
Saat itu dia muncul dan bergerak di dalam keheningan, dan kelompok Rey yang mana ada disana sama sekali tidak menyadari keberadaannya, mereka hanya sibuk sedang membagikan poin kristal yang mana mereka dapatkan dari sarang para zombie tersebut.
“Semuanya sudah kebagian poin-poinnya bukan...??”
Saat itu juga Riana dan juga dengan yang lainnya membagikan poin kristal yang mereka dapatkan, dan sekarang ini para calon pendaki yang ada disana telah mendapatkan 10 poin kristal tambahan dari jarahan di dalam gedung besar tersebut. Rey yang melihat hal itu hanya tersenyum karena pembagian dirinya tidak terlalu buruk, Rey mendapatkan lebih banyak dari yang kira dan sekarang ini dia memiliki 235 poin kristal dan 65 poin lagi sebelum dia berhasil mengumpulkan seluruh poin untuk dapat meninggalkan tempat tersebut.
“Tuan Rey, sekali lagi aku ucapkan terimakasih”
“Untuk apa bukankah kau juga membantu dalam hal ini”
“Tetapi tetap saja ini semua berkat jasa anda, dan saya yakin dengan ini semua rekan kami akan berhasil lulus dalam ujian kali ini”
Jin secara tiba-tiba langsung mendekati Rey dan berterimakasih kepada dirinya, namun pada saat itu juga mereka sama sekali tidak sadar akan adanya mahluk yang melihat mereka dari jarak yang sangat dekat, “Grrr... Roaarr....” dengan cepat monster itu kemudian langsung mencoba untuk menyerang Jin. Pada saat itu juga “Taassk..” dengan cepat Rey memegang tangan Jin dan menariknya, "Wushkk“..” Jin lalu terheran dengan apa yang dilakukan oleh Rey namun pada saat itu juga “Fusshkk...” baru menyadarinya adanya sebuah serangan yang mengarah kearah kepalanya.
“Apa itu tadi tuan Rey”
“Sebaiknya kau tanya saja pada mahluk itu”
Disaat itu juga Jin tersadar akan sosok monster yang mana adalah zombie, akan tetapi zombie itu sedikit berbeda dari yang lainnya, dengan tinggi hanya 175 cm dan juga tubuhnya yang kurus kering zombie itu sama sekali tidak mengeluarkan hawa keberadaan apapun, dan bahkan tidak ada bau mayat ataupun darah dari tubuhnya.
“Mahluk apa itu..??”
“Entah kenapa tapi aku pikir aku bisa mengalahkannya dengan mudah” pikir Jin.
Dan pada saat itu Jin tertipu akan penampilan dari zombie tersebut dan “Fusshkk...” dengan gerakan yang sangat efesien dan juga tidak terlalu cepat, “Crringgs...” serangan dari pisau yang ada ditangan zombie itu langsung mengarah keleher Jin, namun “Trranggs...” dengan cepat Rey langsung menghadang serangan tebasan tersebut. Lalu menggunakan tangannya yang lain “Funggs... Funggs... Funggs...” Rey langsung melemparkan pisau miliknya kearah leher kepala dan juga kaki dari zombie tersebut, dan saat ketiga pisau milik Rey dengan cepat mengarah kearah zombie tersebut “Tranggs... Tranggs...” dengan satu gerakan zombie itu menghadang seluruh serangan dari Rey.
__ADS_1
“Grrr... manusia... kuat... pintar”
Disaat itu Rey dan Jin tidak percaya dengan apa yang mereka dengarkan, karena untuk pertama kalinya mereka mendengarkan adanya sosok zombie yang dapat berbicara bahasa manusia, dan disaat itu juga “Busshkk...” dengan cepat Rey langsung menyerang menggunakan belati miliknya. Akan tetapi “Trranggs...” serangan dari Rey dapat dengan mudah ditahan oleh zombie tersebut dengan sebelah tangannya saja, dan menggunakan sebelah tangannya yang lain zombie itu mengangkat pisau yang dia pengang dan berusaha untuk menyerang Rey, namun “Trranggs...” menggunakan serangan tusukan yang kuat Jin berhasil membuat zombie itu kehilangan pisau miliknya.
“Bagus sekarang adalah kesempatanku” pikir Rey.
Dengan cepat “Dushkk...” Rey langsung mendang kaki dari zombie tersebut, dan membuat zombie itu kehilangan keseimbangan miliknya, kemudian disaat zombie itu hampir dibuat berlutut oleh Rey “Funggs...” menggunakan belati yang dia punya Rey berusaha untuk menyerang zombie tersebut. Disaat yang bersamaan juga skill tehnik belati LV 2 milik Rey mulai membimbing dirinya, “Srrahkk...” seperti mengikuti arus air tangan kanan Rey lalu mengikuti arah belati miliknya dan menyerang tepat ketitik yang mana adalah kelemahan dari zombie tersebut.
