Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 56 Batas waktu bagian 3


__ADS_3

Aura iblis dan juga aura membunuh milik Reza pada saat itu keluar dengan sendirinya, dia sama sekali tidak ingin mengikuti perintah Rey yang mana ingin mundur melawan para calon pendaki lainnya yang mana telah mengepung mereka. “Tringgs...” akan tetapi pada saat itu juga Reza langsung menyarungkan kembali pedang miliknya, dia memutuskan untuk menahan emosi dan juga amarahnya pada saat itu juga.


Kemudian “Bomshk...” menggunakan sihir api milik Riana, mereka membuat jalan besar dengan meledakkan salah satu bangunan disekitar mereka, dengan runtuhnya bangunan tersebut para calon pendaki yang mana mengepung mereka langsung panik dan berhamburan kesana kemari. Disaat itu juga dengan cepat Rey langsung memimpin para calon pendaki yang mana ada di pihaknya, dia bersama dengan Riana, Reza, Bella, dan juga Gilang langsung dengan cepat berlari saat itu juga.


Sementara itu Aldo yang mana berada di belakang mereka semua “Srrast.. Crrast...” sedari tadi terus melawan para calon pendaki yang menyerang kelompok mereka, dengan skill pengerasan tubuh miliknya dan juga kekutan fisiknya yang kuat dia mengalahkan banyak calon pendaki dengan mudahnya. Pada saat itu juga salah satu dari calon pendaki musuh mereka langsung menggunakan skill sihir, “Tringgs... Tinggs...” dia membentuk energy mana menjadi sebuah anak panah yang sangat kuat dan “Fussht...” dengan cepat anak panah sihir tersebut kemudian langsung melesat kearah Aldo.


Disaat itu Gilang yang mana melihat hal itu langsung berteriak kepada Aldo.


“BOCAH CEPAT LARI DARI SANA”


“Haah...??”


Akan tetapi saat itu juga Aldo yang mana mendengar Gilang berteriak tidak sempat untuk bereaksi, “Busshkk...” dan dengan cepat anak panah sihir tersebut langsung mengenai tubuh dari Aldo “Fussskk....” karena serangan itu dia terhempas beberapa langkah dan “Dusshkk...” terjatuh ditempat itu juga. Melihat hal itu Gilang dengan cepat “Bushkk...” langsung berbalik dan berlari kearah Aldo, dia langsung menggunakan skill miliknya untuk mempertajam pandangan matanya dan dengan crosbow yang dia punya “Crrak...” dia langsung “Trraskk...” menghabisi para calon pendaki yang mana ingin menyerang Aldo.


Dengan tangannya Gilang langsung membopong Aldo yang terlihat terluka tersebut, namun saat Gilang melihat lagi kearah Aldo dia menyadari kalau luka Aldo tidak terlalu parah karena skill miliknya yang mengeraskan seluruh tubuhnya. Akan tetapi pada saat itu juga secara tiba-tiba Aldo mengeluarkan batuk darah.


“Uhuukks-Uhuukks...”


“Pergilah dulu paman, aku tidak apa-apa”


Saat itu Aldo berusaha untuk tetap kuat dan juga berusaha untuk berjalan sendiri, akan tetapi tubuhnya memang terkena serangan yang kuat dan serangan itu masih membekas pada tubuhnya, melihat hal itu Gilang tetap memaksa Aldo dan langsung membopong dirinya.

__ADS_1


“Jangan main-main bocah, apa yang akan dikatakan ketiga adikmu itu ketika mereka tahu aku meninggalkanmu”


“Yang pasti aku akan langsung di habisi oleh mereka bertiga kalau mereka tahu apa yang terjadi”


Ketika Gilang berbicara seperti itu Aldo langsung tersenyum kecil, dan dia lalu langsung pasrah dan bersama dengan Aldo pergi meninggalkan tempat itu, saat itu Reza langsung terlihat berpikir dengan keras melihat Aldo yang mana tertinggal tersebut.


