
Setelah menghadapi gelombang para zombie yang pertama, Rey dan para partisipan ujian di dalama kastil ke 5 mulai terbiasa bertarung dengan para zombie yang berjumlah lebih banyak dari mereka, dan pada saat itu mereka berhasil menahan gelombang ketiga dari para zombie yang mendatangi kastil mereka, jumlah dari para zombie itu mencapai ratusan yang mana membuat Rey dan yang lainnya kesulitan. Akan tetapi dengan cepat Reza langsung menambahkan dua balista dan juga 10 boneka ksatria untuk membantu Rey dan para partisipan ujian yang lainnya, Reza pada saat itu juga mengambil tombak miliknya dan bersiap didepan pintu masuk bagian dalam kastil, dia menunggu akan para zombie yang mana memasuki kastil dan melawan mereka sendirian.
“Balista bersiap, tembak kearah tengah para zombie itu dan hancurkan mereka sebanyak yang kau bisa” kata Gilang, dia memberikan perintah kepada para pengguna balista yang ada sedang bersama dengan dirinya.
Sementara itu Rey sendiri sedang bersiap dibagian belakang para partisipan ujian dan juga boneka ksatria, dia telah menyiapkan lebih dari 30 pisau lempar yang mana akan dia gunakan untuk melawan para zombie didepannnya. “Trranggs...” dan pada saat mereka memasuki dinding luar kastil ke 5 tersebut, dengan cepat “Fusst... Fusst...” Rey langsung melemparkan ketiga pisau miliknya, “Crrast... Trrast...” dan dengan kekuatan skill melempar LV 3 miliknya dia menghancurkan puluhan zombie hanya dengan beberapa pisau yang dia lemparkan.
Setelah beberapa menit bertarung mereka pada akhirnya dapat mengalahkan ratusan zombie yang menyerang kedalam kastil milik mereka, akan tetapi pada saat itu mereka kehilangan 3 orang calon pendaki karena serangan tersebut dan juga 6 dari 15 boneka ksatria rusak parah dan tidak dapat digunakan lagi. Akan tetapi pada saat itu juga Reza mendapatkan banyak poin untuk dapat meningkatkan kastil ke 5, “Trringgs...” dan dengan kastil miliknya yang telah ditingkatkan dia membuka ruangan medis dan juga perpustakaan rahasia. Pada saat itu dengan tubuh yang dipenuhi oleh luka-luka para calon pendaki dari kastil ke 5 mulai memasuki kastil bagian dalam, mereka kemudian melihat adanya yang berbeda dari dalam kastil tersebut, dan juga merasakan sebuah energy yang perlahan-lahan memulihkan stamina mereka.
“Dinding dan juga interior dari kastil ini menjadi semakin bagus, ada kemungkinan Reza telah meningkatkan kastil ini saat kami semua bertarung diluar tadi, dia cukup cakap karena dengan cepat mengirim bantuan menggunakan boneka ksatria, kalau tidak ada bantuan dari 15 boneka ksatria itu ada kemungkinan setengah dari kami akan tewas diluar sana” pikir Rey.
“Kalian semua berhasil dengan sangat baik” kata Reza yang mana muncul didepan mereka, sekarang ini dia dapat berpindah-pindah didalam kastil dengan sesukanya.
Akan tetapi pada saat itu para calon pendaki yang mana terluka dan juga kehilangan rekan mereka terlihat marah dan membenci Reza, itu semua disebabkan karena Reza sama sekali tidak ikut bertarung dan hanya duduk diam didalam kastil yang aman sementara mereka harus bertarung mati-matian melawan para zombie yang ganas tersebut.
“Cih... apa-apaan dia itu, dia kira kita ini apa, bahkan anak kecil saja ikut maju kegaris depan memangnya dia tidak malu ( membicarakan Bella )” kata para calon pendaki yang sedang berbisik-bisik tersebut.
Walaupun mereka mencoba untuk berbisik didepan Reza akan tetapi karena statistik milik Reza yang telah ditingkatkan dia dapat mendengarkan perkataan mereka semua, akan tetapi dia sama sekali tidak perduli karena sekarang ini sebagian besar tingkah laku dan perbuatannya telah dikendalikan oleh suara yang ada didalam kepalanya.
“Dasar orang-orang tidak tahu diri, mereka memangnya tidak tahu kalau mereka bisa selamat karena kau mengorbankan poin-poin penting itu untuk memanggil boneka ksatria tersebut” kata suara yang ada dikepala Reza.
“Yah... aku juga tidak terlalu perduli, lagi pula mereka sekarang ini hanya bisa berbicara dan tidak bisa berbuat apapun padaku” balas Reza didalam pikirannya.
__ADS_1
“Kalian semua tenangkan diri kalian, ingatlah kalau penguasa kastil ini kalah maka kita akan gagal dalam ujian kali ini dan ada kemungkinan kita akan menerima nasib yang lebih buruk dari yang sekarang ini” kata Rey, dia berusaha untuk menenangkan para calon pendaki tersebut.
