
ayah dan ibu Ambar pun kaget, mereka tak mengira jika itu yang terjadi.
"baiklah, Ambar... aku Eko Sugandi putra mengharamkan diriku atas dirimu, jadi jika ingin marah tanya ayah mu yang lebih mementingkan keluarganya yang salah, di banding bertanya dan membela menantunya, bahkan sekarang juragan Aris yang selalu bersamaku dari dulu, marah padaku karena dia, jadi maaf Ambar, ini permintaan dari ayah mu, aku pergi, dan Sugeng jika kamu tak bisa membereskan semuanya, aku akan menuntut kalian sekeluarga, ingat itu," kata Eko yang ingin pergi.
"tidak mas, jangan ceraikan aku, aku tak mau berpisah dari mu,aku mohon... ayah hanya marah..." tangis Ambar memohon.
"ayah mu bahkan tak pernah berpikir, bagaimana juragan Aris selalu baik pada keluarga kita, tapi mereka begitu gampang membenciku,maaf aku tak bisa lagi Ambar, cukup aku bertahan dengan semuanya, aku muak!!" teriak Eko.
Ambar pun menangis melihat Eko pergi, sedang Sugeng langsung melanjutkan semuanya.
dia ketakutan pasalnya dia tak ingin berakhir di tangan pria-pria kejam itu.
ayah ambara pun menenangkan putrinya, tapi Ambar mendorong ayahnya, "sudah puas, hanya demi mereka, ayah menghancurkan pernikahan ku, andai ayah tau kalau juragan Aris yang membayar semua operasi dan perawatan ku, bahkan dia membiarkan mas Eko libur seminggu demi menemaniku, tapi ayah seperti ini balasannya, ayah mengerti agama, jika anak perempuan putus hubungan dengan orang tuanya saat menikah, dan kenapa ayah mencampuri urusan rumah tangga ku, sekarang siapa yang mau menerima wanita tak sempurna seperti aku, katakanlah!!!" teriak Ambar meluapkan semuanya.
Ambar membuat ayahnya terdiam, dia tak mengira jika ucapannya sangat melukai putrinya.
Ambar mengendarai motornya dengan menahan rasa sakit, dia mengejar suaminya.
Eko sampai di rumah dan langsung mengemas bajunya, Ambar juga sampai dan langsung berlari ke kamar.
"mas... jangan pergi aku mohon, jika mas pergi bagaimana dengan ku, aku membutuhkan mu mas, tolong jangan pergi..." tangis Ambar memegangi perutnya.
"tidak bisa, maaf sayang aku tak bisa menerima penghinaan dari keluarga mu lagi, padahal selama ini kamu tau jika juragan Aris adalah satu-satunya saudaraku, dan dialah yang mengangkat ku hingga bisa sejauh ini, jadi tolong jangan halangi aku pergi,"kata Eko yang sudah membereskan bajunya.
"kalau begitu bawa aku mas, aku tak mau jauh darimu, aku hanya mencintaimu, maafkan aku mas, tapi tolong jangan seperti ini," tangis Ambar.
Eko pun berhenti, dia tak bisa melihat istri yang dia cintai begitu terluka seperti ini.
dia pun berbalik dan kaget melihat Ambar sudah pingsan, "Ambar!!" teriaknya keras, Eko langsung mengendong istrinya itu.
dia pun segera membawa Ambar ke puskesmas terdekat, dan ternyata jahitan dari luka Ambar berdarah.
__ADS_1
jadilah dokter mengusahakan yang terbaik, dan beruntung istrinya itu tak mengalami hal yang buruk.
Eko sedang menunggui istrinya saat Sugik menelponnya, "hei bro, ada apa, aku dengar kamu bertengkar dengan mertua mu, sekarang dimana?"
"aku di UGD klinik Pratama, datang kesini aku akan menjelaskan semuanya," kata Eko.
"baiklah, aku dan juragan akan kesana, dan kamu harus menjelaskan segalanya," kata Sugik.
"iya gik, iya..." jawab Eko.
Sugik datang bersama Aris dan Ayu, tak lupa dengan Feli yang harus menemani ayu kemanapun wanita itu pergi.
