
“Gahahaha.... Hahahaha... luar biasa, benar-benar sangat menarik, tidak disangka gadis sekecil itu akan menjadi seorang Necromancer, nampaknya dia memang sangat dekat dengan kematian itu sendiri” kata Administrator Heimdal.
Heimdal yang mana sedang mengawasi didalam ruangannya melihat pertunjukkan yang ditunjukkan oleh Bella, dan dia langsung merasa tertarik dengan seni sihir Necromancer yang ditunjukkan oleh Bella. Necromancer adalah sebuah skill sihir yang mana bahkan sangat jarang dapat digunakan didalam menara, alasannya adalah mana unik yang disebut sebagai mana kematian yang digunakan dalam sihir Necromancer tersebut, karena mana tersebut pada dasarnya adalah mana jenis kegelapan yang tidak murni maka tidak banyak orang yang dapat menahan energy mana kematian tersebut didalam tubuh mereka.
Namun jika ada seorang ahli sihir yang mana dapat menahan energy mana kematian didalam tubuhnya, maka dirinya akan dapat memiliki kekuatan yang luar biasa, itu karena bukan hanya memiliki pasukan mati yang tampa batas akan tetapi dia juga dapat mendapatkan mana yang sangat banyak dari peperangan dan kematian yang terjadi dimenara. Salah satu dari ratusan ribu ahli sihir karena skill sihir Necromancer miliknya adalah Hades, dia adalah kakak dari Zeus yang mana saat ini memimpin para pasukan iblis dibawah nama Zeus, dengan kekuatan Necromancer miliknya diam membuat puluhan monster mengerikan tunduk dibawah kakinya.
“Sangat menarik, anak kecil itu memiliki pertumbuhan tampa batas dengan skill sihir Necromancer miliknya, dengan itu dia berharga dan pantas untuk masuk kedalam serikat Asgard” kata Administrator Heimdal.
“Ping-ping-ping... Trringss...” Heimdal kemudian langsung menggunakan sistem miliknya untuk mengirimkan pesan pada seorang pendaki, dan didalam pesan tersebut adalah data tentang para calon pendaki yang ada didalam ujian miliknya. Dengan senyuman diwajahnya dia berharap kalau para petinggi akan memberikan dirinya hadiah atas kerja kerasnya dalam menemukan para calon pendaki yang berbakat, sementara itu Rey yang mana sedang berada disebuah gedung berlantai 32, sedang melihat-lihat area sekitarnya dari atap gedung tersebut.
“Nampaknya aku berada ditengah kota, kalau dalam game ini adalah area paling berbahaya kalau musuhnya adalah para zombie” pikir Rey.
Dengan cepat Rey kemudian langsung berjalan menuruni bangunan gedung tersebut, ditengah perjalanan dia bertemu dengan para zombie yang buas, akan tetapi dia dengan cepat dapat berlari menghindari mereka menggunakan skill Langkah bayangan LV 1 miliknya. Lalu pada saat itu secara tidak sengaja dia bertemu dengan para calon pendaki yang ada didalam kelompok Riana, mereka semua dipimpin oleh Jin yang mana menggunakan senjata pedang Rapier miliknya.
“Pastikan kalian menjaga jarak kalian dengan mereka, satu gigitan maka racun dari liur mereka akan masuk kedalam darah kalian dengan cepat” kata Jin, “Srrast... Crrastt...” menggunakan tehnik pedang miliknya yang cepat dan juga unik, dia mengalahkan lebih dari puluhan zombie seorang diri.
“Dia sangat cakap dan juga hebat, mungkin dia dapat digunakan, tetapi bagaimana caranya untuk dapat mendekatinya tampa membuat dia curiga” pikir Rey, dan pada saat itu dia secara tidak sengaja melihat salah satu dari kelompok mereka yang terluka di kakinya.
Calon pendaki yang terluka tersebut terlihat pucat dan dirinya juga gemetaran karena racun yang masuk kedalam darahnya, akan tetapi “Busshkk... Dusshkk...” menggunakan senjata tumpul yang dia punya calon pendaki tersebut tetap berusaha untuk melawan para zombie yang ada disekitarnya.
“Uhuukk... Ugghk... aku sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi, kalian cepat segera pergilah dan tinggalkan aku, akan aku jadikan diriku sebagai umpan dan menarik perhatian para zombie itu” kata calon pendaki yang terluka tersebut, dia mengeluarkan darah dari mulutnya dan tubuhnya mulai kebas dan dirinya lemas tak bertenaga.
__ADS_1
“Jangan bicara seperti itu, ingatlah ketua pernah bilang pada kita kalau dalam ujian-ujian ini kita akan kehilangan rasa kemanusiaan kita, akan tetapi kita jangan mau mengikuti hal tersebut dan ingatlah kalau kita harus saling percaya dan melindungi teman seperjuangan kita” kata Jin.
