Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 110 Kemunculan Para Monarch


__ADS_3

Saat itu Rey yang mana pergi kelantai ujian ke 7 selama beberapa detik tidak menyadari akannya ada mata yang mana sedang melihat dirinya, namun mata itu bukannya bisa dilihat oleh sembarang orang akan tetapi hanya mereka yang memiliki kekuatan absolute sajalah yang bisa melihat keberadaan sosok tersebut. Dan di sekitaran lantai 80 – 90 sebuah danau hijau yang mana sangat ditakuti bahkan oleh para dewa dan iblis, terdapat sosok mahluk hidup yang mana duduk dengan santai di dalam danau itu.


Mahluk itu tertutupi oleh tumbuh-tumbuhan yang ada di dalam danau itu dan hanya tertidur di dalam danau, akan tetapi untuk pertama kalinya dalam 100 tahun dia membuka matanya dan tersenyum. Itu semua karena dia melihat sosok Rey yang mana adalah sosok yang eksistensinya sama seperti dirinya.


“Nampaknya sistem menara telah melahirkan beberapa monarch baru lagi, aku penasaran berapa diantara mereka yang mana dapat bertahan sampai mendapatkan gelar mereka”


Sosok itu kemudian langsung bangkit dari singgasana miliknya, dan kebangkitannya itu membuat sebuah getaran yang dapat dirasakan oleh para penguasa lantai lainnya, dan membuat mereka mulai berjaga-jaga akan dirinya. Sementara itu di lantai pertama tempat para pendaki baru telah selesai melaksanakan ujian tutorial miliknya, beberapa manusia, iblis, dan juga monster berwujud setengah manusia telah berhasil menyelesaikan ujian mereka.


Mereka berasal dari dunia Wildian dan juga Talant yang mana telah dibawa oleh Rey atas perintah dari sistem, dan diantara mereka Jeant yang mana adalah pahlawan dari dunia Talant menarik perhatian dari para fraksi besar yang mana mendukung jalan kebenaran. Dia berdiri dengan santai disana dan “Frussk...” beberapa sosok ras malaikat dengan armor dan wajah yang tertutupi oleh topeng besi langsung mendatangi dirinya, dan salah satu dari ras malaikat tersebut langsung berbicara pada Jeant dengan bahasa yang sopan.


“Salam nona Jeant, saya Triantara putra dari malaikat terkuat Metraton dari guild Edents”


“Kami guild Edenst sangat tertarik dengan kekuatan yang anda tunjukkan saat ujian tutorial, dan kami memutuskan untuk mengundang anda memasuki guild kami”


Mendengarkan hal itu Jeant langsung tahu kalau Edent adalah salah satu guild besar, itu karena beberapa pendaki yang mana ada disana terkejut akan kedatangan Triantara di lantai pertama menara. Lalu karena memandang Triantara yang mana adalah seorang dari ras malaikat Jeant kemudian langsung ingin membahas persyaratan dan keuntungan dirinya memasuki guild Edenst.


“Terimakasih atas undangan kalian, aku sangat tertarik dengan guild yang kalian bilang itu”


“Namun sebelum aku memasuki guild Edenst katakan padaku keuntungan dan juga syarat yang kalian berikan padaku”

__ADS_1


Mendengarkan hal itu Triantara kemudian langsung memperlihatkan wajahnya, dan saat itu wajah tampan dan juga sempurna dari Triantara langsung terlihat, beberapa pendaki wanita yang mana baru menyelesaikan ujian tutorial langsung jatuh hati pada dirinya. Dengan mata biru yang menawan dan rambut pirang keperakan Tiantara mengeluarkan aura bercahaya seakan-akan dirinya sangat suci dan bersih, akan tetapi dengan wajah santai Jeant melihat kearah Triantara dengan tatapan yang dingin dan terlihat tidak perduli.


“Gadis ini sangat menarik, tidak banyak wanita yang mana bisa menahan pesona wajahku... bahkan para perempuan dari ras malaikat yang lainnya banyak yang terpikat olehku”


“Namun dia terlihat seperti tidak perduli dengan penampilanku” pikir Triantara.


Jeant adalah seorang pahlawan dunia Talant yang mana mendedikasikan dirinya kepada pedang dan negaranya, dia yang mana memiliki paras cantik dan memukau sering mengundang perhatian lawan jenisnya, akan tetapi karena pelatihan mental yang dia sering lakukan dia kebal terhadap mereka yang mana menggunakan paras mereka sebagai senjata. Namun bagi Jeant saat ini hanya Dell Diablo yang mana telah mendamaikan kedua benuanya yang menarik perhatian dirinya, dan sekarang ini Dell Diablo telah menghilang sehingga membuat dirinya tersadar kalau Dell Diablo ada di menara tempat dunia mereka ditarik kesana.


