Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 96 Dia yang mempermainkan semua mahluk


__ADS_3

Energy besar yang mana terpancarkan dan juga teriakan dari rubah berekor 10 membuat Dagant langsung bangkit dari sarangnya, dia “Frrusk...” mengembangkan sayapnya dan bersiap untuk menyerang Rey, akan tetapi pada saat itu juga “Srraak... Trraak...” dengan aura dingin yang mana mengelilingi gunung api tersebut, sebagian besar wilayah kekuasaan Dagant langsung membeku ketika dirinya berjalan dan menghadap kearah Dagant. Dengan senyuman yang menakutkan Dagant kemudian langsung bertanya pada sosok yang mana telah mendatangi wilayahnya itu.


“Sedang apa kau datang kemari...??, raja monster serigala Ferrist”


Ferrist yang mana datang sendirian kesarang Dagant terlihat telah bersiap untuk bertarung melawan Dagant, dari tubuhnya terpancar energy mana element es yang sangat kuat, dan bukan hanya itu saja di dengan aura yang keluar dari tubuhnya terlihat sangat jelas kalau Ferrist memiliki lebih dari satu inti monster di dalam tubuhnya. Dengan aura membunuh yang kuat tersebut, Ferrist kemudian langsung mengancam Dagant dan menantang dirinya.


“Naga hitam Dagant, hari ini adalah akan menjadi hari kematianmu”


“Aku sebagai raja monster yang mana melindungi dunia ini, akan membinasakanmu sekarang juga”


“Semua itu demi rekan-rekan sesama ras ku, dan juga para pendahuluku para raja monster yang mana mengorbankan diri mereka untuk melawanmu”


Mendengarkan perkataan dari Ferrist membuat Dagant langsung tertawa dengan kerasnya.


“Gahahaha... Hahahaha.... kau ingin mengalahkanku dan menghabisiku kau bilang”


“Jangan bermimpi siang bolong serigala bodoh, apa kau pikir sosok raja monster lemah seperti dirimu dapat mengalahkanku”


“Aku puji keberanianmu itu... akan tetapi kau akan bernasib sama seperti para pendahulumu, kau juga akan berakhir di dalam perutku”


Mendengarkan hal itu membuat Ferrist geram “Grrr....” dengan cepat “Bushkk...” Ferrist langsung melesat kearah Dagant, dan menggunakan cakar miliknya “Crringgs...” Ferrist langsung menyerang kearah Dagant dengan menggunakan kedua cakar kaki depannya. “Srrang... Srrang... Srrang...” setiap cakaran dari Ferrist mengandung energy mana element es yang sangat kuat, itu di buktikan dari setiap serangannya yang mana memiliki kekuatan membekukan segalanya, namun serangan tersebut “Fusshkk... Fusshkk...” dapat dengan mudah di hindari oleh Dagant sang naga kegelapan, dia bahkan hanya tersenyum melihat setiap serangan yang dilancarkan oleh Ferrist.


Dengan senyuman diwajahnya Dagant kemudian langsung “Bushkk...” melompat mundur dan “Brushkk...” menembakkan api hitam dari mulutnya, melihat api hitam itu “Bushkk...” Ferrist langsung melompat kesamping untuk menghindari serangan api hitam tersebut “Bomshk...” akan tetapi “Srahhk...” percikan api hitam yang mana meledak itu langsung mengenai beberapa bagian tubuh Ferrist. Dengan wajah kesakitan Ferrist lalu merasakan rasa sakit dari api hitam milik Dagant.

__ADS_1


“Api ini terlalu berbahaya, serangannya bukan hanya melukai kulit namun juga menyerang mental”


“Aku harus berhati-hati menghadapi dirinya” pikir Ferrist.


Melihat Ferrist yang mana sedang memasang kuda-kuda untuk serangan jarak jauh, Dagant langsung tersenyum dan “Frrushkk...” dia langsung mengembangkan kedua sayapnya di hadapan Ferrist. Dengan nada sombong Dagant kemudian meneriakan sesuatu pada Ferrist.


“Ada apa serigala kecil... jangan bilang kalau kau takut denganku”


Marah dan juga kesal dengan kata-kata dari Dagant membuat Ferrist langsung kehilangan kendali, “Grooaar...” dia kemudian langsung menggunakan skill sihir es miliknya dengan skala yang sangat besar “Trranggs...” sebuah lingkaran es raksasa kemudian langsung muncul diatas wilayah Dagant. “Srraahkk...” lingkaran sihir besar itu kemudian langsung mengumpulkan partikel energy mana yang ada di udara, dan “Trraak... Srrak...” dengan mudahnya lingkaran sihir itu menciptakan sebuah bongkahan es raksasa dengan diameter 20 meter.


Disaat itu Ferrist yang mana kelelahan karena menggunakan hampir seluruh kekuatannya energy mana miliknya langsung tersadar, dia melihat keatas langit dan mengetahui kalau dirinya menggunakan skill sihir terkuat miliknya.


“Sialan... apa yang sebenarnya terjadi, kenapa aku bisa berbuat seceroboh ini...??” pikir Ferrist.


