Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 27 Dibalik bayangan hutan


__ADS_3

“Grrr... Roaarr...” para serigala pelahap mayat yang mana telah melahap para zombie yang ada disekitar hutan, mulai bosan dengan para zombie yang mana tidak membuat suara ataupun ekspresi rasa takut, mereka kemudian melihat kearah atas hutan tempat mereka berada “Srraanggs...” dan disaat itu mereka melihat pelindung yang mana mengurung hutan tersebut telah menghilang, dan disaat itulah para serigala pelahap mayat itu langsung mengeluarkan ekspresi tersenyum. “Aawoouungg...” mereka melolong dengan gembiranya, karena serangan itu pada akhirnya mereka dapat memburu para manusia yang mana adalah calon pendaki, “Wrusskk...” dengan cepat mereka kemudian langsung bergerak dengan membuat beberapa kelompok.


Sementara itu didalam kastil ke 5 “Tinggs...” Reza yang mana sedang melatih skill baru miliknya, merasakan adanya bahaya yang mana mendatangi kastil kekuasaannya “Ting... Ting... Ting... Tringgs...” dengan sistem dari kastil ke 5 tersebut Reza langsung menggunakan beberapa poin miliknya dan menggunakan fungsi suara bergema.


“PERHATIAN PADA SEMUANYA, DIHARAPKAN UNTUK SEGERA BERSIAP, BEBERAAP MAHLUK TELAH TERDETEKSI MENDEKATI KASTIL KITA DENGAN KECEPATAN YANG SANGAT CEPAT, DIKATAKAN SEKALI LAGI UNTUK SEGERA BERSIAP” kata Reza, suaranya bergerma kedalam seluruh kastil tersebut dan membuat para calon pendaki yang ada didalam kastil ke 5 dapat mendengarkan suaranya.


Mendengarkan hal itu Rey langsung berjalan dengan cepat kearah dinding luar kastil, dan disana dia langsung memanjat dinding tersebut dan bersiap dengan salah satu balista yang ada diatas diding luar kastil tersebut, disebelahnya Bella dan juga Gilang telah bersiap untuk membantu dirinya. “Trranggs....” dan pada saat itu juga para calon pendaki menara yang ada disana dibuat terkejut, karena sekarang itu Reza ada diatas dinding luar kastil dan dengan wajah seriusnya.


“Trraakk... Krraak...” Reza juga telah menyiapkan lebih dari 30 boneka ksatria dan sekarang ini dia telah menghabiskan semua poin yang ada didalam sistem kastil miliknya.


“Kau tampaknya habis-habisan kali ini, apakah ini akan menjadi gelombang terkhir” kata Rey.


“Entahlah... namun yang aku tahu sekarang ini adalah, mahluk yang menuju kemari itu lebih kuat dan juga sangat cepat” kata Reza.


“Jadi begitu, menurutmu berapa banyak yang akan jadi korban...??” tanya Rey.

__ADS_1


“Entahlah... melihat jumlah yang akan datang kemungkinan terburuk setengah dari kita akan mati” kata Reza.


“Menarik kawanku, ini pertama kalinya aku melihatmu tidak berpikiran positif seperti biasa, pada akhirnya kau menjadi manusia biasa juga bukan” kata Rey.


“Cih... tinggalkan aku sendiri, dan bersiaplah” kata Reza, beberapa emosi milik Reza masih ada dan tubuhnya masih belum dikendalikan secara sepenuhnya oleh suara yang ada didalam kelapanya.


“Hmm... dia masih bisa berinteraksi dengan temannya dengan baik, ini bukan hal yang buruk juga, karena sebentar lagi emosi dan juga tingkah lakunya akan bertindak seperti diriku dan saat itu tiba aku akan terlahir kembali dengan tubuh yang baru” pikir suara asing yang ada didalam kepala Reza, suara tersebut berencana untuk mengambil alih tubuh Reza akan tetapi sekarang ini dia tidak bisa melakukannya karena masih ada Rey yang mana menjadi ancamannya.


“Grrr...” dan pada saat itu juga beberapa pasang mata bercahaya merah langsung melihat dari arah hutan kearah kastil ke 5, dan disana para calon pendaki dapat merasakan hawa mahluk buaas yang kelaparan dan juga sangat liar “Wrussk... Wrussk... Wrussk...” lalu dengan cepat 7 ekor serigala pelahap mayat langsung keluar dari dalam hutan, “Fusshkk...” dengan lari mereka yang mana secepat sebuah sepeda motor, para serigala itu langsung melaju kearah dinding luar kastil ke 5. Melihat lari cepat para serigala pelahap mayat itu “Crraak... Trranggs...” dengan cepat Gilang langsung menembakkan balista yang dia gunakan, “Bumsshkk...” balista tersebut mendarat dan memberikan serangan ledakan yang cukup besar.


