Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 81 Mulainya perang melawan para rubah


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu semenjak Rey telah memasuki dunia Wildian, dia sekarang ini memiliki sebuah skill memecah diri Lv 2, dengan skill baru tersebut dia membuat puluhan versi mini dirinya sendiri dan membuat mereka memasuki puluhan monster yang mana dia tangkap. Dengan kekuatan dari skill itu sekarang ini Rey memiliki puluhan monster yang mana ada di bawah perintahnya, akan tetapi saat itu Rey diam tampa kata dan terlihat sedang berpikir keras di dalam tanah.


“Haah... ini sudah dua bulan aku datang kemari, akan tetapi tingkat keberhasilan misinya hanya naik sebesar 13 %”


“Nampaknya misi kali ini tidak akan semudah misi sebelumnya”


Dan pada saat Rey sedang bersantai di dalam tanah “Tringgs...” tiba-tiba dia mendapatkan sebuah sinyal dari salah satu monster yang dia kendalikan, monster itu memberikan sinyal tanda bahaya akan kehadiran dari sosok musuh yang kuat. Dengan cepat “Trrassk... Krrassk...” Rey langsung bergerak dari dalam tanah, dan disana dia dapat merasakan beberapa sosok monter yang memiliki kekuatan api yang cukup kuat dan satu monster yang mana memiliki kekuatan es di tubuhnya.


“Bummhskk.... Trruskk...” Rey kemudian langsung keluar dari dalam tanah dan melihat ada cukup banyak monster serigala, kelinci dan burung yang di bunuh oleh para monster rubah yang mendatangi mereka. Dengan amarahnya Rey langsung menggunakan skill sihir tanah miliknya, “Trrassk...” tanah yang ada disekitarnya lalu langsung bergetar dan membuat seluruh monster rubah itu kesulitan menjaga keseimbangan mereka.


Namun pada saat itu dengan cepat “Bushkk...” sosok rubah biru berekor 7 langsung melompat kearah Rey, disekitar rubah biru berekor 7 itu kemudian “Trranggsk... Krranggs...” muncul tiga buah tombak es. Melihat hal itu Rey langsung menggunakan sihir tanah untuk membuat armor di kulitnya, dan dengan cepat “Funggs... Funggs...” rubah biru berekor 7 itu langsung melemparkan ketiga tombak es tersebut kearah Rey, melihat hal itu “Bushkk...” Rey langsung menyerang balas menggunakan ke 5 taringnya yang tajam seperti pisau tersebut.


“Krrassk... Trraaskk...” tombak-tombak es yang mana mengenai tubuh Rey langsung hancur, dan karena pertahanan tubuhnya yang kuat Rey tidak mendapatkan luka sama sekali, melihat hal itu rubah biru berekor 7 itu tetap tenang melihat taring-taring Rey yang mana mendekati dirinya. Saat itu juga secara tiba-tiba rubah biru berekor 7 itu memunculkan pijakan es di bawah kakinya, dan dengan cepat “Bushkk...” dia langsung melompat keatas dan “Crraak...” menghindari serangan gigitan taring Rey.


Melihat hal itu Rey kemudian langsung merasa tertarik, karena dia bertemu dengan monster cerdas yang mana memiliki kemampuan bertarung yang cukup bagus.


“Menarik sekali, kita lihat bagaimana kau akan menghindari ini”

__ADS_1


Dengan cepat “Trraask...” Rey langsung mendaratkan kepalanya di tanah dan menggali kedalam tanah, disaat itu juga monster rubah biru berekor 7 itu langsung melihat apa yang Rey lakukan dan “Trukk...” begitu dia mendarat dia langsung bersiap untuk menyerang menggunakan skill sihir es miliknya, namun “Fushhkk...” secara tiba-tiba Rey langsung membelokkan ekor miliknya yang panjang dan menyerang langsung kearah rubah biru berekor 7 tersebut.


Panik karena serangan ekor milik Rey, rubah biru berekor 7 itu langsung membatalkan skill sihir es miliknya dan “Bushk...” melompat keatas untuk menghindari serangan dari ekor Rey, saat diatas udara tiba-tiba saja darah keluar dari mulut rubah biru berekor 7 tersebut.


“Kuughhk...”


