Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 86 Inti raja monster


__ADS_3

Pada saat itu ketika Zerga sedang bercerita kepada Rey tentang apa yang terjadi pada dunia Wildian, “Duskk...” disaat itu juga sang naga hitam Dagant mulai bergerak, dia mendatangi salah satu sarang dari raja monster dan sarang tersebut adalah sarang dari rubah berekor 9. Dengan ditemani oleh puluhan monster rubah lainnya, rubah berekor 9 langsung menghadapi Dagant.


Melihat hal itu Dagant hanya tersenyum melihat rubah berekor 9 yang mana telah bersiap untuk bertarung dengan dirinya, dan dengan amarahnya rubah berekor 9 langsung berbicara pada Dagant.


“Naga Hitam Dagant... apa yang sedang kau lakukan diwilayahku...??”


“Segera pergi dari sini atau kau akan merasakan kemarahanku”


Dengan menggunakan aura intimidasi dan juga energy mana yang sangat kuat, rubah berekor 9 berusaha untuk mengusir Dagant dari wilayahnya. Akan tetapi Dagant hanya tersenyum melihat amarah dari rubah berekor 9 tersebut, dan dia langsung “Truunggs...” mengeluarkan aura miliknya dan membuat rubah berekor 9 dan para bawahannya tertekan, kemudian dengan santainya Dagant langsung mendekati rubah berekor 9 yang mana sulit untuk bergerak tersebut.


Aura intimidasi milik Dagant lebih kuat dari pada yang di miliki oleh monster rubah berekor 9, dan hal itu membuat dia sedikit panik ketika melihat Dagant telah berada di dekatnya.


“Ini gawat... aku kira dapat seimbang dengan dirinya karena telah bertambah lebih kuat”


“Namun mahluk aneh ini juga ikut bertambah kuat, dan bahkan dia puluhan kali lebih kuat dari pada pertarungan yang sebelumnya”


“Kalau begini terus maka kami semua bisa habis dibantai olehnya”


Pada saat itu Dagant mendekati rubah berekor 9 yang mana tubuhnya bergetar tersebut, dengan mata merah dan energy mana unik yang berwarna hitam pekat dia membuat para bawahan rubah berekor 9 tersebut merinding ketakutan. Kemudian dengan suaranya yang kasar dan juga unik, Dagant langsung berbicara pada rubah berekor 9.


“Rubah berekor 9, kau jangan khawatir... aku kemari tidak ingin mencari masalah denganmu”


“Justru hari ini aku kemari untuk memberikanmu sebuah penawaran”


Saat itu rubah berekor 9 tersebut langsung kebingungan dengan apa yang di katakan oleh sang naga hitam Dagant, lalu “Taaskk...” Dagant langsung mengeluarkan sesuatu dari pecahan ruang yang dia ciptakan dengan kukunya. Melihat apa yang keluar dari pecahan ruang tersebut, rubah berekor 9 langsung terdiam dan terkejut.


“K-Kau... dari mana kau mendapatkan benda ini...??”

__ADS_1


Dengan senyuman licik diwajahnya Dagant melihat terlihat senang melihat eskpresi yang dikeluarkan oleh rubah berekor 9 tersebut, lalu setelah itu 1 minggu kemudian “Busshkk... Bomshkk...” Rey yang mana sedang berada dibawah naungan Zerga sedang melakukan latihan yang intens. Dengan darah yang keluar dari mulut cacingnya yang bulat tersebut, Rey mulai merasakan rasa sakit dari latihan yang di berikan Zerga kepada dirinya, melihat hal itu Zerga hanya tertawa dan bertanya kepada Rey.


“Ada apa...?? apa kau sudah tidak bisa bangkit lagi”


Dengan amarahnya Rey kemudian langsung menatap kearah Zerga dan membalas perkataannya.


“Aku tidak apa-apa... seharusnya kau perhatikan dirimu sendiri kakek tua”


Mendengarkan kata-kata dari Rey membuat Zerga sedikit kesal, “Tussk...” dengan hentakan salah satu kaki depannya “Srrakk... Trraskk...” Zerga kemudian langsung memunculkan sebuah pohon besar di depannya dan pohon itu langsung merambat, “Srrahkk...” dan bagaikan sebuah cambuk pohon itu langsung menyerang kearah Rey. Melihat hal itu dengan cepat Rey membalas serangan tersebut, menggunakan keenam taringnya yang seperti sebuah belati “Srringgs...” Rey langsung menggunakan skill memotong miliknya, “Crrasskk...” dengan skillnya Rey langsung berhasil memotong pohon tersebut.


Melihat hal itu Rey langsung menurunkan penjagaannya.


“Aku berhasil”


Lalu dari pohon yang mana terpotong tersebut, “Srraahkk... Srraahkk...” lima cabang pohon langsung muncul dan menyerang kearah Rey, melihat hal itu Rey langsung panik dan tidak bisa berbuat apa-apa. Melihat kepanikan yang ditunjukkan oleh Rey, Zerga dengan menggunakan telepati miliknya langsung berbicara pada Rey.


