Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 45 Bayangan masa depan bagian 2


__ADS_3

Bergerak dengan lambat sebuah bayangan yang mana terlihat seperti sosok Jack yang mana melompat keatas dinding, dan saat itu juga “Busshkk...” Jack mengikuti arah bayangan tersebut dan melompat kearah dinding yang sama dengan bayangan tersebut, melihat hal itu Rey langsung sadar akan kemampuan simulasi miliknya dan sekarang ini Rey dapat melihat masa depan dari setiap musuh yang akan dia hadapi. Disaat itu dengan menggunakan skill langkah peledak miliknya “Bushkk...” Jack sigila langsung melompat kedinding diatasnya dan “Busshkk...” sekali lagi dia melompat dengan kuat menuju kearah Rey, akan tetapi disaat itu Rey telah melihat bayangan masa depan milik Jack dan melihat kalau Jack akan langsung menyerang menggunakan serangan tusukan dari pedang miliknya.


Lalu disaat itu juga “Fusshkk...” Rey langsung menjatuhkan dirinya “Frusshkk...” sementara Jack berusaha untuk menyerangnya menggunakan tusukan pedang miliknya, disaat itu Jack merasakan ada yang aneh karena Rey dapat dengan mudah menghindari serangannya, akan tetapi “Fungs... Fungs... Fungs...” dengan cepat Rey langsung melemparkan pisau-pisau miliknya kearah Jack. Namun “Trranggs...” tiga dari empat pisau yang dilemparkan oleh Rey langsung dengan mudah ditangkis oleh Jack, disaat itu Jack mulai merasa bosan karena melihat gaya bertarung Rey yang mana sangat tidak sesuai dengan dirinya.


“Apa cuman ini saja yang kau bisa”


“Kalau memang seperti ini sebaiknya kau mati saja”


Jack sigila mulai marah dan panas karena melihat Rey, “Trrasskk...” menggunakan sihir petir ditangannya dia mulai mengumpulkan mana ditelapak tangannya, dan membuat petir kecil berbentuk bola ditelapak tangannya tersebut, akan tetapi disaat itu juga “Krrak...” secara tiba-tiba bebatuan langsung terjatuh dari lantai ketiga diatas Jack berada. Menyadari hal itu Jack langsung berbalik dan mengganti targetnya “Traaask... Bumshk...” dan dengan cepat dia langsung menghancurkan bebatuan yang mana akan terjatuh kearahnya.


“Kenapa bisa kebetulan sekali kalau bebatuan itu akan terjatuh disana, apakah ini memang kebetulan...??”


“Apa itu..?? pisau yang dia lemparkan tadi” pikir Jack.


Saat itu Jack menyadari kalau ketiga pisau yang dilemparkan oleh Rey hanyalah pengalihan, dan pisau keempat adalah serangan sebenarnya yang mana mengincar celah bangunan yang akan runtuh diatas kepala Jack sigila, lalu untuk membuat Jack benar-benar terkena bebatuan runtuh tersebut Rey menggunakan dirinya sebagai umpan dan membiarkan Jack kesal dengan cara berdiam diri saat Jack menggunakan skill sihir petir miliknya.


“Sialan ini benar-benar licik, dia bahkan menggunakan area sekitarnya sebagai senjata”


“Dimana...?? dimana bocah licik itu...??” pikir Jack.


Disaat Jack menyadari kelicikan dari tehnik bertarung Rey dia menyadari kalau Rey telah menghilang dari pandangannya, dan disaat itulah Jack dengan cepat langsung menggunakan skill deteksi miliknya untuk melihat di mana keberadaan dari Rey. Pada saat itu Jack dengan sangat terkejut menyadari kalau Rey sudah ada dibelakang dirinya, “Busshkk...” dan dengan skill langkah ledakan miliknya dia langsung melompat keatas untuk menghindari serangan Rey.


“Hei... kenapa kau berlarian seperti itu, kau membuatku bosan”


Kata-kata dari Rey yang mana muncul dari bayangan membuat Jack marah besar akan dirinya, kemudian menggunakan skill sihir petir miliknya “Trrassk...” Jack mengalirkan energy petir kearah pedang miliknya, lalu “Busshk...” dengan cepat Jack langsung melesat kearah Rey menggunakan langkah peledak miliknya. Disaat itu juga Rey mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan dari Jack, “Trrassk... Bushkk...” dan saat itu serangan kuat dari pedang Jack sama sekali tidak dapat menyentuh diri Rey sama sekali.


“Ada apa..?? apa kau kelelahan sehingga tidak bisa menggunakan pedangmu dengan benar”


“Seharusnya kau istirahat saja dulu sebentar, lihat itu darah dilengan kirimu yang putus itu mulai keluar”


Rey menggunakan skill Lidah penuh muslihat LV 3 miliknya, dan disaat itu juga dirinya langsung membuat Jack sigila merasa marah besar, dan “Funggs...” saat itu dengan serangan tusukan pedangnya yang mana telah dibalut oleh energy petir, “Srraahskk...” Jack sigila berusaha untuk menyerang Rey. Namun dengan mudah Rey dapat menghindari serangan tusukan itu karena dapat melihat bayangan masa depan dari Jack, dan disaat itu juga “Funggs...” dengan cepat Rey melemparkan salah satu pisau miliknya dan “Crrast...” dia berhasil mengenai kaki dari Jack sigila.

