
Di langit terang bulan yang mana bersinar sangat terang “Crrast... Kraasst...” sesosok monster bayi rubah terlahir dari induk monster rubah yang telah mati, dirinya keluar dari perut ibunya dengan paksa karena tidak ingin mati. Dan dengan suara kecilnya yang lucu bayi rubah berwarna biru itu mulai menangis karena kedinginan.
“Kunntt... Kunntt... Kunntt...”
Dia menangis karena tidak tahu apapun dan juga menangisi hawa dingin yang ada disekitarnya, dan pada saat itu sesosok induk rubah berekor 7 yang mana membawa beberapa anaknya menemukan dirinya karena mendengarkan suara tangisannya. Dengan baik hati induk rubah itu membawa bayi rubah biru tersebut, dengan kelembutan dan juga kehangatan bayi rubah biru itu tumbuh besar bersama dengan saudara-saudarinya.
Akan tetapi pada saat itu “Crrast...” induk yang mana telah mengangkat dan merawat dirinya di habisi, dia dihabisi oleh sosok monster yang mana adalah salah satu penguasa dunia Wildian dan sosok itu adalah naga hitam yang mana menjadi satu-satunya naga di dunia Wildian. Naga hitam itu memiliki sisik hitam layaknya langit malam, dan mata yang bersinar terang layaknya bintang-bintang, dan dengan sekali tatapan bayi rubah biru dan para saudaranya itu langsung dia buat tunduk di hadapan dirinya.
Dengan senyuman diwajahnya “Crrakk...” naga hitam itu membawa mayat dari induk rubah berekor 7 tersebut dengan cakar kanannya, dia kemudian langsung mengatakan sesuatu pada bayi rubah biru yang dianggap menarik tersebut menggunakan telepatinya.
“Rubah kecil yang lemah.... aku akan memakan induk kalian... dan ingatlah kalau kalian masih bisa hidup itu karena kebaikan hatiku”
“Fruushkk...” dengan menggunakan kedua sayapnya yang lebar itu naga hitam itu langsung pergi kembali kesarangnya, dan para bayi rubah yang ditinggalkan induknya tersebut tidak bisa apa-apa selain menangisi kepergian induk mereka.
“Kunnt... Kunnt... Kunnt...”
Mereka bersuara sambil meneteskan air mata merek, akan tetapi hanya sang bayi rubah birulah yang tidak menangis, dia bukannya menangis namun dia merasakan amarah yang sangat besar kepada naga hitam tersebut. Dan saat itulah dia memimpin para saudaranya itu untuk bertahan hidup di alam liar, dan dengan latihan yang keras rubah biru itu berhasil mencapai tingkatan yang sama dengan induknya setelah berlatih selama lebih dari 50 tahun.
Rubah berekor 9 lalu melihat pencapaian yang dia dapatkan dan menjadikan dirinya sebagai salah satu keluarganya, lalu telah tiba waktunya dia menunjukkan bahwa dirinya berguna bagi rubah berekor 9 dan mengalahkan monster yang menjadi ancaman pimpinan keluarganya tersebut. Akan tetapi rubah biru berekor 7 itu sama sekali tidak menyadari kalau dirinya saat ini bertemu dengan monster terlicik dan juga terkejam yang pernah ada.
Pada saat itu rubah biru berekor 7 itu telah berhasil menghindari serangan dari salah satu monster elang yang ingin menabrakkan dirinya itu, dan dengan cepat rubah biru berekor 7 itu langsung membidik kearah Rey, namun dia di kejutkan sehingga “Dushhkk...” salah satu dari 2 monster elang yang tersisa menabrakan tubuh ke tubuh monster rubah biru berekor 7 itu. “Bushkk...” monster elang dan juga rubah biru berekor 7 itu langsung sama-sama terhempas, dan monster elang tersebut langsung tewas setelah berhasil menjalankan misinya “Tranggs... Taanggs...” dia berhasil menghancurkan skill sihir es milik rubah biru berekor 7 itu.
__ADS_1
“Trrukk...” dengan tubuhnya yang terluka itu rubah biru berekor 7 itu langsung berusaha untuk berdiri, dan dia kemudian langsung melihat kearah depannya dan mengeluarkan suara dengan tubuhnya yang terluka tersebut.
“Ku-kunntt....”
Rubah biru berekor 7 itu terkejut melihat para saudaranya berdiri tegak melindungi monster cacing hitam yang mana harusnya mereka habisi bersama-sama, dan dengan senang Rey melihat pertunjukkan drama yang kejam tersebut dengan tawa jahatnya.