Lalu saat Rey mengangkat suaranya para calon pendaki yang ada disana kemudian langsung terdiam, dan mereka langsung menundukkan kepala mereka seakan-akan merasa bersalah pada Reza.
“Hahaha... kau tidak perlu seperti itu Rey, mereka memang bebas berbicara apapun aku juga tidak terlalu perduli” kata Reza.
“Kau ini jangan cari masalah bisa gak” kata Rey.
“Hehehe... kau sudah lupa apa dengan sikapku” kata Reza.
“Ugghkk... aku lupa si sialan ini selain dapat berteman mudah dengan banyak orang, dia juga dapat menyebabkan masalah dan membuat banyak orang terluka ketika dia tidak menyukai orang-orang itu” pikir Rey.
“Hei kau dengar tidak apa yang dia katakan, memangnya apa gunanya perpustakaan, entahlah kalau ruang perawatan aku mengerti namun untuk apa perpustakaan disaat sekarang” kata para calon pendaki tersebut.
“Hahahaha.... lihat wajah bodoh mereka itu Rey, dan juga melihat dari wajahmu yang mengeluarkan senyuman itu kau mengerti dengan apa yang aku maksudkan bukan” kata Reza.
“Hmm... kalau ini memang seperti yang kau katakan maka ini layak untuk dicoba” kata Rey, dengan cepat Rey kemudian langsung berlari kearah ruang perpustakaan.
“Apa lagi yang kalian tunggu, kalau kalian tidak cepat-cepat kemungkinan kalian akan kehilangan kesempatan untuk mempelajari skill-skill baru” kata Reza.
Para calon pendaki yang ada disana masih diam karena tidak mengerti dengan perkataan dari Reza, sementara itu beberapa orang yang terluka telah pergi menuju kearah ruang perawatan “Wusshkk...” lalu dengan cepat Gilang langsung berlari sambil menggendong Bella untuk mengejar Rey di ruangan perpustakaan.
__ADS_1
“Aaahhkk... aku tahu sekarang, ruangan perpustakaan adalah tempat dimana kau mempelajari skill sihir seperti didalam game bukan” kata Dion.
“Haaah...?? apa katamu, bisa jelaskan...?” kata para calon pendaki yang baru menyadari perkataan dari Reza barusan.
“Kalian lambat sekali menyadarinya, sekarang lebih baik kalian cepat atau mereka bertiga akan menghabiskan seluruh skill didalam perpustakaannya” kata Reza.
Mendengarkan perkataan dari Reza “Wrrussk...” Dion dan beberapa rekan yang mengenal dirinya langsung berlari kearah perpustakaan, dan saat itu para calon pendaki yang lainnya juga langsung mengikuti mereka berlari kearah perpustakaan juga. Sementara itu disana Gilang yang mana sedang berlari menggendong Bella, melihat pemandangan yang menakjubkan “Srraahkkk...” mereka melihat adanya bayangan hitam yang sedang mengelilingi tubuh Rey dan membuat dirinya seakan-akan menyatu dengan bayangannya sendiri.
“Bagus dengan begini Skill : Langkah bayangan LV 1, Tehnik pisau LV 1, dan Mata Elang LV 1 sudah aku kuasai, dengan ini aku yakin kalau aku dapat bertahan hidup digelombang selanjutnya ujian kedua ini” pikir Rey.
“Kau tampaknya benar Bella kecil, tempat ini adalah harta karun” kata Gilang.
“Kalian sudah datang, cepat pelajari skill yang kalian inginkan dan ingatlah kalau kalian hanya dapat mengambil 3 skill, lebih dari itu akan ada hukumannya” kata Rey, dia menunjuk kearah sebuah tanda yang ada di perpustakaan tersebut, dan melihat hal itu Gilang dan juga Bella langsung mengerti perkataan dari Rey.
Pada saat itu Bella dan juga Gilang langsung mencari skill yang sesuai dengan mereka, dan Rey juga memilihkan sebuah buku skill yang mana cukup sesuai untuk mereka, akan tetapi dia hanya memilih satu buku untuk mereka berdua setelah itu dia menyuruh Gilang dan juga Bella untuk mencari ke 2 skill lain yang mana dapat membantu mereka bertahan hidup. Beberapa menit kemudian Gilang dan juga Bella telah memilih ketiga skill yang mereka inginkan, setelah itu para calon pendaki yang lainnya langsung berdatangan kedalam perpustakaan tersebut, mereka disana cukup terkejut melihat penampakan dari tubuh Gilang yang mengeluarkan asap darah merah sedangkan Bella yang mana mewujudkan wujud bayangan seorang dewi dengan tujuh warna.
“Ayo semuanya cepat cari skill kita, ya.. ayo semuanya” kata para calon pendaki tersebut.
Sementara itu Reza yang mana sedang melihat hal itu disinggasana miliknya, hanya tersenyum dengan lebar sambil memegang 5 buku skill yang nampak lebih spesial dari yang lainnya.
Bersambung.....
__ADS_1