Mendengarkan perkataan tersebut Rey hanya tersenyum, itu karena dia sekarang ini tahu karakter dari Jin dan “Fungs... Fungs... Fungs...” menggunakan pisau lempar miliknya, “Crrast... Crrast... Trrask...” dia mengalahkan para zombie yang mana mengepung kelompok Jin dan yang lainnya. Pisau-pisau milik Rey bergerak dengan sangat cepat, saking cepatnya pisau miliknya sekarang ini bisa setara kecepatannya dengan sebuah peluru senjata mesin, melihat hal itu Jin langsung takjub dengan keindahan serangan-serangan yang dilancarkan oleh Rey.
Kemudian setelah selesai mengalahkan para zombie tersebut “Srringgs...” pisau-pisau yang dilemparkan oleh Rey kemudian langsung menghilang, “Srringss...” dan langsung kembali kedalam tempat dimana Rey menyimpannya, dan disaat itu Rey dengan santainya berjalan mendekati kelompok Jin dan yang lainnya.
“Siapa kau..” kata Jin, dia mengarahkan ujung pedang miliknya kearah Rey dan mengancam Rey menggunakan aura miliknya.
“Heeeh... jangan khawatir, aku kemari dengan damai” kata Rey, “Fusshkk...” dia melemparkan sebuah botol ajaib pada Jin.
“Taassk...” dengan sigap Jin kemudian menangkap botol obat ajaib tersebut, dan disaat Jin melihatnya ternyata itu adalah botol obat ajaib berwarna kuning yang dapat menyembuhkan racun dari para zombie.
“Pertama sebuhkan dia terlebih dahulu, kemudian kita akan berbicara” kata Rey.
Mendengarkan perkataan dari Rey Jin masih tidak percaya pada dirinya, akan tetapi disaat dia melihat anggotanya yang menahan kesakitan karena racun dari zombie tersebut, dia tidak punya pilihan lain lagi selain menggunakan obat ajaib yang diberikan Rey pada dirinya. “Trrunggs...” dengan obat ajaib tersebut Jing kemudian “Tik-tik-tik...” menuangkan tiga tetes ketempat luka gigitan calon pendaki tersebut, sedangkan dia langsung membuat calon pendaki itu meminum seteguk cairan obat ajaib berwarna kuning itu, “Srraahhkk...” bersama dengan asap racun diluka calon pendaki tersebut langsung menghilang, dan juga wajah dari pendaki itu menjadi sedikit lebih baik dari sebelumnya.
“Nampaknya obat ini benar-benar asli, terimakasih berkat bantuanmu salah satu anggota kami dapat diselamatkan” kata Jin yang menatap Rey dengan tajam.
“Tidak perlu berterimakasih, karena kalau aku tidak menolong kalian maka Riana mungkin akan menghabisiku” kata Rey.
“Hmm... kau kenal dengan nona Riana...??” tanya Jin.
__ADS_1
“Yah... sebelum munculnya kejadian ini, kami dulunya adalah mahasiswa yang berasa dari kampus yang sama, dan juga dia adalah salah satu orang yang ikut bersama dengan kelompokku untuk masuk kedalam ujian menara” kata Rey.
“Oooh... jadi begitu, kalau begitu maaf sebelumnya karena telah curiga dengan dirimu” kata Jin.
“Tidak apa-apa, tetapi kenapa pula kau dengan mudah percaya dengan perkataanku, bukankah kau tahu kalau aku bisa saja berbohong dengan perkataanku barusan” kata Rey.
“Memang benar anda mungkin bisa saja berbohong pada kami, akan tetapi mengetahui kalau nona Riana adalah pimpinan kami dan dirinya adalah seorang mahasiswi sebelum bencana terjadi, itu adalah fakta yang hanya diketahui sedikit orang dari kelompok kami dan lagi saat anda berbicara aura yang keluar dari tubuh anda tetap tenang dan tidak menunjukkan adanya pergerakan yang aneh” kata Jin.
“Begitu rupanya, dengan kata lain dia dapat melihat aura milikku, menarik juga nampaknya keputusanku sudah benar untuk mendekati dirinya, mereka bisa aku gunakan untuk lulus dari ujian terakhir ini” pikir Rey.
Sementara itu “Srrast... Crrastt... Trrass...” didalam sebuah gang sempit Reza sedang bertarung dengan para zombie mutan yang ada disana, dia menggunakan gang sempit tersebut untuk menyulitkan para zombie mutan itu dan menyerang mereka dengan tombak dan juga pedang miliknya.
“Gaahkk... akhirnya mereka semua kalah, aku tidak menyangka akan ada hari aku muak dengan melihat wajah para zombie ini” kata Reza.
“Reza bersiaplah, ada hawa membunuh yang berbahaya didekatmu” kata suara yang ada dikepala Reza.
Pada saat itu “Tuk-tuk-tuk...” secara tidak sengaja Reza bertemu dengan dirinya, Jack sigila yang mana saat ini sedang berasama dengan ke 5 bawahannya melihat kearah Reza dengan senyuman miliknya yang menakutkan.
“Yoo... abang tampan, nampaknya kau sangat ahli menghabisi para zombie ini, keberatan kalau kami bergabung dengan dirimu” kata Jack sigila.
Bersambung.....
__ADS_1