
Ayu dan Aris sampai di sebuah kolam ikan yang memang sedang panen, tanpa rasa risih, gadis itu melihat ikan yang di panen.
Aris hanya tersenyum saja melihat Ayu, "tuan, ini akan enak saat di masak santan, tapi harus di asap dulu,"
"kamu bisa memintanya, berapapun tolong atur ya mas Edi," kata Aris.
"siap juragan," jawab Edi.
mereka pun pulang setelah semua kunjungan selesai, Ayu menyempatkan memasak makanan untuk Aris.
setelah itu Ayu pamit pulang karena sudah sangat malam. "Ayu makanlah disini, kamu hanya makan cemilan dari tadi loh,"
"tidak apa-apa tuan, saya takut Mbah khawatir menungguku," kata Ayu yang sedikit buru-buru.
"baiklah, tolong hati-hati ya, karena ini habis hujan Ayu," jaya Aris.
Ayu hanya mengangguk dan segera pamit pulang, gadis itu mengayuh sepeda miliknya menuju ke arah rumah.
tapi dia tak mengira, ada segerombolan pria tinggi besar yang menghentikan sepeda Ayu.
"kalian mau apa? pergi atau aku akan berteriak," kata Ayu yang turun dari sepedanya.
"ayolah anak cantik, temani kami bermain, semalam saja, aku ingin merasakan bagaimana rasanya gadis cantik sok suci seperti mu," kata pria itu yang menarik tangan Ayu.
Ayu menendang ******** pria itu dan berlari meninggalkan sepedanya begitu saja.
"kenapa diam saja, cepat seret dia, goblok," maki pemimpin gerombolan preman itu.
Ayu masih berusaha melarikan diri, tapi sebuah pukulan mendarat di tengkuknya dan membuat gadis itu pingsan.
"bangus, sekarang kita bawa gadis ini ke kebun sesuai yang di sepakati, uh... meski aku tak dapat perawannya, setidaknya kita bisa menikmati gadis ini juga bukan," kata pimpinan preman yang mengusap bibir Ayu.
mereka pun membawa tubuh Ayu yang sudah tak sadarkan diri, tapi mereka lupa tak menyingkirkan sepeda Ayu.
Aris yang selesai makan pun melihat ikan patin yang ada di plastik, "lah... si Ayu ikannya malah ketinggalan, aku antar saja, mungkin belum jauh ini,"
Aris pun mengendarai motor trail miliknya menyusuri jalanan desa yang sangat sepi, terlebih masih banyak kebun warga dan ilalang yang cukup tinggi.
saat dalam perjalanan, dia sempat melihat ada beberapa pria lari ke semak-semak.
Aris tak peduli dan meneruskan perjalanan dengan motornya, tapi sebuah benda menghentikan Aris.
dia turun dan melihat sepeda ayu yang tergletak begitu saja, "sialan, ini sepeda ayu, jangan-jangan," kata Aris yang melihat pria yang lari tadi.
Aris langsung menghubungi Eko untuk membawa semua anak buah mereka dan warga, sedang Aris menyusuri jalan semak-semak itu.
karena bekas ilalang yang di lewati oleh para pria tadi sangat ketara, Aris pun tak sulit menemukan tempat mereka.
di sebuah gubuk bambu, seorang pria menunggu para preman yang di sewanya untuk menculik gadis yang sudah berani menolaknya.
"bos sudah beres, kami tunggu di luar ya," kata bos preman itu menidurkan ati di ranjang bambu.
"keluarlah, setelah aku puas dengannya, kalian bisa menikmati sepuasnya," kata pria biadab itu.
Agus langsung melepaskan jilbab Ayu, rambut hitam sedikit ikal itu tergerai.
__ADS_1
Agus langsung mencium bibir Ayu dengan kasar, kemudian karena merasa tak tahan lagi.
Agus langsung merobek gamis Ayu, dan terpampang lah sebuah pemandangan indah yang selama ini tersembunyi dalam balutan gamis panjang itu.