"hei kenapa kita malah ke klinik sih, kalian tau kan aku tak menyukai ini," kata Ayu.
"tapi Ambar masuk ke sini, setelah ketegangan yang terjadi di dusun sebelah, dan Eko hampir menceraikan istrinya itu," jawab Aris.
"apa!! aku akan membunuhnya jika dia berani melukai mbak Ambar," kata Ayu yang ingin bergegas masuk.
"aduh mbak ayu, pelan-pelan dong," kata Feli mengejar wanita itu.
Aris dan Sugik pun berjalan santai mengikuti kedua wanita itu, Feli menahan tubuh ayu saat seorang wanita akan menabrak tubuh ayu.
"hei tolong hati-hati," kata Feli yang menahan tubuh Ayu.
tapi gadis itu terdiam saat melihat Bella yang keluar dari ruangan rawat Ambar.
"dasar gadis murahan," kata Bella.
"hei mbak Vella, tolong jangan mengatakan hal seperti itu, kamu melukainya dan itu ucapan buruk," kata Ayu saat mendengar ucapan itu.
"memang kenapa,apa peduliku padanya, dia itu hanya seseorang yang tak perlu di pedulikan," kata Bella menjawab ayu.
__ADS_1
"wah tak ku kira, seorang perawat yang berpendidikan tinggi, malah memiliki mulut yang begitu pedas, Sugik ini wanita pilihan mu?" tanya Aris melihat Bella.
"maaf ya juragan, aku tak Sudi menikah dengan pria itu," jawab Bella.
"baiklah kalau begitu, aku juga tak Sudi menikahi wanita yang tak bisa menghormati juragan dan istrinya, terlebih wanita yang bisa menghina adik kandung ku, ayo masuk juragan," kata Sugik dingin.
Bella diam, apa yang dia dengar barusan, adik kandung, Feli merangkul lengan Sugik dan menoleh ke arah Bella.
"adik kandung," kata Feli dengan gerakan bibirnya.
Bella pun merasa kaget, pasalnya dia keterlaluan kalau begitu, bahkan dia menghina tanpa mengetahui kebenarannya.
"tidak bisa, aku harus minta maaf, karena aku tak mau kehilangan Sugik," kata Bella.
tapi dia tak tau jika Sugik itu adalah orang yang tak pernah mudah memberikan maaf.
bahkan Nita saja bisa berakhir di tangan pria itu dengan mudah, dan Bella melakukan kesalahan besar dengan menghina adik kesayangannya .
"bagaimana kondisinya, apa baik-baik saja, Eko aku memintamu untuk membereskan Sugeng, bukan membuat istrimu drop begini,bahkan mau menceraikannya" kata Adis tak habis pikir.
"buka begitu bos, aku tak ingin menceraikan Ambar, tapi mertuaku yang menginginkannya, karena mereka lebih membela Sugeng dan istrinya yang keponakannya, fi banding aku yang menantunya, padahal mereka belum tau kesalahan apa yang Sugeng dan istrinya perbuat," jawab Eko.
"seharusnya kamu mengatakan padaku, kalau begitu biarkan Sugik saja yang membereskan semuanya," kata Aris yang memijat kepalanya.
"tidak juragan, karena dia adalah orang yang aku pilih, jadi aku adalah orang yang bertanggung jawab untuknya," jawab Eko.
"tapi kenapa harus bercerai sih mas Eko, kamu tau kondisi mbak Ambar yang baru selesai operasi, bahkan kondisinya juga belum pulih sepenuhnya," kata Ayu.
"iya saya tau ibu juragan, maafkan karena saya memutuskan semuanya dalam kondisi marah," jawab Eko yang mengenggam tangan Ambar.
"ya semoga dia lekas sembuh, dan jangan sampai terulang lagi, terlebih perjuangan mu dan Ambar tak semuda itu," kata Aris.
__ADS_1
"iya juragan," jawab Eko.
Sugik merangkul adiknya, sedang Feli tersenyum kearah Kakaknya itu, terlebih hanya Sugik yang sangat menyayanginya, jadi dia tak akan melepas kakaknya itu pada Wanita sembarangan.