Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
serangga menempel


__ADS_3

"maaf aku hanya ingin berterima kasih," jawab wanita itu.


"maaf mbak, tolong jangan membuat suamiku marah," kata Ayu yang tak suka ada gadis lain yang menempel pada Aris.


"apa, suami..." lirih wanita itu.


"ya aku sudah menikah, dan untuk bantuan itu, pasti semua orang akan membantu saat ada orang yang butuh bantuan, jadi tak perlu heboh, dan jangan pernah mengangguku lagi mulai sekarang," kata Aris tegas.


"sudah sayang, kita pergi saja aku sudah sangat lelah," ajak ayu.


"baiklah sayang, ayo kita pergi," jawab Aris yang pergi dengan merangkul ayu.


wanita itu pun merasa patah hati, pasalnya pria yang sudah menolongnya, dan membuatnya jatuh cinta.


malah sudah memiliki pasangan hidup, Aris begitu tak suka dia langsung melepas bajunya yang bekas di sentuh wanita tadi dan melemparnya ke kursi belakang.


"mas tenanglah, jangan marah seperti ini," kata Ayu.


"aku tak suka wanita lain menyentuhku, aku merasa jijik," kata Aris.


"baiklah aku mengerti, mas ayo kita pulang karena di rumah kamu bisa mandi oke," kata Ayu memohon.


Aris yang masih merasa kesal langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, dia paling tak suka di sentuh seperti tadi.


saat sampai Aris langsung masuk kedalam rumah dan langsung mandi, dia tak nyaman karena baginya hanya ayu yang bisa menyentuhnya.


Aris menggosok tubuhnya cukup keras, Ayu datang dan menghentikan Aris yang begitu kasar pada dirinya sendiri.


"jangan begitu mas, aku mohon," jawab Ayu yang mencium bekas sentuhan wanita itu.


Aris pun menghela nafas, dan mengecup bibir istrinya, bahkan dia begitu menuntut.


keduanya pun main basah-basahan, "sayang kasihanilah aku dan bayimu, kami bisa kedinginan kalau terus seperti ini," bisik Ayu.


"ah.... baiklah sayang, ayo kita berhenti dan ganti baju," jawab Aris yang membantu Ayu bangun.


malam itu keduanya pun tidur lebih awal, ayu sangat lelap tertidur, Aris bangun dan mulai mengganti bajunya.


dia pun segera turun dan keluar dari rumah dan langsung pergi dari rumah, bahkan Aris memastikan jika istrinya itu aman.

__ADS_1


dia pun pergi dengan Eko dan Sugik, mereka kembali melihat keadaan desa terutama mengawasi Dika.


malam itu ketiganya benar-benar menjadi Monster, terlebih Aris yang masih begitu marah akibat kejadian tadi.


mereka sampai di rumah pak Didik, ketiganya melihat sosok Dika yang sedang minum-minum di teras rumah.


pria itu nampak begitu frustasi, bahkan pria itu nampak sangat sedih dan terluka.


"kenapa ya Allah, kenapa hanya adikku yang kau buat berguna, sedang aku hanya seorang pecundang," kata Dika marah.


Aris, Eko dan Sugik merasa heran dengan ucapan pria mabuk itu. pasalnya dia sangat tak terbaca.


mereka masih mengawasi, ternyata dia pun berjalan dan pergi dengan sempoyongan menuju ke salah satu warung.


terlihat pemilik warung itu seorang wanita yang tadi bertemu dengan Aris dan Ayu.


"Eko, kamu tau warung ini?" tanya Aris.


"tau, ini warung tempat para preman judi, dan mabuk, yang pasti ini warung plus-plus," jawab Eko.


"mau apa bocah ini datang kesini, padahal bapaknya juga baru keluar dari rumah sakit,", gerutu pada akhirnya.


terlihat keduanya seperti argumen. dan Dika kehilangan kendalinya hingga menampar wanita itu dengan keras.


semua pria yang di warung pun langsung mengepung Dika, Eko dan Sugik maju mengenakan topeng.


