Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 77 Anak-anak beruang raksasa


__ADS_3

Di dalam hutan yang mana lebat tersebut terlihat jelas beberapa anak beruang berbulu coklat sedang bermain-main bersama-sama, dan disana melihat ke 5 anak beruang yang tidak berdaya tersebut “Grrrr...” sesosok monster rubah berekor dua langsung melihat kearah 5 anak beruang tersebut. Monster rubah berekor dua itu sedang bersiap-siap untuk menyerang ke 5 anak monster beruang raksasa itu, akan tetapi “Grrr...” secara tiba-tiba monster rubah berekor dua itu merasakan haus darah yang kuat dari belakang dirinya.


Dengan cepat dia berbalik namun “Crrastt...” sebelum dia sempat melihat apa yang ada di belakangnya kepalanya hancur dengan hitungan detik, dia terbunuh oleh serangan Rey yang memasuki tubuh beruang raksasa betina. “Trraak...” dengan mayat monster banteng dan juga rubah berekor dua yang baru dia habisi, Rey membawa kedua mayat monster itu untuk dia berikan kepada ke 5 anak beruang raksasa tersebut.


Melihat Rey yang mana datang membawa makanan “Groou... Groou...” dengan wajah imut ke 5 anak beruang itu langsung berlari kearah Rey, dan mereka langsung manja-manja pada Rey, melihat hal itu Rey tidak bisa apa-apa karena tubuh yang dia gunakan adalah induk mereka.


“Haaah... ini kalian makanlah itu”


Saat itu juga Rey langsung memberikan kedua mayat monster itu kepada ke 5 anak beruang raksasa tersebut, “Crrast... Krausst... Gllupps...” dan dalam hitungan detik mereka menghabiskan setengah daging yang ada di tubuh bangkai monster banteng dan tidak menyentuh daging rubah berekor dua.


“Hmm... kalian tidak mau ini, kalau begitu aku yang akan memakannya”


Karena melihat kalau ke 5 anak beruang tersebut tidak menginginkan bangkai monster rubah berekor dua tersebut, Rey kemudian langsung dengan lahap melahap daging monster rubah berekor dua itu. “Krraak...” kemudian saat itu juga dia menemukan sebuah bola permata merah berdiameter 4 cm, dan dari bola permata merah itu Rey dapat merasakan energy mana berelement api yang cukup lemah.


“Benda apa ini...??”


Pada saat itu ketika Rey sedang memfokuskan tatapan matanya kearah bola kristal tersebut, “Pings...” secara tiba-tiba jendela notifikasi sistem langsung tiba-tiba muncul di hadapan Rey.


Nama : Inti rubah api berekor dua


Jenis : Konsumsi / Bahan


Tingkat : Sihir ( Senjata dan juga obat-obatan didalam menara dibagi atas biasa, sihir, rare, unik, legenda, dan Mythical )

__ADS_1


Kemampuan khusus : memberikan salah satu skill monster rubah api berekor dua dengan cara melahapnya.


Keterangan : Item ini adalah sebuah esensi darah dan juga energy mana yang di kumpulkan oleh monster rubah api berekor dua, item ini memiliki element api yang lemah karena monster rubah api berekor dua masihlah belum dewasa dan juga item ini biasanya muncul pada segelintir monster dewasa tingkat tinggi.


Melihat hal itu Rey tersenyum sendiri menggunakan wajah dari monster beruang raksasa yang dia masuki, dan dengan sekali lahap “Gluupss...” dia langsung melahap esensi monster rubah api berekor dua tersebut.


“Hmm... ini aneh kenapa aku tidak merasakan apapun...??”


Saat itu Rey kebingungan karena tidak merasakan apapun karena telah melahap esensi dari monster rubah tersebut, namun secara tiba-tiba “Trringgs...” di bagian perutnya mengeluarkan setitik cahaya dan “Trringgs...” notifikasi sistem langsung muncul tepat setelah cahaya itu muncul dan menghilang dalam sekejap mata.


“Selamat pada tuan Rey, anda telah berhasil mendapatkan skill sihir api Lv 1”


Skill sihir api Lv1 : adalah skill sihir paling dasar dalam element api dan biasanya akan menunjukkan kepada pengguna skill cara-cara menggunakan sihir api, akan tetapi karena levelnya masih rendah kekuatannya masih tidak kuat dan sihirnya terbatas pada beberapa sihir kelas bawah.


