
Iblis adalah salah satu dari banyak ras yang mana telah menjelajahi menara jauh lebih dulu dari pada para manusia, akan tetapi saat manusia memasuki menara eksistensi para iblis mulai hancur dan mereka mulai memendam iri dan kebencian kepada para manusia. Lalu dari sanalah peperangan antara kedua ras tersebut dimulai, jutaan tahun yang lalu manusia dan juga ras iblis mulai saling berperang satu sama lainnya, dan saat itu peperangan membuat para manusia didalam menara hampir kalah total, akan tetapi bangkitlah para manusia yang disebut-sebut sebagai pahlawan dan memukul mundur para iblis.
Diantara para pahlawan tersebut ada yang mana membuat ras lain membantu para manusia melawan iblis, ada yang menggunakan tehnik berpedang khusus yang mana membuat setiap iblis kalah ditangannya, dan juga ada yang membuat para iblis tunduk kepada dirinya dan membuat dirinya menjadi penguasa yang mana dapat memperbudak para iblis tersebut. Dan setelah kemunculan para pahlawan tersebut pada akhirnya jumlah iblis semakin berkurang, dan pada akhirnya para iblis mulai menyerah pada manusia.
Para iblis yang mana memiliki umur panjang namun sangat sulit untuk berkembang biak memutuskan untuk menyerah kepada para manusia, dan dari sanalah para iblis berusaha untuk berbaikan pada manusia dan bahkan diantara mereka ada yang mana menjalin hubungan dengan manusia sehingga membuat keturunan manusia setangah iblis. Sejak saat itulah menara kembali damai lagi, dan para iblis baru yang terlahir diera yang baru menerima manusia dan menghormati mereka semua, akan tetapi beberapa iblis dari jaman kuno tidak menerima kekalahan mereka dan berusaha untuk tetap menghancurkan umat manusia, dan salah satunya saat ini adalah entitas yang mana sedang menempel pada tubuh Reza.
“Hmm... skill pedang iblis ini memang sangat luar biasa, walaupun hanya LV 1 akan tetapi bisa menghabisi monster sepertinya dengan sangat mudah” pikir Reza.
“Memang benar skill pedang iblis itu mematikan, akan tetapi energy iblis yang ada didalam dirimu sekarang ini hanya cukup untuk melakukan 2 tebasan dalam satu hari, kalau kau berlebihan maka kau bisa mati” kata suara yang ada didalam kepala Reza.
“Kau tenang saja, aku tidak akan segila itu sampai harus berbuat nekat” balas Reza pada suara yang ada didalam kepalanya.
“Bagus kalau begitu, sekarang kau harus memikirkan sesuatu pada temanmu itu, aku yakin dia pasti curiga karena melihat kau orang yang tergila-gila pada tombak menggunakan pedang” kata suara yang ada didalam kepala Reza.
“Ooh.. iya benar juga, dari sifat Rey ada kemungkinan dia akan menghabisiku kalau dia merasa curiga nantinya” pikir Reza.
Pada saat itu Rey kemudian mendekati Reza dan disana dia melihat kearah Reza, pada saat itu juga dia dapat melihat energy hitam seperti kabut asap yang mana mengalir pada pedang ditangan Reza, akan tetapi Rey saat itu hanya diam saja dan melihat kearah serigala pelahap mayat alpha tersebut.
“Eeeh... ini aneh, kenapa dia tidak menanyaiku tentang skill yang aku gunakan tadi...??” pikir Reza.
__ADS_1
Disaat Reza sedang kebingungan disaat itu juga Rey “Srrastt...” mulai membongkar mayat serigala pelahap mayat alpha tersebut, disana dia mulai mengambil taring, cakar, mata, kulit dan juga kristal yang mana dimiliki oleh serigala pelahap mayat jenis alpha tersebut.
“Reza pasti sedang kebingungan karena aku tidak menyai dirinya, akan tetapi aku sekarang ini sudah dapat menebak kalau dirinya sedang berubah seperti orang lain, atau dia memanglah adalah orang lain” pikir Rey, pada saat itu dia dapat menebak ada yang aneh terjadi pada Reza.
“Trringgs...” dan disaat Rey sedang membongkar mayat monster serigala pelahap mayat jenis alpha tersebut, dia menemukan kalau kristal yang ada didalam serigala itu sedikit lebih kecil dari kristal lainnya, dan lagi kristal itu mengeluarkan warna merah yang cukup terang.
“Heei... Rey, kau tahu kalau sebenarnya ada alasan lain aku menggunakan pedang baru-baru ini” kata Reza, dia berusaha untuk meyakinkan Rey untuk tidak khawatir pada perubahannya.
“Terserah kau sajalah, aku juga tidak terlalu perduli” kata Rey, “Fusshkk...” Rey lalu langsung melemparkan batu kristal merah tersebut para Reza.
