
Saat itu ketika kelompok pasukan klon yang mana berasal dari pemerintah pusat dunia Fintian sedang beristirahat “Tratatatask... Tratatassk... Bumshkk....” Tiba-tiba saja mereka mendengarkan sebuah suara tembakkan dan juga ledakan, dan karena hal itu dengan cepat dan sigap dan cepat, pimpinan kelompok pasukan itu langsung maju kearah sumber suara itu.
Di belakangnya para prajurit yang lainnya mengikuti dirinya, dan melihat para bawahannya dia langsung bertanya akan mereka yang tidak ada bersama dirinya.
“Dimana REY 003 dan juga FER 025...??”
Mendengarkan pertanyaan ketua mereka dengan sigap salah satu prajurit tersebut langsung menjawab pertanyaannya.
“Lapor ketua keduanya sedang mengintai disaat kita istirahat, ada kemungkinan asal suara tembakkan itu berasal dari mereka”
Mengetahui hal itu “Bushkk...” ketua kelompok prajurit itu langsung menambah kecepatannya dan disana dia berharap kalau kedua rekannya selamat, akan tetapi saat itu juga harapannya pupus karena disana dia telah melihat prajurit FER 025 yang mana sedang terluka dan ada banyak darah disekitarnya.
Saat itu juga dengan cepat ketua kelompok prajurit itu langsung mendekati prajurit FER 025 dan bertanya akan keadaannya.
“Prajurit FER 025 katakan kondisi tubuhmu”
Dengan nada lemah prajurit FER 025 kemudian menjawab pertanyaan ketuanya tersebut.
“Lapor ketua... aku berada dalam kondisi tidak bisa bergerak, akan tetapi lukaku sudah aku tutup... dan dapat dipastikan kalau darahnya tidak akan mengalir lagi”
Mendengarkan hal itu para rekan-rekannya dan juga ketua kelompok prajurit itu merasa sedikit lega, akan tetapi saat itu juga prajurit FER 025 langsung mengatakan kehilangan mereka.
“Namun kita telah kehilangan prajurit REY 003... dia telah tewas terbunuh oleh monster Tenra yang mana merasuki tubuh anak kecil, dan karena kelengahan diriku dia tewas di tempat dan tubuhnya langsung dibawa kembali ke sarang para Tenra itu”
__ADS_1
Mendengarkan hal itu ketua kelompok prajurit itu merasa geram dan juga marah, dia yang mana terlahir baru beberapa minggu sudah kehilangan lebih dari puluhan rekan-rekannya seperjuangannya dan karena hal itulah kebenciannya akan monster Tenra sangatlah besar, dan mengetahui kalau salah satu rekannya menjadi santapan dari monster Tenra tersebut membuatnya menjadi tambah marah.
Lalu disaat itu juga dia langsung membuat keputusan dan memberikan perintahkan pada para prajurit yang ada di kelompoknya.
“Dengarkan perintahku, cepat hubungi para prajurit yang ada disekitar kita dan suruh mereka untuk kemari secepatnya”
“Kita masih bisa melacak monster Tenra itu dan menyerang markas mereka, dan untukmu prajurit FER 025 kau akan tetap disini bersama beberapa yang lainnya, kami akan mengikuti jejak monster Tenra itu dan menghancurkan sarang mereka”
Mengetahui hal itu prajurit FER 025 hanya tertunduk diam mengikuti instruksi dari ketua kelompoknya tersebut, dan dengan cepat bersama dengan beberapa prajurit yang lainnya “Fruuskk...” ketua kelompok tersebut langsung maju mengikuti jejak darah yang di tinggalkan oleh Rey. Sementara itu prajurit FER 025 di tinggalkan berdua bersama dengan seorang prajurit klon wanita, dia terlihat sedang berusaha untuk mengobati luka dari prajurit FER 025.
“Prajurit FER 025 segera lepaskan armor tubuhmu, aku akan segera merawat luka-lukamu”
Mendengarkan hal itu prajurit FER 025 hanya tersenyum dengan lebar, dan saat itu juga “Taask...” sebuah tangan monster besar tiba-tiba saja langsung memukul prajurit klon wanita itu dan tangan tersebut berasal dari prajurit FER 025, dengan senyuman diwajahnya dia bergumam akan perintah yang dia dapatkan.
“Semuanya seperti perintah tuan Rey... sekarang ini kau juga akan bergabung bersama kami, dan menjadi bagian dari kaki tangan tuan Rey, Hehehe....”
