
Energy merah yang keruh bagaikan sebuah air yang di penuhi oleh darah, memenuhi udara disekitarnya, dan bagi orang biasa energy itu sangat mengganggu dan juga tidak nyaman menghirupnya, akan tetapi pada saat itu Reza merasakan adanya energy iblis yang sangat besar yang berada diarah Rey dan yang lainnya.
“Heei... apakah itu benar ada disana, sumber kekuatan energy iblis yang kau bilang” pikir Reza.
“Benar sekali, itu adalah monster yang telah menerima kekuatan energy iblis dan dengan membunuhnya kau dapat menyerap energy iblis yang ada di dalam tubuh monster itu”
“Bagus kalau begitu”
Saat itu Reza hanya tersenyum ketika dia mengetahui kalau dirinya dapat menjadi lebih kuat lagi setelah menyerap energy iblis dari monster serangga raksasa terbang tersebut, akan tetapi dia tidak mengetahui rencana tersendiri dari entitas yang mana ada di dalam kepala Reza tersebut. Dengan cepat Reza bersama dengan Gilang dan juga Aldo langsung mengarah ketempat Rey dan juga yang lainnya berada, disana dia melihat Rey sedikit kesulitan untuk mengalahkan monster serangga raksasa terbang tersebut.
“Reza cepat bunuh monster itu”
“Kau harus mengalahkannya dengan menggunakan skill pedang iblismu, karena hanya dengan cara itulah energy iblis di dalam tubuhmu dapat menarik energy iblis yang ada di dalam tubuh monster itu”
Dengan perkataan dari entitas yang ada di dalam kepala Reza tersebut, “Crringgs...” Reza langsung menyiapkan skill pedang iblis miliknya, dan saat monster serangga raksasa tersebut itu telah melemah dan perhatiannya tertuju kearah Rey, “Srringgs...” menggunakan tebasan pedangnya Reza langsung mengalahkan monster tersebut dengan mudah. Dan disaat itu juga energy iblis dari dalam monster tersebut dengan cepat terserap kedalam tubuh Reza, dan energy iblis itu langsung menghilang sepenuhnya dari tubuh monster serangga raksasa yang telah mati tersebut.
“Hmm... bagus aku telah menyerap seluruh energy iblis dari monster ini, sekarang tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menggabungkan energy iblis ini dengan milikku” pikir Reza.
Disaat itu Rey secara tidak sengaja melihat energy merah keruh yang ada di tubuh serangga tersebut merasuki tubuh Reza, akan tetapi pada saat itu Rey hanya diam saja karena tidak mengetahui apa sebenarnya energy merah keruh tersebut.
“Kalian tidak apa-apa...??”
Saat itu Gilang dengan cepat berusaha untuk menolong Rey dan juga Riana, dia memberikan mereka berdua obat ajaib merah untuk memulihkan luka-luka mereka, dan disaat itu juga “Taaks...” Jin datang mendekati mereka dengan jalan terpincang-pincang sambil menggendong Bella.
“Bella...”
Dengan rasa khawatir Gilang langsung mendekati Bella dan melihat kondisi dirinya.
“Tenang saja nampaknya dia hanya kelelahan”
Saat itu Jin yang mana sedang terluka langsung memberikan Bella ke tangan Gilang, Jin dapat melihat kalau Gilang sangat cemas dengan keadaan Bella, sekarang ini Gilang bagaikan seorang ayah yang mana cemas dengan anaknya.
“Jin ini ambillah kau juga terluka bukan”
Riana yang mana telah meminum setengah obat ajaib merah tersebut langsung memberikan obat ajaib itu kepada Jin, dan dengan segan Jin menerima dan meminum obat ajaib tersebut, dia merasa malu karena dirinya tidak dapat melindungi Riana yang mana adalah ketuanya.
“Ngomong-ngomong bagaimana kalian bisa sampai disini...??”
__ADS_1
Di saat itu Riana bertanya pada Reza karena dia masih curiga dengan sikap Reza yang mana belakangan ini menjadi aneh, dan lagi Riana yang mana adalah seorang penyihir pemula dapat merasakan mana aneh di dalam tubuh Reza.
“Pada saat itu aku secara tidak sengaja diselamatkan oleh paman Gilang dan juga pria bernama Aldo itu, dan kami merasakan adanya guncangan energy aneh ditempat ini”
“Dan karena merasakan keanehan tersebut aku bersama Gilang dan juga Aldo pergi bersama-sama untuk memeriksa apa yang terjadi sebenarnya”
Dengan perkataan yang mana setengah jujur Reza langsung menghilangkan kecurigaan Riana dan juga yang lainnya, akan tetapi pada saat itu Riana masih tetap tidak mau dekat-dekat dengan Reza dan berjalan kedalam gedung setelah mendengarkan penjelasannya.