__ADS_1


“Hmm... kalau di dalam game mungkin aku akan dapat 40 point untuk serangan itu”


Rey dengan sengaja membuat Jack semakin marah, karena dengan hal itu Jack akan membuat banyak gerakan yang terburu-buru dan membuat dirinya dengan mudah dapat diserang.


“Cih... dasar bocah sialan”


Dengan amarahnya Jack mulai menarik kembali energy petir miliknya dari pedangnya, dan mengalirkannya keseluruh tubuhnya, dan karena hal itu “Crrastt... Srraashkk...” darah mulai keluar dengan derasnya dari tangan kiri Jack sigila, dan karena hal itu secara tiba-tiba skill sihir petir milik Jack langsung menghilang dan tidak bisa dia gunakan.


“Ugghkk... kenapa-kenapa aku tidak menggunakan skillku..??” pikir Jack.


Saat Jack kebingungan karena tidak bisa bergerak dan juga tidak bisa menggunakan skill sihir petir miliknya, “Tringgs...” notifikasi sistem langsung muncul di depan dirinya.


“Skill anda dibatalkan karena kondisi tubuh tidak memadai”


“Penalti akan diberikan kepada calon pendaki”


“Calon pendaki tidak akan dapat menggerakkan tubuhnya selama 10 detik”


“Hmm... kenapa tuan, apa kau tidak bisa bergerak”


“Kasihan sekali sini biarkan aku membantumu”


Saat itu juga dengan menggunakan “Dusshkk...” tendangan kakinya Rey langsung menendang kepala dari Jack sigila, “Bushskk...” dan tendanganya yang kuat tersebut membuat Jack sigila langsung menghantam tembok dan “Crrast...” membuat luka di tubuhnya semakin keluar dengan derasnya. Melihat Jack sigila yang mana sedang sekarat itu, Rey memutuskan untuk tidak menghiraukannya lagi dan fokus pada poin kristal yang tersisa disarang zombie tersebut.


“Dasar bocah sialan... Uhukk...”


“Cepat kemari dan habisi aku, kau sudah menang jadi cepat habisi aku... Ugghsskk...”


Jack yang mana sedang terluka tersebut mencoba untuk menyuruh Rey agar menghabisi dirinya, akan tetapi Rey sama sekali tidak perduli, karena baginya untuk menghabisi Jack sigila adalah hal yang tidak diperlukan, karena mau bagaimanapun juga Jack akan tetapi mati bahkan tampa harus dia bunuh menggunakan kedua tangannya sendiri.


“Jika kau mau mati maka bunuhlah dirimu sendiri”

__ADS_1


“Aku tidak perduli dengan orang sekarat yang tidak berarti sepertimu”


Rey lalu langsung pergi dengan membawa seluruh kristal poin ditasnya, dan dia dengan cepat langsung keluar dari bangunan gedung besar tersebut, dan disana dia telah melihat Riana dan juga kelompoknya telah berhasil mengalahkan para zombie dan juga beberapa zombie mutan yang ada disana.


“Ooii... kalian sudah berhasil mengalahkan mereka”


Rey kemudian melambaikan tangannya kearah Riana dan yang lainnya, dan pada saat itu “Fusshkk...” Bella langsung berlari kearah Rey sambil “Tuhkk...” memeluknya dengan erat.


“Tuan Rey kenapa anda lama sekali...?? apakah masih ada musuh yang tersisa disana”


“Iya kami sampai mengira ada hal yang terjadi padamu saat bertarung melawan para zombie tadi”


Riana dan juga Jin langsung dengan cepat bertanya apa yang terjadi pada dirinya, akan tetapi Rey hanya tersenyum biasa saja dan tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi didalam bangunan gedung besar tersebut.


“Tidak terjadi apa-apa, hanya saja aku kesulitan dengan hama didalam sana”


“Apa benar tidak terjadi apa-apa didalam sana...??”


Riana bertanya sekali lagi pada Rey karena dia sangat mengenali senyuman palsu yang dibuat oleh Rey saat itu juga.


“Iyah tidak terjadi apa-apa kok”


“Ok kalau begitu, sebaiknya aku aktifkan peledaknya sekarang”


Saat itu Riana tidak mau bersikukuh untuk menanyai Rey dan membiarkan apa yang terjadi, dan “Trranggs...” dengan menggunakan skill sihir api miliknya yang mana telah mencapai LV 2 dia langsung mengaktifkan lingkaran sihir yang dia tanam ditempat itu dan “Bomshkk... Bomshkk... Bomshkk...” lantai satu bangunan gedung tersebut langsung meledak. Dan mengikuti lantai dibawahnya “Trusskk...” bangunan itu langsung runtuh kebawah, “Busshkk...” dan para zombie yang ada di dalam sana langsung hancur dan mati karena kehancuran dari gedung besar tersebut.


“Grrr... manusia... boleh juga”


Kata sosok yang mana melihat Rey dan yang lainnya dari atas sebuah bangunan tertinggi di kota tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2