Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 98 Pertarungan antara dua mahluk pendatang bagian 2


__ADS_3

Dua kekuatan yang sangat kuat bertabrakan satu sama lainnya “Bomshkk... Bummshkk...” kedua ledakan kekuatan itu terdengar keseluruh dunia Wildian, dan para monster penghuni dunia Wildian mulai bersembunyi ketakutan karena takut akan kedua sosok tersebut. Sementara itu para monster yang mana telah berada dibawah kendali Rey sama sekali tidak beranjak dari tempat mereka, itu karena mereka memiliki keyakinan yang kuat akan pimpinan mereka.


“Gaahahah... kau sudah lelah mahluk kecil”


Saat itu Dagant yang mana penuh luka terlihat mulai bersenang-senang bertarung melawan Rey, dan Rey sendiri juga mulai terluka parah dan bahkan “Crrast...” tangan kirinya telah berhasil Dagant potong menggunakan cakar miliknya. Melihat tangannya yang mana putus dan mengeluarkan cukup banyak darah, “Tringgs...” Rey langsung menutup luka potongan tangannya itu dengan menggunakan skill sihir api miliknya “Burrn...” melihat apa yang di lakukan oleh Rey membuat Dagant menjadi sangat bersemangat.


“Hehehe... tindakan yang sangat berani, aku suka itu”


“ROOAARR...”


Dengan menggunakan raungan miliknya dia mengeluarkan asap hitam yang mana mengandung energy kegelapan yang unik, asap hitam itu kemudian langsung berubah menjadi bentuk “Burnn... Burnn...” puluhan bola berapi hitam yang mana melayang di sekitar Dagant. Dari setiap bola api hitam yang berterbangan tersebut Rey dapat merasakan energy mana yang sangat besar, dan itu membuatnya langsung bersiap-siap dengan rencanannya.


Melihat tindakan dari Rey “Srraahkk...” dari penglihatan Dagant dia dapat melihat adanya beberapa energy mana unik yang mana bukan berasal dari tubuh Rey, dengan senyuman yang mengerikan Dagant kemudian langsung menyerang Rey “Frushkk... Frushkk... Frushkk...” puluhan bola api yang mana melayang tersebut langsung terbang kearah Rey. Bola-bola api itu melayang dengan cepat, akan tetapi di hadapan mata Rey bola-bola api hitam tersebut terlihat sangat lambat, dan “Bushhk...” dengan satu lompatan kuat Rey kemudian langsung melayang diatas angkasa untuk menghindari serangan bola-bola api hitam tersebut.


Dagant yang melihat hal itu langsung tertawa dan berkata.


“Gahahak... kau pikir dapat melarikan diri, jangan harap”

__ADS_1


“Frushkk... Frushkk...” dengan cepat bola-bola api hitam tersebut langsung terbang menungkik keatas dan mengejar Rey, melihat hal itu dengna sihir hutan miliknya “Tringgs...” Rey mengumpulkan energy mana element hutan di jari telunjuknya. “Trringgs...” dengan energy mana yang berkumpul di ujung telunjuk jari Rey, “Trunggsst...” Rey langsung menghantamkan sebuah serangan laser berwarna hijau kearah puluhan bola api hitam tersebut.


“Bomsh... Bomshkk...” karena serangan itu beberapa bola api hitam tersebut hancur dan meledak, akan tetapi “Frrushkk...” beberapa bola api hitam masih tersisa dan tetap mengejar Rey yang mana telah turun dan akan mendarat di tanah. Tapi pada saat itu juga “Bummnggshhk...” dengan menggunakan kekuatan otot kakinya, Rey menendang udara dan membuatnya melesat kearah depannya dan dengan cepat dia berbalik saat telah mendarat di tanah “Ttraaskk..” dia mulai mengalirkan energy mana miliknya kedalam tanah.


Dan menggunakan sihir tanah miliknya “Tusnkk... Tusnkk... Tusnkk...” puluhan dinding tanah langsung mencuat dari bawah tanah gunung berapi tersebut, dan puluhan dinding tanah itu kemudian “Bomshkk... Bumshkkk...” menghadang seluruh bola-bola api hitam yang tersisa tersebut. Dan ketika puluhan bola api hitam miliknya telah dihilangkan seluruhnya “Bushkk... Fusshkk...” dengan cepat Dagant langsung melesat kearah Rey, dia telah bersiap dengan taring dan juga cakar miliknya untuk menyerang Rey.


