Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 92 Bunuh sang rubah berekor 10


__ADS_3

Saat itu di dalam hutan yang tenang di dunia Wildian “Trruskk... Tuks...” beberapa monster rubah dengan 1-5 ekor langsung berlarian untuk menuju kearah hutan, mereka semua ingin meminta bantuan dari penguasa area hutan yang baru dan menyelamatkan rekan-rekan mereka yang tidak berhasil kabur dari cengkraman tangan Gu Mia. Akan tetapi pada saat itu juga “Srrahkk...” mereka melihat aura monster kelas raja yang sangat kuat, dan aura itu seperti sebuah pilar cahaya berdiri tegak di hadapan mereka, karena rasa penasaran para monster rubah itu kemudian langsung berlari kearah aura tersebut.


Namun saat itu juga bukan hanya mereka saja yang merasa penasaran dengan aura raja monster tersebut, dan saat mereka telah sampai mereka melihat sosok mahluk yang mana mereka tidak pernah lihat sebelumnya, dia adalah Rey yang mana menggunakan wujud manusia miliknya. Melihat sosoknya para monster lainnya dapat merasakan aura megah dan juga kuat dari dalam tubuhnya, lalu saat Rey berbicara.


“Kalian para monster yang mana tinggal di dalam hutan ini, aku akan memberikan kalian dua pilihan”


“Tunduk di bawah perintahku atau mati di tanganku, bagi yang ingin tunduk maka berlututlah”


“Dan bagi kalian yang tidak ingin tunduk maka pergilah sebelum aku menghabisi kalian, jika tidak maka maju dan hadapi aku”


Mendengarkan kata-kata sombong dari Rey, beberapa monster yang mana telah mendapatkan inti mereka langsung marah besar, dan dengan beramai-ramai “Frruskk...” mereka langsung mengepung Rey dan bersiap untuk menyerang Rey dari berbagai arah. Namun disaat itu Rey tetap santai dengan wajah yang begitu tenang, dan ketika para monster itu sudah sangat dekat dengan Rey “Duskk...” dengan satu hentakan kuat dari kaki kanannya Rey langsung membuat sebuah gelombang energy mana yang kuat dan “Bummshkk...” membuat para monster yang tadi ada di dekatnya langsung terlempar jauhnya dari dirinya.


“Drrussk... Busshkk... Krrassk...” para monster yang mana tidak menyerang Rey sama sekali tidak terluka oleh gelombang energy mana tersebut, sementara mereka yang mana berusaha untuk menyerang Rey langsung terlempar dan juga beberapa dari mereka langsung tewas di tempat. Melihat kengerian itu beberapa monster yang mana selamat dari gelombang energy mana itu langsung memutuskan untuk berlutut di hadapan Rey, akan tetapi “Drrukk...” ada beberapa yang mana masih keras kepala dan tidak ingin tunduk di hadapan Rey.


Melihat hal itu Rey langsung tersenyum kecil dan “Bushk...” dengan cepat dia langsung berada di belakang salah satu monster jenis gorila yang mana masih ingin melawan dirinya, dan mengetahui kalau Rey ada di belakangnya “Groaar...” monster Gorila itu langsung berbalik sambil mengarahkan serangan tangannya kearah Rey, namun “Fushkk...” dengan mudahnya Rey berhasil menghindari serangan itu dengan menundukkan kepalanya sedikit “Tringgs...” lalu dengan mengeraskan tangan kanannya Rey langsung menyerang monster Gorila tersebut. “Crrastt...” Rey dengan cepat melancarkan sebuah serangan tusukan menggunakan tangan kanannya, dan dengan serangan tusukan itu “Trrassk...” tubuh monster Gorila itu langsung tembus dan inti monster miliknya langsung diambil dan “Crrast...” dicabut dari tubuhnya secara langsung.


“Drruukk... Dussk...” setelah inti monster miliknya diambil monster Gorila itu langsung terjatuh, dan tubuhnya langsung mendingin dan lemas karena seluruh energy mana miliknya yang ada di dalam inti monsternya telah diambil, dan dalam beberapa detik kemudian monster Gorila itu langsung tewas di tempat. Setelah melihat kengerian dan kekejaman dari Rey, “Furrkks...” beberapa monster yang mana tadi berusaha untuk melawannya berusaha untuk melarikan diri dari Rey, akan tetapi “Bushsk...” dengan cepat Rey telah berada di depan 2 sosok monster Harimau yang mana berusaha untuk melawannya tadi.

__ADS_1


Dengan senyuman diwajahnya Rey mengucapkan beberapa kata dengan nada sombong pada ke 2 monster Harimau tersebut.


