
Hawa iblis yang mana mencekam dan juga gelap mulai menyelimuti terowongan yang di buat oleh ratu zombie tersebut, dan saat itu juga menggunakan kekuatan skill ilusi miliknya Reza mulai mengaktifkan energy iblis yang mana telah dia sebarkan keseluruh terowongan sarang ratu zombie tersebut. Dan di sana Reza mulai merusak pikiran dari ke 5 orang calon pendaki yang mana pergi bersama dengan dirinya “Srrastt... Crrastt...” dengan pedang miliknya Reza menghabisi 3 dari 5 calon pendaki tersebut, dan dirinya mengambil seluruh poin-poin yang mana dimiliki oleh ke 3 calon pendaki itu.
“Hehehe... mereka lumayan punya banyak poin juga, sekarang mari kita lakukan rencananya”
Saat itu dengan senyuman jahat Reza mulai mengambil poin-poin tersebut, dia kemudian meletakkan sebagian besar poin yang dia dapatkan dan memasukkannya secara paksa pada ke 2 calon pendaki yang mana masih dalam pengaruh ilusi miliknya. “Trussk...” dan saat Reza mendengarkan langkah kaki dari Rey dia mulai bersiap, dengan skill pedang iblis miliknya “Srrahkk...” Reza mulai mengumpulkan energy iblis di bilah pedang miliknya dan dengan energy iblis tersebut di mulai mempertipis serta mempertajam pedang miliknya.
“Sekarang... MATI KAU” pikir Reza.
Dengan serangan pedang iblis milik Reza berusaha untuk menghabisi Rey dengan sekali serangan, akan tetapi pada saat itu juga menggunakan skill simulasi miliknya Rey dapat menghindari serangan dari Reza dengan cara melihat bayangan masa depan milik Reza yang menyerang dirinya. Namun energy iblis yang gelap dan sangat mirip dengan bayangan masa depan yang dilihat oleh Rey, dengan cepat “Srrassst...” memperpanjang jarak serangan dari Reza dan membuat tenggorokan dari Rey tergores oleh serangan pedang dari Reza.
Saat itu juga dengan wajah terkejut Rey melihat Reza dan juga bertanya pada dirinya.
“Apa yang kau lakukan Reza, kenapa kau menyerangku”
Akan tetapi saat itu Reza sama sekali tidak menjawab pertanyaan Rey, dan dirinya hanya fokus pada pedangnya yang mana tidak dapat menebas kepala dari Rey.
“Hmm... aku rasa serangan pedangku tadi sudah cukup bagus”
“Namun kenapa aku tidak bisa menebas kepalanya, apakah dia memiliki skill untuk melihat seranganku” pikir Reza.
Pada saat itu Reza sedang fokus pada tehnik pedangnya yang mana gagal menghabisi Rey, dan disaat itu juga “Funggs... Funggs...” 2 pisau terlempar dengan kecepatan yang mana sangat cepat kearah Reza, melihat hal itu “Trranggs...” dengan mudahnya Reza menangkis salah satu serangan pisau tersebut dan “Fusshk...” dia menghindari lemparan pisau satunya lagi dengan mudahnya. Lalu ketika Reza melihat kearah Rey dia menyadari kalau Rey telah menghilang dari hadapannya, dan saat itu “Srrahkk...” menggunakan skill langkah bayangan Rey langsung bergerak kearah belakang Reza dan menggunakan belati besi hitam di tangannya Rey bersiap untuk menusuk punggung Reza.
“Kau mau membunuhku saudaraku”
__ADS_1
Akan tetapi pada saat itu secara tiba-tiba Reza langsung berbalik dan melihat kearah Rey, kemudian menggunakan pedang miliknya “Trranggs...” Reza berusaha untuk menepis serangan tusukan yang di arahkan Rey kearah dadanya. Karena perbedaan statistik kekuatan yang mana sangat besar Rey lalu “Bushkk...” memutuskan untuk melompat mundur, setelah itu dengan tangan kirinya Rey langsung melemparkan “Funggs...” beberapa pisau untuk mengalihkan pandangan Reza.
“Serangan lemah”
Saat itu dengan mudahnya “Trranggs...” Reza langsung menepis setiap lemparan pisau yang ada dengan sekali tebasan dari pedang miliknya, dan disaat itu juga “Wushkk...” dengan cepat Reza langsung bergerak untuk mengejar Rey yang mana berusaha untuk menjaga jarak dari dirinya.
