
Di saat itu kelompok kedua dari para pasukan klon yang mana berpencar untuk menghancurkan sarang monster Tenra tersebut, mereka mendapatkan misi khusus untuk membawa perlengkapan peledak yang mana akan digunakan untuk menyerang sarang monster Tenra ketika kelompok pertama mengalihkan para monster Tenra yang berjaga disekitar kota.
Saat itu kelompok kedua dari para prajurit klon tersebut di pimpin oleh Master B 099, dia adalah salah satu prajurit klon tipe pemimpin yang mana membawa 10 prajurit bersama dengan dirinya, dan saat itu juga “Tratatatssk... Tratatatsk...” mereka secara tidak sengaja mendengarkan suara-suara tembakkan dari arah gerbang kota.
“Suara tembakkan itu... apa jangan-jangan kelompok pertama sudah bertemu dengan para monster Tenra penjaga, kalau begitu ini adalah kesempatan kami” pikir prajurit klon Master B 099 tersebut.
Dengan sigap dia langsung memberikan perintah pada para prajurit yang ada di kelompok kedua tersebut.
“Semuanya segera persiapkan peledak yang ada, kelompok pertama sekarang ini sedang bertarung... ini adalah kesempatan kita untuk menyerang markas para monster Tenra itu”
“Jangan sampai ada kesalahan sekecilpun, Mengerti...”
Mendengarkan perintah dari ketua mereka dengan sigap dan sambil memberi hormat para prajurit klon itu memberikan jawaban secara serentak.
“SIAAP... LAKSANAKAN...”
Dengan cepat dan juga cekatan para prajurit klon dari kelompok kedua itu langsung bergerak, dan mereka melihat kalau sarang dari para monster Tenra yang mana ada di kota itu sepi tampa ada satupun monster Tenra yang menjaganya, dan dengan cepat “Frrukks...” mereka langsung bergerak menuju sarang monster Tenra tersebut. Di dalam sana mereka kemudian melihat telur-telur dari monter Tenra yang mana dibawa oleh para monster Tenra kecil, mereka membawa telur-telur itu keluar agar ketika menetas para monster Tenra itu langsung maju untuk menjalankan perintah mereka.
Dengan wajah jijik salah satu prajurit klon dari kelompok kedua itu mengarahkan senjata miliknya kearah para telur monster Tenra itu, dia masih teringat akan rekan-rekannya yang terbunuh oleh para monster Tenra itu dan ingin melampiaskan amarahnya saat itu juga.
“Monster-monster sialan... rasakan pembalasan dendamku...” pikir prajurit klon tersebut.
Akan tetapi sebelum dirinya dapat menembak telur-telur tersebut “Taask...” prajurit klon Master B 099 langsung memegang senapan bawahannya, dan dengan nada datar dia berusaha untuk menenangkan bawahannya tersebut.
“Tenangkan dirimu prajurit, ingatlah kalau rekan-rekan kita telah mengorbankan diri mereka agar kita dapat menyelesaikan misi ini... jangan sia-siakan pengorbanan mereka dengan amarahmu itu”
Mendengarkan hal itu prajurit klon itu langsung tersadar dan menurunkan senjatanya, dia kemudian langsung kembali ke posnya dan melanjutkan misinya bersama dengan rekan-rekannya yang lainnya. Sementara itu prajurit klon Master B 099 melihat kearah sekitar sarang monster Tenra tersebut, dan disana dia melihat adanya beberapa penduduk warga mereka yang mana ditangkap untuk dijadikan bahan makanan bagi para monster Tenra tersebut.
__ADS_1
“Para warga itu... apa mungkin masih bisa diselamatkan...??” pikir prajurit klon Master B 099.
Dengan menggunakan helm pelindung miliknya “Trringgs...” dia langsung memindai tubuh para warga tersebut, dan disana dia melihat kalau tubuh para warga itu telah tertanam racun yang sangat mematikan dan racun itu membuat tubuh mereka mati rasa dan bahkan tidak dapat bergerak. Melihat kondisi dari para warga tersebut prajurit klon Master B 099 langsung mengurungkan niatnya, dia lalu memalingkan wajahnya dari para warga itu dan mengucapkan beberapa kata dengan nada lembut.
“Maafkan aku....”
Dengan hati yang mana di penuhi oleh beban dan juga rasa bersalah prajurit klon Master B 099 maju untuk melanjutkan misinya, akan tetapi pada saat itu juga “Truukk...” prajurit klon Master B 099 melihat pemandangan yang mengejutkan. Disaat itu prajurit klon Master B 099 melihat para bawahannya yang mana telah terbantai dan menyisakan sesosok mahluk yang mana adalah monster Tenra.
“Grrrr....”
Monster Tenra itu berbeda dengan yang lainnya, itu karena tubuhnya tidak seperti manusia setengah ular akan tetapi dia memiliki tubuh mirip manusia dengan wujudnya yang mana di tutupi oleh sisik-sisik hitam kemerahan. Dan dengan satu mata di dahinya dia menatap prajurit klon Master B 099 tersebut, dan “Crringgs...” dia langsung mengeluarkan sebuah senjata berbentuk cakar panjang berwarna hitam dari pangkal tangan kanannya.
