Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 115 Mata dan juga Telinga


__ADS_3

Pada malam yang gelap namun terang karena disinari oleh bulan purnama, di lantai ke 10 Rey dan juga Gilang sedang berbicara di tengah padang rumput yang ada di dalam hutan tersebut, biasanya tempat itu adalah tempat yang sering sekali bermunculan monster-monster kuat, akan tetapi dengan Rey menginjakkan kakinya disana para monster itu semuanya lari ketakutan setelah merasakan aura kuat milik Rey.


Gilang yang mana tahu kalau Rey telah berubah baik fisik maupun sikapnya merasa sedikit canggung, dia kemudian langsung duduk di lantai dan menunggu Rey untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Melihat hal itu Rey hanya tersenyum, dia teringat kembali saat masa-masa lalu disaat dirinya masih kuliah di bumi.


“Haha... sudah lama sekali, pada waktu dulu kita juga seperti ini bukan”


“Dukss...” Rey kemudian juga langsung duduk dilantai di depan Gilang, “Trringgs...” dan dari penyimpanan miliknya Rey langsung mengeluarkan buah-buahan segar dan juga mengandung energy mana yang melimpah, buah-buahan itu dia ambil dari dunia Wildian dan semuanya adalah item kelas Unik yang dapat memberikan buff peningkatan statistik secara permanen.


“Krraustt...”


Mereka memakan buah itu kemudian memulai perbincangan mereka, dan disanalah Rey menceritakan apa yang terjadi pada Reza dan mengapa dia bisa tewas di tangan Reza, setelah mendengarkan hal itu Gilang langsung terdiam dan tidak percaya.


“Ini aneh... benar-benar sangatlah aneh... Reza itu adalah anak penuh semangat yang mana terlalu jujur, tidak mungkin dia bisa membuat rencana selicik itu untuk menjatuhkanmu”


Mendengarkan hal itu Rey langsung tersenyum pahit, dia kemudian mengingat kembali sosok Reza yang mana sudah seperti saudara kandungnya itu.


“Aku juga tidak percaya... akan tetapi itulah kenyataannya, dan ketika kita bertemu lagi salah satu diantara kita akan tewas”


“Aku dapat memastikan hal itu”


Mendengarkan Rey yang mana telah bertekad seperti itu, Gilang kemudian juga telah memperkuat tekad dan juga langsung berjanji pada Rey.


“Kau tenang saja, walaupun aku ini lebih lemah dari kau dan juga Reza... akan tetapi aku masih bisa mencari informasi tentang dirinya”


“Dan kalau aku bertemu dengannya akan aku pastikan dia babak belur sebelum bisa mengalahkanku”


Mendengarkan hal itu Rey langsung tersenyum pada Gilang dan secara tiba-tiba “Krieek...” Rey langsung mengeluarkan pecahan cacing parasite miliknya, cacing hitam tersebut sebesar telapak tangan milik Rey dan disana dengan cepat “Fushkk...” cacing itu langsung melaju kearah Gilang. Namun melihat hal itu Gilang hanya diam saja dan percaya pada Rey.


“Crrastt... Krrass...”


Saat itu cacing hitam yang mana adalah pecahan tubuh Rey langsung dengan cepat memasuki tubuh dari Gilang, cacing itu juga langsung mengarah ke pangkal otak Gilang dan mengalirkan energy mana yang sangat besar dari saraf pangkal otak Gilang keseluruh tubuhnya. Energy mana yang sangat murni itu disalurkan kearah tubuh Gilang dengan sangat kuatnya, dan saat itu juga Gilang mulai merasakan rasa sakit dari mengalirnya energy mana tersebut.


“Uggghkk... Gaaahkk...”


Namun bersamaan dengan rasa sakit itu kekuatan yang luar biasa langsung mengalir ke tubuh Gilang, dan hal itu membuat notifikasi sistem langsung muncul di depan Gilang.


“Pingss...”


“Energy mana yang besar sedang berusaha untuk merubah tubuh anda, diharapkan agar pendaki dapat menjaga kesadarannya untuk menghindari kematian”


Lalu setelah 30 detik berlalu “Srrahkk...” energy mana itu langsung telah sepenuhnya bersatu dengan tubuh Gilang, dan karena hal itu notifikasi sistem menara langsung muncul untuk memberitahukan peningkatan yang terjadi pada tubuh Gilang.

__ADS_1


“Pinggss...”


“Selamat statistik Kekuatan, Kecepatan, Kepintara, dan juga Ketahanan anda telah meningkat secara permanen”


“Selamat energy mana milik pendaki telah meningkat tajam, karena pencapaian tersebut pendaki menerima hadiah skill dari sistem”


Melihat hal itu Gilang kemudian dapat merasakan adanya perubahan pada tubuhnya, dan lalu dia langsung membuka panel status miliknya.


“Pings...”


