
Di dalam ruangan Administrator “Tinggs... Tinggs... Tinggs...” Administrator Heimdal terlihat sedang melakukan perubahan besar terhadap sistem yang ada didalam ruangannya, disaat itu dia melihat kebangkitan dari Bella dan karena dia merasa sangat senang dengan apa yang dia lihat “Tringgs... Tings...” Administrator Heimdal kemudian mulai mengutak-atik ujian terakhir bagi para calon pendaki.
“Sekarang mari kita lihat, pertunjukkan apa yang bisa kalian tunjukkan kepadaku orang-orang bumi”
“Dan untuk kau gadis kecil, kami Asgard akan sangat senang dengan kedatanganmu”
Heimdal pada saat itu tersenyum sambil menunggu pertunjukkan dari para calon pendaki menara tersebut, sementara itu Rey sendiri yang mana sedang berhadapan dengan Gallus “Sringgs...” mengeluarkan enam pisau lempar miliknya. “Fungs... Fungs... Fungs...” pisau-pisau tersebut terbang dengan cepatnya kearah Gallus layaknya peluru, akan tetapi “Tranggs... Krranggs... Crrast...” 5 dari pisau lempar tersebut ditangkis dengan mudahnya dan satu cuman dapat memberikan luka gores pada Gallus.
“Grroaar... Manusia...”
Dengan menjadi lebih liar dari sebelumnya Gallus “Crrast... Krass...” menggunakan pisau tulang yang keluar dari tubuhnya untuk menyerang Rey, disaat itu juga “Taask...” Rey dengan cepat langsung mengambil tiga langkah mundur “Fussst...” lalu dengan mudah dia dapat menghindari serangan Gallus. Pada saat itu Rey menggunakan kekuatan simulasi LV 2 miliknya untuk dapat memprediksi tindakan Gallus, akan tetapi tidak seperti sebelumnya Rey hanya dapat 2 detik kedepan dari bayangan masa depan milik Gallus.
“Cih... aku tidak bisa memberikan serangan kuat, karena peringatan sistem tadi aku jadi ragu untuk melawannya”
Saat Gallus mulai bertransformasi Rey berusaha untuk menyerangnya sebelum Gallus selesai bertransformasi, saat itu Rey langsung menggunakan skill simulasi LV 2 dan juga skill tehnik belati LV 2 miliknya, akan tetapi notifikasi sistem langsung muncul dihadapan Rey.
“Peringatan lawan memiliki statistik jauh lebih besar dari pengguna skill”
“Penalti akan diberikan”
“Pengguna skill hanya dapat menggunakan 20 % kekuatan asli dari skill simulasi LV 2”
Disaat itulah Rey terkejut dengan notifikasi dari sistem tersebut, dan “Busshkk....” dengan cepat Gallus menyerang kearah dirinya menggunakan tinju miliknya, namun disaat itu juga “Fusshkk...” Jin dengan menggunakan pedang miliknya mencoba untuk menahan pukulan dari Gallus demi melindungi Rey. “Trunggs...” serangan dari Gallus sangatlah kuat dan bahkan membuat pedang rapier milik Jin bergetar, pedangnya dapat menahan serangan fisik dari Gallus, akan tetapi “Srrahkk...” energy mana yang mana tertanam didalam pukulan Gallus sama sekali tidak dapat ditahan sepenuhnya oleh Jin.
“Uhuukk... Gaahkk...”
Karena serangan pukulan tersebut Jin langsung memuntahkan darah, dia menerima luka dalam yang sangat parah dari serangan Gallus tersebut, disaat itu juga “Crringgs...” menggunakan tangan kanannya Gallus berusaha untuk menghabisi Jin “Fusst...” namun dengan cepat Rey melemparkan pisau kearah kepala Gallus dan “Crrast...” serangan Rey tepat sasaran dan pisaunya menancap dikepala Gallus. “Taask...” dengan menggunakan kedua tangannya Rey kemudian langsung membopong Jin, “Busshkk...” Rey lalu juga menaruh Jin dekat dengan Bella agar Jin yang mana masih sadar dapat melindungi Bella.
“Ugghk... maaf tuan Rey, aku tidak bisa membantumu lebih banyak lagi”
__ADS_1
“Tidak usah salahkan dirimu, diam saja disini dan lindungi Bella”
Rey kemudian langsung berbalik kearah Gallus, dan mulai melawan Gallus satu lawan satu, menggunakan skill tehnik belati dan juga simulasi miliknya Rey dapat menghindari dan juga memberikan Gallus sebuah perlawanan. Akan tetapi semua itu percuma saja karena tubuh Gallus memiliki kekuatan regenerasi yang sangat cepat, dan bahkan saat itu juga Rey yang mana telah bergerak kesana kemari mulai kelelahan.
