
Kekuatan, kekuasaan dan juga bakat, semua itu telah dimiliki oleh Triantara sejak dia lahir, dan karena ayahnya adalah malaikat dengan posisi yang tinggi dirinya menjadi sangat sombong dan memperlakukan para orang-orang disekitarnya lebih rendah dari dirinya. Akan tetapi pada saat itu dirinya dipukuli dan juga di permalukan oleh Lucifer yang mana memiliki kekuatan lebih kuat dari ayahnya, dan karena mengetahui kalau dirinya sama sekali tidak bisa menang melawan Lucifer “Dusshkk...” Triantara kemudian menundukkan kepalanya dan menahan malu sembari memohon kepada Lucifer.
“Tuan Lucifer... mohon maafkan aku atas kesombonganku, aku berjanji tidak akan pernah menginjakkan kaki di lantai ini lagi”
Mendengarkan hal itu Lucifer langsung tertawa kecil sambil melihat kearah Triantara yang mana berlutut dihadapannya, dan dengan perasaan puas Lucifer kemudian memperbolehkan Triantara untuk pergi dari hadapannya.
“Baiklah kalau begitu, mengingat karena kau masih muda maka aku akan membebaskan kalian... akan tetapi kalau aku melihat kau ataupun para rekanmu berada dilantai ini lagi maka jangan salahkan aku jika berbuat kasar”
Setelah mendengarkan hal itu “Frrussk...” dengan cepat Triantara dan juga para rekan-rekannya langsung bergerak, mereka “Bushkk...” terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk bisa pergi menjauhi Lucifer. Sementara melihat Triantara yang mana pergi tersebut Lucifer kemudian langsung melihat kearah Jeant, dan dirinya tersenyum dengan senyuman liciknya dan “Taask...” langsug memegang pundak Jeant, dengan nada santai dia kemudian langsung mengajak pergi Jeant dari lantai tersebut.
“Sekarang mari kita pergi dari sini”
Saat itu Lucifer langsung mengeluarkan sebuah alat dari penyimpanannya, dan dengan alat tersebut “Trringgs...” Lucifer dan juga Jeant langsung di pindahkan ke tempat yang lainnya. Sementara itu para pendaki baru yang mana menyaksikan hal itu hanya bisa terdiam, mereka tidak menyangka akan melihat kejadian yang sangat bersejarah disana. Dan lalu salah satu pendaki baru yang mana ada disana terlihat sangat tertarik pada Jeant, dengan tudung kepala dan juga jubah yang menutupi tubuh dan juga wajahnya dia “Frruskk...” langsung pergi dari tempat itu untuk menuju ke kota terdekat.
Sementara itu “Trranggs...” Rey yang mana sedang bosan di tempat tinggalnya langsung pergi menggunakan item miliknya, dia menggunakan kartu pass hadiah dari sistem untuk menuju ke lantai 10 menara. Di lantai itu terdapat sebuah kota besar yang mana di kelilingi oleh benteng yang sangat besar, dan dengan rasa penasaran Rey langsung pergi kedalam kota itu, di dalam kota itu dia menggunakan jubah tudung untuk menutupi identitas miliknya.
Ketika Rey sedang berjalan-jalan kedalam kota dia melihat para iblis yang mana adalah seorang pendaki sedang berjalan secara berkelompok, melihat hal itu Rey kemudian memutuskan untuk mengikuti sekelompok iblis tersebut dan disana dia melihat kalau para iblis itu memasuki sebuah tempat khusus yang mana dijaga oleh sosok iblis besar dengan tinggi 2 meter dengan dua tanduk dan mata merah yang menyala. Melihat hal itu Rey kemudian langsung berjalan santai kearah iblis berbadan besar tersebut, dan dengan wajah yang garang iblis berbadan besar itu kemudian langsung bertanya kepada Rey.
“Siapa kau...?? tempat ini hanya bisa di masuki oleh para bangsawan dari ras iblis saja”
__ADS_1
Mendengarkan hal itu Rey kemudian langsung menatap mata dari iblis berbadan besar itu, dan disaat yang ketika Rey mengeluarkan suaranya.
“Apa menurutmu... aku tidak pantas disebut sebagai bangsawan...??”