Nama : Gilang


Umur : 55


Pekerjaan : Pemburu


Statistik sekarang :


Kekuatan : 25 -> 30


Kelincahan : 40 -> 45


Ketahanan : 35 -> 38


Energy Mana : 15 -> 25


Skill :


-Mata elang Lv 5


-Hujan panah Lv 3


-Insting pemburu ( Pasif ) Lv 3


-Kompresi mana Lv 2


-Sirkuit Mana Lv 1 ( Pasif ) ( New )


Informasi Skill :


-Skill Sikuit Mana adalah sebuah skill yang mana membuat pemilik skill dapat memulihkan energy mana miliknya dengan sangat cepat, dengan skill ini juga pemilik skill mendapatkan pertahanan terhadap serangan sihir energy mana berbagai element sebesar 15 %.

__ADS_1


Melihat skill dan juga statistiknya yang meningkat tajam itu Gilang langsung tersenyum, dia kemudian merasa berterimakasih pada Rey karena itu sudah kesekian kalinya Rey telah membantu dirinya.


“Rey... aku berterimakasih padamu, dan karena bantuanmu aku sekarang yakin dapat mendaki lebih tinggi lagi”


“Dan kau tenang saja... atas namamu aku pasti akan menemukan Reza dan memberitahukan infomasi tentang dirinya padamu”


Mendengarkan hal itu membuat Rey merasa sangat senang, karena sekarang ini dirinya mendapatkan sebuah mata dan juga telinga yang ada di dalam menara.


“Sekarang ini aku bisa mengetahui kondisi terbaru di dalam menara selagi aku terkurung di dalam dimensi itu, aku sangat menantikan agar bisa bertemu denganmu lagi saudaraku Reza... akan aku kembalikan tebasan demi tebasan yang kau lancarkan pada tubuhku” pikir Rey.


Esok paginya Gilang saat itu sudah menjadi lumayan terkenal di sekitaran kota yang ada di lantai 10, dirinya menjadi perbincangan karena memiliki hubungan dengan sosok iblis keluarga kerajaan, bahkan beberapa guild yang mana memiliki hubungan dengan ras iblis berusaha untuk mengundang dirinya masuk kedalam guild mereka. Akan tetapi dengan nada datar dan sikap acuh Gilang menolak seluruh tawaran itu.


Lalu di dalam penginapan tempat Gilang tinggal di lantai 10, disana dia sedang terlihat menyiapkan berbagai macam item untuk melaksanakan ujian, dirinya juga telah bersiap dengan kekuatan baru yang dia dapatkan. Dan dengan penuh semangat Gilang langsung keluar dari kamarnya dan pergi untuk memasuki ujian tersebut.


“Yohss... sekarang mari kita naiki menara ini lagi”


Sementara itu Rey yang mana telah menghabiskan satu hari lebih di menara lantai ke 10 langsung dipaksa kembali kedalam dimensinya yang ada disekitaran lantai 0, disana dia sedang duduk santai sambil menata dimensinya tersebut. Rey menggunakan lebih dari 500 poin penaklukan miliknya untuk mengubah gaya ruangan dimensinya itu, dan sekarang itu ruangan itu tersebut sudah seperti kamar besar gaya abad pertengahan.


Dengan wajah datar tersebut secara tiba-tiba notifikasi sistem langsung muncul di hadapan Rey.


“Pinggs...”


“Sistem menara mendeteksi adanya beberapa dunia yang mana pantas untuk bergabung dengan menara, harap para monarch untuk bersiap...”


Melihat hal itu wajah datar Rey langsung berubah, dia tersenyum sedikit sambil mengeluarkan aura hitam dari energy iblis yang ada di tubuhnya, dirinya sekarang ini sudah tidak sabar lagi akan misi yang diberikan menara padanya.


“Bagus sekali... tepat saat aku sedang bosan, mari kita lihat dunia mana yang bisa aku acak-acak kali ini” pikir Rey.


Sementara itu di dalam menara disekitaran lantai 1, terdapat sebuah dimensi yang mana hampir sama dengan milik Rey.


“Srraahkk... Trrasshk...”


Berbeda dengan milik Rey, ruangan yang ada di dalam dimensi itu terlihat seperti gua kecil yang mana dingin dan juga gelap, dan di dalamnya terdapat sebuah entitas cerdas yang mana juga adalah monarch tampa gelar, dan dia juga menerima notifikasi dari sistem yang sama persis seperti milik Rey.


“Pinggs...”


“Sistem menara mendeteksi adanya beberapa dunia yang mana pantas untuk bergabung dengan menara, harap para monarch untuk bersiap...”


Sosoknya ditutupi oleh kegelapan, akan tetapi ada cukup banyak darah yang mana bertebaran di bawah kakinya, dan dengan senyuman diwajahnya dia juga tidak sabar untuk menjalankan misi dari sistem dan pergi ke dunia yang berbeda.


“Gaahkk... jadi sudah waktunya aku makan lagi, aku berharap kali ini bisa menemukan spesies yang memiliki rasa lezat... Hahahaha....”

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2