“Hmm... nampaknya Ran sudah mengambil tindakan, kalau begitu maka ketua kelompok bersama dengan para bawahannya akan bergerak mengikuti diriku” pikir Rey.
Karena kesulitan memanggil kedua monster Tenra tipe parasit tersebut, pada akhirnya Rey memanggil yang merasuki tubuh laki-laki dengan sebutan Ran dan yang merasuki tubuh perempuan dengan nama Ten. Dia tidak ambil pikir panjang menamai kedua monster itu, karena baginya tidak penting kalau mereka berdua sama sekali tidak dapat digunakan, dan saat Rey sedang memeriksa situasi di sisi monster Ran “Taak-taak...” monster Ten langsung menepuk tangannya untuk memberitahukan sesuatu.
“Tuan... kita telah sampai, disitu adalah sarang kami”
Saat itu Ten menunjuk kearah sebuah kota kecil yang berada disekitar gurun pasir, dan dari ingatan yang ada di dalam tubuh Rey tempat itu adalah salah satu dari 12 kota yang telah diambil alih oleh para monster Tenra.
__ADS_1
“Menarik... menurut ingatan dari tubuh ini, kota itu seharusnya ada disebuah padang rumput dan yang mana di pelihara oleh pemerintah dunia ini”
“Akan tetapi saat para monster Tenra menyerang kota itu, padang rumput yang ada disana langsung mati dalam beberapa hari... seakan-akan ada sesuatu yang menyerap energy kehidupan mereka” pikir Rey.
Saat itu Rey langsung menatap kearah monster Ten dan dia langsung bertanya padanya tentang sarang monster Tenra.
“Katakan padaku Ten, ada apa sebenarnya di dalam sarang itu...?? kenapa rerumputan yang ada disini bisa mati dengan sangat cepat...??”
Dengan senyuman dari tubuh gadis kecil yang dia rasuki itu, Ten langsung menjawab pertanyaan dari Rey.
“Tempat itu adalah tempat dimana ras kami di produksi, biasanya para tentara sekali pakai akan di buat setelah mendapatkan banyak nutrisi dari daging mangsa dan tanah sekitar... karena hal itulah jumlah kami menjadi sangat banyak dan kami bisa dengan mudah menaklukan dunia ini”
Mendengarkan hal itu Rey langsung berpikir keras akan monster Tenra, dia mulai mengagumi para monster Tenra yang mana dapat dengan cepat beradaptasi dengan planet yang akan mereka taklukan.
“Spesies yang menakjubkan... mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan mereka dengan menciptakan prajurit yang mana adalah musuh alami dunia yang akan mereka taklukan, dengan mengambil informasi dari otak para penghuni dunia ini mereka mulai membuat pasukan sekali pakai dan menyerang dengan jumlah yang sangat besar”
“Jika para pimpinan dunia ini tidak dapat menemukan ide untuk menaklukan para monster Tenra ini dengan cepat, maka dalam kurun waktu kurang dari satu tahun ada kemungkinan para monster Tenra akan menaklukan dunia ini secara sepenuhnya” pikir Rey.
Disaat itu tubuh yang mana Rey masuki merasakan amarah akan monster-monster Tenra tersebut, akan tetapi sebaliknya Rey sendiri yang mana melihat para monster Tenra itu langsung memiliki rencana jahat untuk dapat mengambil alih para monster Tenra sebagai kaki tangannya.
“Hehehe... satu hari lagi, hanya kurang satu hari lagi sampai jiwaku kembali pulih... maka setelah itu aku akan memanfaatkan keadaan dan mengambil alih sarang itu untuk diriku sendiri” pikir Rey.
Disaat itu Ten yang mana melihat tuannya tersenyum di balik helm pelindungnya dapat merasakan rasa senang dan juga kegembiraan, itu karena jiwa mereka yang terhubung membuat para orang-orang yang telah dirasuki oleh pecahan jiwa Rey dapat merasakan emosi dan juga keinginan kuat dari jiwa Rey.
__ADS_1
Sementara itu disisi lain, “Srringgs...” seorang yang mana juga adalah Monarch telah berada di dalam salah satu markas para prajurit manusia dunia Fintian, dan dirinya dengan pedang Anggar miliknya dengan mudahnya membunuh para monster Tenra yang ada disana. Dan karena kekuatannya para manusia yang ada di markas itu menganggapnya sebagai pahlawan mereka, mengetahui hal itu dia hanya tersenyum karena dapat dengan mudah menyelesaikan misinya dengan bantuan para tentara manusia dunia Fintian.
Bersambung....