"woi ada apa ini, kalian mau main keroyokan," tanya Eko.


"hei siapa kalian, jangan ikut campur, dia sudah berani melukai Menik, apa salahnya jika dia membuka warung," kata pria-pria tampang preman itu.


"dua yang menghabiskan uang ku, tapi saat dia di ajak nikah tak mau," kata Dika.


"kalau begitu kenapa kau tak memperkosanya, toh dia juga sering menggoda Pria-pria untuk di ambil uangnya bukan," kata Sugik enteng.


semua pria di sana saling pandang, Menik ketakutan pasalnya selama ini dia begitu karena dia memiliki ilmu pengasihan.


keduanya pun pergi, begitupun Aris, Dika pun pamit pergi sedang para pria mulai mengejar Menik.


wanita muda itu ketakutan terlebih tangan-tangan kasar itu mulai menjamah tubuhnya

__ADS_1


dia tak mengira ada orang yang memberikan ide gila begitu. Menik pun di gilir sampai pagi.


wanita itu mendapatkan ganjarannya, dan Dika merasa bersalah karena terlalu menurut pada wanita yang seperti itu.


terlebih ayahnya juga baru saja terluka demi dirinya, Dika menahan kedua pria itu.


"terima kasih sudah menolong ku," kata Dika.


"tidak penting, sekarang bekerjalah dan buktikan jika kamu bisa membanggakan kedua orang tuamu, jika perlu sesuatu kamu bisa minta tolong pada juragan di sini," kata Eko.


"tunggu kalian ini sebenarnya siapa?" tanya Dika.


"kami hanya kebetulan cuma numpang lewat," kata Sugik yang kemudian pergi.


Dika pun berjanji akan membantu ayahnya, agar dia bisa berguna, keesokan harinya berita tentang semalam menyebar luas.


para warga langsung membakar warung yang di gunakan oleh Menik untuk menjual miras.


Menik pun tak bisa keluar rumah pasalnya dia merasa malu setelah kejadian semalam.


bagaimana ada orang yang bisa tak terpengaruh susuknya, bahkan mereka bisa membuat semua pria menyentuhnya.


dia yang awalnya ingin menggoda Aris, kini sudah tak punya apa-apa lagi.


"mbak, sekarang kita harus bekerja apa, warung sudah di bakar warga," tanya adik Menik yang juga pernah di selamatkan oleh Aris waktu itu.


"entahlah dek, tapi tenang saja kita masih punya sawah warisan orang tua dan tabungan mbak, untuk sementara kita bisa hidup sederhana, dan sepertinya kamu juga harus mulai bekerja," kata Menik.


Ayu tak di ijinkan belanja oleh Aris terlebih setelah kejadian kemarin. sekarang Aris sendiri yang membeli ikan pindang keinginan istrinya.


"loh juragan Aris belanja sendiri, mana istrinya?" tanya Bu Sri.


"saya suruh tidur,biar saya yang masak," jawab Aris.


"aduh gak berguna sekali sih,masak suami yang di suruh masak, seharusnya juragan harus tegas pada istri seperti itu," kata Bu Sri.


"aduh Bu, Anda budeg ya, kan saya bilang, saya menyuruhnya untuk istirahat, jadi itu keinginan saya, jadi ibu tak berhak mengomentari istri saya, mengerti," jata Aris yabg tak suka istrinya di komentari buruk.


"ya gak gitu, orang gak bisa hamil aja belagu, lihat tuh padahal semua pasangan sudah pada hamil yang nikah bareng, emang juragan gak curiga jika dia itu mandul," kata Bu Sri yang terus ingin menjelekkan ayu.

__ADS_1


"sebutkan siapa yang sudah hamil, dari delapan pasang itu yang menikah bersama ku dan istri, siapa yang sudah hamil?" tegas Aris yang berhadil membungkam mulut wanita itu.


__ADS_2