Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 69 Racun sang iblis tua


__ADS_3

“Trrangg...” pedang dan juga darah mulai berjatuhan di tempat tersebut “Crrast...” para iblis yang mana memiliki kekuatan energy iblis mulai mengalahkan para pejuang manusia satu demi satu, akan tetapi “Trrass... Krrast...” dengan tehnik militer mereka para pejuang manusia mulai membentuk grup untuk bisa mengalahkan para iblis yang lebih kuat dari mereka. Sementara itu ke 4 iblis bangsawan mulai kewalahan, “Trrassk... Srrangg...” itu karena mereka sedang berhadapan dengan Jeant dan juga Lairo yang mana adalah pahlawan dari ras manusia, dengan energy mana element cahaya milik Jeant dia membuat ke 4 iblis bangsawan tersebut melemah.


“Grr... sialan racun milikku tidak berkerja” pikir Gu Tian.


Gu Tian adalah iblis bangsawan tertua yang mana berasal dari ras iblis racun, dan ras iblis racun adalah para ibils yang mana awalnya adalah monster serangga beracun yang mana terkenal akan racun mereka yang kuat dan juga mematikan. Gu Tian yang mana telah menghabiskan ratusan tahun dalam penelitian racun miliknya, bangga akan kekuatan mematikan dari racun-racun yang dia ciptakan dan menggunakan skill sihir racun Lv 8 miliknya dia dapat dengan mudah mengendalikan dan juga memperkuat racun-racun yang mana dia buat.


Akan tetapi pada saat itu juga “Trringgs...” Gu Tian bertemu dengan lawan yang mana adalah musuh alami miliknya, dan itu adalah Lairo yang mana memiliki kekuatan sihir petir Lv 6 dan skill tubuh Guntur Lv 5 yang mana dapat menguapkan seluruh racun dari Gu Tian dengan mudahnya. Dan pada saat itu juga Lairo dengan wajahnya yang sombong melihat kearah Gu Tian, dengan pedang lidah ular miliknya dia kemudian menunjuk kearah Gu Tian.


“Heii.. pak tua apakah kau benar-benar iblis bangsawan...??”


“Kalau kau memang iblis bangsawan kenapa kau begitu lemah, apa karena umurmu sudah tidak muda lagi yah”


Mendengarkan perkataan dari Lairo membuat Gu Tian kesal dan juga marah, “Srrahhkk...” aura dari energy iblis miliknya kemudian bercampur dengan asap racun yang dia buat, setelah itu di tangan kirinya dia langsung menciptakan sebuah tengkorak ular berwarna hijau dari aura iblis kehijauan miliknya.


“Anak mudah dari ras manusia, apa kau tahu kalau kau seharusnya lebih hormat pada orang yang lebih tua darimu”


“Sekarang rasakanlah kemarahanku”


Mendengarkan perkataan dari Gu Tian tersebut Lairo seperti tidak perduli, dan dia memasang wajah bodoh seakan tidak perduli dengan apa yang Lairo lakukan, dan dengan santainya Lairo menghela nafasnya.


“Haaah... hei iblis tua, dengarkan baik-baik kali ini aku masih baik dan akan membiarkan kau pergi”


“Lebih baik kau pensiun saja dan cari saja pengganti, orang tua sepertimu itu seharusnya duduk tenang di rumah sambil merajut kaus kaki saja”

__ADS_1


Mendengarkan hal itu Gu Tian semakin murka dan dengan kekuatan skill sihir racun serta di tingkatkan dengan energy iblis yang dia miliknya, “Srraahhkk...” Gu Tian langsung menerbangkan ular tulang hijau tersebut kearah Lairo, ular itu dengan cepat langsung terbang dan terlihat seperti akan menggigit Lairo.


“Matilah kau bocah manusia, mati dan sadarilah kekuatan iblis tua ini”


Gu Tian terlihat marah besar dan berteriak menyombongkan kekuatannya pada Lairo, namun pada saat itu Lairo hanya tersenyum dan menatap Gu Tian dengan tatapan yang menyeramkan, melihat tatapan itu Gu Tian dapat merasakan perasaan bahaya yang menjalar keseluruh tubuhnya. “Srraahk...” lalu saat ular tulang hijau itu mendekati tubuh dari Lairo, “Trrassk...” menggunakan skill tubuh Guntur dan juga sihir petir miliknya Lairo menghempaskan segalanya yang berada di radius 2 meter dari dirinya.


“Ugghkk... apa-apaan kekuatan skill yang gila itu, dia menghancurkan segalanya yang ada di dekatnya” pikir Gu Tian.