Mendengarkan hal itu Rey langsung tersadar dan menggunakan ekor miliknya “Crraakk...” dia memotong kelima cabang pohon tersebut menggunakan ekornya yang tajam, dan ditambah dengan skill memotong yang dia punya. “Bushkk...” tidak cuman itu saja Rey langsung dengan cepat menyelam kedalam tanah dan “Bummmhk...” dia langsung menyerang kearah Zerga dari bawah tanah, akan tetapi “Trruuskk...” beberapa langkah mundur Zerga dapat menghindari serangan dari Rey yang menyerang dari bawah tanah.


Namun disaat itu juga Rey langsung mengeluarkan seluruh tubuhnya dari tanah dan “Fusshkk...” menggunakan ekor miliknya sebagai cambuk pedang untuk menyerang Zerga, akan tetapi “Trringgs...” dengan menggunakan sihir tumbuhan miliknya “Trranggsst...” Zerga menahan serangan Rey dengan sebuah dinding energy mana yang berwarna hijau keputihan. Dengan senyuman diwajahnya Zerga langsung membentak Rey.


“Naif sekali... kau tidak akan mungkin menang melawan raja monster yang lainnya dengan cara seperti ini”


Dengan kedua kaki depan miliknya “Dusskk...” Zerga langsung menendang tubuh cacing milik Rey, dan disaat yang bersamaan juga “Frusshkk...” Rey langsung menggunakan sihir tanah untuk membuat debu tanah demi menutupi tubuhnya. Melihat hal itu Zerga langsung marah besar dan berteriak pada Rey.


“Haaah... kau pikir debu sekecil ini dapat menghalangi pandanganku”


“Akan aku perlihatkan salah satu kekuatan raja monster padamu”

__ADS_1


Dengan mengumpulkan energy mana dan juga aura intimidasinya Zerga kemudian langsung mengeluarkan auman miliknya, “Grrooaar...” auman tersebut langsung terpancar dan mengenai semua yang ada di radius 5 meter dari Zerga, dan dalam hitungan detik debu asap yang ada disana langsung menghilang dengan cepat. Disaat itu juga dengan cepat “Criinggs... Criinggs... Criinggs...” puluhan tombak batu langsung menyerang Zerga dari bawah kakinya, melihat hal itu tersebut Zerga langsung menghentikan auman miliknya dan “Busshkk...” melompat keatas udara.


Disaat yang bersamaan juga Zerga kemudian tersadar setelah melihat kearah depannya, kalau dirinya telah masuk kedalam perangkap milik Rey.


“Hehehe... menarik sekali cacing kecil, aku tidak menyangka kau akan bertindak seperti itu” pikir Zerga.


Rey yang mana telah menunggu Zerga untuk melompat telah menyiapkan sebuah serangan dari gabungan skill sihir miliknya, Rey membuat sebuah tombak tanah yang mana di penuhi oleh bubuk besi dan menggunakan api untuk memanaskannya dan memutarnya dengan kecepatan yang tinggi. Dari tombak itu Zerga merasakan firasat yang berbahaya, dan dengan menggunakan sihir tanaman miliknya “Tringgs... Tringgs...” Zerga langsung membuat tiga lapis pelindung energy mana berwarna putih kehijauan.


Namun disaat itu Rey yang mana telah memusatkan seluruh mananya kedalam tombak tersebut, tetap tenang dan memfokuskan bidikannya, dan dengan kuatnya “Busshkk...” dia melesatkan serangan tombak batu yang berputar tersebut kearah Zerga. “Fruushkk...” dengan kecepatan yang sangat cepat, tombak batu tersebut langsung melesat kearah Zerga dan “Bushhkkk...” menghantam pelindung energy mana yang di ciptakan oleh Zerga, melihat serangan itu Zerga menyadari sesuatu.


“Energy mana yang luar biasa besarnya dapat di padatkan dalam satu titik”


“Ini adalah serangan yang sangat kuat, dan bahkan....”


“Trraak...” saat itu juga salah satu pelindung mana milik Zerga langsung retak karena tidak dapat menahan serangan dari tombak milik Rey, namun disaat itu juga “Bommshkk...” tombak milik Rey langsung meledak setelah membuat retakan pada pelindung energy mana pertama milik Zerga. Dan karena kelelahan “Drussk...” Rey langsung terbaring lemas dan sambil memikirkan kembali kesalahan-kesalahan yang dia buat.


“Sialan... nampaknya kekuatan sihir element batu tidak cukup kuat untuk di gabungkan dengan element api”


“Aku butuh satu tehnik untuk menembus pertahanan yang menyebalkan itu, mungkin aku bisa bereksperimen menggunakan para pasukan monsterku”


Disaat Rey sedang berpikir sendiri tentang tehnik yang akan dia gunakan, Zerga masih terkejut dengan apa yang terjadi.


“Luar biasa... mahluk yang mana belum mencapai umur 1 tahun dapat membuat retakan pada pelindung energy mana milikku”


“Nampaknya keputusanku memanglah tepat... dan begitu saatnya tiba aku bisa meninggalkan dunia ini dengan tenang”


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2