Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 95 Bunuh sang rubah berekor 10 bagian 4


__ADS_3

Di malam sebelum Rey pergi menyerang kearah wilayah kekuasaan dari Gu Mia, “Tringgs...” Rey berusaha untuk mengendalikan beberapa monster yang ada dibawah kendalinya menggunakan parasite pecahan tubuhnya, saat itu Rey dapat mengetahui batasan dan juga jarak yang mana parasite pecahan dirinya lakukan.


“Jadi begitu... untuk batasannya itu berjarak 1.000 Km, dan juga untuk batasannya tampaknya tidak ada”


“Namun kalau memaksa monster ini untuk bertarung maka dia akan melemah, karena kekuatannya akan tertahan keganasan para monster itu juga akan ditahan oleh kendaliku” pikir Rey.


Dan sekarang ini salah satu dari monster Gorila yang mana di tahan oleh Gu Mia di ekornya, telah dibangunkan oleh Rey menggunakan parasite pecahan dirinya, dan disaat itu juga dengan menggunakan skill sihir tanahnya “Krrassk...” monster Gorila itu langsung menciptakan sebuah sarung cakar dari tanah dan berusaha untuk menyerang Gu Mia dari belakang. Akan tetapi “Dusskk...” dengan cepat Gu Mia langsung membanting monster Gorila tersebut dengan ekor miliknya, dan dengan cepat “Trussk...” Gu Mia langsung berdiri diatas para monster yang dia banting menggunakan ekor miliknya tersebut.


Dengan tawa lebar Gu Mia melihat Rey dengan tatapan merendahkan.


“Gahaha... kau pikir aku tidak menyadari adanya energy mana yang keluar dari tubuhmu itu”


“Aku bisa melihatnya dengan sangat jelas, energy mana milikmu yang sangat unik itu memasuki tubuh monster Gorila ini”


Saat itu Rey yang mana terlihat tenang langsung tersenyum kecil dihadapan Gu Mia, dan pada saat yang bersamaan “Srraahkk...” energy mana element es tiba-tiba saja langsung menutupi kepala dan setengah badan dari Gu Mia. Merasakan energy itu Gu Mia langsung melihat kearah rubah biru berekor 7 yang mana dia genggam menggunakan mulutnya, disana rubah biru berekor 7 tersebut langsung mengeluarkan energy mana yang luar biasa besarnya, dan pada saat itu dengan nada merendahkan Rey membalas perkataan dari Gu Mia.


“Nampaknya kau tidak melihat hal itu”


Disaat mengatakan perkataan itu “Bushkk...” Rey dengan cepat sudah berada disamping Gu Mia, dan karena es yang ada di tubuhnya Gu Mia tidak dapat bereaksi dengan gerakan dari Rey, dan “Busshkk...” menggunakan tinju miliknya Rey langsung menyerang telah Gu Mia. “Fusshkk... Bumsshk...” Gu Mia langsung terlempar jauhnya setelah melepaskan rubah biru berekor 7 tersebut, lalu setelah itu melihat Gu Mia yang mana terluka para terkena serangan pukulan dari Rey “Groaar... Roaaar...” para monster bawahan Rey kemudian langsung mengelilingi Gu Mia.

__ADS_1


“Grrrr....” mereka merasa sangat marah pada Gu Mia karena telah menyandra rekan-rekan mereka, akan tetapi disaat itu “Truukk...” Gu Mia masih bisa berdiri dengan keempat kakinya, dan dengan aura intimidasi miliknya Gu Mia berusaha untuk mengintimidasi para monster yang mengelilinginya. Dengan marah dan darah yang keluar dari mulutnya Gu Mia langsung berteriak pada para monster yang mengelilinginya dan juga Rey.


“Dasar mahluk-mahluk rendahan... kaliannya hanyalah para monster lemah, berani sekali kalian memandangku dan berusaha untuk menyerangku”


“Akan aku bunuh, akan aku bunuh kalian semua dan setelah itu kau raja monster yang baru... kau akan menjadi santapanmu dan inti monster milikmu akan menjadi milikku”


Mendengarkan hal itu Rey hanya diam saja dengan senyuman kecil yang merendahkan Gu Mia, dan “Tringgs...” dengan sekali jentikan dari tangannya Rey memberikan energy mana yang luar biasa banyaknya pada para monster bawahannya, dengan energy mana tersebut para monster bawahan dari kemudian dapat menahan aura intimidasi dari Gu Mia. Dan secara beramai-ramai “Groaar... Roaar...” dengan kebuasan mereka “Crrastt...” para monster itu langsung menyerang Gu Mia secara bersamaan, Gu Mia yang mana terluka tidak bisa berbuat apa-apa karena diserang dari berbagai sisi.


