Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
hobi lama Juragan


__ADS_3

Aris pun memasak beberapa makanan yang tinggal memasukkan ke dalam airfyer, pasalnya semuanya sudah matang.


bahkan nasi juga ada, setelah semuanya siap, Aris memanggil istrinya dan mengajaknya makan.


"sayang istri cantik ma, ayo turun yuk, kita makan dulu, kamu gak kasihan sama pria tampan ini belum mkan Krena menunggu disuapi istri cantiknya," kata Aris lemah.


"ah.. maaf mas, aku ketiduran, seharusnya aku melayani mu, biar aku masak dulu," kata ayu yang langsung bangun dan mengikat rambutnya.


"tidak perlu, sekarang ayo turun ma sudah masak, oh ya sambel mu memang juara, sekarang tugas mu menutupi suamimu ini oke," kata Aris dengan lembut.


"iya mas," jawab Ayu yang merasa senang memiliki suami seperti Aris.


keduanya pun turun dan mkan berdua, bahkan ayu sempat meneteskan air mata saat Aris menyuapinya.


pria yang selalu terlihat garang dan dingin,begitu manis saat di depannya, bahkan begitu manja.


"sayang nanti aku ada acara dengn Sugik, kamu di rumah sendiri tak apa-apa kan, aku bawa kunci jadi kamu tak perlu menungguku," kata Aris.


"kenapa mas, aku tak bisa tidur tanpa mu," kata ayu sedih.


"ya kamu tau kan seperti halnya pak Bambang kemarin, kami hrus melihat apa msih ada warga yang kurang mampu," kata Aris.

__ADS_1


"baiklah mas, aku mengerti," jawab yu yang tak bisa terus melarang suaminya untuk berbuat baik.


Aris pun berangkat saat istrinya susah memberi ijin, tapi dia berjanji tak akan pulang larut malam, terlebih dia tak ingin istrinya itu khawatir.


dia berangkat dengan berjalan kaki dan mengenakan jaket berpenutup kepala warna hitam.


di depan rumah Sugik sudah menunggunya sambil merokok, keduanya pun mulai dari pos hansip.


ternyata mereka semua sedang bermain catur saat Aris datang, "sepertinya lagi seru, tapi kok sayang gak ada cemilannya?"


"wah juragan Aris, Monggo juragan, iya nih yang jadwal bawa makanan belum datang," kata seorang hansip.


kebetulan ada bakso cor lewat, Aris pun memanggilnya, "yus kemari, dan buatkan semua orang bakso, biar aku yang bayar," kata juragan Aris.


"boleh saja, Sugik ikut makan saja, aku juga kok," kata Aris.


akhirnya mereka semua makan bakso, saat sedang makan, tak terduga ada Mbah ip bersama dua cucunya.


"Mbah mau bakso," kata gadis kecil itu memohon.


"besok ya nduk, Mbah belum bayaran," kata pria sepuh itu.

__ADS_1


"minta saja dek, yang bayarin juragan Aris kok,benar kan juragan?" tanya hansip senior itu.


"tentu Mbah, Monggo minta saja, mu bawa untuk bungkus juga boleh," jawab Aris.


"terima kasih juragan," kata Mbah ip.


sekarang mereka pun mkan bersama dan tukang bakso sibuk membungkus.


beberapa warga lewat pun juga dapat, setelah habis Ari memberikan uang sebesar tujuh ratus ribu pada penjual bakso itu.


dia pun terasa rezeki nomplok pasalnya baksonya hanya tiga ratus ribu saat di borong seluruhnya.


kini Aris dan Sugik mulai mencari mangsa, ternyata mereka menemukan sosok pria yang di carinya.


keduanya pun memakai masker dan selontong tangan dan mulut membekap pria itu dan menyeretnya ke area tengah sawah.


dan langsung menghajarnya, setelah itu mereka pun pergi, tapi sayang mereka malah di pergoki oleh pra pria yang sedang mabuk di area pemakaman.


tanpa basa-basi mereka pun bertarung dan malam itu Aris dan Sugik benar-benar berpesta, merasa senang karena bisa meluapkan emosi mereka dan kemudian langsung pergi meninggalkan para pra yang sudah babak belur.


mereka pun berpisah dan menuju ke rumah masing-masing, Aris masuk kedalam rumah dan kaget melihat ayu sedang menonton tv.

__ADS_1


tapi ternyata istrinya itu sudah tidur dan tv-nya tetap menyala dan menemani wanita itu.


"kamu benar-benar dableg ya," kata Aris tersenyum dan mencium kening Ayu.


__ADS_2