Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 90 Transformasi tubuh manusia


__ADS_3

Pada waktu itu Gu Mia yang mana berusaha untuk menelan inti monster tingkat raja, sama sekali tidak memikirkan efek samping apa yang dia dapatkan, dan setelah dia berhasil memasukkan inti monster itu kedalam tubuhnya dia menjadi gila. “Crrast... Trarssk...” para keluarga sesama monster rubah berusaha untuk menghentikan kegilaannya tersebut, namun pada akhirnya mereka menjadi korban kegilaan Gu Mia dan tewas di tempat.


Lalu pada saat itu Gu Mia tersadar dan melihat kalau dirinya telah menghabisi cukup banyak monster rubah bawahannya, akan tetapi dirinya sama sekali tidak merasa bersalah dan bahkan dengan sombongnya dia berkata pada para monster rubah yang lainnya.


“Mereka seharusnya bangga, karena mereka telah menggunakan nyawanya untuk membantu diriku menjadi lebih kuat lagi”


“Sekarang ras monster rubah ku akan menjadi yang terkuat, dan sebentar lagi aku akan menguasai dunia ini”


Tampa dia sadari dirinya telah di kendalikan oleh inti monster tingkat raja yang mana dia telan tersebut, dan inti itu membuat dirinya menjadi semakin kejam dan semakin ganas bahkan kepada sesama rasnya sendiri. Dan pada saat itu ketika raja monster singa memanggil dirinya Gu Mia sedang bersantai sambil menyantap daging dari sesama rasnya, dan mendengarkan kalau Gu Mia telah keluar dari sarangnya beberapa monster rubah berekor 1 sampai 3 langsung melarikan diri dari sana.


Mereka berlari dengan cepat untuk mencari bantuan, dan langsung pergi ke wilayah hutan tempat rubah biru berada, sementara itu Gu Mia yang mana telah berhasil mengalahkan raja monster singa dan juga telah mengunci Zerga di dalam ilusinya “Crringgs...” langsung bersiap dengan cakar miliknya.  Dia bersiap untuk menghabisi Zerga dengan cakarnya, dan “Srranggs...” perlahan-lahan Gu Mia langsung mendekati Zerga sambil menajamkan cakarnya di tanah, “Srraak...” percikan api mulai keluar dan “Burrn...” langsung menyelimuti cakar Gu Mia.


Dengan cakarnya Gu Mia langsung menyerang kearah jantung Zerga dan berharap dapat langsung mencabut inti milik Zerga, dengan teriakan yang keras dia menyerang kearah Zerga.


“Mati kau kakek tua...”


Saat itu “Crraak...” cakar dari Gu Mia berhasil menyentuh dada Zerga, akan tetapi “Srraahkk...” tiba-tiba saja sebuah tumbuhan merambat langsung mengelilingi dirinya dan berusaha untuk mengikat Gu Mia. Dan saat itu juga Gu Mia langsung tersadar kalau dirinya telah masuk kedalam perangkap Zerga, dia langsung berteriak kearah Zerga dengan amarahnya.


“Kakek tua gila... apa yang kau lakukan...??”

__ADS_1


Dengan matanya yang telah kembali normal Zerga kemudian tertawa dengan kerasnya sambil mengatakan apa yang ingin dia lakukan.


“Hahahaha.... Gu Mia kita sama-sama adalah mahluk yang tua”


“Kali ini kenapa kita tidak serahkan saja semau yang kita punya ke generasi yang akan datang, dan tidur nyenyak untuk selamanya”


Mendengarkan hal itu Gu Mia langsung tersadar, kalau sebenarnya Zerga sudah tidak memiliki inti monster di dalam tubuhnya, dia menggunakan kekuatan penglihatannya untuk merasakan aura dari inti monster milik Zerga, dan disanalah Gu Mia menyadari kalau ada sebuah kekosongan di dalam tubuh Zerga. Dan dengan wajah yang panik Gu Mia langsung tahu kalau Zerga ingin meledakkan dirinya bersama dengan Gu Mia.


