
Ambar pun merasa senang melihat Eko dan semua orang di ruangannya, dia tak mengira jika mereka tetap begitu baik padanya.
Aris dan Sugik menunggu di luar bersama Eko saat para wanita di dalam ruangan.
Bella mendatangi ketiganya, "tuh di hampiri kekasihmu, apa perlu kami tinggalkan kalian berdua," goda Aris.
"tak perlu, aku dan dia tak ada hubungan apa-apa lagi, maaf aku tak ingin melihatnya," kata Sugik dingin.
"apa, mas Sugik maafkan aku, aku tak bermaksud seperti itu, aku tak tau jika dia adalah adikmu, seharusnya aku bertanya, dan bukan menyimpulkan semuanya sendiri," kata Bella.
"tapi maaf, semuanya sudah terlambat, aku tak berminat lagi, jadi maaf, silahkan cari pria lain, karena kamu berani menghina adik yang paling aku sayangi," kata Sugik.
Aris dan Eko mengeleng pelan, "wah sepertinya jamu melakukan kesalahan fatal, karena menghina adik dari Sugik, asal jamu tau jika dia tipe orang yang sulit memaafkan orang, dan kamu adalah urutan teratas dalam hal itu," kata Eko.
mendengar itu bella sedih, dia tak mengira jika sikap angkuhnya kini hancur di depan pria yang dia sukai.
tapi Sugik tetap batu, bahkan dia tak tergoyahkan sedikitpun, meski Vella memohon sambil menangis.
"aku mohon beri aku kesempatan, aku janji akan bersikap baik," mohon Bella.
"maaf kesempatan mu sudah hilang, jadi jangan memikirkan semuanya lagi, kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi, ingat itu," jawab Sugik.
setelah itu ayu dan Feli keluar dari ruangan Ambar dan mengajak mereka semua untuk pulang, terlebih Ayu yang harus istirahat.
mereka pun pergi dari klinik, Eko langsung masuk ke ruang rawat istrinya.
sedang Bella melihat kepergian semua orang itu, dan dia tak bisa melakukan apapun lagi saat ini.
Sugik mengantar ayu dan Feli ke rumah sebelum kembali ke gudang bersama Aris.
selama perjalanan, mereka semua nampak diam tanpa ada yang mengatakan sesuatu sedikitpun.
Sugik terlihat seperti biasa tanpa ada penyesalan sedikitpun terlihat,bahkan pria itu terlihat santai saja.
ayu dan Feli turun, dan langsung menuju ke dalam rumah untuk istirahat siang.
mereka pun memutuskan untuk menikmati film Korea sambil tiduran di kasur lantai yang baru di beli oleh Aris.
"sayang aku kembali ke gudang ya, kamu baik-baik si rumah ya," pamit Aris.
__ADS_1
"baik mas, oh ya kalau pulang belikan sosis dan beberapa cemilan di supermarket ya," pesan Ayu.
"baiklah, apapun untuk mu sayang," jawab Aris yang kemudian pergi dengan Sugik.
Keduanya sampai di perternakan sapi dan melihat semua persiapan, bahkan tiga sapi sudah di cat sesuai permintaan.
dan besok sore mereka semua akan di kirim kepada pemesan, Aris meminta pak Bambang memastikan jika tak akan ada sapi yang stres atau bahkan mengamuk nantinya.
setelah itu giliran peternakan kambing Jawa kepala hitam yang di miliki Aris.
terlihat semua kambing sudah terjual dan hanya menyisakan beberapa indukan yang produktif.
"Sugik dan Eko kalian ambil masing-masing dua," kata Aris.
"loh juragan untuk apa? kami tak butuh," kata Sugik.
"ini perintah tak boleh di bantah, ini bonus kalian karena sudah setia terhadap ku," jawab Aris tersenyum menepuk bahu pria itu.
"baiklah kalau begitu saya akan kurban atas nama kedua orang tua, untuk Eko biar nanti saya kabarkan," kata Sugik.