“Kalian tadi adalah monster yang pertama kali menentangku bukan, lalu kenapa sekarang kalian kabur”


“Setelah menyerangku jangan harap kalian dapat melarikan diri dengan mudahnya”


Mendengarkan hal itu ke 2 monster harimau tersebut langsung dapat merasakan aura penindasan yang luar biasa kuatnya ketika mereka melihat mata dari Rey, lalu dengan menanggung rasa malu ke 2 monster harimau itu langsung menundukkan kepala mereka berharap kalau Rey dapat mengampuni mereka berdua. Melihat hal itu Rey langsung tersenyum karena melihat kedua monster Harimau itu menundukkan kepala mereka, akan tetapi pada saat itu juga.


“Kalian berdua sangat tanggap melihat situasi kalian, kalian tahu kalau tidak dapat menang melawanku dan memutuskan untuk memohon ampunan”


“Kalian berdua benar-benar tidak memiliki harga diri... tetapi baiklah aku akan memaafkan kesalahan kalian”


“Tapi kalau kalian aku maafkan sekarang maka rasanya tidak adil, kalian harus diberikan hukuman karena berusaha menyerangku bukan”


“Jadi bagaimana kalau begini saja.... kalau kalian dapat menahan satu serangan dariku, maka aku akan memaafkan kalian berdua”


Saat mendengarkan hal itu kedua monster Harimau itu tahu kalau Rey sama sekali tidak memaafkan mereka, dan dengan cepat “Grooaar...” kedua monster Harimau itu langsung menyerang Rey menggunakan cakar mereka. Akan tetapi “Trrassk...” menggunakana sihir tanah miliknya “Crrastt... Crrastt...” Rey langsung menusuk tenggorokan bawah kedua monster Harimau tersebut, dan dengan mudahnya “Dussk... Dussk...” kedua monster Harimau itu tewas di hadapan Rey.

__ADS_1


“Trraak... Krrasst...” setelah itu Rey kemudian langsung mengambil kedua inti monster milik ke 2 monster Harimau tersebut, dan dia langsung berjalan kesebuah batu besar yang mana ada di tengah-tengah hutan. Disana para monster yang melihat Rey saat itu sama sekali tidak bergerak dan terus menundukkan kepala mereka, saat itu mereka berpikir kalau mereka berbuat hal yang salah maka mereka akan tewas di tangan Rey, “Taaskk... Fushkk...” Rey kemudian langsung duduk di atas batu besar tersebut dan dengan santai dia memanggil para monster yang menundukkan kepalanya itu untuk datang kearahnya satu demi satu.


“Baiklah kalian semua datanglah kemari, akan aku memulai membuat kalian semua menjadi bawahanku yang sebenarnya”


Setelah lebih dari setengah jam pada akhirnya “Kieeekk...” Rey berhasil menanamkan parasite pecahan dirinya kepada ratusan monster yang ada di hutan tersebut, dan sekarang ini nasib dari ratusan monster tersebut ada di tangah Rey. Disaat itu Rey mulai dapat membaca pikiran dari ratusan monster itu satu demi satu, dan saat itu juga dia melihat hal yang menarik dari pikiran beberapa monster yang ada disana.


“Kalian para monster rubah yang datang kemari, cepat datang kehadapanku sekarang”


Mendengarkan kata-kata dari Rey, para monster rubah yang mana melarikan diri dari Gu Mia langsung menghampiri Rey, mereka lalu langsung menundukkan kepala mereka kepada Rey, dan disaat itu juga Rey langsung memanggil rubah biru berekor 7 yang mana sedang bersama dengan para saudaranya. “Frruskk...” dengan cepat rubah biru berekor 7 dan para saudaranya langsung menghampiri Rey sambil berlari dengan sekuat tenaga, mereka kemudian melihat para rekan-rekannya yang lain di hadapan Rey.


“Kuuntt... Kuuntt... ( Tuanku ada apa ini...?? kenapa para rekanku ada disini)”


Rubah biru berekor 7 itu langsung menanyai Rey lewat telepati yang menghubungkan mereka, dan disaat itu Rey langsung tersenyum dan dia menjawab pertanyaan dari rubah biru itu.


“Sebaiknya kau tanyakan apa yang terjadi pada mereka, karena ini akan menjadi cerita yang sangat menarik”


Mendengarkan kata-kata dari Rey, rubah biru berekor 7 itu kemudian langsung memiliki sebuah firasat buruk dan mulai mendengarkan cerita dari para rubah yang baru datang tersebut.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2