Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 25 Kegilaan Jack sigila


__ADS_3

Pada saat itu para calon pendaki didalam kastil ke 4 sedang juga telah membuka ruangan perpustakaan, dan disana Riana sedang mempelajari 5 buku skill yang dapat dia ambil dengan mudah lewat sistem kastil tersebut, dia mempelajari skill : Sihir api LV 3, Sihir petir LV 2, Sihir pelindung LV 1, Adaptasi Mana LV 1, dan sihir Es LV 2. Dengan kelima skill tersebut statistik miliknya meningkat cukup pesat, dan sekarang ini tidak banyak calon pendaki yang dapat mengalahkannya didalam ujian kedua saat itu juga.


“Karena skill Adaptasi Mana statistik kepintaran meningkat 3 angka dan lagi aku sekarang ini bisa merasakan hawa kehidupan disekitar diriku, ini bisa membantuku untuk menghadapi serangan diam-diam dan juga ini bisa membantuku untuk mencari tahu apa yang salah dengan Reza” pikir Riana, dia masih memikirkan tentang Reza yang mana terlihat seperti orang lain dan juga aura aneh yang dia lihat disekitar Reza pada saat itu.


“Trranggs...” pada saat itu seorang perempuan yang mana adalah calon pendaki langsung masuk kedalam ruangan singgasana, “Dussk...” dia langsung berlutut dihadapan Riana seakan-akan melihat sosok ratu yang ada didepannya.


“Nona Riana tim pengintai telah kembali, dan mereka kembali membawa berita akan hutan yang ada ditengah-tengah kelima kastil” kata calon pendaki tersebut.


“Baiklah aku akan menemui mereka sekarang” kata Riana.


Nama : Riana Geis


Umur : 20


Pekerjaan : Penyihir pemula


Statistik sekarang :


Kekuatan : 15 ( untuk pria dewasa normalnya 10 )


Kelincahan : 13 ( untuk pria dewasa normalnya 10 )


Ketahanan : 7 ( untuk pria dewasa normalnya 10 )


Kepintaran : 38 ( untuk pria dewasa normalnya 10 )


Energy Mana : 10

__ADS_1


Skill :


-Berpikir cepat LV 2


-Karisma penguasa LV 3


-Peluru mana LV 2


-Sihir api LV 3


-Sihir petir LV 2


-Sihir pelindung LV 1


-Adaptasi Mana LV 2


Pada saat itu Riana langsung menuju keruangan pengobatan, dan disana dia melihat lima calon pendaki yang dia utus untuk mengintai bagian dalam hutan kembali dengan luka-luka parah, terlebih lagi jumlah mereka sebelumnya adalah 7 orang calon pendaki, namun sekarang ini dua diantara mereka telah menjadi korban dari mahluk yang ada didalam hutan tersebut.


“Ada bekas luka cakaran dan juga gigitan, sepertinya itu adalah serangan dari mahluk buas yang cukup besar, terlebih lagi mereka memiliki racun yang cukup berbahaya, nampaknya aku harus menukarkan beberapa obat ajaib merah dan juga kuning” pikir Riana.


“Ting... Ting... Trringgs...” dengan menggunakan sistem menara Riana kemudian langsung membeli 3 botol ajaib berwarna merah dan juga 2 botol ajaib berwana kuning, “Tunggs...” dia meletakkan kelima botol ajaib tersebut diatas meja yang ada didalam ruangan perawatan tersebut.


“Berikan botol yang merah dan olesi pada bagian tubuh mereka yang terluka, lalu buat mereka minum obat ajaib warna kuning secukupnya, dan ingat pastikan mereka beristirahat dan tidak mati” kata Riana.


Setelah memberikan obat-obatan ajaib tersebut Riana kemudian langsung keluar dari dalam ruangan perawatan, dan para calon pendaki yang dipilih oleh Riana untuk mengurus ruangan pengobatan tersebut langsung melakukan perintah dari Riana. Disaat yang bersamaan Riana kemudian kembali kedalam ruangan singgasana miliknya, “Tringgs...” dia mulai menambahkan balista diatas tembok kastil kekuasaannya, dan bukan hanya itu saja dia langsung menambahkan para ksatria boneka sampai batas maksimal yang dapat ditampung kastilnya saat ini yaitu 50 ksatria boneka.