"baiklah aku mengerti, oh ya besok sore tugas kalian membagikan kupon untuk para pekerja kita, karena sapi yang akan di sembelih khusus di bagikan pada para pekerja, dan sapi yang akan di bagikan pada warga sudah aku taruh di masjid," kata Aris pada Sugik.
dia tak mengira jika tahun ini Aris sudah mengelontorkan biaya yang tak sedikit untuk sedekah, terlebih selama ayu hamil pria itu tak pernah berhenti melakukan kebaikan.
meski begitu masih saja ada suara sumbang yang menghina Keduanya. kadang Sugik dan Eko tak habis pikir.
memang selalu salah orang berbuat baik, tapi dia yakin jika Aris dan ayu akan baik-baik saja nantinya.
terlebih juragan kecil yang ada di perut ayu akan menjadi pewaris dari keluarga Aris yang sebenarnya sangat kaya raya.
sore hari Aris baru pulang dan langsung mencuci kakinya sebelum masuk kedalam rumah, Feli langsung pamit pulang saat Aris datang.
ternyata ayu masih tertidur, dan rumah sudah bersih,ternyata gadis itu sudah membersihkan semuanya.
"tunggu dulu Feli, ini uang jajan dua hari untuk mu, dan untuk gaji mu tebang saja tak akan di potong," kata Aris.
"terima kasih juragan, saya pulang dulu, permisi," pamit gadis itu.
"baiklah, hati-hati di jalan," kata Aris.
__ADS_1
ternyata ayu terbangun mendengar suara suaminya, "mas sudah pulang," kata ayu dengan suara serak
"iya sayang, kamu sudah bangun, ya sudah sekarang ayo mandi," ajak Aris yang langsung mengendong istrinya itu.
"mas aku berat," kaget Ayu yang melingkarkan tangannya di leher Aris.
"tidak sayang, kamu masih begitu ringan," jawab Aris.
setelah mandi, Ayu sadar jika rumahnya sudah rapi dan bersih ternyata Feli membersihkan rumah Dengan baik.
"aduh gadis ini sudah di katakan tak perlu malah masih membersihkan semuanya," kata ayu.
"sudah tak apa-apa, aku juga sudah memberikan dia uang jajan untuk dua hari, ya lumayan buat dia beli bedak karena sudah membersihkan rumah," kata Aris.
"baiklah, sekarang mas mau makan burung dara bakar gak?" tawar ayu pada suaminya.
"tentu mau, tapi dapat dari mana sayang?" tanya Aris yang heran.
"aku dapat beli tadi di pasar, mas tau Feli itu sangat mahir mengendarai sepeda motor, dan gadis itu menyenangkan," kata Ayu.
"bagus kalau kamu suka, jadi dia tak sia-sia datang kesini, kalau begitu ayo kita makan," ajak Aris.
Feli sedang berjalan menuju ke rumah pak Mun, saat sebuah motor memepetnya.
"hei kamu buta hah," kata Feli dengan suara keras.
ternyata itu adalah Bella, wanita itu langsung turun dan menghalangi jalan dari Feli.
"hei gadis gila, kamu kenapa kemari,masih belum terima kakak ku meninggalkan dirimu," kata Feli yang memang dari awal tak menyukai wajah dan sikap bella yang angkuh.
"hei gadis kecil sialan, ku kira aku bisa membujuk mu agar mau membantuku untuk mendapatkan hati Sugik lagi, tapi ternyata ucapan ku sangat kasar ya," kata Bella yang balas menantang.
"cih, tak Sudi aku punya kakak ipar seperti mu," kata Feli.
"dasar gadis sialan, kenapa kamu datang dan menghancurkan semua rencana kami," kata Bella yang ingin menampar pipi dari Feli.
"berhenti Bella!!!" teriak Sugik yang melihat dua wanita itu.
Bella terdiam, dia tak mengira jika Sugik akan melintas dan memergokinya seperti ini.
__ADS_1