Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
kamu yang mati


__ADS_3

Erna di bawa ke klinik, tapi di tengah perjalanan, Aris memutar mobilnya menuju ke rumah.


ternyata Eko dan Sugik di sana juga membawa beberapa abu dan juga garam.


melihat itu Erna ketakutan, terlebih dia melihat sosok dari Wulan yang menatapnya dengan tajam.


"embah ... bawa aku pulang Mbah, aku tak mau mati disini," jawab Erna yang berontak.


tapi Eko dan Sugik sudah menahan wanita itu, "ikat dia dan taruh di tengah abu yang sudah di campur dengan garam itu,"


"kamu harus mempertanggung jawabkan semuanya, karena ini semua ulah mu sendiri," kata Mbah Sun pasrah.


dia tak pernah suka dengan apa yang di lakukan oleh Erna, terlebih wanita itu sudah di ingatkan berkali-kali.


Raka datang dengan Rafa, kedua pria itu berdiri di samping kanan dan samping kiri dari Wulan.


"maaf Erna, iblis yang kamu kirim sudah kami usir, dan sekarang dia mencari mu," kata Arkan


"apa..." kata Erna ketakutan.


sesosok hitam berdiri di belakang ketiganya, bahkan sosok itu semakin besar dengan tanduk yang menjulang tinggi.


"tidak jangan bunuh aku, jangan tolong jangan bunuh aku!" teriak Erna ketakutan.


tapi Feli keluar dengan kain putih di tangannya, bahkan di kain itu terlihat darah dan ada segumpal darah yang berbentuk seperti janin tapi sangat kecil.


"kamu wanita jahat," kata Feli sedih.


melihat itu Aris terduduk lemas, "tidak!!!" teriaknya melihat apa yang di bawa Feli.


Mbah sun terkejut, dia tak mengira akan melihat hal seburuk ini, "Erna aku keterlaluan, apa salah satu bayi itu!" marah pria itu


"aku akan membunuhmu!!" teriak Aris yang ingin membunuh Erna.


tapi Raka menahan tubuh pria itu, "bukan kamu yang akan membunuhnya, tapi akan ada yang lain yang membunuhnya," bisik Raka.


tiba-tiba Erna seperti tercekik, bahkan wanita itu seperti ayam yang habis di sembelih.


Aris mundur melihat wanita itu yang sedang sakaratul maut begitu mengenaskan.


"nak Sugik dan nak Eko, tolong bawa Erna pulang," mohon Mbah sun.

__ADS_1


"baiklah, saya akan bantu juga," kata Rafa.


sedang Aris masih terpuruk karena bayi miliknya susah tak bernyawa, "sudah mas Aris, tolong tenangkan dirimu, sekarang tolong kuburkan dia di belakang rumah kalian, dan aku akan menjelaskan semuanya," kata Wulan.


akhirnya Aris pun menguatkan dirinya, dan mulai menguburkan jenazah janin miliknya.


Raka yang adzan untuk janin itu, dan di dalam rumah, ayu masih pingsan setelah Wulan berhadil menyelamatkan wanita itu.


Aris pun nampak begitu terpuruk, tapi Raka menguatkan pria itu, "tenanglah, kamu berhasil menyelamatkan satu anak mu, dan janin ini mengorbankan dirinya demi saudaranya," kata Raka.


"apa... apa maksudnya itu?" tanya Aris bingung.


"sebenarnya ayu sedang hamil bayi kembar, dan karena ajian Erna kedua bayimu harusnya mati, tapi putri mu memiliki sesuatu yang membantunya bertahan, jadi kami pindahkan ajian itu pada bayi laki-laki mu, dan maaf kami tak bisa membuatnya bertahan," kata Wulan.


"berarti istriku masih tetap mengandung bayi perempuan kami?" tanya Aris.


"iya, dan sekarang kondisi mereka sudah sangat baik, dan kami tak bisa menjamin untuk wanita itu apa bisa bertahan atau tidak," kata Raka.


