
mereka pun sampai di desa sudah malam, Aris mengendong Ayu yang sudah lelap tertidur.
pak Mun membukakan pintu kamar Ayu, Aris menidurkan Ayu di ranjang kecil miliknya.
dia juga sempat memperhatikan sekitar kamar Ayu yang begitu sederhana.
ia mengambil sebuah foto yang ternyata itu adalah foto dari orang tua Ayu.
seorang pria berseragam tentara sedang tersenyum mengendong gadis kecil yang memakai baju sana dengan wanita di samping pria itu.
"itu foto orang tua ayu sebelum kecelakaan terjadi, dan yang merenggut semua kebahagiaan dari cucu ku," kata pak Mun.
"apa wanita ini dulu pernah di kota pak Mun?" tanya Aris menunjuk ibu dari Ayu.
"iya tuan, dia sempat mengunjungi saya meski cuma sebentar, dan tak lama dia kecelakaan," jawab pak Mun.
Aris ingat gadis yang memberinya roti, dia kira mahasiswa ternyata seorang wanita yang sudah menikah.
"apa ada sesuatu tuan?" tanya pak Mun penasaran.
"tidak pak, tapi bisakah aku makan cemilan, tiba-tiba ingin makan cemilan," kata Aris.
"tentu tuan, kebetulan tinggal di goreng, silahkan duduk di luar, kita berbincang di luar," ajak pak Mun.
Aris meletakkan figura foto itu kembali ke meja rias kecil itu, sebelum keluar kamar, dia melihat Ayu.
"aku makin ingin melindungi mu Ayu," gumam Aris sebelum menutup pintu.
pak Mun menggoreng pisang coklat yang menang sudah tersedia di freezer.
Ayu memang suka membuat cemilan dan di stok di kulkas, jadi sewaktu-waktu gadis itu pingin makan, sudah ada stok.
"jadi tuan, apa maksud ucapan anda tadi? saya takut jika Ayu benar-benar mencintai tuan, itu akan jadi masalah, terlebih Ayu bukan gadis kota, hanya gadis desa biasa,"kata pak Mun.
"saya tau pak Mun, saya tahu, itulah kenapa aku memilihnya, dan aku sudah jatuh cinta saat pertama melihat senyumannya, itulah kenapa aku mengajaknya ke rumah busuk itu, karena hanya dengan dirinya aku bisa kuat berdiri dan ingat siapa aku," jawab Aris.
"jika memang begitu, tolong bantu saja menjaganya tuan, karena yang sesungguhnya, kami juga sedang bersembunyi dari seseorang, dan sebentar lagi dia akan bebas dan mencari kami untuk menyelesaikan dendamnya," kata pak Mun.
__ADS_1
"aku janji padamu, aku akan menjaga Ayu dengan jiwaku, kalau begitu tolong kita siapkan pernikahan ku dan Ayu, karena aku ingin dia selalu berada di sekitar ku," kata Aris tersenyum.
"baiklah tuan, sesuai perintah anda," jawab pak Mun.
mereka pun melanjutkan berbincang dengan hangat, dan membahas tentang pernikahan.
tak terduga sebuah pesan masuk ke ponsel Aris, "bos besok aku lamaran, tolong ikut bersama ayu ya, lamaran pukul sepuluh pagi, tolong ikut ya bos," isi pesan itu.
"dasar anak buah jahanam, kenapa selalu mendadak kalau melakukan sesuatu, pak Mun besok kita di undang untuk ikut lamaran Eko pukul sepuluh pagi," kata Aris.
"baik tuan," jawab pak Mun.
tanpa sadar keduanya berbincang hingga malam, Aris pun tertidur di sofa ruang tamu karena terlalu lelah.
pak Mun tak membangunkan Aris karena tau jika pria itu kelelahan, dan membiarkan Aris tidur di sana.
keesokan paginya, Ayu terbangun dan melihat suasana kamarnya. Ayu ingat jika semalam dia tidur di mobil.
