Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 21 Serangan para monster


__ADS_3

Serigala pelahap bangkai adalah jenis serigala yang mana memiliki besar dua kali dari pada serigala normal dan mereka memiliki mata merah darah yang terang dalam gelap malam, dan yang paling mengerikan dari mereka adalah makanan yang mereka sukai adalah para zombie yang mana memiliki daging busuk dan juga bau yang sangat menyengat. Didalam menara lantai ke 2 – 5 para serigala pelahap bangkai ini adalah musuh yang sangat merepotkan bagi para pendaki, itu karena mereka yang biasanya bergerak dengan jumlah banyak serta taring mereka yang dipenuhi oleh kuman beracun yang akan membuat orang-orang yang tergigit mengalami meriang, sakit-sakitan dan bahkan kematian.


Lalu sekarang ini “Grrr...” serigala tersebut sedang ada didalam hutan yang ada ditengah-tengah kelima kastil ujian tutorial kedua, dan mereka sedang bersiap untuk berburu para manusia yang ada didalam menara karena mereka sudah cukup lama tidak melahap apapun semenjak dipindahkan oleh administrator ke ujian tutorial kedua tersebut.


“Hahaha.... aku memang jenius, tidak kusangka aku ternyata diperbolehkan melakukan hal ini, dengan begini hanya mereka yang benar-benar memiliki kemampuan dan juga keberuntungan yang tingglah yang akan selamat, dan sekarang mari kita lihat pertunjukkannya” kata administrator yang mana sedang santai melihat sambil melahap ayam panggang dimejanya.


Sementara itu didalam kastil tempat Rey dan yang lainnya berada “Grraoaar...” para zombie sudah mulai muncul disana, dan mereka mulai bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat untuk menyerang kastil tempat Rey berada. “Tings... Tings... Tings...” disana pada saat Reza sedang mempelajari cara kerja dari kastil tersebut, dia dikejutkan dengan kemunculan dari notifikasi sistem kastil tersebut dan notifikasi itu muncul pada semua orang yang ada didalam kastil itu “Wusshkk...” dengan cepat mereka langsung bergerak, dan disaat itu juga Reza langsung menggerakkan para boneka ksatria untuk maju dan ikut bertarung juga.


“Kelihatannya jumlah mereka ada lebih dari 50” kata Rey.


“Kalau begitu kita hanya perlu menghancurkan mereka sampai ke 50 zombie itu rata dengan tanah” kata Gilang.


“Crraakk...” dengan menggunakan balista besar yang ada didinding pertahanan kastil tersebut “Busshkk...” Gilang mengalahkan beberapa zombie dengan mudahnya, tubuh mereka hancur karena daya ledak dari anak panah balista tersebut yang mana dapat menghancurkan sekelilingnya dengan sangat mudah.


“Oooh... ini cukup mudah untuk digunakan, walaupun ini memiliki peluru yang terbatas dan waktu pengisian yang lama tetap ini cukup bagus juga” kata Gilang.

__ADS_1


“Gunakan saja sebanyak yang kau mau, kita masih memiliki peluru lain untuk digunakan, yah... walaupun tidak sebagus aslinya” kata Rey, dia menggunakan skill Pengrajin LV 2 miliknya untuk menciptakan anak panah balista dengan menggunakan kayu dan besi sebagai ujungnya.


Sementara itu didepan gerbang pertahanan kastil tersebut Dion dan para peserta ujian yang lainnya mengikuti perintah dari Rey, “Srringgs... Srringgs...” mereka langsung mengambil tombak yang mana tersedia didalam ruang penyimpanan kastil tersebut, dan menggunakan tombak-tombak tersebut “Crrast... Crrast...” mereka menyerang para zombie itu dari dalam dinding pertahanan kastil tersebut. “Trranggs... Krranggs...” para zombie yang mana tidak memiliki akal pikiran sama sekali tidak dapat menembus pintu jeruji besi yang mana ada ditengah-tengah dinding pertahanan kastil tersebut, dan disana para partisipan ujian yang lainnya sedang bersenang-senang mengalahkan para zombie dengan sangat mudah dari tempat yang aman.


