Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
orang kepercayaan


__ADS_3

pagi ini seperti biasa, Ayu datang bersama sang kakek untuk membantu membersihkan rumah dari Aris.


sebenarnya kegiatan dari Ayu tak sedikit, tapi gadis muda itu terbiasa Hadi sangat menikmati semua kesibukannya.


setelah menyetrika baju Aris, kini ayu berpindah untuk mencuci baju dan sprei yang kemarin di ganti.


setelah di keringkan, dan di tata rapi di jemuran, kini ayu sedang memasak, Aris baru pulang dari joging.


"loh tuan sudah lari pagi, saya kira masih tidur, habis baru juga sembuh," kata Ayu yang memberikan susu madu pada Aris.


"gak bisa ayu, aku jika kebanyakan tidur malah sakit di sekujur tubuh,mending aku joging pagi," jawab Aris yang terlihat begitu hangat.


"sekalian menyapa ibu-ibu di desa ya, aduh setiap pagi pasti ngomongin juragan Aris yang ganteng kalau lagi joging, badannya keker, atau apalah kadang ada yang bandingin suaminya dengan tuan juga," terang ayu yang sudah selesai masak.


"masak sih, tapi kok saya sulit jodoh ya," gumam Aris melihat ayu.


"makanya tuan kalau ketemu gadis senyum, jangan cemberut gini," kata ayu menirukan gaya Aris yang menatap tajam sambil melipat tangannya.


melihat tingkah ayu membuat Aris tertawa, "sudah kamu itu aneh-aneh saja, kamar sudah di bersihkan belum??"


"belum, aku bersihkan sebentar ya tuan, habis kakek sibuk di belakang, tuan sarapan dulu ya," kata ayu bergegas naik ke lantai dua.


Aris merasa senang, pasalnya ayu sekarang memasak sayur bening, bakwan jagung dan ikan pindang.


bahkan tak lupa sambal super pedes buatan gadis itu, saat Aris sarapan pak Mun datang sambil membawa beberapa buah pisang matang dan nangka.


"loh pak sudah ada yang matang?" tanya Aris


"iya tuan, ini saya bawa masuk semua yang matang, mau di bagikan seperti biasa," jawab pak Mun yang bersiap memotong-motong buah hasil panen.


"boleh pak, tapi tolong berikan pada Ayu juga ya, dan minta dia untuk membuatkan kolak, atau kue basah apapun yang dia bisa," kata Aris.


"siap tuan," jawab pak Mun.


Ayu turun sambil membawa baju yang kotor, Aris tersenyum melihat wajah gadis itu.


"ada apa Ayu, kamu kok cemberut?" tanya Aris.


"tuan, kemarin saya sudah bilang kan kumpulkan baju kotornya, masak iya saya harus mencuci lagi," kesal Ayu.


"maaf saya lupa, sudah besok saja, oh ya katanya beberapa bulan lagi akan di adakan acara karnaval ya, saya sudah bertahun-tahun di sini, tapi belum pernah dengar tuh," kata Aris.


"ini memang baru pertama kali tuan, tapi sepertinya sangat akan ramai," jawab Ayu.


"nanti jika perlu dana, kamu bilang pada saya ya Ayu, oh besok buatkan kue ya buat saya dan para pekerja," kata Aris.


"siap tuan, Mbah ayu pulang dulu ya," pamit Ayu.

__ADS_1


"iya nduk, nanti biar buahnya Mbah bawa ya," kata pak Mun.


setelah berpamitan, Ayu juga mencium tangan dari Aris. dan Aris kaget saat Ayu me cium tangannya.


"pak Mun, apa anda yakin akan menikahkan Ayu yang begitu polos dan baik pada keluarga yang kasar terutama ibu Irma yang begitu pedas menghina cucu anda," kata Aris yang tak ingin Ayu terluka.


"awalnya saya juga tak mau tuan, tapi ini adalah perjanjian lama antara ayah dari Ayu dan juga Agus tuan,saya tak bisa membatalkannya," jawab pak Mun.


"tapi itu bisa melukai Ayu, bahkan dia tak ingin menikah sebenarnya tapi karena tak mau menyulitkan dirimu, dua memilih untuk mengiyakan saja, pak Mun tolong jangan buat cucu anda satu-satunya terluka," kata Aris.


pak Mun hanya diam, sebenarnya dia juga tak ingin melakukan ini tapi dia bingung bagaimana menolak dan membatalkan semuanya.


Aris pun bergegas mandi meninggalkan pria yang selama ini mengasuhnya.


dia berjanji akan melindungi Ayu apapun yang akan terjadi, anggap saja sebagai balas budi akan semua jasa yang telah di lakukan oleh pak Mun pada keluarganya.


Aris turun dengan pakaian yang suap untuk mengawasi semua pekerja, sedang ayu sudah ada di rumah untuk memasak pesanan.


ayu tinggal membungkus karna sebagian menang sudah setengah matang, pukul sebelas siang ayu mulai mengantarkan semua pesanan.


setelah itu dia pulang dan beristirahat karena hari ini dia tak harus mencuci baju.


