Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 32 Ujian ke terakhir bagian 2


__ADS_3

Toko sistem adalah sebuah toko yang mana dapat terhubung keseluruh lantai menara, didalam sistem toko para pendaki dapat menukarkan poin yang mereka dapatkan dari bekerja ataupun menyelesaikan ujian lantai untuk ditukarkan dengan item-item yang ada disana, terkadang ada beberapa pendaki dari lantai atas yang mana menjual item yang mana tidak mereka gunakan lagi ataupun seorang pengrajin tingkat tinggi yang menjual barang-barang miliknya. Dan sistem toko dapat digunakan dilantai pertama sampai lantai terakhir, lalu untuk para calon pendaki hanya mereka yang sedang berada didalam ujian terakhirlah yang dapat mengetahui tentang sistem toko yang ditunjukkan oleh Administrator mereka.


Para Administrator menunjukkan sistem toko tersebut dengan harapan akan membuat para calon pendaki berbakat dan juga memiliki kemampuan dapat bertahan didalam ujian terakhir, itu karena seperti namanya ujian terakhir adalah sebuah ujian yang akan menentukan kepantasan mereka. Dan disaat itu Reza, Jack, dan Riana yang mana adalah penguasa kastil mendapatkan cukup banyak poin karena peran mereka, dan sistem juga memberikan beberapa hadiah khusus pada mereka bertiga.


“Hohoh... lihat ini, sekarang tidak akan ada lagi yang dapat mengalahkan diriku” kata Jack sigila, dia membeli pedang baru dan juga membeli sebuah armor yang mana terbuat dari kulit dan juga besi.


Armor yang dikenakan oleh Jack sigila terlihat hanya menutupi bahu kanannya, dada dan punggungnya, akan tetapi ada aura mana yang mana mengelilingi armor tersebut yang membuatnya terlihat seperti menutupi seluruh tubuh Jack dari kepala hingga ujung kakinya, melihat hal tersebut ada beberapa calon pendaki yang peka terhadap mana langsung mengawasi Jack sigila.


“Hehehe... lihat itu boss, mereka semua langsung mengawasimu karena takut dengan kekuatan yang kau keluarkan” kata Cungkring, dia membeli sebuah senjata Tekko-Kagi ( senjata mirip cakar beruang ) dan juga juba hitam yang mengurangi hawa keberadaannya.


“Yah... aku bisa melihat mata mereka yang memancarkan aura yang buas itu, aku benar-benar tidak sabar untuk melawan mereka semua” kata Jack sigila, dia memperhatikan Reza dan juga Rey yang mana terlihat berbahaya dimatanya.


Reza yang mana telah bersiap kemudian langsung mendatangi Rey, disana Reza melhat kalau Rey berencana untuk membawa Gilang dan juga Bella bersama dengan dirinya untuk melewati ujian terakhir itu.


“Heei... Rey kau sudah membuat tim mu..??” tanya Reza dengan nada yang keras.


“Yah... seperti biasa, bagaimana dengan kau mau gabung...??” kata Rey.


“Hahahha... sudah pasti dong, tapi akan lebih baik kalau yang menjadi ketuanya itu aku, karena kau tahukan dengan kepemimpinanku kita pasti akan lulus ujian kali ini dengan mudah” kata Reza dengan sikapnya yang positif.


“Cih... bisa gak ucapkan itu dengan keras seperti itu, kau membuatku malu mengetahui kalau kita ini saling kenal” kata Rey dengan pandangan sinis.


“Kawan kita sudah bersama sejak kecil dan dibesarkan di pantiasuhan yang sama, tidak bisakah kau sedikit lembut pada saudaramu ini” kata Reza.


“Kalau saudaraku itu memiliki 10% kepintaranku maka aku akan bersikap sedikit lembut padanya, namun sayangnya saudaraku itu hanya memiliki 1 % kepintaran manusia normal” kata Rey.


Pada saat yang bersamaan Riana yang mana sedang melihat kearah kelompok Rey, tetap menjaga jarak dengan mereka, itu semua karena dirinya sekarang ini menjadi pimpinan dari kelompok besar dan juga dia masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Reza.


“Semuanya kalian sudah selesai dengan persiapan kalian bukan...??” tanya Riana.

__ADS_1


“Ketua kami sudah selesai, sekarang kita hanya perlu memasuki portal itu untuk memulai ujian terakhir” kata seorang pria yang mana adalah wakil ketua yang ditunjukkan oleh Riana, dia adalah seorang pria dengan paras rupawan dan memiliki sikap yang gentle, dia juga menggunakan pedang Rapier sebagai senjata utama miliknya.


Wakil ketua dari kelompok Riana yang sekarang tersebut bernama Jin, dia adalah pria tampan dengan tinggi 179 cm dengan memakai jas dan juga baju yang sangat rapih, dia juga mengeluarkan aura petarung yang mengancam disekitarnya. Lalu karena tehnik berpedang Jin yang unik dan juga hebat, banyak calon pendaki yang mana berada di kelompok Riana menjadi menerima dirinya sebagai wakil ketua dari Riana.


“Bagus kalau begitu, sekarang mari kita masuk kedalam portal itu, dan ingatlah kalau kalian dipindahkan secara acak maka pastikan untuk berkumpul terlebih dahulu dengan yang lainnya, jangan melakukan hal yang berbahaya” kata Riana.


