
Dia terlahir ditempat yang gelap dan juga suram, dirinya tidak mengetahui apapun tentang orang tuanya yang mana telah melahirkannya, akan tetapi satu hal yang dia tahu kalau dunia itu adalah tempat yang gila. Sang anak yang mana berusia kurang dari 10 tahun tinggal sendirian di jalanan gang yang sempit dan juga keras, disana dia tidak bisa mendapatkan makanan kalau dirinya tidak bekerja dan para orang dewasa yang dia temui disana hanya perduli dengan diri mereka sendiri, bahkan ada beberapa orang yang menggunakan dirinya dan bahkan ingin menjual dirinya.
Lama kelamaan anak kecil itu mulai muak dengan dunia yang ada, dan saat itulah “Srrast...” untuk pertama kalinya darah menodai tangannya, dan disaat itulah dia menjadi salah satu dari kegilaan dunia. Jack yang mana dipanggil sigila memulai karirnya sebagai seorang perampok dan juga pembunuh pada usia 15 tahun, saat itu dia tidak dapat dengan mudah ditangkap oleh para pihak yang berwajib karena dirinya cepat dan juga licik, seiring berjalannya waktu Jack mengumpulkan bawahannya dan membuat sebuah kelompok kecil.
Saat itu Jack yakin kalau dirinya telah berkuasa dan menjadi orang yang mana tidak ditindas lagi, akan tetapi salah satu dari bawahannya mengkhianati dirinya dan menjebak dia, “Tratatatsk... Tratatatsk...” pihak berwajib mulai menyerang markas rahasianya dan menghabisi para bawahan yang setia pada dirinya. Dan saat itu Jack berhasil ditangkap dengan beberapa luka peluru ditubuhnya, disaat itu dia tidak seperti orang yang kesakitan karena ditembaki oleh peluru, dia saat itu terlihat seperti orang yang memendam dendam pada bawahannya yang telah mengkhianati dirinya itu.
Dan pada saat itu Jack divonis hukuman mati oleh pengadilan, lalu didalam penjara khusus Jack sigila yang telah berumur 25 tahun hanya menunggu takdirnya yang akan diadili oleh pihak yang berwajib, namun “Trrunggs...” sebuah suara terompet yang menggema keseluruh dunia membuat dirinya langsung tersadar kembali. Saat Cungkring membebaskan dirinya Jack sigila kemudian langsung keluar lagi, dan saat dirinya melihat apa yang terjadi pada dunia luar, Jack saat itu hanya bisa tertawa karena dia kembali tersadar sekali lagi kalau dunia memanglah sangat gila.
Dan kegilaan yang dipercayai oleh Jack itulah yang membuat dirinya menjadi kuat sampai sekarang, “Funggs...” bahkan saat ini “Trranggs...” Jack yang mana kehilangan sebelah tangannya dapat unggul dalam melawan Gilang, Aldo dan juga Reza.
“Orang ini apa dia benar-benar manusia, gerakannya sangat cepat dan sangat gila” pikir Gilang, dia kesulitan untuk menyerang Jack menggunakan crosbow miliknya.
“Bushkk...” sementara itu Jack sendiri menggunakan skill langkah peledak dan juga skill sihir petir miliknya, dan gabungan dari kedua skill itu membuat Reza dan juga Aldo “Trranggs... Krranggs...” kesulitan untuk mendaratkan serangan mereka, karena setiap mereka mencoba untuk menyerang Jack “Trraskkt...” dia akan langsung mengeluarkan petir dari telapak tangannya dan saat ada yang mencoba menyerangnya dia akan menghindar dengan langkah peledak miliknya.
“Gaahkk... jangan berlari kesana kemari dasar kutu lompat” kata Reza, dia merasa kesal karena terus terkena serangan petir milik Jack yang menyengat sementara dirinya tidak dapat mengenai Jack sama sekali dengan pedang miliknya.
“Gahahaha... kenapa kalian ini, padahal kalian sudah bertiga... tetapi kenapa kalian sangat lemah” kata Jack, dia berusaha untuk memancing amarah dari Reza agar dia bisa menghabisi dirinya.
__ADS_1
“Ok... kau benar-benar cari mati” kata Reza, energy iblis mulai menyelimuti tubuhnya dan energy itu langsung berkumpul di jantungnya.
“Duk-duk... Duk-duk...” bersamaan dengan detak jantungnya energy iblis mulai mengalir keseluruh peredaran darah Reza, dan perlahan-lahan erosi energy iblis mulai menyelimuti tubuh dari Reza “Srraahkk...” mata Reza kemudian menjadi hitam pekat dan membuat Gilang, Aldo dan juga Jack merinding melihatnya.
“Ini dia... kekuatan yang menakutkan sampai membuat bulu kudu ku merinding, ini yang aku cari” kata Jack sigila.