“Cih... tidak ada pilihan lain”
Saat itu juga dengan cepat “Wushkk...” Rey langsung maju, dan di saat yang bersamaan “Sraahk...” Rey langsung mengaktifkan skill langkah bayangan miliknya, dan dalam hitungan sepersekian detik Rey langsung menghilang dari pandangan mata Reza dan disaat itu juga “Srraahkk...” dengan cepat Rey berhasil melukai tangan kanan Reza dengan belati miliknya. Walaupun serangan dari Rey berhasil melukai Reza, akan tetapi pada saat itu juga “Tringgs...” dengan cepat Reza langsung membalas serangan dari Rey dan “Tranggst...” memukul mundur Rey dengan pedang miliknya.
“Haaah... pedangnya sangat berat, dan lagi kelihatannya aku kehilangan cukup banyak darah”
“Pandanganku mulai kabur, aku harus segera menyelesaikan ini dengan cepat dan menghabisi dirinya” pikir Rey.
“Kau... siapa kau sebenarnya...??”
“Kau bukan Reza, kau bukan saudaraku yang aku kenali”
Saat itu mendengarkan perkataan dari Rey membuat Reza hampir tertawa, akan tetapi dia berusaha untuk menahan tawanya dan tersenyum jahat dihadapan Rey.
“Yaah... bagaimana kalau kau mencari tahunya sendiri”
“Mungkin kau bisa mendapatkan jawabannya dengan mengalahkanku... saudaraku”
__ADS_1
Dengan nada suara yang mana terlihat bermain-main Reza berusaha untuk memancing emosi dari Rey, akan tetapi saat itu juga Rey sama sekali tidak terpancing dan dengan cepat dia memikirkan cara untuk mengalahkan Reza. Dengan fokus yang sangat sempurna dengan cepat “Funggs...” Rey langsung melemparkan pisau miliknya keatas batu yang ada diatas Reza, melihat hal itu Reza langsung melihat kearah atasnya dan “Kraask...” dia langsung memasang amor sihir miliknya untuk mencegah kerusakan dari jatuhnya bebatuan dari atas kepalanya.
“Haah...?? kenapa tidak jatuh”
Akan tetapi disaat itu juga Reza tidak melihat adanya batu yang jatuh sedikitpun diatas kepalanya, dan dia pada akhirnya tersadar kalau itu hanyalah umpan.
“Sialan... kemana lagi dia...??”
Saat itu Reza mulai melihat kesekitarnya untuk melihat-lihat kemana Rey pergi, akan tetapi saat itu juga Reza yang mana sudah melihat disekitarnya selama beberapa detik menyadari rencana Rey yang sebenarnya.
“Dasar bocah sialan, dia kabur dari sini rupanya”
Saat itu Reza terlambat menyadari kepergian dari Rey, di sana Rey telah berlari dengan cepat kearah pintu keluar sarang dari ratu zombie tersebut, Rey menyadari kalau dirinya sama sekali tidak dapat mengalahkan Reza yang sekarang ini, dan satu-satunya cara untuk mengalahkan Reza adalah dengan meminta bantuan dari rekan-rekannya.
“Aku harus cepat”
“Walaupun aku akan mati setelah ini, tetapi orang itu juga harus mati”
Dengan tekat yang kuat Rey langsung berlari menuju pintu keluar, namun saat itu Rey menyadari kalau adanya kabut hitam yang mana memenuhi terowongan sarang ratu zombie tersebut, dan kabut hitam tersebut mulai bereaksi terhadap luka di tenggorokan Rey. “Traask...” luka dari Rey kemudian secara tiba-tiba mengeluarkan banyak darah, dan “Bumsshk...” disaat itu juga ratu zombie keluar bersama dengan Reza yang mana mengendarai tubuhnya.
“Ketemu kau tikus kecil, sekarang adalah akhir dari riwayatmu”
Menggunakan pedang yang mana dilapisi oleh energy iblis Reza bersiap untuk menebas kearah Rey, dan disaat yang bersamaan Rey juga telah bersiap untuk menyerang Reza walaupun dirinya harus mati disaat itu juga. “Bushkk...” dengan cepat keduanya saling beradu serangan satu sama lainnya, dan saat itu juga di luar sarang ratu zombie “Srraahkk...” Bella mendengarkan suara dari para hantu yang ada di sekitar dirinya, dan dia langsung mendapatkan sebuah firasat buruk akan apa yang terjadi di dalam sarang ratu zombie tersebut.
__ADS_1
Bersambung......