“Tidak mungkin ini semua kebetulan, Dell Diablo yang mana harusnya telah mati dan juga dunia yang di tarik kedalam menara ini... semuanya pasti memilik saling berhubungan” pikir Jeant.


Karena memikirkan hal itulah Jeant memutuskan untuk bergabung kedalam organisasi besar, karena dia pikir dengan bergabung bersama mereka dia dapat mencari keberadaan dari Dell Diablo, dan saat itu juga Triantara langsung mengeluarkan sebuah kontrak sihir dan disana tertera beberapa ketentuan akan apa keuntungan yang Jeant dapatkan ketika dia bergabung kedalam guild Edenst. Di kontrak sihir itu juga tertera apa yang Jeant harus lakukan ketika dirinya bergabung kedalam guild Edenst, dan setelah melihat hal itu Jeant langsung marah besar dan “Crraskk...” di depan Triantara dan yang lainnya Jeant langsung merobek kontrak sihir tersebut.


Dengan senyuman liciknya Triantara langsung melihat Jeant dengan tatapan tajam, disana dia mengeluarkan aura energy mana element cahaya yang luar biasa besarnya, akan tetapi “Dussk...” Jeant sama sekali tidak takut dengan energy mana yang dikeluarkan oleh Triantara tersebut. Hal itu lalu membuat Triantara semakin terkesan pada Jeant dan memutuskan untuk menari energy mana miliknya, dan dengan sopan dia langsung bertanya pada Jeant.


Mendengarkan kata-kata dari Triantara membuat Jeant menjadi semakin kesal, dan dirinya langsung berbicara pada Triantara dengan nada yang sangat dingin.


“Kau bertanya hal yang sudah jelas, kau kira aku mau jadi budak kalian”


“Disana tertulis sangat jelas kalau aku harus mematuhi seluruh perkataan ketua guild dan bahkan aku harus melakukan sumpah pernikahan untuk menunjukkan kesetianku”

__ADS_1


“Kalau kau ingin mati maka katakan saja, aku tidak percaya kalau aku tidak bisa menghadapi beberapa unggas terbang saat ini juga”


“Tringgs...” dengan pedang di pinggangnya Jeant telah bersiap untuk bertarung melawan Triantara dan para rekannya, dan Triantara sendiri merasa sendikit kesal karena perkataan dari Jeant menunjukkan kalau dia sedang menghina ras malaikat. Dengan amarahnya “Trringgs...” Triantara kemudian langsung mengeluarkan pedang miliknya, “Frusshkk...” pedang itu memiliki bilah emas dan perak, lalu pedang itu juga mengandung kekuatan energy mana element cahaya dan juga element api, melihat pedang itu “Trukk...” Jeant langsung mengambil beberapa langkah mundur.


“Pedang itu cukup berbahaya, aku bisa merasakan perasaan terancam darinya” pikir Jeant.


Dengan memegang pedang miliknya Triantara berbicara padan Jeant dan dirinya tetap mencoba sopan pada Jeant.


“Mohon maafkan aku nona Jeant, akan tetapi kalau kau menarik kembali perkataanmu dan meminta maaf pada kami semua, maka aku tidak akan bertindak kasar”


Mendengarkan hal itu Jeant langsung tersenyum kecil dan dia langsung membalas perkataan dari Triantara dengan lantamnya.


“Haaah... memohon maaf, jangan bercanda... memangnya apa yang bisa dilakukan oleh unggas terbang dengan pedang norak seperti itu”


Mendengarkan kata-kata dari Jeant semakin membuat Triantara kesal, dan dengan emosinya yang mana telah mencapai batasnya Triantara menunjukkan jati dirinya di balik topengnya tersebut, dia mengeluarkan wajah yang sangat menakutkan dan bahkan sampai membuat para bawahannya takut akan dirinya.


“Dasar wanita kurang ajar, kau hanyalah manusia dari dunia rendahan... berani sekali kau menghina ras malaikat kami yang suci”


“Akan aku habisi kau dan kugantung kepalamu sebagai pengingat bagi mereka yang melawan ras kami”

__ADS_1


Dengan pedang miliknya Triantara langsung menyerang kearah Jeant, akan tetapi pada saat itu juga “Funggs...” dengan cepat sesosok mahluk dengan empat pasang sayap berwarna hitam langsung melesat kearah Triantara dan “Bushkk...” menggunakan tinju miliknya dia menghajar Triantara sampai “Fusshkk...” melesat jauh kearah sebuah pengunungan disana. Melihat sosok itu Jeant terkagum dengan kekuatannya, dan sosok itu langsung melihat kearah Jeant dengan tatapan tajam yang mengancam.


Bersambung.....


__ADS_2