Dari batu kristal kecil yang mana kecilnya hampir menyamai kelereng, “Srraahkk...” Reza dapat merasakan energy yang sangat besar, dan energy tersebut sama sekali tidak setara dengan batu kristal putih yang mana mereka temukan dulu.
“Kau tidak apa-apa memberikannya padaku...??” tanya Reza.
“Aku rasa kau bisa tenang sekarang” kata suara yang ada didalam kepala Reza.
“Hm... kenapa kau berbicara seperti itu...??” tanya Reza pada suara yang ada didalam kepalanya.
“Tentu saja bukan, monster itu adalah tipe alpha dengan kata lain dia adalah monster terkuat diujian kali ini, dan aku tidak yakin administrator akan memperpanjang ujiannya setelah mengeluarkan monster sekuat itu” kata suara yang ada didalam kepala Reza.
__ADS_1
“Jadi begitu, sekarang itu artinya aku harus menukarkan beberapa poin ini untuk obat ajaib dan membagikannya pada yang terluka” kata Reza.
“Kalau untuk menukarkan poin itu aku setuju, namun untuk membagikannya aku rasa itu tidak perlu, karena sebentar lagi kalian akan langsung diobati oleh sistem menara dan dipindahkan langsung ke area ujian ketiga sekaligus adalah area ujian terakhir” kata suara yang ada dikepala Reza.
Sementara itu ditempat kastil kekuasaan Riana, dia berhasil menghadang 5 ekor serigala pelahap mayat yang mana tiba-tiba datang dari arah hutan lainnya, dan disana dia kehilangan 3 orang calon pendaki yang mana rela mengorbankan diri mereka untuk melindungi Riana.
“Terimakasih atas pengorbanan kalian, aku berjanji akan mengingat selalu diri kalian” kata Riana, dia menggunakan skill sihir sekala besar yang mana memakan banyak waktu untuk persiapannya, dan disaat itulah ke 3 calon pendaki tersebut mengorbankan diri mereka untuk menjadi perisai bagi Riana.
Melihat kesedihan Riana terhadap mereka yang berjuang dan juga mengorbankan diri pada dirinya, para calon pendaki yang ada dikastil ke 4 mulai merasakan kalau mereka ingin terus melayani Riana dan ingin menjadi pengikut dirinya. Disisi lain didalam kastil ke 1, terdapat sebuah kejadian yang sangat mengerikan dimana setengah dari para calon pendaki tewas ditangan para serigala pelahap mayat tersebut.
“Gaaahkk... menyebalkan sekali, para serigala besar itu berani sekali mereka melukaiku” kata Jack sigila, dia terluka dikakinya dan membuat pergerakannya melambat.
“Ketua jangan marah-marah, semuanya sudah selesai dan menurut prediksiku kita semau akan dipindahkan dari ujian ini, dan untuk sementara itu mari kita sembuhkan luka kita dahulu” kata Cungkring yang mana memberikan Jack sigila obat ajaib merah.
“Cih... untung saja kita memiliki banyak tumbal yang dapat dikorbankan, jika tidak maka kita semua akan tewas disini” kata Jack sigila.
Para calon pendaki yang berhasil selamat dikastil ke 1 sama sekali tidak terlihat senang dengan apa yang terjadi, itu semua karena ide Jack yang sangat gila untuk membuat para teman-teman dan beberapa orang yang mereka kenali menjadi umpan, dan disaat para serigala pelahap tersebut termakan umpan dan mengejar mereka, Jack sigila kemudian memerintahkan bawahannya untuk menembakkan anak panah balista kearah para serigala pelahap tersebut. Pada awalnya rencana mereka berjalan dengan lancar, akan tetapi para umpan yang mereka berikan tewas lebih dulu karena kelelahan dan memiliki statistik yang rendah, sementara itu para serigala pelahap mayat tersebut marah besar kearah Jack sigila dan mulai menyerang kastil mereka.
Dengan menghabiskan poin miliknya Jack sigila berhasil memanggil beberapa pasukan boneka ksatria yang membuat mereka menjadi unggul, namun disana Jack sigila kehilangan beberapa bawahan setianya yang mana adalah narapidana yang bersumpah setia pada dirinya. Namun Jack sigila sama sekali tidak perduli, yang dia pikirkan adalah pembantaian dan untuk tetap hidup agar bisa membunuh lebih banyak orang lagi.
__ADS_1
“Hmm... kelihatanya ujian kali ini sudah selesai, akan tetapi aku tidak menyangka akan melihat energy iblis pada manusia planet lantai 0 itu, akan sangat menarik untuk melihat apa yang manusia itu sembunyikan” kata administrator.
Bersambung......