“Hahaha... percuma saja rubah bau, mereka bukan lagi rekanmu”
“Sekarang ini mereka adalah para bawahanku”
Melihat saudara-saudaranya yang mana telah jatuh ketangan Rey, rubah biru berekor 7 itu tidak bisa melakukan apapun, dia sekarang ini hanya bisa berusaha untuk menyadarkan mereka dengan memanggil-manggil mereka, walaupun semua itu percuma.
Melihat hal itu Rey bisa merasakan ikatan persaudaraan yang kuat diantara para monster rubah tersebut, dia juga mulai merasakan para rubah api berekor 6 yang dia kendalikan berusaha untuk melawan dirinya, namun skill Rey sangat kuat dan tidak bisa di lepaskan begitu saja. Disaat itu Rey yang mana melihat persaudaraan para rubah itu mulai mengingat kembali kejadian di masa lalu, saat itu umurnya masih sekitaran 7 tahunan dan dengan tubuh yang lemah dia tidak bisa bermain dengan anak-anak yang lainnya di panti asuhan.
Oleh karena itulah Rey terpaku pada buku-buku dan juga game yang mana ada di panti asuhan, semua anak menganggap kalau Rey itu adalah anak yang susah diajak untuk berteman dan menjauhi dirinya, akan tetapi hanya Reza yang mana mendekati dirinya dan ingin berteman bersamanya dan Reza juga yang melindungi Rey dari penindasan anak-anak panti asuhan yang lainnya. Bagi Rey yang hidup di dalam kesendirian Reza sudah seperti abangnya yang mana selalu melindunginya, setelah mengingat kembali kejadian penghianatan Reza saat itulah Rey mulai menetapkan tekatnya.
“Crrast... Krrassk...” dengan skill Memecah diri Lv 2 miliknya Rey membentuk seekor cacing hitam versi mini miliknya, dan mendekatkan cacing hitam itu kearah rubah biru berekor 7 tersebut, melihat cacing hitam itu rubah biru berekor 7 itu langsung berusaha untuk menghancurkannya namun “Kyaahkkk...” Rey secara tiba-tiba bersuara dan mengancam rubah biru berekor 7 itu dengan mengarahkan taring-taringnya kearah para saudaranya. Dengan terpaksa rubah biru berekor 7 itu kemudian hanya bisa diam menerima apa yang di lakukan oleh Rey, “Srrahkk...” pecahan diri Rey kemudian dengan cepat memasuki tubuh dari rubah biru berekor 7 itu dan dengan cepat Rey dapat mengambil alih tubuh dari rubah biru berekor 7 itu.
Pada saat itu setelah kesadarannya diambil alih oleh pecahan tubuh Rey, rubah biru berekor 7 itu melihat kegelapan dan tidak bisa melakukan apapun, dia hanya bisa menerima takdirnya yang di kendalikan oleh sosok monster seperti Rey, namun di dalam kegelapan itu rubah biru berekor 7 itu tiba-tiba saja mendengarkan sebuah suara.
“H.. Hey... apa kau bisa mendengarkanku...??”
__ADS_1
“Rubah biru kecil... aku bilang apa kau bisa mendengarkan suaraku..??”
Disaat itulah rubah biru berekor 7 itu melihat sebuah cahaya, dan disaat dia tersadar dia melihat para sudaranya yang mana mengelilingi dirinya, dengan wajah bahagia dia mengeluarkan suara dan berusaha untuk berbicara pada para saudaranya tersebut.
“Kuunnt... Kuunnt... ( saudara-saudaraku... kalian tidak apa-apa.. )”
Para monster menggunakan telepati untuk berkomunikasi dengan yang lainnya, dan mereka menggunakan nada suara mereka untuk menyampaikan energy mana yang berisikan telepati tersebut kepada para rekan-rekan mereka.
Saat itu para rubah api itu mulai membalas telepati dari suadara mereka tersebut.
“Kunntt... Kunntt... Kunntt... ( Saudari besar kami tidak apa-apa )”
“Kunntt... Kunntt... ( Tuan cacing telah memaafkan kita )”
“Kunntt... Kunntt... Kunntt... ( Dia berkata akan membebaskan kita kalau kita patuh padanya )”
Mendengarkan telepati dari para saudara itu rubah biru berekor 7 itu mulai tersadar, kalau misalnya sedari tadi Rey telah ada di belakang mereka dan dia mendengarkan semua pembicaraan rubah biru itu dan para saudaranya. Dan dengan wajah kesal rubah biru berekor 7 itu langsung bertanya pada Rey.
“Kunntt... Kunntt...( Apa yang sebenarnya kau rencanakan )”
Bersambung....
__ADS_1