Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 35 Kota para mayat bagian 3


__ADS_3

“Trraassk... Trraaskk...” cahaya petir biru yang menyilaukan, disertai suaranya yang nyaring dan juga deras, membuat para zombie yang ada disekitar wilayah gang kecil tersebut tertarik dan “Grroaar...” mulai menyerang kearah suara tersebut, akan tetapi seluruh zombie yang berdatangan kesana “Trrassk...” hangus oleh sambaran petir yang muncul ataupun terpotong-potong oleh serangan pedang hitam. Pedang hitam yang ditutupi oleh energy kabut hitam dan juga serangan petir yang mana menyambar dengan derasnya, ditempat itu sebuah kelompok calon pendaki sedang berjalan bersama tampa memperdulikan para zombie yang ada disekitarnya, “Trrassk... Srrastt...” mereka berjalan dengan santai menuju kearah pusat kota.


“Gahahah... aku tidak percaya akan ada orang sepertimu” kata Jack sigila.


“Aku juga, aku tadi berpikir kau hanya main-main dan ingin menyerangku” kata Reza.


“Tidak mungkin aku menyerangmu, dari aura yang kau keluarkan tadi sudah bisa aku tebak kalau kau adalah orang yang berbahaya, kalau aku melawanmu kemungkinan besar aku juga harus ikut mati untuk bisa mengalahkanmu bocah” kata Jack sigila.


“Jangan panggil aku bocah, aku ini sudah 20 tahun dan namaku Reza” kata Reza.


“Hahaha... maaf-maaf...” kata Jack sigila.


Disaat itu ke 5 orang bawahan Jack sigila hanya tersenyum-senyum sendiri sedari tadi, mereka seperti sedang merencanakan sesuatu, akan tetapi disaat itu juga Jack sigila dan para bawahannya juga tidak mengetahui kalau Reza tidak mempercayai mereka dan berniat untuk menghabisi mereka ketika dia bertemu dengan Gilang ataupun Rey.


“Cih.... menyebalkan sekali, aku benar-benar ingin menghabisinya disini sekarang juga” pikir Reza.


“Bersabarlah... kau memang akan dengan mudah bisa mengalahkan ke 5 bawahannya itu, akan tetapi orang yang bernama Jack ini akan sulit kau hadapi, pengguna sihir element petir terpaku pada serangan mereka yang cepat, dan untukmu itu adalah lawan yang sulit karena kau memiliki element kegelapan yang lambat” kata suara dikepala Reza.


Pada saat itu Reza yang mana sangat ingin menghabisi Jack dan para bawahannya menurunkan niatnya, dan sekarang ini fokusnya ditujukan untuk mengetahui cara agar mereka lulus dari ujian ke terakhir dan menjadi pendaki yang sebenarnya. Sementara itu Rey dan juga Jin sedang pergi bersama-sama menuju kesebuah perumahan yang ada dikota tersebut, dan disana terlihat sangat aneh bagi Rey.


“Ini aneh bukan” kata Rey.


“Hmm... apa maksudmu Tuan Rey..??” tanya Jin.

__ADS_1


“Tidakkah kau bisa melihat, tempat ini hanya memiliki beberapa zombie, sementara tempat ini adalah perumahan dan seharusnya itu menandai kalau tempat ini adalah sarang besar bagi para zombie, tapi mereka sama sekali tidak ada dan itu membuat aku sedikit curiga” kata Rey.


“Kau ada benarnya juga tuan Rey, dari apa yang terlihat nampak kalau tidak ada mayat ataupun tanda-tanda pertarungan terjadi disini, jadi dengan kata lain para calon pendaki yang lainnya belum kesini” kata Jin.


“Ini membuatku penasaran, sebaiknya kita periksa seluruh rumah yang ada, kemungkinan kita dapat menemukan beberapa persediaan dan juga petunjuk tentang ujian kali ini” kata Rey.


Mengikuti perkataan dari Rey para pengikut Riana yang dipimpin oleh Jin tersebut mulai mencari dari rumah kerumah, dan disana “Srrastt...” mereka hanya bertemu dengan bebera zombie yang mana semakin membuat mereka curiga. Dan setelah beberapa menit kemudian mereka kembali berkumpul dengan beberapa makanan dan juga peralatan obat-obatan yang dapat mereka gunakan, terlebih lagi Rey secara tidak sengaja menemukan senjata belati sihir yang mana memiliki efek khusus didalamnya.


