
Di dalam menara terdapat sebuah organisasi besar yang mana menjadi satu-satunya serikat besar para ras iblis bernamakan Devil Doom, serikat itu di pimpin oleh 72 konstelasi iblis kuat yang mana dikatakan memiliki kekuatan setara dengan para dewa ataupun konstelasi manapun.
Dan salah satu diantara 72 konstelasi iblis itu adalah Andrast yang mana dikatakan sebagai yang terlemah, namun Andrast juga di kenali sebagai iblis terkejam dan juga paling licik diantara 72 konstelasi iblis lainnya.
Kemudian Andralius yang mana adalah putra tidak sah dari Andrast berusaha membuktikan keberadaannya kepada ayahnya, saat dia berumur 30 tahun dia mulai memasuki menara. Dalam waktu kurang dari 50 tahun Andralius telah berhasil mendaki sampai lanta 60 keatas.
Namun pada saat itu pendakian Andralius terhenti dikarenakan dirinya diincar, salah satu saudaranya yang mana merasakan kalau Andralius menjadi ancaman baginya langsung membawa para bawahannya untuk menyerang Andralius.
Dan di dalam hutan di lantai 50, disana terdapat sebuah hutan yang mana hujan tampa henti, dan disana juga “Wrushkk...” Andralius kabur dari kejaran para bawahan kakaknya yang ingin menjatuhkan dirinya.
Saat itu Andralius yang mana sedang di kejar oleh beberapa pembunuh dari ras iblis, sedang terluka parah di kakinya, dia terkena sebuah anak panah beracun yang mana mulai membuat dia lemas dan tidak bisa bergerak dengan baik.
“Ugghkk... sialan, aku tidak menyangka kalau dia akan senekat itu untuk menyingkirkanku” pikir Andralius.
Sebelumnya Andralius yang mana sedang beristirahat di penginapan lantai 50, “Trruskk...” diserang secara tiba-tiba oleh para pembunuh suruhan suadaranya, mereka menyerang dengan mendadak dan membuat Andralius lengah. Lantai 50 adalah wilayah kekuasaan para raksasa yang mana beraliansi dengan para iblis, dan hal itulah yang membuat Andralius merasa sedikit aman beristirahat disana.
Akan tetapi karena kelengahan dirinya Andralius terluka, dan dengan cepat “Fushk...” dia langsung melesat kearah area hutan hujan yang berada di dekat sana. Di dalam hutan basah karena hujan deras itu, “Srrahkk... Trrask...” Andralius berusaha untuk menghapus jejaknya dan menghindari para pembunuh tersebut.
Saat itu Andralius berhasil selamat dari para pembunuh yang mengincar dirinya, dan racun yang ada di dalam tubuhnya telah menghilang dengan cepat, lalu saat Andralius keluar dari tempat persembunyiannya dia menyadari adanya yang berubah dari hutan tersebut.
“Hmm... apa ini, sejak kapan hutan hujan yang takpernah berhanti hujan menjadi cerah seperti ini, dimana aku sebenarnya...??” pikir Andralius.
Kebingungan dan juga panik Andralius lalu mempersiapkan senjata pedang pendek miliknya, dan disana dia telah bersiap untuk melawan monster apapun yang ada di area tersebut. Disana hutan di penuhi oleh kabut dengan cuaca yang sangat cerah.
Saat itu karena kabut yang tebal Andralius sama sekali tidak dapat melihat apapun, dan kemudian sebuah cahaya hijau lalu langsung menghampiri dirinya, dan cahaya itu dengan cepat “Fushkk...” melesat kedalam tubuh Andralius. Cahaya hijau itu berusaha untuk mengambil tubuh dari Andralius, akan tetapi dengan tekat yang kuat Andralius berhasil melawan balik.
“Gaaaahkk... jangan hara kau bisa mengendalikanku” teriak Andralius.
Saat itu juga cahaya hijau itu mulai melemah dan membiarkan Andralius mendapatkan kekuatannya, dan disaat itu jugalah panel sistem menara merasakan kekuatan milik Andralius. Dengan cepat sistem menara langsung memunculkan panel pemberitahuan di hadapan Andralius.
Melihat apa yang ada dipannya tampa ragu “Tringgs...” Andralius langsung mengambil kesempatan itu dan menjadi seorang Monarch, dan sebuah kebetulan misi pertamanya sebagai Monarch tampa gelar adalah untuk melawan para Monarch tampa gelar yang lainnya termasuk Rey.
Pada saat itu juga dia telah mengalahkan para Monarch tampa gelar yang lainnya, sehingga sekarang ini hanya menyisakan Rey dan dirinya. Akan tetapi walaupun keduanya dapat selamat dan lolos kriteria misi dari sistem menara, namun keduanya yakin kalau mereka harus bertarung untuk menentukan pemenang yang sebenarnya.