"Alhamdulillah ya Allah, ternyata kami masih di berikan kepercayaan, terdiam kasih," jawab Aris.


sedang di rumah Mbah sun, orang tua Erna kaget melihat putri mereka, terlebih tadi ada yang bilang jika Erna di paksa ikut oleh juragan Aris.


"bapak, Erna kenapa bisa seperti ini, dan kenapa dia terus kejang begini," panik ibu Erna melihat putrinya.


keduanya pun diam, mereka tak menyangka jika putri mereka yang begitu baik sekarang berubah sejauh ini.


"apa yang telah kamu lakukan Erna..." tangis ibu Erna.


"maafkan Erna bapak, tolong sembuhkan putriku," mohon ayah dari Erna.


"maaf aku tidak bisa, karena ini semua adalah karma yang di dapatnya karena dia berani bersekutu dengan setan," kata Mbah sun.


Erna sudah tak bisa di selamatkan tapi hanya tinggal menunggu waktu, terlebih iblis yang di kembalikan pasangan itu ternyata lebih kuat.


terlebih bayi itu sudah tiada pun tak menghalangi mereka menuntut balas


semua warga desa pun mulai bergunjing, terlebih Erna yang terlihat baik, ternyata wanita itu sangat buruk.


Wulan dan Raka memilih menginap demi melihat kondisi dari ayu, sedang Rafa memutuskan pulang untuk menyiapkan Semuanya.


terlebih besok adalah idul Adha dan di desa Raka selalu melakukan takbir keliling, tapi Raka dan Wulan harus memilih Ayu.

__ADS_1


Mbah sun sebenarnya juga kasihan melihat Erna, tapi dia merasa tak bisa melakukan apapun.


dia juga tak berdaya menghadapi iblis itu, terlebih itu sudah perjanjian Erna dan makhluk itu.


sore itu terdengar suara takbir di seluruh desa, kondisi Erna sedikit membaik.


dia sudah lebih tenang dan tak kejang, itu membuat orang tuanya begitu bahagia.


suara takbir itu terus bersautan dan tak berhenti berkumandang, sedang Aris, Raka dan Wulan masih cemas.


pasalnya ayu belum sadar, padahal kondisinya sudah membaik, pak Mun dan Sugik juga ada di rumah itu.


Sugik tak mengira jika akan melihat kejadian buruk seperti ini, tapi beruntung setelah adzan isya' berkumandang.


ayu bangun dan melihat ke sekeliling, dan melihat Raka sedang sholat menjadi imam untuk semua orang.


ternyata dia tidur di ruang tengah, setelah sholat mereka pun langsung melihat kondisi ayu.


Aris memerintahkan kepada Sugik untuk memanggil bidan untuk memastikan kondisi ayu.


Wulan tersenyum dan meminta Aris untuk memberikan air minum pada istrinya itu.


"bagaimana kondisimu, apa yang kamu rasakan saat ini ayu?" tanya Wulan.


"aku baik-baik saja mbak, dan perutku," kata ayu yang ingat jika perutnya yang sakit.


"semua aman-aman saja ayu, jadi jangan panik ya," kata Wulan.


bidan datang dan langsung memeriksa kondisi ayu, bahkan memeriksa detak jantung dari perut ayu dan Semuanya normal.


Aris begitu bahagia, bahkan terus memeluk istrinya itu, terlebih setelah seharian yang terjadi.


"aduh .. padahal besok acara besar, aku malah sakit," gumam Ayu.


"tidak usah di pikirkan, semua sudah di tangani oleh istri pak Edi dan para warga," jawab Aris.


"baiklah, Mbak Wulan menginap kan, aku ingin berbincang dengan mbak," kata Ayu.


"iya, kami menginap malam ini, kebetulan besok mas Raka yang juga akan jadi jagal dadakan loh disini," jawab Wulan.


"terima kasih ya," kata Ayu yang masih begitu lemah.

__ADS_1


tapi Wulan yakin jika malam ini semua akan baik-baik saja, Raka juga akan berjaga bersama Sugik dan Aris.


karena malam ini akan ada kejadian besar, dan itu takut bisa melukai ayu ataupun Wulan.


__ADS_2