
Di dalam kota tersebut para prajurit klon yang mana berhasil selamat melawan ratusan monster Tenra mulai beristirahat, mereka menggunakan fungsi khusus yang ada di armor mereka untuk menyembuhkan luka-luka yang ada di tubuh mereka.
Melihat hal itu Viviant kemudian merasa sedikit tertarik dengan armor yang ada di dunia Fintian.
“Armor ini cukup menarik, selain dapat meningkatkan pertahanan tetapi juga bisa menyembuhkan penggunanya”
“Kalau aku memiliki armor ini maka aku dapat mempunyai banyak pasukan yang kuat dengan mudah.... sepertinya aku harus bisa menguasai dunia ini bahkan setelah dunia ini bergabung kedalam menara” pikir Viviant.
Saat Viviant sedang tenggelam kepada rencana masa depannya dan juga para prajurit klon sedang beristirahat, disaat itulah mereka mulai mendekat.
“Grrrr... Rrrrr...”
Para monster Tenra yang mana telah berada dibawah kendali Rey mulai mendekati kumpulan prajurit klon tersebut, mereka menyamarkan tubuh mereka dengan lingkungan sekitar mereka dan dengan dipimpin oleh Ten mereka mulai maju secara perlahan-lahan.
Saat itu salah satu dari prajurit klon yang terluka “Trrak...” secara tidak sengaja mendengarkan sebuah suara aneh di gang yang sempit.
“Apa itu...??”
Karena penasaran prajurit klon itu kemudian langsung pergi dan memeriksa asal suara tersebut, “Trrrak...” dengan membawa senjata miliknya dia berjalan perlahan-lahan kedala gang tersebut, dan “Krraak...” saat dia melihat kearah asal suara itu ternyata yang dia dapati adalah sebuah suara kaleng jatuh yang di tiup oleh angin.
“Haaah... kupikir ada musuh, ternyata hanya angin”
Saat itu dia merasa lega karena tidak ada musuh di dalam gang kecil tersebut, akan tetapi dari bawah bayang-bayang gang tersebut “Trringgs...” satu mata merah langsung melihat kearah dirinya dan bersiap untuk menyerang.
Sementara itu prajurit klon itu sendiri “Trrintt...” sedang menjawab panggilan dari rekan setimnya, dia menggunakan sambungan radio yang mana berbicara langsung pada dirinya lewat helmnya.
“Ini aku... aku baik-baik saja... itu cuman angin jadi tidak ada masalah apapun...”
Setelah selesai menjawab panggilan tersebut “Bushkk...” secara cepat “Crrast... Trrassk...” monster Tenra itu langsung keluar dari dalam bayangannya, dan dengan cepat prajurit klon itu mati terbunuh tampa bisa sempat mengeluarkan suara sedikitpun.
Setelah beberapa lama beberapa prajurit klon yang lainnya mulai merasa khawatir dengan rekannya tersebut, dan mereka kemudian langsung memutuskan untuk menghubungi rekan mereka yang pergi kearah gang kecil tersebut.
“Trrintt...”
Dengan menggunakan sinyal radio mereka menghubungi dirinya untuk memastikan keadaannya.
“Hei... kau tidak apa-apa bukan...??”
__ADS_1
Mendengarkan suara panggilan tersebut “Tringgs...” secara tiba-tiba panggilan itu langsung di jawab dengan sebuah suara yang agak berbeda dari rekannya.
“Ehemm... yah aku tidak apa-apa, hanya saja nampaknya aku kelelahan dan akan beristirahat disini sebentar lagi”
Mendengarkan suara rekannya yang sedikit berbeda itu, prajurit klon itu kemudian merasa sedikit risau dengan rekannya tersebut.
“Kau serius tidak apa-apa...???”
“Kalau kau butuh bantuan maka aku akan segera menjemputmu disana”
Mendengarkan hal itu secara tiba-tiba rekannya menjawab dengan semangat.
“Benarkah... bagus kalau begitu, kebetulan sekali kakiku sedikit sakit”
“Dan akan lebih baik kalau kau bisa menggendongku kembali ke kelompok”
Dengan nada sedikit kesal prajurit klon tersebut kemudian langsung berjalan kearah gang kecil tersebut dan membalas jawaban dari rekannya tersebut.
“Dasar pemalas... tunggu saja disitu, aku akan segera menjemputmu”
Saat itu dia sama sekali tidak mengetahui, kalau semisalnya rekannya telah menjadi mayat dan yang menjawab panggilannya sedari tadi adalah monster Tenra yang mana telah berevolusi, dengan menggunakan pita suara dari prajurit yang telah dia kalahkan monster Tenra itu langsung dapat menirukan suara dari prajurit tersebut.
Dan menggunakan suara itu dia memancing korban keduanya, “Truukk...” lalu di dalam gang kecil yang gelap itu terlihatlah sosok punggung prajurit klon yang mana sedang duduk santai sambil melihat dinding gang tersebut.
