
Para prajurit klon dari dunia Fintian adalah aset terbesar dari dunia Fintian, mereka di ciptakan dalam waktu tiga tahun dan dapat hidup selama 10 tahun dengan perawatan lebih lanjut, akan tetapi yang paling penting mereka adalah prajurit kuat yang dapat segera maju kemedan perang tampa perlu dilatih.
Para prajurit klon di pimpin oleh master klon yang mana memiliki sebuah fungsi cip khusus di otak mereka, dengan fungsi cip itu para master klon dapat melihat setiap data para prajurit klon yang bergerak bersama mereka dan menentukan posisi yang tepat untuk mereka.
Cip di dalam otak para master klon juga digunakan sebagai transmisi agar markas pusat dapat terus mengawasi misi yang di jalankan oleh para prajurit klon milik mereka, dan saat ini di dalam markas pusat dunia Fintian para petinggi yang mana sedang memeriksa data dari prajurit klon Master A 015 mulai risau.
Itu di karenakan adanya pergerakan aneh dari para monster Tenra yang mana selama beberapa tahun telah menyerang mereka, saat itu dari berbagai arah para monster Tenra bergerak mundur dan saat ini mereka mulai berkumpul di dalam sarang-sarang mereka.
Dan di dalam sebuah ruang bawah tanah tempat markas utama dunia Fintian, tempat itu adalah pusat komando para prajurit klon dan juga menjadi pusat pengungsian terakhir bagi umat manusia yang ada di dunia Fintian.
Di dalam situ terdapat 10 orang yang mana merupakan para petinggi dunia Fintian, dan mereka sedang berdebat di dalam sebuah ruang khusus yang mana tidak memperlihatkan wajah mereka.
“Sebenarnya apa yang terjadi... kenapa para monster itu mundur sekarang...??”
“Ada kemungkinan mereka akan memiliki rencana yang lainnya, untuk sekarang kita harus memperbaiki pertahan kita yang rusak dan memperkuatnya”
“Apa-apaan kata-kata pengecut itu... disaat seperti ini adalah saatnya bagi kita untuk menyerang, para monster itu sudah lama menindas kita dan sekarang adalah waktunya untuk membalas”
Para petinggi yang ada disana sedang berdebat satu sama lainnya akan apa yang harus mereka lakukan, dan disaat itu juga salah satu petinggi langsung mengeluarkan suaranya dan berusaha untuk menenangkan petinggi yang lainnya.
“Tenanglah semuanya... kita tidak akan mendapatkan hasil apapun dari perdebatan ini”
Mendengarkan dirinya berbicara para petinggi yang lainnya langsung diam, dan melihat suasana yang kondusif petinggi tersebut langsung mengutarakan pendapatnya.
“Sekarang ini para prajurit klon kita telah di kalahkan dan tersisa sedikit, akan tetapi lebih dari setangah dari mereka sedang mengikuti orang asing yang katanya akan menyelamatkan kita”
“Dan saat ini menurut data mereka telah sampai di dekat salah satu sarang monster Tenra, untuk itulah kenapa kita tidak menunggu terlebih dahulu dan melihat apa yang terjadi... dengan mengawasi hasil dari orang asing itu ada kemungkinan kita bisa mendapatkan kunci kemenangan kita melawan para monster Tenra itu”
Mendengarkan perkataan dari petinggi itu para petinggi yang lainnya langsung setuju dengan pendapatnya.
__ADS_1
“Kau ada benarnya juga”
“Yah... dari pada ribut seperti ini lebih baik kita tunggu hasilnya”
Dan disaat yang bersamaan, Viviant yang mana adalah penyelamat yang para petinggi itu maksudkan sedang kebingungan, itu karena dia tidak dapat merasakan hawa keberadaan dari para monster Tenra yang ada disekelilingnya.
“Hmm... ini aneh, kemana para monster itu pergi... seharusnya mereka ada disekitar sini mengingat kalau mereka dapat menghabisi kedua pionku” pikir Viviant.
Dengan berjalan secara perlahan-lahan dan berhati-hati, Viviant memimpin para prajurit klon yang lainnya menuju kearah pusat kota tempat sarang para Tenra itu berada. Saat itu juga para prajurit klon langsung bersiaga dan mengawasi sekitar mereka.
“Frruhskk... Triittt...”
Mereka menggunakan peralatan cangih mereka untuk memindai area disekitar mereka, akan tetapi saat itu para prajurit klon tersebut sama sekali tidak menyadari kalau salah satu dari monster Tenra tersebut telah berada di tengah-tengah mereka.