Pada saat itu kabut asap dari debu yang berterbangan dari tanah menghalangi pandangan dari Gu Tian, dan sebelum dirinya dapat melihat dengan jelas “Srraastt...” dengan cepat Lairo langsung memenggal kepala dari Gu Tian dan menghabisi dirinya. Di saat itu karena saking cepat dan tajamnya pedang milik Lairo, “Tuskk...” saat kepala Gu Tian jatuh ketanah dia masih dapat melihat Lairo yang mana berjalan kearah belakang dirinya dengan santainya.


“Apa-apaan ini, bagaimana mungkin aku bisa kalah dari sosok manusia rendahan” pikir Gu Tian.


Dengan sisa kesadaran dan juga kekuatannya Gu Tian mengaktifkan skill sihir racun Lv 8 miliknya yang tertinggi, “Srraaahkk....” dan sebuah asap hitam kehijauan langsung keluar dari mulut Gu Tian yang mana kepalanya telah terpotong tersebut. Asap hitam itu dengan cepat langsung mengepung Lairo, melihat hal itu “Trrassk...” Lairo berusaha untuk mengusir asap hitam tersebut menggunakan skill sihir petir miliknya, akan tetapi.


“Hmm... asap apa ini, kenapa skill petir miliku sama sekali tidak berefek”


“Apa... yang sebenarnya terjadi”


Lairo yang kebingungan itu langsung merasa dirinya melemah, dan secara tiba-tiba “Srraahkk...” kepala Gu Tian tiba-tiba saja bergerak sendiri.


“Gahahah... rasakan itu anak mudah dari ras manusia, sekarang kau sudah merasakan kekuatanku”


“K-Kau masih hidup...!!”

__ADS_1


Terkejut dengan apa yang dia lihat, Lairo tidak percaya kalau dia melihat kepala Gu Tian yang mana sekarang ini di topang oleh delapan kaki laba-laba kecil, dan dirinya sekarang ini hanya memiliki 10 % kekuatan asli yang dia punya.


“Walaupun aku telah kehilangan sebagian besar kekuatanku, akan tetapi aku berhasil menjatuhkanmu yang mana adalah komandan dari ras manusia”


“Kita tunggu saja, apakah pasukanmu tetap bisa bergerak disaat komandan mereka kalah di depan mata mereka”


“Gluupps...” saat itu Gu Tian mengeluarkan sebuah bola gelombung bulat dari mulutnya, dan di dalam gelembung itu ada sebuah racun yang mematikan yang mana telah dia kumpulkan selama 1.000 tahun lamanya. “Busshkk...” dengan sekali hembusan dari mulutnya Gu Tian langsung melemparkan bola racun tersebut kearah Lairo, sementara itu Lairo yang mana tidak dapat berbuat apa-apa langsung pasrah karena dirinya tidak bisa menghindari serangan dari Gu Tian tersebut.


“Apakah aku akan mati disini”


“Sialan... padahal aku baru saja mencapai semua keinginanku” pikir Lairo.


Namun pada saat itu juga “Triinggs...” sebuah cahaya terang langsung menerangi pandangan Lairo dan juga Gu Tian, dan dengan cepat “Crrasshkk...” gelembung racun yang mana dilemparkan oleh Gu Tian langsung meletus dan menghilang bersama dengan cahaya terang tersebut.  Dan di depan Lairo dia dekejutkan dengan Jeant yang mana terluka parah ditubuhnya, dia terkena luka tebasan dan juga cakaran demi dapat menuju kearah Lairo dan melindungi dirinya dari serangan Gu Tian.


“Gaahkk... Mataku-mataku....”


Saat itu Gu Tian kesakitan karena sihir cahaya yang mana membutakan matanya, mengambil kesempatan tersebut “Trunggs...” Jeant langsung menghabisi Gu Tian dengan menembakkan sebuah bola cahaya kecil yang dia kumpulkan dari partikel energy mana element cahaya.


“Matikau serangga menjijikan”


Dengan pandangan yang merendahkan Jeant menatap mayat kepala Gu Tian yang mana hancur karena serangan miliknya tersebut, sementara itu melihat kematian dari Gu Tian secara tidak sengaja Rey langsung tersenyum dengan lebar dan auranya langsung keluar dengan hebatnya, itu bukan karena dia marah ataupun senang dengan apa yang terjadi, akan tetapi pada saat itu dia menemukan cara untuk membuat misinya selesai dengan mudah.


“Ping...”

__ADS_1


“Kemajuan misi ( 12 % )”


Bersambung.....


__ADS_2