Ayu tertidur cukup lama hingga sore dan mulai melakukan aktifitas lagi, dia membersihkan rumah baru berangkat ke mushola.


Aris sebenarnya ingin pulang, tapi nyatanya dia malah terjebak di sawah karena sedang panen.


"Eko kamu tak beli kopi, mulutku pahit ini," kesal Aris pada anak buahnya itu.


"lama, aku telpon Ayu saja, karena kopinya lebih enak dari buatan ayang mu itu," kesal Aris.


"yey... si bos," kesal Eko.


Aris menghubungi Ayu dan beruntung gadis itu langsung mengangkatnya, "ada apa tuan?" saut gadis itu.


"ayu di rumah kan, tolong buatkan kopi panas, dan gorengan ya, dan antar ke sawah, tunggu-tunggu jangan deh, lebih baik nanti aku yang mengambilnya," kata Aris.


"tak apa-apa tuan, biar saya antar, kebetulan nanti habis magrib ada acara di kelurahan juga, jadi sekalian berangkatnya," jawab ayu dengan sopan.


"baiklah, terima kasih gadis baik," kata Aris yang kemudian menutup telponnya.


"aduh gadis baik juragan Aris, uhuy..." kata Eko meledek Aris.


"sudah diam, sana awasi tuh mereka!" kata Aris melemparkan sepatunya pada anak buahnya itu.


Eko pun hanya tertawa, pasalnya baru kali ini dia bisa menggoda Aris, yang nampak lebih murah senyum.


Ayu pun kembali melanjutkan kegiatannya menggoreng bakwan sayur, dan beberapa jenis lainnya.

__ADS_1


ayu nampak begitu cekatan, pak Mun membantu mengemas semuanya. setelah siap, Ayu baru membuat kopi untuk Aris dan seluruh orang di sawah.


"bisa Abrar sendiri nduk?" tanya pak Mun.


"bisa Mbah, sekalian nanti Ayu ke kelurahan untuk rapat masalah acara karnaval ya, mungkin pulangnya sedikit malam," pamit ayu.


"baiklah hati-hati ya nduk," jawab pak Mun.


gadis itu mulai menyusuri jalan setapak yang di terangi oleh lampu kuning lima Watt.


tapi ayu adalah gadis pemberani yang tak kenal takut, dia pun sampai di sawah, Aris langsung menghentikan kegiatannya saat mendengar suara bel sepeda.


ternyata benar Ayu yang datang dengan kopi dan gorengan baru matang.


"tuan!" panggil Ayu yang kaget karena Aris berdiri dan menangkap setir sepedanya.


"ih hampir ketabrak," omel gadis itu.


"maaf ya, habis udah lapar," jawab Aris.


Ayu pun turun dan segera membagikan kotak berisi gorengan pada Semuanya, dan Aris dapat yang istimewa yaitu bekal nasi.


"tuan baru sembuh, belum boleh makan gorengan banyak-banyak, makan ini saja," kata ayu memberikan kotak bening itu


"terima kasih ya Ayu, kalau begitu semuanya berapa!" tanya Aris.


"tidak usah tuan,uang kemarin saja masih sangat cukup, kalau begitu Ayu pamit ya," kata Ayu yang memutar sepedanya.


Aris pun hanya bisa melihat gadis itu pergi, dia tak bisa menahannya. Eko tersenyum siap menggoda Aris lagi.


"Eko kalau acara Tarang taruna itu biasanya pulang jam berapa?" tanya Aris khawatir.


"kalau masalah beginian biasanya Ambar pulang sekitar jam sebelas malam, saya sering menjemputnya karena khawatir," jawab Eko yang heran.


"oke, lanjut bekerja jangan sampai aku pulang kemalaman atau besok habis kalian semua karena berani mengajak panen malam," kata Aris memberikan ultimatumnya.


"siap bos, ini sudah semangat," jawab semuanya.


benar saja pukul tujuh malam semuanya beres, dan akan di bawa ke tempat gudang milik Aris.


sedang Eko dan pria itu pulang untuk melepas lelah, sesampainya di rumah Aris mandi dan segera keluar untuk mencari makan.


tapi saat akan pergi malah hujan lebat, dia pun kembali duduk dan menunggu hujan turun.


"coba buat mie sajalah," kata Aris yang bangkit dan memeriksa kulkas.


ternyata di kulkasnya penuh dengan makanan setengah matang, ada ayam ukep, bebek ukep dan juga bandeng presto.

__ADS_1


bahkan lauk sarapan tadi juga ada, dia pun tinggal memanaskannya lagi, tapi sayur beningnya tak ada.


"kalau begini terus, bisa gemuk aku, karena Ayu begitu pintar masak, dan kulkas yang biasanya kosong kini penuh dengan makanan," gumam Aris.


__ADS_2