“Bocah itu lumayan berguna juga untukku, akan tetapi dia tidak terlalu berharga sampai-sampai aku harus menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya”


“Untuk sekarang aku harus bersabar, kalau salah maka aku bisa-bisa melawan ketiga orang ini”


Reza memutuskan untuk tidak menolong Aldo karena tidak ingin membuat Rey curiga, dan terlebih lagi dia takut kalau Riana dan juga Bella membantu Rey saat dirinya bertarung dengan Reza. Namun secara tidak terduga Rey yang mana ada di depan mereka semua langsung berbalik “Bushkk...” dan dengan cepat dia langsung mengarah kearah Gilang dan juga Aldo, “Fushkk...” kemudian secara tiba-tiba Rey langsung melemparkan 10 pisau kearah Gilang dan juga Aldo.


Melihat hal itu para calon pendaki yang mana adalah rekan Rey langsung terkejut, mereka tidak menyangka kalau Rey akan menyerang Gilang dan juga Aldo, namun “Funggshk...” secara tiba-tiba pisau yang dilemparkan oleh Rey berbelok dan langsung “Crrast... Crrast...” menghabisi para calon pendaki musuh yang mana berusaha untuk menyerang punggung Gilang dan juga Aldo. Melihat hal itu Gilang langsung tersenyum dengan tipis, dia tidak menyangka kalau Rey memiliki skill melempar yang sangat menakutkan seperti itu, dan disaat itu juga dengan wajah sedingin es Rey menatap Gilang dan juga Aldo.


Kemudian dengan cepat “Fungs... Fungs...” Rey langsung melemparkan pisau-pisaunya secara berurutan, dan kecepatan lemparnya sangatlah cepat dan bahkan lebih cepat dari pada sebuah peluru pistol yang di tembakkan. Dengan serangan miliknya “Crrast... Crrast...” para calon pendaki yang mana adalah musuhnya langsung kalah satu demi satu, dan saat itu juga Gilang langsung lewat dengan aman bersama dengan Aldo dan di sana Gilang langsung melihat kearah belakangnya sebentar.


“Gaahkk.....”


“Aaghhkk...”


Saat itu juga para calon pendaki yang ada dibelakang mereka banyak yang tewas, sementara itu beberapa diantara mereka Rey biarkan hidup dengan luka yang membuat mereka tidak bisa berjalan. Lalu melihat kalau para orang-orang tersebut tidak lagi mengejar mereka, “Bushkk...” dengan cepat Rey langsung menyusul kelompok Riana dan yang lainnya.

__ADS_1


“Aku harap mereka tidak melupakan rencananya” pikir Rey.


Saat itu Rey mulai teringat akan rencana yang mana mereka diskusikan, dan di sana para orang-orang yang ada didalam kelompoknya terkejut dengan rencana Rey yang cukup mengerikan, karena rencananya itu adalah untuk menggunakan monster unik yang mana memiliki banyak poin dan ditandai di peta oleh Administrator.


“Rey.... aku rasa itu berbahaya, kita tidak tahu monster apa yang ada di sana”


“Dan juga ada kemungkinan kalau kita akan disergap oleh calon pendaki yang lainnya”


Saat itu Riana merasa sedikit khawatir dengan rencana yang dikatakan oleh Rey, namun dengan senyuman kecil diwajahnya Rey kemudian langsung angkat bicara.


“Justru karena itulah kita harus dekat dengan monster itu, karena itu satu-satunya cara agar kita menang dengan mudah”


“Kita akan buat monster itu dan orang-orang yang mengejar kita saling bertarung satu sama lainya, dan setelah mereka kelelahan maka kita akan habisi mereka demi mendapatkan cukup banyak poin untuk kita semua lulus ujian sialan ini”


Mendengarkan hal itu para calon pendaki yang ada di sana langsung berpikir ulang tentang rencana yang Rey katakan, akan tetapi saat itu juga dengan cepat Reza langsung angkat bicara.


“Menurutku ini adalah rencana yang cukup bagus, mengingat waktu yang di berikan hanyalah 24 jam”


“Terlebih lagi sudah cukup banyak orang-orang yang mana menggila karena peraturan baru itu, jadi kenapa kita juga tidak menggunakan cara yang gila”


Saat itu Reza menggunakan skill miliknya, dan memberikan bayangan-bayangan ilusi tentang kematian orang-orang yang ada di sana, mereka tewas karena diserang oleh para calon pendaki yang lainnya dan juga kalah karena tidak memiliki banyak poin. Karena ilusi tersebut banyak orang yang ada di sana langsung setuju dengan ide Rey, dan pada saat itu juga Reza langsung membuat idenya sendiri.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2