__ADS_1
Sementara itu Rey yang mana sedang bersantai melihat hasil monster Tenra yang di ciptakan oleh Pupas menggunakan mayat Ghoul tampa nama itu, “Krrr.. Krr...” sedang bersantai dengan monster itu. Monster Tenra itu terlihat seperti kucing kecil yang mana memiliki bulu hitam pekat, dan dengan mata merah semerah darah kucing tersebut terlihat sangat jinak dengan Rey.
“Aku tidak menyangka yang keluar malah seperti ini” pikir Rey yang mana terus mengelus kepala kucing hitam itu.
Saat pertama kali Pupas mengeluarkan kucing tersebut, “Srrahkk...” Pupas mengeluarkan sebuah telur hitam kecil, namun dari telur hitam itu Rey dapat merasakan sebuah perasaan aneh yang kuat dan itu adah kematian. Kucing itu mewarisi energy mana kematian dari Ghoul tampa nama, dan sekarang ini ada kucing hitam itu dapat menggunakan skill sihir kematian sesuka hatinya.
Nama : -
Ras : Monster Tenra mutan hitam
Umur : 1 hari
Kelas : Berseker
Statistik :
Kekuatan : 12
Kelincahan : 50
Kepintaran : 35
Kekuatan Jiwa : 8
Energy mana kematian : 15
Skill :
-Langkah bayangan Lv 3
-Sihir Kematian Lv 2
- Cakar Hitam Lv 5
__ADS_1
Melihat statistik dan juga skill milik kucing hitam itu, Rey merasa sedikit tertarik dan “Srrahkk...” Rey langsung menanamkan sebagian kecil pecahan jiwa miliknya kedalam kening kucing hitam itu.
Merasa senang dan juga lebih dekat dengan Rey, kucing itu kemudian bersuara dengan senangnya.
“Meoonng... Meeoonngg...”
Dia terlihat senang karena sekarang Rey sudah dapat memahami dirinya, dan sebaliknya Rey juga dapat memahami kucing hitam tersebut. Dengan nada lembut dan sambil mengelus kepala kucing hitam itu Rey langsung memberikan dirinya nama.
“Baiklah kalau begitu... sekarang namamu adalah Noir, mulai sekarang bantu diriku dari balik bayanganku”
Mendengarkan hal itu, dengan wajah bahagian Noir langsung mengeong seakan-akan mengiyakan perkataan Rey.
“Meeeoonnng....”
Mendengarkan suara Noir yang lembut tersebut Rey langsung tersenyum kecil, akan tetapi pada saat itu. “Srrahkk...” Rey langsung mendapatkan panggilan dari klon Master 015 lewat telepati.
“Tuanku... kita sedang diserang, ada sosok mahluk yang memiliki tanduk yang berdiri di depan gerbang kota ini”
Setelah mengetahui deskripsinya Rey langsung dapat menebak sosok yang datang tersebut.
“Jadi begitu... nampaknya dia adalah yang telah berhasil mengalahkan para Monarch yang lainnya... dan juga dia berasal dari ras iblis”
Dengan menyiapkan senjata dua belati miliknya “Srringgs...” Rey kemudian pergi keluar dari sarang monster Tenra, dan disana Rey langsung di temani oleh Toa dan juga Ten yang membawa ratusan monster Tenra yang telah berada dibawah kendalinya.
Saat itu “Trrukk...” kedua belah pihak telah bersiap dengan pasukan mereka, dan saat itu juga kedua belah pihak memiliki rencana mereka masing-masing. Tidak ada kata damai diantara keduanya, yang ada hanya tunduk atau mati dibawah kaki mereka.
Ketika Rey telah sampai di pintu gerbang kota, dia dapat melihat para prajurit klon yang mana telah di ubah menjadi Demonoid ( Manusia setengah iblis ) setelah mendapatkan darah dari Andralius. Melihat hal itu Rey langsung dapat menebak tingkatan dari Andralius.
“Dia dapat mengubah seseorang manusia menjadi Demonoid, itu artinya dia setidaknya adalah iblis bangsawa berdarah murni... ini mungkin akan sedikit sulit, namun aku dapat mengalahkannya” pikir Rey.
Melihat Rey yang mana terlihat berhati-hati pada dirinya, “Trranggs...” Andralius kemudian menjatuhkan pedang miliknya, dan dengan nada santai dirinya berusaha untuk berbicara pada Rey.
“Hei-hei... yang ada disana, jangan terlalu tegang seperti itu... aku datang dengan damai dan ingin memberikan proposal yang menguntungkan untuk kita berdua”
__ADS_1
Bersambung....