Namun pada saat itu juga “Bomshkk...” dengan sisa energy mana yang dia miliki Gu Mia langsung melepaskan skill api miliknya, dan karena serangan itu beberapa monster bawahan Rey langsung terbakar oleh api keunguan dan pingsan karena serangan mental dari api tersebut. Lalu dengan sekuat tenaga “Brussk...” Gu Mia langsung melarikan diri dari kepungan para monster itu, akan tetapi pada saat itu “Srraak...” sebuah pilar es langsung muncul di hadapan Gu Mia dan menghalangi jalannya.


Melihat pilar es itu Gu Mia tersadar akan energy mana tersebut, dia lalu melihat kearah belakangnya dan melihat kalau rubah biru berekor 7 sedang menggunakan skill sihir es miliknya untuk menghalangi jalan Gu Mia. Melihat hal itu Gu Mia langsung marah besar, dan dia kemudian langsung berteriak marah kepada rubah biru berekor 7 itu.


“Apa kau tidak mengingat bahwa akulah yang telah membesarkanmu, dan jangan lupa kalau bukan karena diriku maka kau dan juga para saudaramu itu telah mati di alam liar ini”


Mendengarkan ocehan dari Gu Mia membuat rubah biru berekor 7 itu mulai ragu, akan tetapi secara tiba-tiba “Srraahkk...” rubah biru berekor 7 itu mengeluarkan sihir es yang sangat kuat dan bahkan sampai membekukan keempat kaki dari Gu Mia.


Melihat hal itu rubah biru berekor 7 itu langsung keheranan dengan apa yang terjadi.


“Kunntt....???”

__ADS_1


Lalu “Taak...” Rey langsung muncul dibelakang rubah biru berekor 7 tersebut, saat mendengarkan perkataan dari Gu Mia membuat Rey teringat kembali disaat dirinya di bentak oleh orang tua dari murid lainnya saat dia sekolah, dan karena dia yatim piatu para guru dan juga orang dewasa menyalahkan dirinya karena kesalahan yang tidak pernah dia buat. Dan hal itu dia lihat dari mata rubah biru berekor 7, dia harus berjuang keras walaupun telah berada dibawah bayangan Gu Mia, dia berjuang untuk saudaranya dan juga untuk hidup di dunia yang keras ini.


Rey langsung mengeluarkan kata-kata dan pada saat itulah, untuk pertama kalinya Rey mengeluarkan kata-kata penuh amarah dan emosinya.


“Berhutang budi, membesarkan, bergantung kau bilang.... jangan bercanda”


“Dia hidup dan bertahan dengan para saudaranya itu bukan karena dirimu, itu semua karena kerja keras dan juga usaha yang mereka lakukan”


“Yang kau lakukan hanyalah memberikan mereka sebuah tempat tinggal kecil, setelah itu memberikan mereka perintah bagaikan pekerja paksa... jadi jangan banyak omong dan mati saja sana”


Dengan satu gerakan tangannya “Brusshkk... Fruskk...” para monster yang mana berada dibawah Rey langsung bergerak, “Crrast... Krrass...” dan mereka langsung menggigiti dan memakan Gu Mia hidup-hidup. Pemandangan kejam tersebut kemudian disaksikan oleh rubah biru berekor 7 dan para saudaranya yang lainnya, akan tetapi pada saat itu mereka sama sekali tidak merasakan kesedihan, yang mereka rasakan saat ini ialah sebuah perasaan lega, “Taaak...” lalu secara tiba-tiba Rey kemudian mengelus kepala dari rubah biru berekor 7 itu dan membisikan sesuatu pada dirinya.


“Sekarang kau dan para saudaramu sudah bebas, kau bisa hidup seperti yang kau mau dengan para saudaramu sekarang ini”


Mendengarkan ucapan tersebut “Tinggs...” rubah biru berekor 7 itu kemudian meneteskan air matanya, dan mengucapkan terimakasih kepada Rey.


“Kunntt... Kunntt...”


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2