Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
diterima


__ADS_3

"nduk, ini keluarga besar nak Sugik datang untuk melamar mu, apa kamu menerima lamarannya nduk?" hanya pak Edi.


"ayah..." kata Diani melihat ayahnya.


"ayah setuju nak, jika ini memang jodoh yang di kirimkan Gusti Allah, insyaallah kamu akan bahagia bersama pria ya tepat," jawab pak indik.


"bismillahirrahmanirrahim... saya terima paklek," jawab Diani.


"Alhamdulillah..." sorak lega semua orang.


ayu tak mengira jika gadis yang menolongnya kini akan jdi bagian keluarga besarnya.


Bu Syamsir maju bersama Sugik, Bu Syamsir memakaikan semua perhiasan yang di jadikan hantaran sendiri.


Bu indik kaget karena perhiasan yang di pakaikan berbeda dengan seserahan yang tadi di bawa.


bahkan perhiasan yang di pakaikan begitu lengkap, mulai dari cincin, gelang, kalung bahkan ada juga gelang kaki.


setelah tukar cincin, semua tamu di persilahkan makan jamuan yang sudah di sediakan.


"ngomong-ngomong ayah Syamsir kenapa sepertinya begitu kenal sama pak indik, kalau saya mungkin karena pernah bertemu, kalau ayah?" tanya Aris penasaran.


"mas gak boleh kepo sama urusan orang tua ih," kata Ayu.


"tidak apa-apa nak, kami tadi gak sengaja bertemu di pasar saat beliau mengantar istrinya belanja," jawab pak Syamsir.


"berarti ini semua sudah di atur sedemikian rupa, Alhamdulillah, akhirnya Sugik laku jug kasihan kalau kami kumpul dia terus yang di ganggu oleh adiknya dan bukan istrinya," kata Eko.


"resek kamu," kata Sugik kesal.


"maaf ya pak, tiga pria ini memang tumbuh bersama, meski mereka bekerja di bawah Aris, tapi hubungan mereka sudah seperti keluarga," kata pak Syamsir.


"iya pak,saya tahu kok, terlebih saya juga pernah bertemu nak Sugik saat panen, dan dia begitu tegas dan tepat waktu," jawab pak indik.


acara pun berakhir, bahkan buah tangan dari keluarga Diani juga cukup banyak, ada sovenir dan juga kue.

__ADS_1


semua orang sudah pamit pulang, hanya Aris, ayu, Feli dan Sugik yang memilih tinggal.


"maaf boleh numpang ke kamar mandi," kata Ayu.


"mari mbak saya antar," kata Diani.


"Alhamdulillah... ternyata mas Sugik benar-benar jadi saudara saya," kata pak Edi.


"tapi aneh loh pak, padahal Sugik belum tau Diani?" tanya Aris.


"sebenarnya sudah bos, saat membantu mas Raka, dan saat aku belanja rokok saat malam, tapi aku tak tau jika Diani ini keponakan pak Edi yang mau di jodohkan dengan ku," jawab Sugik.


"ini loh mas yang aku bilang dulu, ya mas Sugik ini, makanya pas mas tanya tentang bagaimana mas Sugik, aku langsung meminta mu menyetujui semuanya," kata pak Edi.


"iya dek, terima kasih sudah memilihkan jodoh untuk Diani, terlebih dia itu jarang keluar rumah kalau tidak membantu ibunya,terlebih semua omongan warga desa yang rakit padaku, hingga mereka mengucilkan putriku," jawab pak indik.


"kok gitu, padahal bapak tau, istri ku saja sangat menyukai putri bapak, selain itu dia juga pernah menolong istriku yang hampir celaka di warung, dan beruntung gadis ini menolongnya," kata Aris.


"ya Allah, berarti semua sudah di atur ya, semoga ibu juragan bisa membimbingnya," kata pak indik.


ayu pun menyapa semua orang dengan sopan, bahkan mereka tak mengira jika ibu juragan yang kaya itu begitu baik.


"insyaallah bisa mbak," jawab Diani.


Bu Edi tersenyum, pasalnya ayu lengsung ingin membuat orang yang berada di sekitar rumah keluarga dari juragan Aris makmur.


"memang mau di kasih apa sih?" tanya para saudara dari Diani kepo.


"mbak gak tau, juragan Aris dan istrinya itu sering bagi-bagi sembako dan uang, mas Edi saja yang kerja di sana sering sekali dapat bonus, dan lagi juragan itu gak pernah menunda gaji semu anak buahnya, dan ibu juragan malah terbaik pokoknya, baiknya minta ampun," kata Bu Edi.


"wah beruntung sekali Diani, padahal semua pemuda di sini tak ada yang mau, tapi sekali dapat jodoh malah sangat baik dan kaya," jawab yang lain.


setelah puas berbincang mereka pun pulang, Aris mengantarkan Sugik dan Feli terlebih dahulu, baru kemudian pulang.


Sugik juga sudah memiliki nomor pribadi dari calon istrinya itu dan nanti mereka bisa berembuk untuk pernikahan yang di minta secepatnya oleh orang tua Sugik.

__ADS_1


dan keluarga Diani juga mengiyakan karena tak baik jika menunda terlalu lama untuk hal baik.


Ayu langsung bergegas mandi dan kemudian beristirahat karena tubuhnya terasa begitu lelah.


sedang Aris pamit untuk ke perternakan sapi yang sudah tiga hari ini tak ada yang melihat.


Feli juga datang untuk menemani ayu, mereka pun memutuskan untuk menonton saja.


Aris sampai di perternakan dan melihat ada pak Bambang yang juga sudah ada di sana.


"bagaimana pak, semuanya beres?" tanya Aris.


"beres juragan,oh ya saya denger-denger jika Mbah sun sakit, juragan sudah menjengguknya?" tanya pak bambang.


"benarkah, ya Allah,nanti malam saja bareng istri pak, dan bagaimana keadaan anak-anak pak Bambang, semua sekolah dengan baik kan?" tanya Aris.


"Alhamdulillah juragan,berkat juragan sekarang mereka sehat dan makin pintar, bahkan si kecil selalu mengajak kedua kakaknya untuk mendoakan juragan dan istri," jawab pak Bambang.


"Alhamdulillah... terima kasih atas semua doanya, terlebih persalinan istri saya juga semakin dekat," jawab Aris


jadi dia pun memilih untuk berada di peternakan sapi itu, dan melihat semua pekerjaan dari anak buahnya.


terlebih ada beberapa sapi baru yang datang,itu adalah sapi perah yang khusus di datangkan.


karena Aris ingin mencoba beternak sapi perah, dan tak hanya sapi pedaging saja.


Aris sempat melihat area belakang yang sedang di bangun sebuah kandang baru.


dan kandang itu di persiapkan untuk sampai Yang akan datang. setelah itu mereka pun memilih ngopi di warung depan.


pasalnya tak ada yang mengirimkan makanan, Tak hanya itu mereka juga menunggu pengiriman sapi lagi yang akan datang sore itu.


tak di duga Eko juga datang, dan kaget melihat Aris yang sedang ngopi bersama yang lain.


"lah tak kira juragan bos libur di rumah, lakok malah sudah disini saja," kata Eko.

__ADS_1


"acara sudah selesai, jadi aku duduk-duduk saja bersama mereka disini?" jawab Aris.


"cocok ini wes juragan paling baik emang," kata Eko bergabung sambil meletakkan pastel dan risoles yang dia bawa.


__ADS_2