Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 66 Adu domba


__ADS_3

Dengan baju zirah hitam yang pekat dan juga berat “Trrussk... Trrussk...” para prajurit dari pihak manusia mulai berjalan kearah istana raja iblis Del Diablo, dan disaat itu sang pimpinan dari prajurit yang ada disana terlihat sedang senang karena dirinya telah dipilih sebagai pengganti pahlawan untuk sementara waktu. Dia adalah seorang pria dengan wajah yang mana terdapat luka di wajahnya yang membuat dirinya terlihat sangar, dan disaat itu dengan wajah seram dia tersenyum senang karena memikirkan posisinya sekarang ini.


“Hehehe... ini sangat bagus, memang seharusnya aku Lairo yang menjadi pahlawan umat manusia”


“Tetapi perempuan sialan itu Jeant, berani-beraninya dia mempermalukan diriku diarena duel saat itu” pikir Lairo.


Para pahlawan manusia dunia Talant adalah mereka yang mana bisa mengendalikan energy mana dengan baik dan juga memiliki skill sihir yang memadai, terlebih lagi mereka diharuskan memiliki kekuatan untuk bertarung jarak dekat dan juga jauh. Dan karena hal itulah mereka di perintahkan untuk berduel demi menunjukkan kekuatan pahlawan manusia pada seluruh umat manusia yang ada di benua manusia tersebut, dengan duel tersebut para manusia mendapatkan kepercayaan diri mereka dan berani maju ke medan perang.


Jean dipilih sebagai pahlawan walaupun dia adalah seorang wanita karena dia memiliki skill sihir cahaya yang sangat langkah, terlebih lagi dia dapat mengalahkan para lawannya dalam duel dengan mudahnya dan dia juga memiliki kemampuan untuk memimpin pasukan pejuang umat manusia. Terlebih lagi parasnya yang rupawan dan juga cantik membuat para lelaki dari pihak umat manusia berbondong-bondong mendaftarkan diri mereka untuk menjadi pejuang, hanya untuk dapat melihat dirinya.


Lairo sendiri adalah pengguna sihir petir yang cukup kuat, akan tetapi dia dikalahkan dalam hitungan detik oleh Jeant karena tidak fokus dan merendahkan Jeant yang mana adalah seorang wanita.


“Jika aku fokus pada saat itu maka akulah yang akan menjadi pahlawan saat ini”


“Akan tetapi sekarang aku beruntung, karena aku menemukan kalau dia dan juga rekan-rekannya telah kalah di istana iblis”


“Dengan mengambil kesempatan saat raja iblis sedang terluka, aku dapat mengalahkan raja iblis dan pasukannya dengan mudah dan saat itu juga aku akan dikenal sebagai pahlawan di dalam sejarah umat manusia” pikir Lairo.


Dengan wajahnya yang mengerikan Lairo tersenyum-senyum sendiri membayangkan ketenaran yang akan dia dapatkan, dan melihat hal itu para prajurit di pihak manusia langsung putus asa melihat komandan mereka yang mana terlihat menjijikan seperti itu. Lalu disaat itu juga dari jarak 2 Km jauhnya, sesosok rubah merah kecil melihat pasukan prajurit manusia dengan matanya yang memerah seperti darah, dan dengan cepat “Busshkk...” rubah merah itu langsung bergerak dengan kecepatan yang melebihi kecepatan suara.


“Fussh... Fussh... Fussh...” lalu saat itu juga rubah merah itu langsung berubah menjadi iblis manusia setengah rubah dengan dua tanduk di kepalanya, dia berlutut dihadapan Lucian bersama dengan iblis rubah setengah manusia yang lainnya. Dengan aura iblis yang kuat Lucian kemudian langsung mengeluarkan suaranya yang berat dan juga gagah.


“Laporkan hasil pengintaian kalian”


Mendengar perintah dari Lucian para iblis itu langsung memberikan laporan mereka, dan mengetahui kalau pasukan dari 4 iblis bangsawan dan juga umar manusia menuju kearah kastil raja iblis membuat Lucian langsung merasa khawatir, “Truks...” dia langsung keluar dari ruangannya dan meninggalkan para iblis manusia setengah rubah tersebut di dalam ruangan tersebut.


“Terus intai mereka dan berikan kabarnya secara bertahap, aku akan pergi memberitahukan ini pada sang raja iblis”


Mendengarkan perintah dari Lucian “Frushkk...” para iblis manusia setengah rubah tersebut langsung menghilang kedalam bayang-bayangan. Di saat itu dengan panik Lucian langsung menuju kearah ruangan Del Diablo. “Trrusk...” dengan cepat dia langsung membuka pintu besar di ruangan singgasana Del Diablo, “Srraahkk...” disana Lucian melihat Rey sedang bermeditasi diatas singgasana miliknya.


