Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 109 Perjumpaan kembali bagian 3


__ADS_3

Di dunia Talant benua hitam adalah tempat tinggal para iblis yang mana disana sangat mementingkan kekuatan, mereka memandang rendah para iblis-iblis yang lemah dan dijaman dahulu para iblis membantai satu sama lainnya dan menyebabkan kekacauan di benua hitam. Saat itu beberapa ras iblis telah punah karena peperangan dan pertarungan yang sangat panjang, dan yang menghentikan perang tersebut adalah dirinya sosok raja iblis pertama, dia memiliki 7 tanduk yang menghiasi kepalanya seperti sebuah mahkota.


Ketujuh tanduk hitam itu memancarkan aura yang luar biasa kuatnya, dan bahkan para iblis yang mana melihat matanya langsung dia buat tunduk karena hanya merasakan auranya saja, dan semenjak saat itulah perkataan raja iblis menjadi absolute dan juga melayani raja iblis adalah hal yang paling membahagiakan bagi para iblis kelas bawah. Oleh karena hal itulah Lucian yang mana terpilih dari para iblis tiga tanduk yang lainnya sangat menyayangi posisinya tersebut, dia bahkan perlu berjuang dengan sangat keras untuk melawan ribuat iblis lainnya hanya demi melayani sesosok raja iblis yang dia hormati tersebut.


Lalu saat dia melihat sosok raja iblis yang mana dia layani berada di depannya, “Dushkk...” tubuhnya secara instan langsung menundukkan kepalanya dihadapan Rey, dan saat itu juga Lucian yang mana sedang berada di dalam keadaan mental yang kacau itu berusaha untuk tetap menundukkan kepalanya di depan tuannya itu. Rey yang melihat hal itu dapat mengetahui kalau ada yang salah dengan jiwa milik Lucian, karena sekarang ini Rey adalah seorang King Specter dia dapat melihat energy jiwa seseorang dengan sangat jelas.,


“Hmm... ada sebuah tali yang mana terbentuk dari kekuatan iblis, tali itu terlihat sedang berusaha untuk mengendalikan Lucian”


“Nampaknya dia bertemu dengan ras iblis asli dari menara ketika dia sampai di menara, karena kau sangat membantuku di dunia Talant dulu... maka aku akan membantumu sedikit” pikir Rey.


Saat itu juga karena skill pasif garis darah Arc Demon milik tubuh yang digunakan oleh Rey, “Tukk...” dengan hanya melangkah lebih dekat dengan Lucian “Srraahkk...” Rey dapat memberikan aura dominasi yang sangat menekan, bahkan karena aura itu Lucian tidak dapat menggerakkan tubuhnya walaupun energy iblis itu berusaha untuk menyerang Rey dengan memerintahkan tubuh dari Lucian. Dengan senyuman diwajahnya Rey kemudian berbicara pada energy iblis yang mana berusaha untuk mengendalikan jiwa Lucian tersebut.


“Tidak ada gunanya... sekarang kau harus kembalikan tubuh ini”


“Taaask...” Rey kemudian menyentuh kepala dari Lucian dan “Bussstt...” dengan kekuatan jiwa milik Rey dia menghapuskan energy iblis itu, dan karena hal itu “Drruskk...” Lucian langsung pingsan di tempat karena jiwanya berguncang setelah terkena kekuatan jiwa milik Rey. Melihat Lucian yang mana telah pingsan tersebut, “Crrittt...” Rey mengeluarkan pecahan dari cacing parasite miliknya dan “Crrittee...” pecahan cacing parasite miliknya itu langsung mulai memasuki tubuh Lucian dan dengan cepat telah berada di pangkal otaknya.


Dengan senyuman licik Rey kemudian langsung pergi dan “Tringgs... Fusshkk...” Rey langsung menghilang dari area hutan tersebut, saat itu juga Rey langsung dipindahkan kembali kedalam dimensi pribadi miliknya dan disana dia kemudian memasukkan tubuh miliknya kedalam tabung. Dan raga jiwa milik Rey langsung membuka matanya dan dirinya langsung tersenyum dengan apa yang dia lalui saat itu.


“Menarik sekali... tampaknya dunia Talant dan juga Wildian telah berhasil menyatu kedalam menara”


“Dan dengan hadiah yang diberikan oleh sistem aku bisa menggunakan area itu untuk mencari dirinya”


Saat itu Rey melihat apa yang ada didalam penyimpanan miliknya, itu adalah item hadiah dari sistem yang mana berbentuk sebuah kartu sepanjang 10 cm dan juga dengan lebar 5 cm, kartu itu berwarna biru dan mengeluarkan aura energy mana element cahaya dan juga kegelapan.