“Crrast... Krrass... Trrass...” lalu saat itu ketika sudah lebih dari 90 % zombie yang ada disana telah kalah terbunuh, “Trranggs...” dengan otoritas miliknya Reza langsung membuka pintu jeruji besi tersebut “Grrooaar...” dan para zombie yang ada disana kemudian langsung berlarian kearah Dion dan para partisipan ujian yang lainnya, disaat itu juga Rey langsung turun dengan cepat lewat tangga, “Funggs... Funggs... Funggs...” menggunakan pisau-pisau ditangannya dia melemparkan pisau tersebut kearah para zombie yang masuk kedalam. “Crrast... Crrast...” empat zombie langsung hancur kepalanya karena serangan dari lemparan pisau milik Rey, serangannya sangatlah kuat yang mana membuatnya dapat menghancurkan tubuh dari zombie tersebut dengan satu kali lemparan pisau miliknya.


“Apa-apaan itu tadi, apa dia itu manusia balista, serangannya benar-benar menakutkan” pikir Dion.


“Haah-haaah... Haah-haaah... sialan staminaku ini memang adalah kelemahan terbesarku, tidak aku sangka menuruni tangga akan semelelahkan seperti ini” pikir Rey.


“Haaah... itulah kenapa sejak dulu aku bilang kalau dia harus olahraga dan berhenti main game” kata Gilang.


“Hmm... bantu abang...” kata Bella yang mana memegang kaki dari Gilang.


“Aku mengerti... KALIAN ORANG-ORANG BODOH SEDANG APA KALIAN INI HAAAH....” kata Gilang.

__ADS_1


Suara Gilang yang besar terdengar sangat kuat disekitar tempat tersebut, dan suaranya membuat para partisipan ujian langsung melihat kearah dirinya, “Funggs...” menggunakan balista miliknya dia menembak salah satu zombie yang masuk kedalam dinding kastil tersebut “Crrast...” dan melihat hal itu membuat para orang-orang partisipan ujian yang ada langsung terdiam.


“MEREKA ITU CUMAN ZOMBIE LEMAH, SEDANGKAN KALIAN ADALAH ORANG-ORANG DENGAN STATISTIK TINGGI DAN JUGA DILENGKAPI DENGAN SENJATA YANG BAGUS, BUNUH DAN KALAHKAN MEREKA DENGAN BEGITU KITA BISA SELAMAT” kata Gilang, suaranya benar-benar keras dan juga membuat orang-orang partisipan ujian tersebut menjadi tergerak akan suaranya tersebut.


“Dia benar.... semuanya ayo maju serang mereka” kata Dion, “Srranggs...” dia menarik pedang miliknya dan maju untuk menyerang para zombie yang mana tersisa 16-20 tersebut.


Melihat semangat dari Dion para orang-orang partisipan ujian yang ada “Srranggs... Sringgs...” langsung menyiapkan senjata milik mereka, dan maju untuk menyerang para zombie yang ada disana “Srrast... Crrastt... Trrassskk....” menggunakan senjata mereka para zombie itu dengan mudah dikalahkan dan bahkan mereka menang hanya dengan beberapa orang yang mengalami luka-luka kecil. Pada saat itu yang memegang kontribusi paling besar dalam pertahanan kastil adalah Gilang, itu karena dengan suaranya dia membawa para partisipan yang lainnya menjadi lebih berani dan bersatu untuk maju menyerang para zombie yang menyerang kastil mereka, dan karena hal itulah sistem menara langsung membuat dirinya sebagai peringkat pertama sebagai partisipan ujian paling dapat diandalkan didalam kastil ke 5.


“Kastil ke 5 kah, dengan kata lain ada kemungkinan kastil 1,2,3, dan juga 4 ada ditempat ini juga, dan merekalah yang harus kami hindari untuk saat ini” pikir Rey, dia melihat kondisi dari orang-orang dari partisipan ujian didalam kastilnya dan berpikir kalau mereka tidak akan sanggup untuk menghadapi para peserta yang lainnya untuk sekarang.


Sementara itu didalam kastil, Reza sedang melihat-lihat beberapa kristal yang mana dia dapatkan dari para zombie tersebut, dia mendapatkan kristal itu ketika adanya zombie yang kalah disekitar kastil kekuasaannya dan karena hal itulah dia ingin mencoba untuk membuat salah satu orang partisipan ujian untuk tewas dalam serangan zombie waktu itu, akan tetapi rencananya digagalkan dan membuat dia merasa sedikit jengkel.


“Cih... aku tidak bisa tahu berapa banyak yang aku dapatkan saat ada manusia yang tewas, yah tetapi ini bagus juga dengan kata lain mereka memiliki kemampuan untuk menjaga kastil ini” kata Reza.


“Kau tenang saja Reza, berikutnya akan datang tantangan yang sebenarnya dari ujian kali ini dan pada saat itulah kau bisa melihat berapa banyak orang partisipan ujian yang akan bertahan nantinya” kata suara yang ada dikepala Reza tersebut.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2