Aura iblis yang kental dan juga kuat terasa sangat jelas di sekitar tubuh Rey, dan disana “Dussk...” Lucian langsung berlutut di depan Rey yang mana sedang bermeditasi, mengetahui kalau Lucian ada di dalam ruangannya Rey langsung membuka matanya.


“Ada apa kau datang kemari Lucian”


Dengan nada santai namun sangat mendominasi Rey kemudian menanyai Lucian, takut dan juga khawatir Lucian lalu menjawab pertanyaan Rey.

__ADS_1


“Tuanku... ada masalah besar, pasukan ke 4 iblis bangsawan dan juga manusia sedang menuju kemari tuan”


“Ada kemungkinan tujuan kedua pasukan itu adalah untuk menghabisi anda”


Mendengarkan hal itu Rey langsung tersenyum, itu karena apa yang di katakan oleh Lucian sangat sesuai dengan apa yang dia bayangkan, dan dengan senyuman kecil di wajahnya Rey kemudian “Trukks...” bangkit dari singgasana miliknya.


“Kalau mereka datang maka kita akan menghadapi mereka, namun aku tidak yakin kalau mereka akan sampai disini dengan keadaan utuh”


Saat Rey mengatakan hal itu Lucian terlihat bingung dengan perkataan tuannya itu, melihat wajah bodoh Lucian itu membuat Rey menghela nafasnya.


“Haaah... kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan bukan...??”


Tanya Rey dengan tatapan mengancam, melihat tatapan itu Lucian menjadi sedikit takut dan menjawab pertanyaan Rey dengan cepat.


“Sudah aku lakukan tuan, semuanya sudah sesuai dengan anda perintahkan”


Sambil berjalan santai Rey yang mana di temani oleh Lucian langsung pergi kepuncak tertinggi dari kastil miliknya, dan disana dia telah menyiapkan sebuah ruangan khusus yang mana memiliki cukup banyak pelindung dan juga sebuah alat sihir cermin untuk mengintai.


“Ini bagus juga, sekarang kita bisa melihat drama yang akan mereka tunjukkan pada kita”


“Bagus dengan begini aku telah lepas, sekarang adalah untuk menyembuhkan para rekanku”


Tampa curiga sedikitpun Jeant “Busshk...” langsung menghancurkan kurungan yang mengurung dirinya, dan dia langsung pergi ke sebelah kurungan tempat dirinya di kurung dan mulai menyembuhkan para rekannya yang di kurung disebelah dirinya. Dengan skill sihir cahaya miliknya yang langkah Jeant dengan mudah dapat menyembuhkan mereka semua satu demi satu, dan beberapa detik kemudian.


“Ugghkk... dimana aku...??”


“Haah-haah... tampaknya kita masih hidup”


Para rekan Jeant langsung tersadar dan kemudian bangkit berdiri untuk menyapa Jeant, dengan senangnya Jeant kemudian langsung menyapa para rekannya tersebut.


“Kalian semua sudah baikan”


“Ketua apa kau yang menyelamatkan kami...??”


Saat itu para rekan Jeant yang telah sadar merasa senang melihat sang pahlawan yang mereka ikuti, akan tetapi beberapa saat kemudian mereka sadar kalau mereka ada di dalam sebuah kurungan penjara di kastil iblis.

__ADS_1


“Ketua apa kau gagal membunuh raja iblis Del Diablo..??”


Tanya salah satu rekan Jeant dengan wajah serius, dan saat itu juga dengan wajah yang tertunduk Jeant menjawab pertanyaan rekan-rekannya itu.


“Yah... aku gagal mengalahkannya, saat itu aku sudah sangat yakin telah berhasil menusuk jantungnya”


“Akan tetapi dia entah kenapa dapat bangkit lagi setelah jantungnya tertusuk”


Mendengarkan perkataan dari Jeant para rekan Jeant tersebut langsung kehilangan harapan, mereka menundukkan kepalanya dan mulai putusasa.


“Sialan jadi mahluk itu abadi atau apa”


“Kita tidak bisa mengalahkannya”


“Umat manusia tampaknya sudah di takdirkan kalah di tangan para iblis”


Mendengarkan perkataan putusasa dari rekan-rekannya tersebut “Srringgs...” menggunakan skill miliknya, Jeant memanggil suci miliknya, “Trranggs...” dan hentakan pedangnya yang dia tusukan ketanah para rekan Jeant langsung terkejut dan melihat kearah dirinya. Dan dengan tatapan penuh amarah Jeant kemudian mulai angkat suara.


“Apa cuman begini saja, apa cuman begini tekat kalian semua”


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2