
“Bomshkk...” ledakan dan juga suara api yang menggema diamana-mana, “Groaarr...” dan juga suara dari para zombie yang terbakar oleh api tersebut membuat seluruh calon pendaki yang ada disana kagum dan juga takut, mereka melihat ketua mereka Riana dengan mudahnya mengalahkan puluhan zombie itu dengan sekali serangan. “Tringgs...” dan puluhan permata bertuliskan nomer 1 dan 2 mulai bermunculan dihadapan mereka, beberapa zombie yang menghilang menjadi abu akan menjatuhkan permata tersebut, sementara mereka yang tidak menjatuhkan permata mayat mereka akan tetap ada, hanya saja “Srrrhkk...” mayat dari zombie itu telah hangus terbakar dan sebentar lagi akan menjadi abu.
“Hmm... nampaknya menggunakan dua kali serangan bola api secara berturut-turut akan berdampak pada tubuhku” pikir Riana, dia melihat tangannya yang secara tiba-tiba menjadi lemas dan kebas.
Disaat itu Bella yang ada disampingnya “Taask...” memegang jubahnya dan melihat Riana dengan pandangan khawatir.
“Kakak gak apa-apa...??” tanya Bella yang khawatir melihat Riana.
“Kakak tidak apa-apa Bella, hanya saja sedikit melelahkan menggunakan sihir secara berkali-kali, mungkin aku harus istirahat sebentar kalau ingin menggunakan sihir lagi” kata Riana.
Sementara Bella dan juga Riana berbicara satu sama lainnya, para calon pendaki yang mana adalah bawahan Riana langsung mengumpulkan permata untuk Riana, mereka dengan cepat “Crrast... Trrassk...” menusuk mayat para zombie yang terbakar tersebut. Mereka menusuk mayat para zombie yang kalah atas perintah dari Riana, dia tidak ingin kalau ada zombie yang selamat tiba-tiba menyerang mereka disaat mereka lengah.
“Dusshkk...” lalu saat itu secara tiba-tiba Bella bereaksi dan melihat kearah sebelah kanannya, dan disana dia melihat sesosok orang yang mana berjalan dengan santai kearah mereka, melihat orang tersebut Bella kemudian langsung bersiap dan mengalirkan energy mana kematian miliknya kearah boneka miliknya.
“Bella... kau lihat apa...??” tanya Riana, dia terkejut karena baru pertama kali melihat Bella menggunakan mana kematian miliknya.
“Groaar... Roaarr...” lalu saat itu juga boneka beruang milik Bella langsung terjatuh dan berubah menjadi besar, dan sesosok beruang mayat hitam langsung muncul didepan Riana dan juga Bella, “Grrrr...” beruang mayat hitam tersebut lalu langsung melihat kearah orang yang berjalan tersebut dengan tatapan yang mengancam.
“Mahluk apa itu...?? apakah itu adalah skill milik Bella” pikir Riana, dia terkejut melihat sosok beruang mayat hitam tersebut.
Namun pada saat itu juga Riana menyadari kalau beruang mayat hitam tersebut sama sekali tidak melihat kearah dirinya, dan saat ini beruang mayat hitam itu sedang waspada pada sesosok orang yang berjalan kearah mereka. Disaat itu Riana melihat orang itu namun ketika dia mengedipkan matanya “Bushkk...” orang itu dengan cepat sudah berada dibelakang Riana dan juga Bella.
Bau mayat yang menyengat dan juga aura kematian yang pekat langsung keluar dari tubuh orang tersebut, dan disaat orang itu melihat kearah Riana dan Bella “Srraahkk...” mereka berdua dapat melihat mata orang itu yang mana terlihat seperti sesosok orang mati yang mana tidak memiliki arah tujuan.
__ADS_1
“Bukan... bukan kalian...” kata orang asing tersebut, “Fusshkk...” seperti ilusi dia langsung menghilang dengan sangat cepat.
Dan pada saat itu “Dusshkk...” Riana terduduk karena ketakutan dengan apa yang dia lihat barusan, akan tetapi Bella tetap diam saja seakan-akan dia tahu kalau orang asing tersebut tidak akan menyerang dirinya.
“B. Bear kembalilah, sekarang sudah aman” kata Bella.