Ayu perlahan sadar dan merasa kepalanya begitu sakit, terutama tengkuknya, dan dia kaget saat melihat sosok Agus berdiri sambil ingin menyentuh dirinya.
Ayu mundur, dan kaget melihat gamis dan jilbabnya sudah acak-acakan. "kamu biadab mas, kamu iblis, lepaskan aku!!"teriak Ayu.
sebuah tamparan di berikan Agus, tak hanya itu, pria itu juga menendang Ayu hingga terjatuh ke tanah.
"kau menolak diriku, maka aku akan membuatmu tak di terima di mana pun, siapa yang akan menerima gadis kotor seperti mu," kata Agus tertawa
Ayu hanya bisa merasakan sakit, tubuhnya lemah karena tendangan Agus di perutnya, "kau iblis ... kau kejam, kau lebih buruk dari hewan," kata Ayu yang terus berusaha kabur.
tapi Agus yang tak punya kesabaran lagi menjambak rambut ayu dengan keras, "tolong sakit!!!" teriak ayu dengan keras.
"teriak dengan keras dan kuat, tak ada yang akan menolong mu di sini pelacur ku," kata Agus tertawa dengan kejam.
bahkan pria itu mulai menyentuh hal yang sangat sensitif, Ayu memukul pria itu, tapi Agus langsung menangkap tangan Ayu yang memukulnya.
"kau tak bisa lari, karena malam ini kamu harus memuaskan ku," kata Agus yang mulai mencium dan menj*L*t* buah ranum yang tak pernah di sentuh oleh siapapun.
"lebih baik aku mati," teriak Ayu frustasi.
brak.... seorang pria terpental kedalam gubuk, ternyata Aris datang membawa balok kayu dengan wajah marah.
bahkan pria itu sudah membereskan keenam preman di luar dengan mudah.
"sialan siapa yang berani menganggu kesenangan ku," marah Agus.
"tolong...."
Aris pun memukul preman itu hingga luka parah bersimbah darah, Agus pun ketakutan, meski dia jago karate tapi melihat Aris yang memiliki aura yang begitu kejam dan membunuh membuatnya ciut.
"kamu berani melecehkan dia, kau harus mati, dan aku harus mematahkan tangan mu," kata Aris marah.
dia langsung mengayunkan balok kayu ke arah Agus, tapi pria itu bisa menghindar, tapi Aris menendangnya hingga tersungkur.
"dengan mulut busuk mu ini kau menciumnya, dan tangan kotor ini kau menyentuhnya, maka aku akan patahkan keduanya," kata Aris yang menarik wajah Agus.
"ampun juragan," kata Agus memohon.
Aris tak menggubris pria itu dan memukuli pria itu berkali-kali, bahkan dia menendang Agus hingga terpental ke luar gubuk.
semua orang yang di mintai tolong oleh Eko datang, mereka kaget melihat Agus yang sudah babak belur di hajar oleh Aris.
bahkan pria itu sudah muntah darah dan tak bisa bangun, "Agus!!" teriak Bu Irma.
Aris menjambak rambut Agus dengan kasar, "kalian semua lihat pria yang di kenal baik dan sopan ini, hari ini aku tunjukkan apa yang bisa aku lakukan, saat kalian berani menganggu orang ku, pria busuk ini berani ingin memperkosa Ayu," kata Aris dengan bentakan.
"juragan ini pasti ada kesalahpahaman, tolong jangan bunuh mas Agus, kita bisa bicarakan ini," mohon pak RT.
"jawab pria busuk, atau aku akan membuatmu cacat seumur hidup," kata Aris.
"karena gadis murahan itu menolak diriku, jadi aku akan merusaknya, dan membuatnya tak di terima di manapun," jawab Agus dengan berani bahkan masih sempat menertawakan Aris
__ADS_1
"pria busuk!!!" Aris lepas kendali langsung menendang ************ dari Agus dengan keras.
pria itu kesakitan, saat ini Bu Irma menyuruh anak buahnya untuk maju, tapi Aris menginjak kepala Agus dan menarik kedua lengan pria itu.