Melihat rekannya seperti itu, prajurit klon tersebut kemudian langsung berusaha untuk menyapa temannya itu.
“Oiii... kau tidak apa-apa...??”
Mendengarkan suara rekannya prajurit klon yang mana sudah mati itu tiba-tiba saja mengeluarkan suara.
“Yah... aku tidak apa-apa, tetapi bisakah kau mendekat sebentar, nampaknya kakiku sedikit tidak dapat di gerakkan”
Monster Tenra yang mana telah berada dibawah kendali Rey sangatlah licik, dengan duduk di dalam baju prajurit klon itu dia dapat membalas sapaan dari rekan prajurit klon yang telah dia bunuh tersebut, dan tampa curiga sama sekali prajurit klon itu kemudian langsung berjalan mendekati tubuh mati rekannya itu.
Di tengah langkah dirinya mendekati rekannya itu “Trrassk...” secara tidak sengaja dia menginjak sesuatu yang basah, dan saat dia melihat kebawah kakinya dia menyadari hal yang mengerikan.
“Hmm... inikan.... ini darah...”
__ADS_1
Melihat genangan darah yang segar prajurit klon itu langsung tahu kalau ada hal yang tidak beres sedang terjadi di gang sempit tersebut, “Crrakk...” dengan cepat dia berusaha untuk mengeluarkan senjatanya akan tetapi.
“Grroaarr... Roaar...”
Dengan cepat dua sosok monster Tenra langsung muncul dari atas dirinya dan “Crrast... Trrask...” menyerang tubuhnya dengan ganasnya, dengan kuatnya prajurit itu berusaha untuk melawan dan “Tratatatsk...” dia berhasil melepaskan beberapa tembakkan sebelum “Crrast...” dirinya tewas di tempat.
Mendengarkan suara tembakkan tersebut “Frrukk...” para prajurit klon yang lainnya langsung pergi memeriksa arah suara tembakkan tersebut, akan tetapi “Tik-tik-tik...” mereka terlambat karena kedua prajurit klon tersebut telah tewas terbunuh dengan bersimbah darah.
Saat itu mereka melihat salah satu mayat prajurit klon yang mana di bongkar lehernya dan diambil pita suaranya, sementara prajurit klon yang lainnya di tusuk-tusuk tubuhnya menggunakan tulang-tulangnya sendiri.
Melihat mayat dari kedua prajurit klon tersebut, para prajurit klon yang lainnya langsung merasakan rasa takut pada diri mereka, karena itu untuk pertama kalinya para monster Tenra tidak memakan habis mayat-mayat mangsa yang mereka kalahkan.
“Ugghkk... ini kejam sekali”
“Aku rasa aku akan muntah”
“Aku baru tahu kalau ada monster Tenra yang seperti ini”
Saat itu Viviant dapat merasakan ketakutan dan juga ketidak percayaan diri dari mata para prajurit klon yang ada disekitarnya.
“Mayat-mayat ini ditinggalkan dengan sengaja untuk menjatuhkan mental para pasukanku, ini tidak bagus... kalau terus seperti ini maka daya serang mereka akan turun drastis, aku harus melakukan sesuatu” pikir Viviant.
Lalu disaat Viviant akan melakukan sesuatu dengan cepat prajurit klon Master A 015 langsung maju kedepan dan “Taaask...” mengambil salah satu mayat dari rekannya tersebut, lalu dengan nada tegas prajurit klon Master A 015 langsung berteriak kearah para prajurit klon yang lainnya.
“Apa lagi yang kalian tunggu, tidak bisakah kalian lihat kalau rekan kalian sedang terbunuh”
“Merak adalah rekan seperjuangan kita, jadi kalau bukan kita siapa lagi yang akan bisa memberikan peristirahatan bagi mayat mereka semua”
Mendengarkan perkataan dari prajurit klon Master A 015 membuat para prajurit klon yang lainnya tersadar, lalu dengan cepat mereka mengurus kedua mayat prajurit klon itu dan membakar mayat mereka “Burrn...” dengan membakar kedua mayat tersebut para prajurit klon yang lainnya menjadi tidak takut lagi.
Melihat tekat kuat dimata para prajurit klon yang dia pimpin membuat Viviant merasa senang.
“Hehehe... bagus-bagus sekali, walaupun aku tidak suka dengan caranya akan tetapi ini tetap bagus juga, sekarang aku bisa melanjutkan menggunakan mereka semua”
“Tapi yang paling penting sekarang ini adalah menemukan pelaku dari pembunuhan kedua prajurit klon itu, aku yakin dia masih melihat kita dari tempat yang tidak di ketahui” pikir Viviant.
Dan benar saja pikiran dari Viviant, karena sekarang ini Ten yang mana mengendalikan para pasukan monster Tenra milik Rey telah berhasil menyamar kedalam pasukan prajurit klon yang di pimpin oleh Viviant, dan dengan rencana yang disiapkan oleh Rey untuk dirinya Ten telah bersiap untuk mengacaukan pasukan tersebut.
__ADS_1
Bersambung.....