
Di dalam sebuah gedung yang mana telah runtuh karena kehancuran tersebarnya para parasite mayat, di saat itu sebuah lubang tercipta dan di dalamnya terlihat para zombie satu demi satu mengorbankan diri mereka untuk berubah menjadi bagian dari dalam sarang tersebut, “Grrr...” di dalam sarang itu terdapat 5 zombie mutan yang mana lebih kuat dari para zombie-zombie yang biasanya. Dan mereka berlima melindungi sesosok zombie perempuan yang mana adalah ratu para zombie, sosoknya terlihat seperti zombie yang biasanya akan tetapi tubuh bagian bawahnya telah berubah menjadi sebuah tempat penampungan telur para parasite mayat yang besar.
Ratu zombie memiliki kemampuan khusus yaitu melahirkan para zombie mutan yang mana adalah tubuh baru bagi para parasite mayat, dengan darah dan juga daging para orang-orang yang masih hidup dia dapat menciptakan pasukan tak terbatas, oleh karena itulah ratu zombie memiliki banyak poin kristal di dalam tubuhnya. Dan saat itu juga “Bomskk... Bomskk...” puluhan calon pendaki langsung menuju ke sarangnya, mereka semua mengincar poin yang mana di miliki oleh ratu zombie tersebut.
“Terus tembak sarang itu”
“Kita akan pancing dia keluar dari sarangnya, kalau tidak maka kita akan kubur dia hidup-hidup dibawah tanah”
Para calon pendaki tersebut memiliki rencana khusus untuk mengalahkan ratu zombie dengan memancingnya keluar, dan karena sarangnya di ganggu oleh para calon pendaki tersebut ratu zombie terlihat marah besar.
“ROAARR...”
Dengan kemarahannya dia mengeluarkan teriakan yang luar biasa kuatnya, dan para zombie yang mana ada di jarak 10 KM dari ratu zombie langsung mulai berdatangan untuk menghadap ratu mereka. Saat itu “Trraak...” ribuan zombie mulai berdatangan, dan mereka mulai mengepung para calon pendaki yang ada di luar sarang ratu zombie tersebut, “Srrast... Crrasst...” di saat itu juga peperangan langsung di mulai, para calon pendaki mulai melawan para zombie yang mana mengepung mereka, akan tetapi karena kalah dalam hal jumlah para calon pendaki mulai terdesak di tempat itu.
Sementara itu dari atas sebuah atap bangunan besar, Gilang terlihat sedang melihat situasi yang terjadi di tempat itu, dan di sana menggunakan skill miliknya dia memperkuat penglihatannya dan memeriksa situasi yang ada di tempat tersebut. Dengan cepat dia menemukan beberapa kelompok lain yang mana juga telah bersiap-siap untuk menyerang ketika para zombie dan juga para calon pendaki yang bertarung tersebut telah kelelahan, melihat hal itu “Frusk...” dengan sebuah bendera kecil Gilang langsung memberikan tanda ke arah Rey yang ada di bawah bangunan tersebut.
Saat itu Rey melihat kibasan bendera kecil yang di berikannya pada Gilang.
“Jadi kelihatannya pertarungannya akan selesai, dan juga ada 2 kelompok lainnya yang memiliki rencana sama dengan kita”
__ADS_1
Mendengarkan perkataan dari Rey para calon pendaki yang mana ada di kelompoknya langsung bersiap, mereka telah memutuskan untuk bertarung agar bisa selamat dari ujian tutorial terakhir kala itu dan mereka telah bertekad akan bertarung walaupun harus membunuh orang lain. Melihat situasi disekitarnya Bella merasa tidak nyaman, itu karena dia dapat melihat secara samar-samar tali hitam yang mana ada di leher orang-orang di kelompoknya, saat itu juga “Trrukks...” Bella langsung memeluk Rey dengan erat.
“Hmm... kau tidak apa-apa Bella...??”
Saat itu Rey merasa heran dengan Bella yang terlihat khawatir, itu karena dia tahu kalau Bella itu lebih dewasa dari pada anak-anak pada umumnya, namun pada saat itu Bella kelihatan takut karena dia samar-samar melihat tali hitam di leher Rey yang mana hilang dan muncul secara cepat. Melihat hal itu Rey tiba-tiba menyadari kalau Bella hanya merasa khawatir pada dirinya dan para calon pendaki yang ada di kelompoknya, dan “Trrak...” dengan sebuah usapan kepala yang lembut Rey mulai meyakinkan Bella saat itu juga.