“Hm... nampaknya kau di benci olehnya kawan”
“Diamlah lihat saja akan aku buat dia takluk dihadapan ketampananku”
Rey yang mana melihat hal itu berusaha untuk menggoda Reza dan ingin melihat Reaksinya, akan tetapi saat itu juga Reza bereaksi positif seperti dirinya yang Rey kenali dulu, dan karena hal itulah Rey memutuskan untuk percaya kalau Reza tidak apa-apa. Beberapa menit kemudian Riana mempersiapkan mayat-mayat para bawahannya telah tewas akibat serangan dari Gallus, mereka yang mana tadinya berjumlah 40 orang sekarang ini tersisa 11 orang yang mana berhasil selamat berkat kekuatan energy mana kematian milik Bella.
“Skill sihir api LV 2 : pilar api”
Menggunakan skill sihir api miliknya “Burrnn...” Riana membuat sebuah pilar api besar untuk membakar mayat-mayat para bawahannya tersebut, dia melakukan hal itu karena dirinya tidak ingin melawan para mantan rekannya yang mana akan menjadi zombie jika mayatnya dibiarkan seperti itu. Dan saat pilar api tersebut telah menghilang, “Frrushk...” yang tersisa dari para mayat tersebut hanyalah abu dan tangisan dari orang-orang yang mana adalah teman dan juga orang terkasih mereka.
“Maafkan aku semuanya, maafkan aku karena lemah dan membuat kalian tewas”
“Tapi kalian tenang saja, aku berjanji akan tetap hidup dan terus mengenang kalian di dalam ingatanku” pikir Riana.
Nama : Riana Geis
Umur : 20
Pekerjaan : Penyihir pemula
Statistik sekarang :
Kekuatan : 15 \=> 16
Kelincahan : 13 \=> 15
Ketahanan : 7
Kepintaran : 38 \=> 40
__ADS_1
Energy Mana : 10 \=> 15
Skill :
-Berpikir cepat LV 2
-Karisma penguasa LV 3
-Peluru mana LV 2
-Sihir api LV 2
-Sihir petir LV 2
-Sihir pelindung LV 1
-Adaptasi Mana LV 2 –> Adaptasi Mana LV 3
-Sihir Es LV 1
“Ini kekuatan ini...!! kalian semua terimakasih banyak”
Saat itu Riana mengeluarkan air matanya karena dirinya menyadari kekuatan yang diberikan oleh para rekan-rekannya tersebut, akan tetapi melihat hal tersebut dua orang yang ada disana hanya diam kaku karena tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Salah satu dari mereka adalah Rey yang mana telah membekukan hatinya dan tidak perduli dengan kematian orang-orang yang dia tidak kenali, dan satunya lagi adalah Reza karena energy iblis yang ada di dalam tubuhnya dia menjadi lebih kejam dan juga buas lalu saat itu juga Reza sedang memurnikan energy iblis di dalam tubuhnya agar dirinya tidak ketinggalan oleh Riana yang telah menjadi lebih kuat lagi.
“Heei... apa belum selesai...??” tanya Reza pada entitas yang ada di dalam kepalanya.
“Sabarlah... ini adalah energy iblis kuat yang mana berasal dari sosok raja iblis, dan untuk memurnikannya akan butuh waktu lebih, sekarang ini lebih baik kau beristirahat karena besoknya kau akan merasakan perubahan yang besar pada tubuhmu”
“Baiklah akan aku pegang perkataanmu itu”
“Tenang saja, aku tidak pernah berbohong kepada kata-kataku”
Saat itu juga hari telah menjadi gelap, Rey dan juga Riana memutuskan agar mereka untuk beristirahat di dalam gedung tersebut, setelah mengetahui hal itu Gilang kemudian langsung pergi bersama dengan Aldo untuk menjemput adik-adiknya Aldo. Dan pada saat itu mereka bermalam di dalam gedung itu, dengan melakukan siff jaga malam untuk mengawasi para zombie yang ada disekitar mereka, namun saat malam itu Reza mulai merasakan energy iblis mengamuk dan saat itu jugalah dia mulai melihat sebuah tempat aneh yang mana belum pernah dia lihat sebelumnya.
“Dimana aku ini sebenarnya...??”
“Yoo... selamat datang Reza, selamat datang di dalam dunia khayalan”
__ADS_1
Tiba-tiba saja ada suara yang mana sangat dikenali oleh Reza dibelakang dirinya, dan disaat itu Reza terkejut dengan sosok yang mana ada di belakangnya itu.
Bersambung......