“Haah-Haah... sialan aku mulai kehabisan tenaga, nampaknya tidak ada cara lain lagi aku harus menggunakan sisa poin statistik milikku”
Disaat itu juga “Funggs...” Rey menyerang dengan melemparkan kelima pisaunya, dan ketiga Gallus menghindari serangan dari Rey, “Tringgs...” Rey dengan cepat membuka layar status miliknya dan di sana dia langsung menggunakan poin statistik miliknya.
Nama : Rey Bramasta
Umur : 19
Pekerjaan : < Kosong >
Statistik sekarang :
Kekuatan : 16 \=> 17
Ketahanan : 7 \=> 8
Kepintaran : 38 \=> 40
Kekuatan jiwa : 9
Skill :
-Pengrajin LV 2
-Melempar LV 3
__ADS_1
-Simulasi LV 2
-Lidah penuh muslihat LV 3
-Langkah bayangan LV 1
-Tehnik belati LV 2
“Bagus aku bisa merasakannya”
Setelah selesai meningkatkan statistiknya Rey mulai menyerang balik “Wusshk...” dia bergerak dengan sangat cepat, bahkan Gallus sampai tidak bisa bereaksi akan kecepatannya dan dengan menggunakan belati miliknya “Crrast...” Rey langsung menusuk tenggorokan milik Gallus. “Kieekk...” rasa sakit yang mana terasa setelah tusukan belati milik Rey membuat parasite di dalam tubuh Gallus berteriak, “Taask...” dan menggunakan tangannya Gallus berusaha untuk mengeluarkan belati milik Rey dari tenggorokannya.
“Kau mau lepas, jangan berharap”
Dengan cepat Rey langsung menarik tangan kanannya dan melepaskan belati tersebut tertinggal dileher Gallus, dan saat itu juga menggunakan langkah bayangan LV 1 milik Rey “Srrahkk...” dia langsung menghilang dan muncul kembali di sebelah Gallus. “Taask...” kemudian menggunakan tangan kirinya “Crrast...” Rey menarik belati miliknya sambil dengan cara menebas keseluruhan leher dari Gallus, “Trraask...” saat itu leher Gallus telah setengah putus dan nampak tubuh dari parasite mayat yang ada didalam tubuhnya, dan melihat parasite mayat tersebut “Wusshkk...” Rey langsung memutar tubuhnya dan mengarahkan serangan tebasan lagi kearah leher Gallus “Trrassk...” dan dengan gerakan yang indah Rey berhasil memutuskan kepala dari Gallus.
“Sekarang semuanya sudah berakhir”
Saat itu juga Rey merasa sedikit tenang karena dirinya telah mengalahkan Gallus, kemudian Rey yang mana telah memastikan kalau Gallus tidak bergerak lagi langsung menuju kearah Bella, dia masih penasaran dengan kekuatan dari energy mana kematian milik Bella. Namun disaat itu juga “Taask...” tubuh Gallus bangkit lagi dan tampa kepalanya dia “Crrasr.. Sringg...” mengubah tangannya menjadi sebuah pedang tulang yang sangat besar, dan disaat Rey berbalik dia telah terlambat karena Gallus telah “Fusshh...” mengarahkan serangannya kearah Rey.
“Sialan....” pikir Rey.
Di saat itu Rey telah mengetahui kalau dirinya tidak bisa menghindari serangan dari Gallus, dan “Crringgs...” menggunakan belati miliknya dia berusaha untuk menahan sebagian kecil serangan pedang dari Gallus tersebut.
“Sihir api LV 2 : bola api”
“Funggs...” akan tetapi sebelum pedang Gallus menyentuh tubuh Rey “Bomshkk...” sebuah bola api yang sangat cepat langsung menyerang tubuh Gallus “Fusshkk...” dan Gallus terlempar jauh karena serangan dari bola api tersebut.
“Rey maaf yah... aku sedikit beristirahat sebentar tadi”
__ADS_1
Saat itu Riana telah dapat bangun dan melihat kalau Gallus bangun dan berusaha untuk menyerang Rey, karena hal itulah Riana langsung mulai mengaptifkan skill sihir api LV 2 miliknya, dan dia berhasil menyerang Gallus sebelum bisa melukai Rey.
Bersambung......