Kelompok Riana kemudian mulai maju kedepan dan disana cukup banyak calon pendaki yang melihat kearah mereka, akan tetapi disana Riana hanya melihat kearah Rey dan disatu sisi Rey sama sekali tidak perduli dengan tatapan dari Riana dan hanya sibuk mengurus perlengkapan yang akan dia bawa dalam ujian terakhir nantinya.


“Heheheeh... lihat siapa yang masuk itu, wanita yang sangat cantik dan juga kuat, dia sangat cocok dengan diriku” kata Jack sigila.


“Boss apa kau mau membuatnya menjadi gadismu...??” tanya Cungkring.


“Bukan membuatnya menjadi gadisku, tetapi dia memanglah akan menjadi gadisku” kata Jack sigila.


“Jadi begitu, tenang saja Boss aku akan mendukungmu” kata Cungkring.


“Bagus kalau begitu, semuanya ayo kita masuk kedalam portal juga” kata Jack sigila.


“Mereka terlihat terpaksa dan bahkan ketakutan, dan nampaknya mereka seperti kesakitan” pikir Rey.


“Heei... kau lihat apa..??” tanya Reza.


“Tidak ada, hanya saja orang-orang yang baru memasuki portal barusan nampak cukup aneh” kata Rey.


“Kau benar Rey, mereka terlihat seperti diancam atau dipaksa oleh orang bernama Jack itu” kata Gilang.


“Yah... jangan pikirkan itu, lagi pula mereka sendiri yang mau mengikuti dirinya, kalau itu aku akan aku tusuk dia dari belakang saat ada kesempatan” kata Reza.


“Aku rasa tidak akan semudah itu” kata Rey.

__ADS_1


“Hmm... maksudnya...??” tanya Reza.


“Apa kau tidak lihat kalau wajah mereka terlihat seperti sedang kesakitan, sementara ditempat ini adalah tempat dimana kita menyembuhkan luka-luka kita, dan bahkan mereka yang kehilangan lengan mereka dapat pulih dengan sekejap mata, jadi bagaimana mungkin mereka bisa terluka didalam ruangan ini” kata Rey.


“Setelah kau mengatakannya lagi itu memang cukup mencurigakan” kata Reza yang mengharapkan penjelasan pada suara yang ada dikepalanya.


“Abang-abang... Bella tadi lihat ada cahaya ungu dileher mereka, dan cahaya itu nampaknya bikin mereka semua sakit” kata Bella, dia membeli sebuah gelang bermotif kupu-kupu dan sebuah boneka beruang hitam yang mana dia beli dari sistem toko dan dia peluk dengan erat.


“Hoo... jadi begitu, nampaknya kau harus berhati-hati pada pria itu mulai dari sekarang Reza” kata suara didalam kepala Reza.


“Hmm...?? memangnya kenapa, apakah itu adalah skill unik dan berbahaya” kata Reza.


“Bukan berbahaya, hanya saja skill ini sangat kejam dan skill ini dinamakan sihir perbudakan, skill sihir ini memiliki beberapa ketentuan untuk dapat mengaktifkannya, akan tetapi kalau kau terjebak dan terperangkap didalam skill sihir perbudakan, maka takdirmu sudah akan ditetapkan sebagai boneka dan menjadi budaknya untuk selama-lamanya” kata suara yang ada didalam kepala Reza.


“Memangnya separah itu..??” tanya Reza pada suara yang ada didalam kepalanya.


“Bayangkan saja kalau kau sedang sekarat dan melawan monster yang sama sekali tidak dapat kau hadapi, normalnya kau pasti akan memilih kabur bukan, namun ketika kau terjebak didalam skill sihir perbudakan maka kau tidak akan bisa kabur dan tuanmu dapat membuat dirimu menjadi sebuah umpan hidup bagi dirinya” kata suara yang ada didalam kepala Reza.


“Sialan itu mengerikan juga” pikir Reza.


Sementara Reza sedang berbicara dengan suara yang ada didalam kepalanya, Rey melihat Reza seperti sedang menghayal dan menggerakan bibirnya seperti sedang mengucapkan sesuatu.


“Heii... Reza kau baik-baik saja bukan, kita akan pergi setelah mereka ini” kata Rey.


“Ooh... aku tidak apa-apa, hanya saja aku sedang melihat status milikku tadinya” kata Reza.


Dan ketika tinggal sedikit calon pendaki yang ada didalam ruangan tersebut, “Taask...” Reza, Rey, Gilang dan juga Bella kemudian langsung maju dan “Srraangs...” masuk kedalam portal tersebut, dan disaat Reza masuk Administrator ( Heimdal ) melihat dirinya menggunakan matanya dan dia dapat merasakan adanya jiwa sesosok iblis didalam tubuh Reza.


“Hmm... menarik sekali” pikir Administrator ( Heimdal ).

__ADS_1


“Srraahkk...” sementara itu ketika Rey dipindahkan dia kemudian membuka matanya, dan disana dia melihat dirinya berada disebuah bangunan tua yang sudah hancur, dan disekitarnya dia melihat sebuah kota hancur yang mana telah dipenuhi oleh para zombie.


Bersambung......


__ADS_2