Nama : Kartu pass menara

__ADS_1


Jenis : item kelas khusus


Tingkat : Legenda ( Senjata dan juga obat-obatan didalam menara dibagi atas biasa, Sihir, Rare, Unik, Legenda, dan Mythical )


Kemampuan khusus : Perpindahan instant ( dengan menggunakan kartu ini pengguna item dapat berpindah ketempat yang mana terdapat dunia yang dia taklukan )


Keterangan : Item khusus yang mana dibuat oleh sistem menara untuk sang Monarch yang baru, item ini dapat membuat Monarch berpindah tempat secara instan dalam kisaran waktu yang di tentukan ( Sekarang ini Monarch hanya bisa melakukan perpindahan di sekitar lantai 1 – 10, tambahan kartu ini tidak bisa diberikan ataupun diambli oleh orang lain ).


Sementara itu di dalam hutan lantai ke 7, Lucian yang mana ditinggalkan sendirian oleh Rey di tengah hutan tersebut mulai bermimpi, di dalam mimpinya dia melihat wajah tuannya Dell Diablo dan disana dia melihat kalau raja yang mana semala ini dia hormati terbakar oleh api dan jatuh kedalam jurang hitam. Disaat itu dengan tangannya Lucian berusaha untuk menyelamatkan tuannya itu, namun tangannya tidak bisa menggapai tuannya tersebut namun saat itu juga Dell Diablo hanya tersenyum pada Lucian dan mengucapkan beberapa kata padanya.


“Sekarang kau bebas... melayani orang yang ingin kau layani, dan lakukan apapun yang kau mau”


Mendengarkan perkataan itu Lucian langsung terdiam dan secara tiba-tiba dia tersadar, saat dirinya tersadar Lucian menyadari kalau dirinya dilindungi oleh para serigala bertanduk satu yang mana adalah monster keluarga iblis yang dia ciptakan. Disana para monster serigala bertanduk satu itu mengelilingi tubuh Lucian, dan menggunakan bulu mereka yang tebal mereka mencoba untuk menghangatkan tubuh Lucian.


“Terimakasih kalian... sekarang mari kita ketempat yang sedikit lebih aman”


Bersama dengan para serigala bertanduk satu itu Lucian kemudian langsung pergi ketempat yang aman, namun pada saat itu juga “Trrasshkk...” Rey membuat kontak langsung dengan Lucian dan Lucian langsung dapat mendengarkan kata-kata Rey di dalam pikirannya.


“Lucian... Lucian kau bisa mendengarkan aku...??”


Mendengarkan suara yang mana sangat dia kenali membuat Lucian kaget, namun saat itu juga dia tahu kalau suara itu bukanlah tuannya yang sebenarnya.


“Siapa kau sebenarnya...?? kenapa kau bisa memiliki wajah yang sama dengan rajaku”


Lucian pada saat itu mulai mengingat kembali perkataan dari Rey yang membuat dirinya pingsan, lalu dengan dedukasinya dia mengetahui kalau Rey bukanlah Dell Diablo. Mendengarkan perkataan dari Lucian membuat Rey langsung tersenyum licik, dan dia langsung mengatakan hal yang menarik pada Lucian.

__ADS_1


“Heheh... jadi kau mengetahuinya, kalau begitu ini akan menjadi lebih mudah lagi”


“Anggap saja aku adalah orang yang mana telah mengambil peran dari Dell Diablo saat dirinya tewas, lalu sebagai bayaran untuk menyelamatkan kerajaan dan juga menghabisi musuh aslinya aku mendapatkan kekuatan miliknya”


“Dan untuk paras dan wajah yang kau maksud itu memanglah sebuah kebetulan, aku dan dirinya memanglah sangat mirip.... hanya saja aku dilahirkan di dunia yang berbeda dan juga ras yang berbeda juga”


Mendengarkan hal itu Lucian menjadi tambah bingung, dia kemudian langsung berteriak dan bertanya kembali kepada Rey.


“APA MAKSUDMU...??? aku sama sekali tidak mengerti”


“Jelaskan lebih terperinci lagi, kalau bisa tunjukkan dirimu dihadapanku”


Mendengarkan hal itu Rey secara tiba-tiba memiliki sebuah ide di dalam kepalanya.


“Hahaha... maafkan aku, akan tetapi ada batasan bagiku untuk menghubungimu ( bohong )”


“Kalau kau sangat ingin tahu... maka jadilah seorang pendaki, kemudian panjatlah menara ini sampai pada akhirnya kau mengetahui kebenaran tentang apa yang terjadi”


Setelah mengatakan hal itu Rey langsung memutuskan percakapannya dengan Lucian, dan membuat Lucian menjadi seperti mahluk gila yang berteriak-teriak seorang diri, dan karena dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari Rey saat itu juga Lucian telah bertekad.


“Menjadi pendaki katanya, baiklah kalau itu yang dia mau”


“Aku akan menjadi seorang pendaki dan menemukanmu, sampai saat itu jaga nyawamu mahluk asing”


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2