“Jangan khawatir, aku tidak akan mati”
Mendengarkan hal itu secara tiba-tiba Bella langsung mengumpulkan energy mana kematian disekitarnya, “Srrahkk...” dan energy itu kemudian langsung mengalir dengan halus dan perlahan keseluruh tubuh Rey, energy mana kematian tersebut berubah menjadi sebuah armor tak kasat mata yang mana dapat terlihat seperti jubah abu-abu keputihan dari sudut mata Rey.
“Terimakasih...”
“Gaahkk...”
“Aaahkk...”
Saat itu juga para kelompok calon pendaki yang mana sedang bersembunyi kemudian dipaksa untuk keluar, mereka terhempas karena serangan bola-bola api yang mengarah kearah mereka, dan di sana kelompok calon pendaki yang mana sedari tadi bertarung melawan para zombie itu langsung tersadar kalau kelompok mereka dijadikan umpan untuk menyerang para bawahan ratu zombie tersebut. Disaat itu juga “Grrr... Roaar...” para zombie yang masih ada dalam pengaruh ratu zombie mulai menyerang para calon pendaki yang terhempas tersebut, “Crrast...” mereka langsung menyerang dengan buasnya ketika melihat para manusi di depan mata mereka.
“Sialan rencana kita gagal”
__ADS_1
“Ketua kita harus mundur sekarang juga”
“Gaahkk...”
“Serang balik, serang para zombie itu dan rebut poin-poin mereka”
Dengan satu serangan tempat itu kemudian langsung kacau balau, dan disana Rey dan kelompoknya langsung mengendap-endap masuk sambil mengambil poin-poin dari para pendaki yang mana kalah oleh serangan para zombie yang ada. Dan saat itu juga “Fusshkk...” kelompok Rey dan yang lainnya langsung masuk kedalam sarang dari ratu zombie tersebut, dan disana mereka menemukan para zombie mutan yang mana menjaga ratu mereka.
“Ada empat zombie mutan, ini mungkin sedikit sulit” pikir Rey.
Dan disaat itu juga “Tik... Tik...” secara tiba-tiba Rey merasakan adanya air liur yang menetes di sebelah wajahnya, dan dengan cepat Rey bergerak sambil mengeluarkan pisaunya, “Groaar...” akan tetapi disaat itu juga zombie mutan kelima langsung menerjang kelompok Rey dari atas mereka. Menggunakan tangan dan juga kakinya yang kuat zombie mutan itu menggelantungkan dirinya diatas atap, dan saat kelompok Rey teralihkan oleh keempat zombie mutan yang lainnya dia menyerang langsung dari atas mereka untuk memberikan serangan mematikan.
“Crringgs....” namun pada saat itu juga “Funggs... Funggs...” dengan cepat Rey langsung melemparkan ke 5 pisau lempar miliknya, “Crrast... Crrast... Crrast...” dan ke 5 pisau itu langsung mengenai punuk dari zombie tersebut dan membuat parasite mayat di dalam dirinya terluka parah. Karena hal itu “Dussk...” kelompok Rey selamat karena zombie itu tidak bisa menyerang karena kesakitan, “Kiiekk....” parasite mayat di tubuhnya menjerit kesakitan dan membuatnya tidak bisa menggerakkan tubuh inang zombie miliknya.
Melihat zombie mutan tersebut sedang tidak bisa bergerak, “Bushkk...” dengan cepat Reza langsung mengambil kesempatan itu, dan dengan pedang miliknya.
“Skill pedang iblis”
“Sringgs...” Reza dengan mudahnya memenggal kepala dari zombie mutan tersebut, akan tetapi hal itu dapat dirasakan oleh ratu zombie dan membuatnya semakin marah “GROAAARR...” ratu zombie langsung mengeluarkan teriakannya dan para zombie mutan yang tersisa langsung terpengaruh oleh teriakan tersebut. Tubuh dari para zombie mutan itu langsung mengeluarkan energy mana hitam yang aneh, dan bahkan membuat aura disekitar mereka menjadi dingin dan juga kusam, melihat hal itu Rey langsung bisa tahu kalau para zombie mutan yang ada di depan mereka telah menjadi lebih berbahaya dari sebelumnya.
__ADS_1
Bersambung....