Dengan amarahnya prajurit klon Master B 099 kemudian langsung maju dengan senjata miliknya, dia berteriak dan mencoba untuk mengintimidasi monster Tenra itu.
“Matilah kau monster sialan... beraninya kau membunuh para bawahanku”
Saat itu juga prajurit klon Master B 099 terkejut dengan apa yang dia lihat, setiap tembakkan yang mana dia lancarkan sama sekali tidak bisa mengenai monster Tenra itu, dan dengan cepat “Fussk...” monster Tenra dengan wujud manusia itu langsung secara tiba-tiba ada di hadapan prajurit klon Master B 099. Tidak terkejut dengan hal itu “Sringgs...” prajurit klon Master B 099 langsung mengeluarkan pisau di punggungnya.
Dengan pisau itu prajurit klon Master B 099 berusaha untuk menyerang kearah monster Tenra berwujud manusia itu, akan tetapi “Tringgs...” serangan tusukan dari prajurit klon Master B 099 sama sekali tidak dapat melukai monster Tenra berwujud manusia tersebut.
“Apa...!! pisau listrik baja yang telah di tingkatkan oleh pemerintah dunia sama sekali tidak dapat menembus kulitnya, sekuat apa sebenarnya mahluk ini” pikir prajurit klon Master B 099.
Pada saat itu secara mengejutkan monster Tenra berwujud manusia itu mengeluarkan suaranya.
“Manusia... apa hanya itu saja yang kau bisa...??”
Mendengarkan hal itu prajurit klon Master B 099 langsung terkejut dengan apa yang dia dengarkan, itu karena untuk pertama kalinya dia bertemu dengan sosok monster Tenra yang mana dapat berbicara bahasa mereka. Pemerintah dunia Fintian yang mana diserang oleh para monster Tenra pada saat itu telah menyelidiki mereka secara menyeluruh, akan tetapi mereka sama sekali tidak dapat menemukan sosok monster Tenra yang mana dapat berkomunikasi dengan mereka.
__ADS_1
Oleh karena hal itulah para monster Tenra harus dihabisi ketika langsung ditemukan, dan perintah itu sudah tertanam pada otak para prajurit klon yang lainnya, dan karena hal itu juga “Triitt...” dengan cepat prajurit klon Master B 099 langsung menekan sebuah tombol yang mana ada di kantungnya.
Melihat hal itu monster Tenra berwujud manusia itu merasa kebingungan dengan apa yang di lakukan oleh prajurit klon Master B 099, dan dengan cepat “Crrastt...” dia menusuk tubuh prajurit klon Master B 099 menggunakan senjata yang ada di tangan kanannya, serangan tusukan untuk menembus dada dari prajurit klon Master B 099.
“Gaahkk... Trraask...”
Karena serangan itu prajurit klon Master B 099 langsung mengeluarkan banyak darah dari mulutnya, akan tetapi pada saat yang bersamaan dia tersenyum dan mengatakan sesuatu pada monster Tenra berwujud manusia itu.
“Hahaha... Gahhk... monster sialan, aku memang kalah... akan tetapi kau juga tidak akan menang”
Mendengarkan hal itu monster Tenra berwujud manusia itu langsung kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh prajurit klon Master B 099, dan dia lalu langsung bertanya pada prajurit klon Master B 099 tetang apa yang dia bicarakan.
“Kau bicara apa manusia...?? aku sama sekali tidak mengerti...??”
Lalu disaat yang bersamaan “Bomshkk... Bomshkk... Bomshkk...” perangkat peledak yang mana di tanamkan oleh para prajurit klon kelompok kedua kemudian langsung meledak, seluruh sarang monster Tenra itu kemudian langsung terbakar dan juga ditutupi oleh api. Setelah ledakan tersebut selesai, yang tersisa dari sarang para monster Tenra itu hanyalah para mayat monster dan juga sisa-sisa reruntuhan sarang mereka.
Kemudian dibalik sisa sarang monster Tenra itu “Trraak... Krraak...” monster Tenra berwujud manusia itu langsung muncul dari sana, dengan tubuhnya yang mana terluka parah dan juga dirinya yang kehilangan lengan kanannya “Truukk...” dia berusaha untuk menyelamatkan dirinya dan berjalan maju kearah tempat utama sarang monster Tenra tersebut.
Akan tetapi saat monster Tenra berwujud manusia itu telah sampai di titik utama sarang mereka, dia dikejutkan dengan apa yang dia lihat, dan itu adalah saat sosok manusia yang mana menyentuh monster Tenra besar yang mana memiliki tugas untuk melahirkan telur-telur para monster Tenra yang lainnya. Dan dengan amarahnya dia langsung bertanya pada manusia itu.
“Manusia sialan... sedang apa kau di tempat suci kami...??”
Dengan dipenuhi oleh aura haus darah yang kuatnya, monster Tenra berwujud manusia itu terlihat akan menyerang sosok manusia yang mana menyentuh monster Tenra yang mengeluarkan telur-telur para monster Tenra itu, dan “Traashkk...” saat itu juga sosok manusia itu menunjukkan wajahnya, dan dengan senyuman lebar diwajahnya dia menjawab pertanyaan dari monster Tenra berwujud manusia itu.
“Hmmm... tidak ada, hanya ini membuat teman besar ini menjadi salah satu bawahanku saja”
Bersambung.....
__ADS_1