Dengan senyuman liciknya Ten yang mana telah menggabungkan dirinya dengan salah prajurit klon wanita yang ada disana, sedang bersiap untuk menyerang Viviant yang dia anggap adalah pimpinan dari pasukan tersebut.
Saat itu dengan perlahan-lahan tampa membuat curiga para prajurit klon yang lainnya, Ten mulai mendekati Viviant, dan saat itu juga Viviant membuka penjagaannya dan membiarkan punggungnya terbuka sangat lebar. Kemudian menggunakan senjata prajurit klon yang lainnya Ten mulai membidik Viviant.
“Sekarang... selamat tinggal..” pikir Ten.
Akan tetapi pada saat itu juga “Furrhkk...” Viviant langsung menghilang dari hadapan Ten, dan “Taask...” dengan cepat Viviant langsung memegang senjata api milik Ten. Dengan senyuman diwajahnya Viviant langsung bertanya kepada Ten.
“Heei... kau sedang apa mengarahkan senjata itu kepadaku”
Menggunakan insting miliknya Ten langsung mengetahui kalau penyamaranya telah terbongkar, dan dengan cepat Ten langsung mengubah tangan kirinya menjadi sebuah pisau panjang dan menyerang kearah Viviant. Dengan teriakan keras Ten berusaha untuk menyerang Viviant.
“MATI KAU MAHLUK ASING...”
Akan tetapi dengan cepat “Dusshk...” Viviant langsung menendang perut Ten, dan “Fushkk...” membuat Ten terlempar cukup jauh dari Viviant. Melihat hal itu para prajurit klon yang lainnya terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Viviant.
__ADS_1
Melihat wajah para prajurit klon yang mana mulai tidak percaya pada dirinya, Viviant langsung berteriak dengan kencang.
“SEMUANYA DENGARKAN AKU, SEKARANG INI ADA SALAH SATU MONSTER TENRA YANG MANA MENYAMAR MENJADI KITA”
Menggunakan pedang rapier miliknya dia menunjuk kearah Ten, dan mengungkapkan identitas sebenarnya dari Ten.
“LIHAT TANGAN KANANNYA ITU, ITU ADALAH BUKTI KALAU DIRINYA ADALAH MONSTER TENRA YANG SEDANG MENYAMAR... ATAU LEBIH TEPATNYA DIA ADALAH MONSTER YANG MANA TELAH MENGAMBIL ALIH TUBUH REKAN KALIAN”
Mendengarkan hal itu para prajurit klon yang lainnya mulai geram terhadap Ten, dan dengan cepat “Srrahkk... Crraak...” mereka langsung mengarahkan senjata milik mereka kearah Ten. Namun dihadapi dengan situasi yang sulit itu Ten hanya diam dilantai dan tertawa dengan kerasnya.
“HAHAHAHA... ketahuan juga rupanya, nampaknya aku telah meremehkanmu... akan tetapi jangan harap kalian dapat mengalahkanku dengan mudah”
Saat itu juga “Bushk... Bushk... Bushk...” para monster Tenra yang mana di perintah oleh Ten langsung keluar dari dalam tanah, mereka bersembunyi di dalam tanah tempat para prajurit klon tersebut berajalan. Dan dengan cepat para monster Tenra itu langsung menyerang secara tiba-tiba.
“Kriieeekk.. Crrast... Traassk...”
Dan hal itu membuat para prajurit klon tersebut langsung terkejut dan tidak bisa bertindak dengan benar, mengambil peluang itu “Frrushkk...” Ten kemudian langsung melarikan diri dari tempat itu. Viviant yang melihat pergerakan Ten langsung memutuskan untuk mengikuti Ten pergi.
“Jangan harap kau bisa lari dariku”
Viviant yang pergi meninggalkan pasukannya membuat para prajurit klon itu langsung terpuruk, dan mereka langsung kehilangan ketenangan mereka saat dihadapkan dengan serangan kejutan tersebut. Sementara itu Ten sendiri yang mana memutuskan untu melarikan diri menyadari kalau dirinya sedang di buntuti oleh Viviant.
“Mahluk asing itu... dia mengikutiku terus, haruskah aku menyerang dirinya” pikir Ten.
Akan tetapi pada saat itu juga “Trringgs...” pecahan jiwa milik Rey langsung bergetar di dalam tubuh Ten, dan pecahan jiwa milik Rey kemudian langsung memberikan perintah kepada Ten akan apa yang harus dia lakukan.
“Hehehe... sesuai keinginanmu tuanku” pikir Ten setelah mendapatkan perintah dari Rey.
Bersambung.....
__ADS_1