Nama : Belati besi hitam


Jenis : Senjata jarak dekat


Tingkat : Sihir ( Senjata dan juga obat-obatan didalam menara dibagi atas biasa, sihir, rare, unik, legenda, dan Mythical )


Keterangan : Item senjata yang mana biasanya dipakai oleh para pendaki dimenara lantai 1 – 4 dan mereka menggunakan belati itu untuk membongkar mayat dari para monster yang mereka buru, note senjata ini tidak sempurna dan menunggu untuk disempurnakan.


“Ini senjata tipe sihir yang ada didalam penjelasan, nampaknya ini akan sangat berguna untukku sebagai pertahanan diri dan juga untuk membongkar monster buruanku” pikir Rey.


“Nampaknya kita mendapatkan cukup banyak jarahan disini, akan lebih baik kalau kita istirahat sebentar, bagaimana menurutmu tuan Rey..??” tanya Jin, dia mengkhawatirkan stamina dari para rekan-rekannya dan terlebih lagi salah satu diantara mereka baru sembuh dari cidera gigitan zombie.


“Baiklah mari kita istirahat disini sebentar, dan kita akan bagi kelompok untuk berjaga malam ini juga” kata Rey.


Mendengarkan perkataan dari Rey para pengikut dari Riana langsung merasa lega, mereka sama sekali tidak memiliki stamina lagi untuk melanjutkan perjalanan, terlebih lagi mereka sudah lebih dari setengah hari tidak makan dan tidka beristirahat semenjak datang ke kota penuh zombie untuk menjalankan ujian terakhir.

__ADS_1


“Dengan begini mereka akan lebih percaya padaku lagi, mungkin saat setelah selesai makan aku dapat mendapatkan sedikit informasi yang mereka ketahui” pikir Rey.


Mereka lalu membuat api didalam salah satu permuhan yang ada disana, kemudian mereka menyantap makanan yang mereka temukan diperumahan tersebut, dan pada saat itu Rey terlihat santai melihat para pengikut Riana yang mana terlihat bersenang-senang dan juga tidak memperdulikan keadaan yang sedang terjadi.


“Ini bagus juga, dengan begini aku bisa sedikit bersantai dan dapat fokus besok paginya” pikir Rey.


Kemudian saat malam tiba Rey dan Jin mendapatkan giliran untuk menjaga pada saat itu, dan disana Rey kemudian langsung mengambilkan segelas minuman hangat untuk Jin.


“Tuan Rey tidak perlu repot-repot” kata Jin yang mana merasa tidak enak dengan Rey.


“Tidak apa-apa, aku tadi ingin saja minum-minuman hangat dan sekalian saja membuatkan untukmu” kata Rey.


“Kalau begitu terimakasih” kata Jin “Taassk..” dia kemudian menerima minuman hangat tersebut dari Jin.


Lalu pada saat itu Rey berhasil mendapatkan informasi dari Jin, dan disana dia menyadari kalau saat ujian kedua Riana telah mendapatkan pekerjaan seorang penyihir pemula dan dengan pekerjaan tersebut dia mendapatkan statistik baru yaitu energy mana, dan disaat itu juga Rey teringat akan statistik kekuatan jiwa miliknya yang entah kenapa hanya dia yang memilikinya. Saat Rey dan Jin sedang bertukar informasi pada saat itu “Grrrr...” sebuah tatapan merah mulai melihat kearah mereka, dan dari tatapan tersebut tersimpan hawa haus darah yang sangat kuat.


“Hmm...” saat itu Rey yang mana secara tidak sengaja merasakan hawa haus darah tersebut, “Fusshkk...” langsung dengan cepat melemparkan belati pisau miliknya “Trringgs...” kemudian pada saat itu dia mendengarkan suara keras yang mana membuat belati pisau miliknya terlempar, lalu “Srraahkk...” dari balik semak-semak tempat Rey melemparkan pisaunya sesosok zombie muncul dihadapan mereka. Akan tetapi zombie tersebut sama sekali berbeda dengan zombie biasanya mereka temui, tinggi dari zombie itu sekitar 5 meter dan kepala dan beberapa bagian tubuhnya ditutupi oleh armor tulang yang keluar dari tubuhnya.


“Apa-apaan itu...??” kata Jin, “Srraanggs...” dia langsung mengeluarkan pedang Rapier miliknya dan bersiap untuk bertarung.


“Entahlah aku juga tidak tahu, namun nampaknya zombie itu sama sekali tidak memiliki niat yang baik” kata Rey.


“Grrrr... Roaaarr...” zombie itu lalu mengeluarkan aumannya, dan dengan auman miliknya dia membuat tubuh dari Rey dan Jin langsung bergetar dan kaku tidak dapat bergerak, “Busshkk...” lalu mengambil kesempatan tersebut zombie itu langsung melesat dan berusaha untuk menyerang Rey dan juga Jin.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2