“Mungkin dengan begini aku bisa terus melahap banyak inti dan menjadi lebih kuat lagi”


Rey yang mana sedang bersemangat “Groouu...” secara tiba-tiba di datangi salah satu dari ke 5 anak beruang raksasa tersebut, dan dengan mata yang mengantuk anak beruang raksasa itu langsung tertidur di sebelah Rey.


“Aku penasaran...?? apakah mereka memiliki inti juga di dalam tubuhnya”


Pada malam itu Rey melihat ke 5 anak beruang raksasa tersebut dengan tatapan yang menyeramkan, dan satu minggu kemudian “Busshkk...” 5 ekor kelinci bertanduk langsung melompat keluar dari semak-semak, dan disana “Grooarr...” ke 5 ekor beruang raksasa remaja terlihat sedang mengejar ke 5 kelinci bertanduk tersebut.


“Rooaar... Grrooaar....”

__ADS_1


Ke 5 monster beruang raksasa itu kemudian langsung berlari dengan cepat dan berusaha untuk melahap monster kelinci bertanduk tersebut, akan tetapi perbedaan statistik kecepatan mereka ke 5 beruang raksasa tersebut sama sekali tidak dapat mengejar ke 5 monster kelinci bertanduk itu. Disaat itu juga “Grooaar...” secara tiba-tiba muncul sosok beruang raksasa besar di hadapan ke 5 kelinci bertanduk tersebut, dan dengan aura intimidasi nya dia membuat ke 5 kelinci bertanduk itu langsung tidak dapat bergerak.


“Geheheh... sekarang serang mereka”


Dengan sekali perintah dari Rey, “Crrast... Krrasst...” ke 5 beruang raksasa remaja tersebut langsung menyerang ke 5 kelinci bertanduk tersebut, dan mereka dengan cepat langsung menghabiskan daging dari ke 5 kelinci bertanduk itu. Melihat kalau ke 5 anak beruang raksasa itu telah menjadi dewasa Rey kemudian berencana untuk meninggalkan mereka sendirian, dan sebenarnya memang sudah seharusnya Rey meninggalkan mereka.


Monster beruang raksasa adalah mahluk independen yang sangat mandiri, dan ketika remaja mereka akan di tinggalkan oleh kedua indukan mereka demi dapat bertahan hidup sendirian di alam liar, bahkan kalaupun mereka bertemu kembali dengan indukannya mereka akan saling bertarung karena sudah tidak mengenal satu sama lainnya demi memperebutkan wilayah. Dan pada saat itu juga, ketika Rey sudah dapat melihat kalau ke 5 anak beruang raksasa itu telah dapat berburu sendirian “Truskk... Truskk...” dia kemudian langsung berjalan dengan niat akan meninggalkan mereka berlima.


Disaat itu juga ke 5 beruang raksasa remaja itu tahu kenapa Rey akan pergi, dan “Grooauu... Grooauu...” dengan raungan khas mereka ke 5 beruang raksasa remaja itu mengucapkan perpisahan kepada dirinya.


“Haaah... sialan, nampaknya aku menjadi terlalu sentimental”


“Tapi itu pengalaman yang luar biasa, sekarang mari kita buru beberapa mahluk yang ada disekitar sini”


“Bomshkk...” secara tiba-tiba saat Rey akan hendak melakukan perburuan, dia mendengarkan sebuah suara ledakan di tempat ke 5 beruang raksasa remaja itu berada, dan dengan cepat “Brruskk.... Fusshk...” Rey langsung berlari kearah tempat itu dan disana dia menemukan kalau ke 5 beruang raksasa remaja tersebut telah tergeletak tewas karena sebuah serangan api yang secara tiba-tiba menyerang mereka. “Grrrr... Kunn... Kunn...” dan saat itu juga Rey melihat sosok monster yang mana menyerang beruang raksasa remaja tersebut, dia adalah sosok monster rubah api berekor 5 yang mana bersama dengan 3 rubah api berekor 2 lainnya.


Dan dengan wajah yang terlihat seperti tertawa monster rubah api berekor 5 tersebut menatap Rey, melihat wajah mengesalkan itu “GROOAARR....” Rey langsung bersiap untuk bertarung, dia mengeluarkan aura intimidasi yang sangat kuat dari tubuh beruang raksasa yang dia masuki.


“Akan aku bunuh.... Kalian semua...”


Saat itu Rey kelihatan marah besar dengan aura haus darah dan intimidasi nya yang bercampur menjadi satu keluar dari dalam tubuhnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2