"kalian maju, lengannya patah," kata Aris dengan tatapan tajam dan membunuh.
"kenapa diam, cepat bantu putraku, dia pria gila!" teriak Bu Irma ketakutan.
"jangan Bu, tolong aku... argh... sakit!!!" teriak Agus.
Aris tersenyum kejam dan langsung mematahkan kedua lengan Agus dengan mudah, bahkan suara patahan tulang itu begitu ngilu terdengar.
"ha-ha-ha, ini balasan untuk pria yang berani menyentuh milikku," kata Aris tertawa jahat.
"bereskan, dan siapapun yang berani bicara, kalian tau akibatnya," kata Eko mengancam beberapa pria yang datang bersamanya.
Bu Irma menghampiri Agus yang sudah tak sadarkan diri, terlebih mungkin sebentar lagi akan mati.
Aris masuk kedalam gubuk dan melihat ayu sedang mencakar tubuhnya sendiri, "aku jijik, aku kotor, aku kotor... tolong aku..." tangis gadis itu sambil terus menggosok dan membersihkan dirinya dengan tanah.
Aris menghentikan tingkah Ayu yang sudah seperti gadis gila, "hentikan ayu, jangan lukai dirimu,"
"menjauh tuan, aku kotor, jangan menyentuhku .... dia telah menyentuh dan...." tangis Ayu yang menjadi-jadi.
Aris langsung memakaikan jaketnya, dan mengendong Ayu tapi gadis itu terus berontak.
Aris membuat Ayu pingsan agar tak berontak, kemudian mengendongnya dan membawanya keluar.
Eko dan warga kampung kaget melihat kondisi Ayu, pasalnya gadis itu kondisinya sangat buruk.
"kalian ingin tau kenapa aku menghajar Agus tadi, karena dia berusaha melecehkan Ayu, sekarang gadis ini harus hidup dengan trauma, dan siapapun yang berani buka mulut dan menghinanya, akan ku buat nasibnya tak jauh beda dengan pria tadi," ancam Aris yang mengendong Ayu.
Eko mengikuti Aris yang membawa Ayu ke rumah sakit, bahkan selama perjalanan, Aris tak melepaskan Ayu dari pelukannya sedikitpun.
Eko tau jika Aris orang yang kejam, tapi dia benar-benar baru tau sosok Aris yang kejam seperti tadi.
itu pun keluar saat melihat dan menolong Ayu yang mendapatkan pelecehan seksual seperti ini.
sesampainya di rumah sakit, Aris tak ingin melepaskan genggaman ayu sedikitpun, dia takut ayu akan kembali histeris.
"pak tolong tunggu di luar," kata suster menahan tubuh Aris.
"aku ingin menemaninya, dia bisa histeris lagi!!" bentak pria itu.
Eko langsung menahan tubuh Aris yang ingin menerobos masuk, "tolong percayalah dia akan baik-baik saja bos," kata Eko
Aris pun diam dan terduduk lemas, "seharusnya aku mengantarkannya, dia seperti ini karena diriku, seharusnya aku mengantarkannya ...." lirih Aris
"sudah tuan, musibah tak pernah ada yang tau, tolong berdoalah untuk kesembuhan ayu," kata Eko.
"tidak bisa, aku harus membuat pria busuk itu membusuk selamanya, dia berani menyentuh gadis sebaik Ayu!!!" geram Aris yang masih belum rela.
"meski bos membunuhnya,itu tak akan membuat Ayu senang,lebih baik kita fokus pada Ayu bos," kata Eko mengingatkan.
Aris pun kembali mengingat setiap senyum Ayu, dan tingkah ceria gadis itu, dia pun menjambak rambutnya frustasi.
__ADS_1
"seharusnya aku mengantarkan mu pulang Ay, hingga tak akan ada kejadian seperti ini ..."