Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
kita saudara


__ADS_3

Ayu masih terbayang bagaimana suaminya tadi begitu kejam, bahkan mulut pria itu begitu kejam dan pedas.


"ada apa sayang?" tanya Aris melihat istrinya yang dari dari melihatnya.


"mas, kamu itu kalau di depan ku begitu manis dan manja, tapi tadi mas begitu kejam," kata Ayu.


"sayang kamu juga sama, kamu lupa ya," ledek Aris yang memeluk tubuh istrinya itu.


"iya ya, tapi aku dari kecil memang begitu, sering ketus pada orang yang jahat," jawab Ayu.


"tapi kenapa tidak kamu tampar saja mulut Bu Sri yang begitu pedas itu," kesal Aris.


"aku hanya malas jika akan panjang mas, mas kan tau jika sekali saja di lawan maka akan panjang dan sudah di incar jadi musuhnya," jawab Ayu.


"hahaha kamu benar, amit-amit jabang bayi," kata Aris.


mereka beristirahat, karena besok mereka harus ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan istrinya.


pasalnya kandungan ayu sudah mencapai empat bulan, dan akan di adakan tingkepan saat usia kehamilan sudah tujuh bulan.


Sugik masih di rumah Bella, gadis itu pun tersenyum melepas kepergian dari pria yang membantunya itu.


setelah kepergian Sugik, ada seorang pria datang ke rumah Bella, dan membuat wanita itu kaget.


"mau apa?" tanya Bella ketakutan.


"aku ingin mengajakmu balikan, aku tak bisa hidup tanpa dirimu, terlebih aku akan menceraikan istriku," kata pria itu.


"tidak mau, aku sudah mencintai pria lain dan aku akan menikah dengannya," bentak Bella


"siapa yang akan nay dengan gadis kasar seperti mu, dan lagi aku yakin jika pria itu jelek dan miskin," hina pria itu.


tak terduga sebuah tamparan di belakang kepala dia terima, Bella kaget melihat Sugik yang kembali ke rumah Bella.


"siapa yang kau sebut miskin dan jelek," kata Sugik dingin.


"mas Sugik, dia adalah mantan ku, aku tak mengundangnya dan dia bahkan datang setelah mau bercerai dengan istrinya, aku bukan memintanya, tolong dengarkan penjelasannya, aku tak mengundangnya," kata Bella memohon.


Sugik merangkul wanita itu, "aku selalu menyelidiki siapapun orang yang akan dekat dengan ku," kata Sugik.


"memang kamu siapa, aku adalah pemilik bengkel terbaik di kota, aku juga saudara dari juragan Aris," kata pria itu.


"sejak kapan juragan Aris punya saudara seperti dirimu, padahal aku dari dulu besar bersama juragan Aris," kata Sugik menyeringai.

__ADS_1


"tidak mungkin, kamu berbohong," kata pria bernama Ayus.


"coba jika kamu memang benar saudaranya, telpon dong, aku ingin tau benar-benar saudaranya," tantang Sugik pada pria itu.


Ayus pun terlihat pucat, karena dia hanya mengaku-ngaku saja, "susah mas, kamu pergi saja jangan mengangguku," kata Bella.


"tidak Bella, aku ingin tau apa benar dia saudara dari juragan Aris, atau hanya mengaku-ngaku saja," hina Sugik.


"kamu gila, jam segini pasti dia sudah tidur, terlebih dia pasti kelelahan bekerja seharian," kata Ayus yang sedikit gemetar.


tanpa di duga, dengan mudah Sugik menelpon Aris bahkan melakukan video call pada pria itu.


"hei Sugik, kau mau mati jam segini menelpon ku?" kata Aris dari sebrang telpon.


"maaf juragan menganggu tidur mu, oh ya ada seorang pria yang mengaku jika dia adalah saudara mu, dan menggunakannya untuk keuntungannya," kata Sugik.


"kau tau apa yang harus di lakukan, kamu tau apa hukumannya, jadi lakukan saja," perintah Aris dingin.