“Srraahkk...” secara tiba-tiba aura dominasi dari skill Garis darah Arc Demon milik Rey langsung aktif, dan aura itu membuat iblis berbadan besar itu “Drussk... Dussk...” langsung berlutut dibawah kaki Rey. Merasakan aura milik Rey yang besar itu, iblis berbadan besar itu langsung tahu kalau yang ada dihadapannya adalah ras iblis dari keluarga kerajaan dan dia juga tahu kalau dia akan mati jika tidak memperlakukan Rey dengan baik.
Lalu dengan nada hormat iblis berbadan besar itu langsung berbicara baik-baik pada Rey sambil menundukkan kepalanya.
“Maafkan aku tuan... aku tidak menyangka kalau salah satu dari keluarga kerajaan akan datang kemari, kalau anda memang ingin masuk maka silahkan masuk tuan”
Mendengarkan hal itu Rey langsung tersenyum kecil dan “Taask...” sambil memegang bahu iblis berbadan besar itu Rey membisikkan sesuatu pada dirinya.
Saat mendengarkan kata-kata dari Rey, iblis berbadan besar itu dapat merasakan hawa ingin membunuh dari setiap bisikan katanya, dan hal itu membuat dia merinding dan menjadi sedikit kebingungan. Akan tetapi “Trrassk...” Rey secara tiba-tiba meremas pundak dari iblis berbadan besar itu, dan hal itu membuat iblis berbadan besar itu langsung menjawab pertanyaan dari Rey dengan cepat.
“Aku mengerti tuan... jangan khawatir aku tidak akan memberitahu siapapun tentang anda”
“Bahkan jika aku harus membuat sumpah dengan mana maka aku akan lakukan sekarang”
Mendengarkan hal itu Rey kemudian langsung tersenyum kearah iblis besar itu, “Duk-tuk... tuk-tuk...” dan dengan santainya Rey kemudian langsung masuk kedalam tempat tersebut, di luar tempat itu hanyalah sebuah bangunan kecil yang mana kumuh dan tidak di perhatikan oleh orang-orang, namun ketika Rey memasuki tempat itu “Frruuhkk...” Rey merasa terkejut bisa melihat tempat yang sebesar itu.
__ADS_1
“Ini... sebuah arena...” pikir Rey.
Tempat itu adalah tempat dimana para iblis bersenang-senang dengan melakukan pertarungan, dan biasanya para iblis lain yang menonton akan mempertaruhkan poin-poin milik mereka dan melihat darah yang keluar dari petarung yang akan bertarung di dalam arena. Disana Rey langsung mulai tertarik, itu karena sudah cukup lama dia tidak melihat duel seperti itu, akan tetapi pada saat itu “Crrastt.. Crrastt..” Rey dibuat terkejut dengan sosok yang ada di arena tempat itu.
“Dia....” pikir Rey yang terkejut.
Saat ini di dalam arena ada seorang petarung yang mana dibuat bertarung melawan para monster beruang dengan besar 3 meter dan tubuh yang keras seperti baja, monster beruang itu juga mengeluarkan aura dari kekuatan iblis yang menandakan kalau dirinya adalah monster keluarga iblis. Namun saat itu Rey tidak terkejut pada monster beruang keluarga iblis itu, akan tetapi lawan dari monster itu “Trranggs...” adalah sosok yang mana sangat dia kenali.
Dengan crosbow miliknya petarung itu melawan monster beruang tersebut, dan karena setiap serangannya monster beruang itu menjadi marah.
“GROAARRR...”
Energy iblis langsung mengalir dengan derasnya kedalam kedua cakar monster beruang tersebut, dan dengan cepat “Bushkk...” monster beruang itu langsung menyerang kearah petarung tersebut, dan “Srraahkk...” serangan cakaran dari monster beruang itu berhasil melepaskan topeng dari petarung itu. Lalu dibalik topeng itu tidak lain dan tidak bukan adalah Gilang yang mana rekan Rey dan juga Reza yang juga berasal dari bumi, melihat kondisi dari Gilang yang telah menaiki menara sampai lantai ke 10, Rey langsung berpikir kalau Reza juga pasti telah menaiki menara sampai lantai yang jauh diatas mereka.
“Gilang yang aku kenali adalah sosok yang tidak menyukai pertarungan yang tidak diperlukan... jadi sedang apa dia ada disini” pikir Rey.
Bersambung....
Berikan dukungan kalian semua kalau misalnya kalian menyukai cerita yang ada di dalam novel ini dengan cara : Like, Komen, Giff, dan Vote yah, dengan begitu penulis akan merasa sangat berterimakasih karena karyanya telah dihargai, Ok....
__ADS_1