara itu sang rubah biru berekor 7 yang mana di katakan menghilang dari kelompok mereka, saat ini sedang mengatur para monster serigala banteng dan juga kucing hutan yang ada di dalam hutan tersebut.
Dengan menghela nafasnya rubah biru berekor 7 itu mulai memikirkan kembali keadaan dirinya sekarang ini.
“Kunnt... ( Haaah... kenapa pula aku melakukan hal ini )”
Sebelumnya Rey berhasil memasukkan pecahan dirinya kedalam tubuh rubah biru berekor 7 tersebut, dan sekarang ini nasib dari rubah biru berekor 7 dan para saudaranya itu berada di tangan Rey, dan karena mereka adalah jenis monster yang pintar Rey membuat kesadaran mereka tetap ada dan membuat mereka bekerja untuk dirinya. Dan sekarang ini ketika Rey melihat para monster rubah itu bekerja untuknya, dia merasa sangat senang karena sekarang ini sudah ada banyak monster yang mana ada dibawah pengaruh dirinya.
“Hehehe.... nampaknya keputusanku memang sudah tepat”
“Para monster rubah itu adalah mahluk yang sangat pintar, mereka dapat membuat serangan formasi dan juga mengalahkan lawan yang lebih kuat dari mereka dengan kerja sama”
“Namun aku takut kalau rubah ekor 9 yang dikatakan si biru ( panggilan untuk rubah biru berekor 7 ) itu akan datang kemari, jika dia datang kemari mungkin akan ada peperangan besar yang terjadi”
__ADS_1
Dan benar saja apa yang Rey pikirkan, sang rubah berekor 9 itu mulai keluar dari sarangnya dan hal itu membuat para penguasa lainnya di dunia Wildian langsung bangun dari sarang mereka, terutama sang penguasa hutan yang mana adalah mahluk yang menguasai hutan tengah di dunia Wildian. “Fuhhkk...” nafasnya yang mana muncul saat dia terbangun dari tidurnya “Trusskk... Dussk...” membuat hutan bergetar, dan hawa kehadirannya membuat pohon-pohon dan para bunga menari-nari.
“Tussk...” dengan keempat kakinya dia mulai berdiri dengan tegak, dan sosok nya yang besar kemudian dapat terlihat sangat jelas di tengah-tengah hutan, dia adalah rusa raksasa dengan tubuh sebesar 12 meter tingginya, tubuhnya terlihat seperti kayu pohon tua dan tanduknya terlihat seperti dahan pohon kering tampa daun diatasnya.
Dengan matanya yang memancarkan cahaya api kehijauan dia melihat Rey, dia melihat sebuah eksistensi yang mana baru pertama kalinya dia lihat, akan tetapi saat itu juga dia sama sekali tidak perduli dengan Rey dan mengeluarkan suaranya sebagai tanda peringatan kepada sang penguasa rubah ekor 9.
“GRROOAAAH.....”
Dia mengeluarkan suaranya yang besar yang mana telah dipenuhi oleh energy mana dan juga aura intimidasinya, saat itu juga para monster yang ada di hutan tersebut “Trringgs...” langsung dapat merasakan kekuatan dari sang penguasa hutan, dan beberapa monster lemah langsung pingsan karena aura intimdasinya tersebut. Lalu jauh di kedalaman gurun, tepatnya 20 Km jauh dari hutan tempat penguasa hutan berada, “Srraahkk...” aura dan juga suara dari penguasa hutan langsung terpancar jauh kesana karena dibawa oleh energy mana.
Merasakan dan dapat mendengarkan suara dari penguasa hutan tersebut, dengan cepat “Busshkk...” rubah berekor 9 langsung naik keatas gua sarangnya, dengan wajah kesal dia dapat mengerti apa yang ingin di katakan oleh penguasa hutan tersebut.
“Grrrr... orang tua itu, ternyata dia masih hidup”
“Rusa tua aku sarankan kau jangan menggangguku, aku mengincar sesosok mahluk yang mana berani memburu ras ku”
Mendengarkan pesan telepati jarak jauh tersebut rusa penguasa hutan itu kemudian langsung tertawa kecil.
“Heheh... dasar rubah tua, kau kira aku akan membiarkan kau menghabisi spesies baru itu”
“Jangan harap, kekuatannya sangat besar dan ada kemungkinan kalau dia bisa menggantikanku menjaga wilayah ini”
__ADS_1
“Tukkst...” dengan kakinya yang besar dan panjang tersebut rusa itu langsung mendekati Rey, dan dalam beberapa langkah dia sudah sampai di depan Rey. Saat itu Rey sama sekali tidak dapat menggerakkan tubuhnya, dia ingin melarikan diri kedalam tanah akan tetapi ada energy mana dari hutan yang menahan dirinya, dan dengan gugup Rey sudah siap bertarung melawan rusa tersebut.
“Sialan... kalau seperti ini maka itu artinya cuman bisa melawan sampai mati”
Melihat keberanian dari Rey yang mana tidak takut dengan sosok dirinya, rusa itu kemudian langsung tersenyum kepada Rey, dan saat itu juga dengan menggunakan telepati miliknya rusa itu langsung berusaha untuk berbicara pada Rey.
“Cacing kecil... kau bisa mendengarkanku...??”
“Jangan panik, kau tidak perlu takut... aku sama sekali tidak memiliki niat untuk melawanmu”
Mendengarkan suara telepati tersebut membuat Rey langsung tenang, dia kemudian langsung membalas telepati yang mana di berikan oleh rusa tersebut.
“Kau siapa...?? apa yang kau inginkan dariku sebenarnya...??”
Mendengarkan perkataan itu rusa itu langsung tersenyum kepada Rey, dan dia kemudian langsung mengeluarkan cahaya dari kedua matanya tersebut “Trringgs...” cahaya itu langsung mengguncang jiwa milik Rey dengan sangat kuat, akan tetapi “Tinngg...” statistik jiwa milik Rey yang mana cukup tinggi dapat menahan serangan jiwa dari rusa itu. Dan dengan kesakitan Rey mulai melihat rusa itu dengan tatapan marah.
“Gaahkk... apa-apaan itu, tadi kau bilang tidak ingin melawanku”
“Haah...?? apa itu...??”
Saat itu juga Rey melihat sesuatu yang sangat luar biasa, dan dia menyadari kalau dirinya telah diberikan sebuah hadiah yang sangat besar dari sang rusa penguasa area hutan tersebut.
__ADS_1
Bersambung.....
Ayo semuanya dukung novel ini dengan cara Like , Komen, Giff dan Vote yah, karena dukungan kalian adalah penyemangat bagi penulis, Bye-byee.....