"baiklah juragan, aku akan membuatnya tau apa itu hukuman dari pernyataannya," kata Sugik yang mematikan telponnya.


"jadi sekarang mau memilih rumah sakit atau kuburan, jika rumah sakit sekarang pergi dari sini, tapi jika kuburan coba sentuh Bella," tantang Sugik.


tanpa terduga Ayus langsung menyentuh tangan Bella dan Sugik langsung mematahkan tangan Ayus.


"sekarang tidur, besok kita akan bicarakan rencana kita dengan serius," kata Sugik.


"baik mas, terima kasih sudah percaya padaku," jawab Bella.


Sugik pun pamit pergi dan Bella memutuskan untuk beristirahat, sedang ibunya menaruh ketakutan tersendiri.


terlebih Sugik adalah orang yang tak pernah takut pada siapapun. tapi dia yakin jika dia memang jodoh Bella, pasti dia akan bersikap baik.


pagi ini Aris mengajak istrinya itu untuk sarapan di luar, dia ingin dengan nasi pecel di alun-alun.


mereka sudah hampir saja telat, karena tadi sempat ada kendala pada motor mereka.


tapi beruntung dokter belum pergi, mereka langsung menemui dokter dan membahas semua tentang perkembangan bayi mereka.


"sayang mau menemui Ambar dulu sebelum pulang?" tanya Aris pada istrinya.


"boleh mas, kebetulan aku juga ingin memberikan semangat kepada mbak Ambar," jawab Ayu.


Aris pun mengandeng tangan istrinya dan langsung menuju ke ruangan rawat Ambar.

__ADS_1


tapi baru juga sampai di depan ruangan Ambar, terdengar suara tangisan yang begitu pilu.


ayu pun merasa takut, terlebih-lebih Ambar yang menangis begitu menyayat hati.


"mas ada apa?" tanya Ayu yang ikut sedih.


"tak tau sayang, kita lihat dulu ya," ajak Aris.


Aris mengetuk pintu ruangan rawat itu, saat keduanya masuk terlihat Ambar yang berpelukan dengan Eko.


"ada apa ini?" tanya Aris.


"Ayu..." panggil Ambar yang berusaha menghapus air matanya.


ayu pun langsung menghampiri Ambar dan langsung berpelukan dengan wanita itu.


"ada apa mbak?" tanya Ayu.


"aku baru sadar kabar, jika aku akan sulit memiliki anak, apa salahku, kenapa tuhan berbuat ini padaku," tangis Ambar.


Aris melihat Eko dan pria itu mengangguk, "sudah jangan sedih, aku akan bantu untuk kalian jika ingin bayi tabung, toh Eko juga sudah ku anggap sebagai saudaraku, jadi tolong jangan sedih," kata Aris.


"tuh mbak dengarkan, suamiku akan membantu kalian, jadi jangan sedih ya, terlebih aku akan terus mendukung karena mbak sudah seperti saudaraku, karena hanya mbak dan keluarga yang bisa menerima kami dulu," jawab Ayu.


"terima kasih ayu," jawab Ambar.


sedang Eko tak mengira jika Aris begitu baik, sebenarnya tabungan Eko juga cukup.


tapi dia tak ingin buru-buru karena usia Ambar yang juga masih sangat muda.


akhirnya mereka pun berbincang sampai siang, Sugik yang mengawasi gudang.


pria itu sudah cukup untuk menanggung semua pekerjaan, toh hari ini tak ada panen.


Aris mengajak istrinya pulang setelah puas bertemu Ambar, mereka sekarang sedang duduk di taman kota.


mereka sedang duduk di bawah sebuah bunga yang sedang mekar indah.


"ada apa sayang, kenapa kamu begitu cantik hari ini?" tanya Aris.


"jangan gombal sayang, ini tempat umum," kata Ayu.


Aris pun hanya tertawa pasalnya dia harus sering-sering mengajak istrinya itu jalan-jalan.

__ADS_1


terlebih dia yang begitu sibuk dengan semua usaha miliknya, bahkan sampai lembur.


__ADS_2