Dengan erosi dari energy iblis ditubuhnya Reza mulai merasakan kesakitan disekitar tubuhnya, akan tetapi “Dusshkk...” dengan satu hentakan menggunakan kaki kanannya, dia membuat semua mahluk yang ada disekitarnya tidak bisa bergerak, dan bahkan Jack sigila sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya saat mendengarkan suara hentakan tersebut. Lalu perlahan-lahan Reza langsung mendekati Jack sigila, dan saat Jack sudah ada di jarak serangannya “Srringgs...” Reza langsung mengangkat pedang miliknya dan akan menebas tubuh Jack.
“Frusshkk...” dengan satu tebasan yang cepat Reza dapat melukai tubuh dari Jack sigila, akan tetapi “Srrasstt...” Jack sigila berhasil menghindari luka mematikan dengan menggerakkan tubuhnya, dia dengan cepat mengalirkan sihir petir miliknya ketubuh nya dan membuat tubuhnya dapat bergerak lagi.
“Dia menyerang dirinya sendiri menggunakan sihir petir, orang ini memang sangatlah berbahaya” pikir Reza.
“Aku tahu” balas Reza, dan saat itu Reza mulai mengangkat pedangnya keatas dan mengumpulkan erosi energy iblis ditepian pedang miliknya.
“Oi-oi... Hahaha... luar biasa, kau memang sangat hebat” kata Jack sigila, “Trrassk...” pada saat itu dia langsung dengan cepat mengalirkan energy sihir petir milik di telapak tangannya.
Sementara itu Reza yang telah menyelesaikan persiapannya “Wusshkk...” menyerang menggunakan energy iblis miliknya, energy iblis itu langsung dengan cepat menyerang kearah Jack, “Srrakk... Trrask...” dan apapun yang ada dihadapan tebasan energy iblis itu langsung tertebas dan terpotong dengan mudahnya. Akan tetapi saat itu Jack sigila hanya tersenyum karena dia memiliki sebuah rencana, “Trranggs...” dia menusukan pedangnya kebawah tanah dan “Trrassk...” langsung mengalirkan sihir petir miliknya kearah pedang miliknya “Bomshk...” karena serangan sihir petir tersebut tanah disekitarn Reza dan yang lainnya langsung runtuh.
__ADS_1
“Gaahkk... sialan, aku sudah tidak punya tenaga lagi” kata Reza, dia telah terkena dampak bali dari menggunakan skill miliknya dan juga tubuhnya sekarang ini menderita keram otot yang sangat kuat sehingga dia tidak bisa bergerak dengan benar.
Pada saat itu “Busshkk...” Aldo langsung bergerak cepat atas perintah dari Gilang, “Taask...” dia menangkap Reza dan membawanya dengan menggunakan tangannya yang besar itu, “Fusshkk...” dan dengan cepat Aldo dan Gilang langsung menjauh dari tempat tersebut, “Busshkk... Trusshkk...” sementara itu bangunan yang ada ditempat itu runtuh dengan mudahnya dan membuat kerusakan yang sangat besar disana. Beberapa detik kemudian Reza, Aldo, dan juga Gilang berhasil menghindari runtuhnya bangunan tersebut dan disana Aldo langsung menurunkan Reza dari tangannya.
“Ugghhk... terimakasih kawan” kata Reza, dia merasa sedikit malu karena digendong oleh Aldo.
“Sama-sama...” balas Aldo.
“Lihat ini, orang gila itu memang sangat berbahaya, aku tidak percaya dia ingin membawa kita mati bersama dengan dirinya” kata Gilang.
“Aku rasa dia tidak mati” kata Reza.
“Oi... jangan kalau dia berhasil selamat dari jatuhnya bangunan sebesar ini” kata Gilang yang merasa tidak percaya dengan kemungkinan itu.
“Memang sulit dipercaya, akan tetapi tadi sebelum dia terkena serangan tebasanku, dia menggunakan sihir petir miliknya untuk meruntuhkan tanah yang ada disekitarnya dan membuat dirinya terjatuh kedalam tanah, mungkin sekarang ini dia sudah terkubur didalam sana, tetapi kecil kemungkinan kalau dia masih hidup” kata Reza, saat dia memakai skill miliknya dia memperkuat seluruh panca indranya termasuk penglihatannya, dan hal itu membuat dia dapat melihat lebih baik dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Jack.
“Ugghkk... sebaiknya kita pikirkan itu sambil pergi dari sini, aku bisa melihat adanya beberapa tamu tak diundang yang datang kemari” kata Gilang, dia dapat melihat beberapa zombie yang mendatangi mereka karena mendengar suara bangunan yang rubuh tersebut.
__ADS_1
Bersambung......