Namun pada saat itu “Crraakk... Trranggs...” tulang-tulang dari zombie itu langsung keluar, dan bahkan menggunakan tulang-tulang yang keluar dari tubuhnya dia menahan serangan belati milik Rey dan membuat Rey gagal mendaratkan serangan telak pada zombie tersebut, dan disaat itu juga “Srraaahkk... Tinggs...” zombie tersebut langsung mengumpulkan energy mana disekitarnya.
“Hmm... ada pergerakan pada energy mana di udara” pikir Riana.
Saat itu Riana dan juga Bella yang mana sangat sensitif dengan energy mana langsung menyadari adanya yang tidak beres.
“Grrr... Roaarr...”
“B. Bear ada apa...??”
Bella yang kebingungan melihat pelindungnya tersebut langsung mencoba untuk bertanya pada beruang mayat hitam tersebut, akan tetapi pada saat itu beruang mayat hitam itu sama sekali tidak menjawab kata-kata Bella dan dia fokus pada satu arah.
“Beruang itu melihat kearah tempat Rey dan juga Jin, apa terjadi sesuatu dengan mereka” pikir Riana.
Merasa khawatir dengan Rey dan juga Jin “Fusshk...” Riana kemudian langsung berlari menuju kearah mereka, dan disaat itu Bella yang mana ingin mengikuti Riana langsung dipegang oleh beruang mayat hitam tersebut, dia seperti tidak ingin tuannya menuju kearah tempat itu.
“Lepaskan... B. Bear cepat lepaskan, Bella mau ketemu dengan abang Rey”
__ADS_1
Saat itu Bella mencoba untuk memberikan perintah pada beruang mayat hitam tersebut, akan tetapi dia sama sekali tidak menggubris perintah tuannya itu dan tetap menahannya ditangannya. Sementara itu zombie yang sedang dilawan oleh Rey dan juga Jin tersebut kemudian langsung mengumpulkan energy mana di titik pusatnya, dan “Tringgs...” dengan cepat kumpulan energy itu dialirkan kearah tenggorokannya, merasakan adanya hal yang buruk dan juga melihat bayangan masa depan dari Jin membuat Rey langsung bergerak, “Taask...” dia menari Jin untuk berlari mundur dan menjauhi zombie itu.
“Grrr... ROAARRR.....”
Zombie tersebut langsung berteriak dengan kencang dan juga kuat, dan membuat tubuh dari Rey dan juga Jin langsung bergetar seakan-akan tubuh mereka di himpit oleh dua buah dinding yang mencoba untuk menghancurkan mereka, sementara itu Riana sendiri “Trringgs...” berhasil menahan gelombang teriakan tersebut menggunakan sihir miliknya.
“Ugghkk... apa ini, aliran mana yang sangat kacau ini”
Riana berusaha keras untuk menahan gelombang suara dari teriakan zombie tersebut, akan tetapi “Tisk...” dia tetap tidak bisa bertahan seluruhnya oleh serangan gelombang suara tersebut, dan membuat dirinya terkena luka dalam, lalu darah perlahan-lahan mulai mengalir dari mulut Riana akan tetapi dia tetap bertahan agar tidak pingsan ditempat itu. Sementara itu Bella sendiri mendengarkan suara yang deras tersebut, dan dirinya langsung menutup kedua telinganya.
“Hmm... apa ini, suaranya jelek sekali”
Bella yang mana memilik mana kematian yang kuat dapat menahan sebagian besar energy mana kacau dari gelombang suara tersebut, dan sebagian kecil ditahan oleh beruang mayat yang mana memeluk Bella untuk melindungi dirinya. Sementara itu sebagian besar dari para bawahan Riana langsung pingsan ditempat, dan bahkan “Crrasst...” ada yang langsung tewas karena organ dalamnya pecah tidak dapat menahan serangan gelombang suara tersebut.
“Ugghkk... Gaahkk...”
“Selamatkan... Nona Riana...”
Disaat itu juga mereka berharap untuk dapat diselamatkan oleh Riana, akan tetapi harapan mereka langsung menghilang disaat kesadaran mereka memudar dan nyawa mereka terbang keluar dari tubuh mereka, melihat adanya banyak jiwa dari orang-orang disekitarnya telah pergi membuat Bella menjadi kesal. Dan disaat itu juga “Trrask...” energy mana kematian miliknya juga mulai mengamuk dan keluar dari tubuhnya.
“Grrr... manusia kuat...”
“Hmm... apa ini, kenapa rasanya aku merinding” kata suara yang ada didalam kepala Reza.
“Ada apa...?? kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu...??” kata Reza yang berbicara kepada suara yang ada dikepalanya.
__ADS_1
Disaat itu beberapa calon pendaki dan monster dapat merasakan mana kematian milik Bella, dan mereka semua langsung ketakutan ketika merasakan kekuatan kematian yang begitu kental dan juga gelap tersebut.
Bersambung.....