"jadi aku di sini, terus siapa yang mengendong ku ke kamar, gak mungkin kakek, apa mas Aris, Aaaa!!!" kata ayu yang malu sendiri dan menyembunyikan wajahnya di bantal.
Ayu pun menyudahi aksi gilanya, dia keluar dan kaget saat melihat Aris tidur di kursi sofa panjang.
pak Mun menyentuh bahu Ayu dan berhasil mengejutkan gadis itu, "Mbah..."
"ada apa, cepat masak,nanti tuan keburu bangun, dia kemarin kemalaman karena ngobrol sama Mbah, jadi tidur disini," kata pak Mun menjelaskan.
"iya Mbah, kalau begitu aku masak ya," kata Ayu langsung membuka kulkas dan segera membuat entok rica-rica dan tak lupa tahu tempe, serta telur ceplok kesukaan Aris.
meski rica-rica entok itu tak pedas, karena kedua Pria itu tak suka dengan masakan pedas, jadilah Ayu membuat sambal untuk dirinya.
Aris terbangun karena mencium aroma masakan yang begitu harum. Aris langsung menuju dapur dan mengambil minum.
setelah itu melihat ayu masak apa, Ayu kget karena di di apit oleh Aris, "masak apa Ay?"
"masak rica-rica dan menu biasa, tuan butuh sesuatu?" tanya Ayu malu.
"em... boleh kopi Ay, dan kamu cantik sekali pagi-pagi, dan ingat panggil mas Aris,bukan juragan atau tuan," kata Aris mengingatkan.
__ADS_1
"iya mas, tolong tunggu di kursi ya,"kata Ayu.
"oke, tapi aku boleh pinjam charge karena baterai ponselku habis," kata Aris yang melihat ponselnya.
"ambil di kamar saya mas, dan juga handuk juga sudah aku siapkan karena sebaiknya mas juga mandi dulu," kata ayu.
"tidak, sedikit siang saja, sekalian bersiap untuk menghadiri acara lamaran Eko dan Ambar, aku boleh pinjam baju Ay, aku malas pulang," kata Aris yang sudah begitu nyaman di rumah itu.
"tentu mas, tapi Ayu selesaikan semuanya dulu ya," kata ayu yang menata semua di meja.
pak Mun datang, dia tadi melihat Persiapan di rumah Ambar yang ternyata sudah siap.
setelah sarapan pak Mun berangkat terlebih dahulu, karena terlalu lama menunggu Aris dan ayu.
Aris memakai baju milik ayah dari Ayu, dan nampak begitu tampan dan gagah karena ukuran baju mereka sama.
sedang Ayu memakai baju milik sang ibu yang terbilang masih bagus, bukan apa karena Ayu tak memiliki baju baru untuk acara seperti ini.
saat keluar dari kamar, ternyata Aris tertegun melihat Ayu yang cantik dengan baju brukat biru navi.
terlebih warna kemeja dari Aris juga senada, jadilah keduanya terlihat seperti pasangan suami istri.
"sudah siap Ay," tanya Aris yang mengulurkan tangannya pada Ayu.
gadis cantik itu pun hanya mengangguk malu, keduanya pun berangkat bersama.
pak Mun yang melihat kedatangan kedua orang terdekatnya itu datang, dia kaget melihat ayu dan Aris.
pasalnya dia melihat anak dan menantunya yang datang, pak min bahkan langsung memeluk Ayu dengan erat.
bahkan dia menyentuh wajah Aris, dan mengingatkan dia pada menantunya yang begitu tegap saat itu.
"Mbah kenapa? kangen bunda dan ayah ya?" tanya ayu.
"kalian berdua seperti menghidupkan mereka,ya Allah semoga kalin di satukan dalam pernikahan yang samawa ya nak," kata pak Mun.
"pasti pak, aku kan selalu membahagiakan Ayu setelh pernikahan kita," kata Aris yang yakin.
__ADS_1
sedang Ayu kaget, pasalnya dia tak pernah terpikir untuk menikah dengn Aris yang notabene adalah juragan paling kaya di desa itu.