Melihat wajah Ferrist yang panik dan juga kebingungan membuat Dagant tertawa.


Mendengarkan perkataan dari Dagant dengan nada keras dan membentak, Ferrist kemudian bertanya pada Dagant tentang apa yang sebenarnya terjadi.


“Naga hitam sialan... kau-kau apa yang kau lakukan padaku...??”


Dengan senyuman sinis diwajahnya Dagant kemudian menjawab pertanyaan dari Ferrist.


“Heheh... tidak ada, aku hanya membuat dirimu jatuh dalam pengaruh skill Profokasi milikku”

__ADS_1


“Hanya itu saja, kau saja yang tidak bisa mengendalikan emosimu dan jatuh kedalam skill milikku”


Mendengarkan hal itu Ferrist merasa marah besar, akan tetapi saat itu dia langsung mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak jatuh kedalam pengaruh skill milik Dagant, sementara itu “Frrushkk...” Dagant langsung terbang “Bushhkk...” menggunakan kedua sayap miliknya. Dagant terbang langsung kearah bongkahan es raksasa tersebut, dan menggunakan api hitam miliknya “Burrnnt...” dia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan api hitam dan “Dushhkk... Bummshkk...” menabrakkan diri kearah bongkahan es raksasa tersebut.


“Trrrakk... Bummhk...” bongkahan es raksasa itu kemudian langsung meledak dan terpecah belah, “Trraskk... Krrushkk...” satu demi satu pecahan bongkahan es tersebut kemudian mulai berjatuhan kearah wilayah gunung berapi itu. Disaat itu “Bushhkk...” Ferrist langsung melompat kesana kemari demi menghindari jatuhnya bongkahan es tersebut, “Bushk...” lalu disaat Ferrist berada diatas udara “Frushkk...” secara tiba-tiba Dagant langsugn berada disampingnya dan “Dusshkk...” menggunakan kibasan dari ekor miliknya Dagant langsung menyerang Ferrist dengan kuatnya.


“Fushhkk... Bummshkk...” Ferrist langsung terhempas dan juga terluka parah karena serangan tersebut, dia merasakan bahwa beberapa tulangnya “Krrakk...” retak dikarenakan serangan dari Dagant, akan tetapi “Tuskk...” Ferrist tetap berusaha untuk berdiri tegak setelah menerima serangan telak tersebut. “Frrushk... Bushhk...” Dagant kemudian langsung mendarat ketanah, dan disaat dia melihat kondisi Ferrist dia lalu langsung tertawa dan merendahkan Ferrist.


“Gahahah... serigala kecil, kenapa kau tidak menyerah saja”


“Kalau kau menyerah sekarang maka akan aku pikirkan untuk membuatmu menjadi bawahanku”


Mendengarkan kata-kata dari Dagant membuat Ferrist langsung tertawa.


“Hahah... Uhhukk... kau pikir aku akan menyerah begitu saja dengan luka kecil seperti ini”


“Jangan bercanda kadal hitam jelek, aku lebih memilih bertarung sampai mati dari pada harus tunduk pada dirimu”


Mendengarkan hinaan dari Ferrist membuat Dagant menjadi kesal, “Srraahkk...” disaat itu dirinya langsung mengumpulkan energy mana yang sangat besar dari inti monster miliknya, dan energy mana tersebut langsung dialirkan ke tenggorokannya dan “Burnn...” Dagant langsung menciptakan sebuah bola api hitam besar yang keluar dari mulutnya. “Frrushkk... Frrushkk...” bola api hitam itu melayang-layang diatas kepala Dagant, dan dengan kendali sihirnya Dagant “Fushhkk...” langsung melemparkan bola api hitam besar tersebut kearah Ferrist.


Melihat hal itu Ferrist tidak hanya diam saja, “Srraahkk...” dia juga ikut mengumpulkan sisa-sisa energy mana yang ada di inti monster miliknya, “Trrangs... Krrassk...” dan menggunakan energy mana tersebut Ferrist kemudian langsung menciptakan sebuah pedang es raksasa yang mana mengandung energy mana elements yang sangat murni. Akan tetapi “Dusk...” pada saat itu juga Ferrist tidak kuat untuk mengendalikan energy mana miliknya, dan terjatuh sebelum sempat melemparkan pedang es tersebut.


“Ugghkk... sialan, apakah ini adalah akhir riwayat hidupku” pikir Ferrist.

__ADS_1


Disaat itu dia mengingat kembali akan keluarganya yang dulunya dibantai oleh Dagant, dan juga Zerga yang mana merawat dan melatih dirinya disaat dia lemah, dan dengan memejamkan matanya Ferrist bersiap untuk menghadapi akhir hidupnya. Namun secara tiba-tiba “Taaskk...” Rey langsung datang dan mengambil pedang es yang ada diatas kepala Ferrist, dan menggunakan skill memotong miliknya “Sringgs....” Rey langsung membelah dua bola api hitam raksasa yang Dagant lemparkan dan “Srraahkk...” membekukan seluruh belahan bola api hitam tersebut dengan mudahnya.


Bersambung.....


__ADS_2