Namun “Grrr...” serigala pelahap mayat yang tertembak balista tersebut masih hidup, “Tik-tik-tik...” dan dia hanya mendapatkan luka cukup besar dibagian perut kanannya, dan dengan mata penuh amarah serigala pelahap mayat tersebut kemudian melihat kearah Gilang. “Busshkk...” dengan satu lompatan kuat, “Fusshhkk...” serigala pelahap mayat tersebut kemudian langsung melayang kearah Gilang, “Trraaak...” dengan rahang miliknya yang mana terbuka serigala pelahap mayat tersebut berencana untuk melahap Gilang.


Disaat itu juga Gilang tidak sempat untuk bertindak namun “Srringgs...” dengan cepat “Crrast... Crrast... Crrast...” tiga buah pisau langsung terlemparkan dan menancap di tiga tempat ditubuh serigala pelahap mayat tersebut, “Busshkk...” karena serangan dari pisau-pisau tersebut serigala pelahap mayat itu kemudian langsung terjatuh dan menghantam tanah diluar dindin kastil luar. Disana Gilang melihat kearah dari pisau tersebut terlempar, dan benar saja ketiga pisau tersebut dilemparkan oleh Rey yang mana bertindak dengan cepat, dia menggunakan skill melempar LV 3 dan juga skill tehnik pisau LV 1 miliknya, sehingga dengan cepat Rey dapat melihat kelemahan dari tubuh serigala pelahap mayat tersebut dan menyerangnya dengan tepat.


“Terimakasih Rey, tidak aku sangka akan diselamatkan oleh orang yang lebih muda dariku” kata Gilang.

__ADS_1


“Kalau paman mau berterimakasih nanti saja, dia masih belum mati” kata Rey, dengan cepat dia langsung mengambil alih balista miliknya dan mengarahkannya kearah serigala pelahap mayat tersebut.


“Trranggs...” dengan cepat Rey langsung menembakkan balistanya “Funggs...” anak panah balista tersebut kemudian langsung melesat kearah serigala pelahap mayat tersebut, disaat itu serigala pelahap mayat itu nampak tak sadarkan diri tepat dibawah dinding kastil tersebut dan “Crrastt...” dengan tembakkan balista tersebut Rey menembak tepat dijantungnya, “Trrassk...” dan anak panah balista tersebut kemudian langsung menghancurkan jantung dari serigala pelahap mayat itu.


“Bagus sekarang satu sudah kalah” kata Reza.


Akan tetapi “Busshkk...” ke 6 serigala pelahap mayat yang tersisa tersebut langsung menabrak dinding kastil itu dengan tubuh mereka, dan dengan cepat “Trrassk...” dinding kastil ke 5 tersebut langsung retak karena serangan tabrakan tubuh dari serigala pelahap mayat tersebut. Melihat hal tersebut “Ting... Ting... Ting...” Reza kemudian langsung mengendalikan gerbang dinding kastil “Trranggstt... Tanggss...” gerbang dinding luar kastil itu kemudian langsung terbuka, melihat hal tersebut para serigala pelahap mayat itu langsung berusaha “Wrrusshkk...” masuk kedalam dinding kastil tersebut dan ingin memangsa para calon pendaki yang ada didalam dinding kastil tersebut.


“Grrrr.... Roaaar...” dengan suara buas mereka para serigala pelahap mayat tersebut memperlihatkan wajah seperti tersenyum, mereka terlihat seperti tidak sabar untuk melihat wajah putus asa dari para calon pendaki yang ada didalam dinding kastil tersebut, namun “Srringgs...” dengan cepat “Crrast... Trrassk...” ke 4 dari 6 serigala pelahap mayat tersebut langsung terkena serangan kejutan, mereka diserang oleh tombak yang mana digunakan oleh para calon pendaki menara yang mana sedang menunggu mereka masuk lewat gerbang dinding kastil tersebut.


“Mereka terjebak sesuai yang direncanakan, sekarang tembak mereka semua” kata Reza, dengan perintahnya para calon pendaki yang ada diatas dinding kastil tersebut langsung mengarahkan ke 6 balista kearah 4 serigala pelahap mayat yang terluka tersebut.


“Trranggs... Trranggs... Trranggs...” menggunakan serangan balista tersebut “Bumsh... Bumsh...” ke 4 serigala pelahap mayat tersebut langsung tewas dan menyisakan 2 ekor serigala pelahap mayat yang ada didalam dinding kastil tersebut, keduanya kemudian langsung bergerak secara terpisah dan mulai terlihat berhati-hati dengan para calon pendaki yang mana telah bersiap dengan senjata milik mereka.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2