Mendengarkan perkataan dari Bella beruang mayat hitam itu kemudian langsung mengecil, dan “Srraahkk...” dengan cepat energy mana kematian langsung menghilang dari dalam beruang mayat hitam tersebut, mana kematian itu menghilang bagaikan sebuah asap hitam dari api dan dengan cepat beruang mayat hitam tersebut langsung berubah kembali menjadi boneka beruang hitam yang mana langsung dipeluk dengan erat oleh Bella.
Nama : Boneka hitam Alice
Jenis : Pelindung
Tingkat : Sihir ( Dapat ditingkatkan )
Keterangan : Boneka beruang yang mana menjadi mainan favorit dari seorang anak bernama Alice sang jenius Necromancer, akan tetapi karena kehidupannya yang penuh dengan penderitaan dia menyihir boneka miliknya menjadi sebuah pelindung yang melindungi dirinya sendiri dari para orang-orang jahat, dan saat dia mencapai tingkat yang lebih tinggi dia mewariskan boneka tersebut kepada mereka yang ditakdirkan akan menjadi muridnya.
“Bella kau dapat boneka itu dari mana...??” tanya Riana, dia merasa penasaran karena melihat kekuatan dari boneka beruang hitam tersebut.
“Hmm... aku dapat dari sistem, katanya ini hadiahku karena menyelesaikan ujian ketiganya” kata Bella, dia terlihat memeluk boneka beruang hitam tersebut dengan sayang.
“Jadi begitu, nampaknya anak ini akan menjadi monster dimasa depan nanti” pikir Riana yang mencoba untuk menerawang masa depan Bella.
“Oooh.. iya bagaimana yang lainnya” saat itu Riana teringat akan rekan-rekannya yang ada dibelakangnya, dan saat dia berbalik dia melihat kalau seluruh bawahannya selamat dan tidak ada yang terluka.
__ADS_1
“Uhukk... Gaahkk...” namun kondisi mereka juga tidak terlalu bagus, sebagian besar dari mereka masih syok karena merasakan hawa membunuh yang sangat besar dari pria asing tersebut.
“Semuanya kita akan mengungsi ditempat yang aman, bagi mereka yang bisa berdiri bantu rekan kalian yang tidak bisa bangkit”
“Dan untuk permata yang ada kalian boleh mengambil semuanya sekarang, aku dan Bella akan mencari milik kami sendiri saat kita tiba ditempat aman” kata Riana.
Mendengarkan perkataan dari Riana tersebut membuat para rekan-rekannya merasa senang, karena sekarang mereka dapat istirahat dan juga mereka mendapatkan cukup banyak permata agar bisa lulus dalam ujian ketiga kali ini.
“Bella maafkan kakak yah, permata milikmu tidak ada kali ini”
“Tetapi jangan khawatir setelah kita tiba ditempat yang aman kakak akan berburu lagi, setelah itu seluruh permatanya akan menjadi milik Bella” kata Riana sambil mengelus kepala dari Bella.
“Gak apa-apa kok, Bella ngerti” kata Bella dengan senyum diwajahnya.
Sementara itu Rey yang mana sedang pergi bersama dengan kelompok Jin dihadapi dengan situasi yang sulit, mereka menemuka adanya ratusan permata dengan angka 1, 5 dan 10 di sebuah kubah daging yang mana terlihat seperti sarang, akan tetapi disarang tersebut “Grraorr...” telah di jaga oleh puluhan zombie yang mana terlihat telah bermutasi.
“Sarang itu ada tepat didepan kita, namun kalau kita menyerang sekarang maka kemungkinan besar hanya beberapa dari kita yang akan selamat” pikir Rey, dia melihat kalau kelompok mereka terlalu lemah dan kecil untuk bisa menyerang sarang tersebut.
Dan pada saat Rey sedang berpikir “Trringgs...” dia secara tidak sengaja melihat kalau anting yang mana dipakai oleh Jin mengeluarkan cahaya kemerahan, dan melihat hal itu Jin terlihat senang karenanya.
“Tuan Rey kita beruntung, nampaknya nona Riana ada di dekat sini” kata Jin yang mana terlihat sangat senang.
Bersambung....
__ADS_1