“Zerga... sialan kau, kau ingin meledakkan dirimu bersama denganku”


“Jangan harap kau bisa melakukan hal itu”


Gu Mia langsung mengumpulkan energy mana miliknya ke otaknya dan menggunakan skil sihir ilusi miliknya, dan dengan kuat “Trringgs...” dia mengeluarkan cahaya ilusi dari matanya dan berusaha untuk mempengaruhi Zerga, akan tetapi Zerga sama sekali tidak terpengaruh karena energy mana yang ada di dalam tubuhnya sangat kacau dan membuat tubuh Zerga terluka setiap waktu ketika dia menggunakan skill miliknya yang berhubungan dengan mana. Dengan wajah yang terlihat seperti sedang menahan rasa sakit, Zerga langsung tertawa melihat Gu Mia yang berusaha untuk melepaskan diri darinya.


“Kenapa kau tidak diam saja dan menunggu kematian bersamaku”


Mendengarkan kata-kata Zerga tersebut Gu Mia langsung membalas perkataan Zerga dengan amarah.


“Grroaarr... rusa tua sialan, beraninya kau... cepat lepaskan aku sekarang juga”

__ADS_1


“Trringgs...” tubuh Zerga kemudian langsung mengeluarkan cahaya kehijauan dan pada saat itu juga “Bommshkk...” sebuah ledakan besar yang mana menyelimuti area 10 meter dari sana langsung hancur dengan sekejab mata, dan pada saat yang bersamaan di area gunung berapi yang panas dan juga gelap, sang naga hitam Dagant langsung terbangun dari tidurnya. Dagant merasakan adanya getaran energy mana hutan yang mana berasal dari Zerga musuh lamanya, akan tetapi pada saat itu dia terlihat bingung akan satu hal.


“Grrr... apa yang terjadi sebenarnya, aku bisa merasakan kekuatan kuat dari Zerga”


“Tapi kenapa... kenapa aku bisa merasakan kekuatanya dari dua tempat yang berbeda”


Zerga pada saat itu meledakkan dirinya bersama dengan Gu Mia, dan hal itu dapat dirasakan oleh Ferrist yang mana diminta untuk menjaga Rey yang tertidur di dalam kepompongnya, dengan wajah yang sedikit sedih Ferrist melihat kearah Zerga yang mana telah meledakkan dirinya.


“Dasar orang tua bodoh, padahal sudah aku katakan kalau cuman akulah yang bisa mengalahkanmu”


Dan saat itu juga Ferrist dapat merasakan kekuatan yang samar-samar sama seperti Zerga ada dibelakang dirinya, “Trringgs...” dia kemudian berbalik dan melihat adanya secercah cahaya kehijauan yang mana keluar dari dalam kepompong milik Rey, “Srraahkk...” lalu secara tiba-tiba tangan hitam yang sedikit gelap langsung keluar dari kepompong tersebut dan “Srraahkk...” sesosok orang yang mana memiliki kulit gelap dengan sedikit sisik di tubuhnya terlihat keluar dari kepompong tersebut. Melihat sosok Rey yang mana telah berevolusi membuat Ferrist langsung ketakutan sekaligus kebingungan.


“Apa itu...?? makhluk apa itu sebenarnya...??”


Saat itu adalah untuk pertama kalinya Ferrist melihat sosok manusia di dunia Wildian yang mana hanya terdapat mahluk buas di dalamnya, sosok Rey sekarang ini adalah sosok manusia yang mana sangat mirib dengan tubuh aslinya, hanya saja sosoknya lebih kekar dan dengan kulit hitam dan mata semerah darah dia mengeluarkan aura yang sangat mendominasi. Lalu saat Rey melihat kedua tangannya yang mana terdiri dari jari-jari tajam yang hitam gelap dia merasa sangat senang, karena sudah cukup lama Rey berada di dalam tubuh cacingnya dan dia sudah merindukan rasa dari tubuh manusia.


“Perasaan ini... rasa nyaman berjalan dengan kedua kaki, dan juga rasa dari kelima jari di tangan”


“Rasanya sudah sangat lama sekali”

__ADS_1


Dengan perasaan senang dan juga gembira aura mana milik Rey langsung keluar dengan derasnya, aura mana dari element hutan, api, tanah dan juga kegelapan bercampur satu padu satu sama lainnya, dan bagaikan pusaran badai Rey sekarang ini telah berada di tingkatan raja monster.


Bersambung.....


__ADS_2