Darah itu langsung membeku karena kekentalan energy mana yang ada didala darah monster tersebut, dan dia juga terlihat seperti tidak sehat kareha gagal saat ditengah-tengah pengaktifan skill sihir miliknya. Melihat hal itu Rey langsung bergerak dengan cepat di bawah tanah, dia langsung keluar “Bushkk...” dan menyerang menggunakan taringnya kearah rubah biru berekor 7 tersebut, akan tetapi “Bomsh... Bomsh... Bomsh...” puluhan bola api langsung mengenai tubuhnya dan membuat Rey menerima kerusakan pada tubuh cacingnya.


Dengan tubuh yang menerima luka bakar Rey melihat kearah serangan bola-bola api tersebut, dan disana dia melihat beberapa sosok rubah api berekor 6 menyerang dirinya dengan skill sihir api mereka. Dengan amarahnya Rey lalu mengeluarkan raungannya.


Aura ganas milik Rey langsung tergabung dengan raungan miliknya, dan itu membuat para rubah api berekor 6 tersebut langsung tidak dapat bergerak karena terkena intimidasi aura milik Rey. Melihat kalau para bawahannya terancam bahaya, rubah biru berekor 7 itu kemudian berusaha untuk bangkit dengan kondisinya yang mana terluka tersebut, dan dengan suara rubahnya yang khas dia seperti sedang membaca sebuah mantra sihir besar.


“Kunnt... Kunnt... Kuuurr....”


Saat itu Rey langsung berbalik dan melihat kearah rubah biru berekor 7 tersebut, dia dapat merasakan sejumlah besar mana yang takwajar sedang dipadatkan kedalam sebuah lingkaran sihir. Dengan cepat Rey kemudian mulai memanggil para monster yang mana telah ada di dalam kemdalinya, para serigala dan juga tiga ekor monster burung elang, para burung elang itu langsung terbang di sekitar Rey dan mulai mengeluarkan suara untuk mengancam rubah biru berekor 7 tersebut.


“Kieeeek.... Kieeeek....”

__ADS_1


Saat itu rubah biru berekor 7 itu sama sekali tidak perduli dengan suara mengancam dari para monster burung elang tersebut, dia tetapi fokus dengan lingkaran sihirnya dan “Krraakss...” dari lingkaran sihirnya itu sebuah tombak es yang mana di dalamnya terdapat kepadatan mana element es muncul di atas kepala rubah biru berekor 7 itu. Melihat hal itu Rey langsung bisa tahu kalau misalnya dia terkena serangan itu, maka dia akan tewas di tempat dan dengan menggunakan ke 3 monster burung elang tersebut Rey langsung menyerang kearah rubah biru berekor 7 itu.


“Maju.... bunuh dia walaupun harus mengorbankan nyawamu”


Mendengarkan perintah dari Rey, para monster burung elang itu langsung bersiap.


“Kieeek... Kieeek... Kieeek...”


Mereka mulai menggunakan skill sihir angin mereka dan membalut tubuh mereka dengan armor angin, lalu “Fusshkk...” dengan cepat ke 3 monster burung elang itu langsung beregerak terbang maju kearah rubah biru berekor 7 itu. Melihat ke 3 monster elang yang mana telah bersiap mati itu, “Bushkk... Frushhk...” rubah biru berekor 7 itu langsung bergerak sambil membawa tombak es yang melayang diatas kepalanya.


Dengan cepat “Funggs... Funggs... Funggs...” ketiga monster elang tersebut langsung mengejar rubah biru berekor 7 itu, dan mereka langsung menggunakan tubuhnya sebagai sebuah anak panah untuk menyerang rubah biru berekor 7 tersebut. Saat itu juga “Funggs...” salah satu dari ke 3 monster elang itu telah sangat dekat dengan rubah biru berekor 7 itu, dan menggunakan tubuhnya “Fusshkk...” monster elang itu berusaha untuk menyerang rubah biru berekor 7 tersebut, namun “Busshkk...” dengan satu lompatan indah serangan dari monster elang itu langsung dapat dihindari dan “Dusshkk...” salah satu dari ke 3 monster elang itu terjatuh karena mengenai salah satu pohon yang ada disana.


Melihat hal itu Rey mulai memikirkan sebuah ide, dia tersenyum di dalam bentuk cacing hitamnya itu sambil melihat kearah para rubah api berekor 6 yang mana masih tidak bisa bergerak karena aura intimidasinya.


“Hehehe... aku punya ide yang sangat bagus” pikir Rey.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2