“Aku harus bersiap, kemungkinan gelombang ini akan menjadi lebih sulit dari gelombang monster yang sebelumnya” pikir Riana.

__ADS_1


Sementara itu didalam kastil ke 3 “Srrastt...” telah terjadi sebuah penyerangan “Kaahhk...” dan mereka bukannya diserang oleh monster ataupun zombie, akan tetapi mereka diserang oleh sesama calon pendaki menara, “Trrangst... Trrangst...” karena kurangnya perlengkapan dan juga banyaknya calon pendaki yang terluka di kastil ke 3 “Srrastt...” membuat para penyerang tersebut menjadi semakin liar dan leluasa untuk menghabisi para calon pendaki yang ada disana.


“Gahahaha.... menyenangkan sekali, sudah cukup lama aku tidak merasakan kesenangan seperti ini” kata Jack sigila, dia menghabisi semua yang ada didepannya mau itu laki-laki, perempuan, tua ataupun anak-anak semuanya dia bantai dengan ganasnya.


“Dasar manusia tak berakal, berani sekali kau menyerang kastil kami, akan aku buat kau menyesali perbuatanmu itu” kata penguasa dari kastil ke 3.


“Tinggs... Tinggs... Tinggs...” dia terlihat sedang melakukan sesuatu pada sistem kastil miliknya, melihat hal itu “Busshkk...” dengan skill Langkah peledak LV 1 milik Jack sigila, “Fusshhkk...” dia melesat dengan sangat cepat kearah penguasa kastil ke 3 tersebut, dan dalam hitungan detik Jack sigila sudah ada didepan penguasa kastil ke 3 itu. “Srringgs...” menggunakan pedang hitam yang telah dipenuhi oleh noda darah ditangannya, “Funggs...” Jack langsung melancarkan serangan tebasan kearah penguasa kastil ke 3 tersebut, akan tetapi “Trranggs...” salah seorang calon pendaki dari kastil ke 3 itu langsung menghalangi serangan Jack menggunakan sebuah perisai kulit kayu yang mana “Krrakk...” terlihat akan hancur kapan saja.


“Kau, minggir kau” kata Jack sigila, dia mengeluarkan aura berbentuk tengkorak yang mana membuat orang-orang disekitarnya tidak bisa bergerak.


“Ugghkk... sedikit lagi” kata penguasa kastil ke 3 tersebut.


Akan tetapi pada saat itu juga Jack sigila sudah berjalan mendekati mereka berdua “Tuk... Tuk... Tuk...” kemudian disaat itu juga menggunakan pedangnya “Crrasst...” dia menusuk calon pendaki pengguna perisai tersebut, dengan senyuman diwajahnya Jack sigila terlihat sangat bersenang-senang melihat penderitaan dari calon pendaki pengguna perisai tersebut.


“Hehehe... sakit bukan, sekarang rasakan perlahan-lahan” kata Jack sigila dengan senyumannya yang menjijikan.


“Trringgs...” namun karena keasikan bersenang-senang Jack sigila melupakan penguasa kastil ke 3, dan pada saat itu “Trakk... Krrak....” 6 boneka ksatria dengan pedang dan juga perisai langsung muncul dibelakang Jack sigila. Melihat hal itu dia sadar kalau dirinya sekarang sudah terdesak, “Wusshkk...” dengan cepat salah satu ksatria boneka tersebut langsung berusaha untuk menyerang Jack sigila, “Srrassk...” dengan cepat juga Jack sigila menarik kembali pedang miliknya “Trranggskk...” dia langsung menepis serangan yang diarahkan pada dirinya tersebut.


“Gaahh... Haah-haaah... bagus para ksatria boneka telah datang, dengan adanya mereka pimpinan penyerang itu dipastikan kalah dengan mudah, walau sekuat apapun dirinya dia tidak akan mungkin bisa menghadapi ksatria boneka sebanyak ini” pikir penguasa kastil ke 3 tersebut.


“Jadi ini rencanamu, menari juga... mari kita coba skill yang disebut dengan sihir itu” kata Jack sigila.


“Srraahhkkk....” energy mana kemudian berkumpul ditelapak tangan Jack sigila, dan “Trrassk...” sebuah cahaya kilatan petir kemudian muncul dari telapak tangannya.


“Gahahah... luar biasa, mungkin nantinya aku juga bisa menggunakan bola angin itu ditelapak tanganku” kata Jack sigila.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2