“Durrskk... Krraassk...” dengan cakar miliknya Dagant dengan mudahnya menghancurkan dinding batu yang ada di hadapannya dengan mudah, dan ketika dia “Bussrrkk...” telah menghancurkan dinding terakhir disaat itu Dagant di buat kebingungan. Rey sama sekali tidak ada disana dan bahkan aura dan hawa kehidupannya tidak dapat dirasakan oleh Dagant, ketika Dagant melihat disekelilingnya dan juga keatas langit dia sama sekali tidak dapat menemukan Rey, disaat itu Dagant bingung akan kemana Rey bersembunyi.


“Dimana mahuk kecil itu...?? apa jangan-jangan dia melarikan diri”


“Mahluk kecil.... apa yang sebenarnya kau lakukan...??”


Dagant saat itu melihat energy mana yang sangat besar yang mencakup seluruh wilayah gunung berapi tersebut, dan karena hal itulah Dagant tidak dapat melihat perubahan energy mana yang ada disekelilingnya. Namun Dagant menyadari kalau energy mana tersebut berpusat pada satu titik, dan titik tersebut mengeluarkan energy mana tiga warna yang sangat unik, melihat hal itu “Burnnt...” Dagant dengan kuatnya menyalakan api hitam dari mulutnya dan “Frushskk...” dia langsung menyemburkan api hitam dari mulutnya tersebut kearah bawahnya.


“Frusshkk...” semburan api hitam tersebut langsung melesat kearah tanah, dan disana Rey yang mana telah menyelam kedalam tanah menyadari hal itu dan “Bumshkk...” ledakan besar muncul ketika semburan api hitam tersebut menyentuh tanah, area gunung berapi yang mana di penuhi oleh batu panas dan juga lava hancur dalam sekejab mata saja. Dan di balik kumpulan asap ledakan tersebut “Trringgs...” ada tiga buah cahaya yang mana telah menyatu, dan disanalah Rey berdiri.


Melihat apa yang terjadi pada Rey membuat Dagant merasa sangat senang dan tertawa dengan lepasnya.

__ADS_1


“Gahahah... bagus-bagus sekali, kau ternyata sangat gila”


Rey yang mana sedari tadi ada di dalam tanah sebenarnya sedang melahap tiga inti monster kelas raja yang mana dia dapatkan dari Gu Mia, dan ketiga inti monster itu sekarang ini telah menjadi satu kesatuan dengan diri Rey, akan tetapi “Krrak... Trrassk...” karena terburu-buru menggunakan ketiga inti monster tersebut tubuh milik Rey terlihat tidak akan bertahan lama menggunakan kekuatannya. Akan tetapi pada saat itu Rey telah bertekad, karena dia memiliki rencananya sendiri.


“Ini adalah kekuatanku yang sekarang... aku merasakan kekuatan yang sangat luar biasa”


“Namun tampaknya ini tidak stabil... sekarang dengan ketiga inti yang aku lahap, aku hanya membutuhkan satu inti monster lagi”


“Dan dengan mengalahkan Dagant aku dapat mendapatkan inti monster kelima, dan mendapatkan hadiah dari sistem menara” Pikir Rey.


Rey saat ini mempertaruhkan nyawa miliknya oleh hadiah dari misi rahasia yang diberikan oleh menara, dan dengan kekuatan miliknya yang meluap-luap tersebut “ROOOARRR....” Rey mulai mengeluarkan raungan miliknya. Mendengarkan raungan seluruh monster yang ada di dunia Wildian langsung menundukkan kepala mereka, mereka seperti mendengarkan sebuah raungan dari penguasa mereka dan raja mereka yang sesungguhnya, sementara itu Dagant yang mendengarkan raungan tersebut tetap berusaha untuk mengangkat kepalanya.


“Luar biasa... aura penindasan yang sangat luar biasa”


“Aura ini bahkan memaksa diriku untuk menundukkan kepala pada dirinya, ini pasti akan menarik” pikir Dagant.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2